Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
66.


__ADS_3

" Mbak itu nggak dikejar Mas? Dia nangis loh! Apalagi begitu dengar bahwa status kita adalah suami istri, dia kayaknya kecewa banget. Emang kamu pernah punya hubungan apa dengan dia?" tanya Manda dengan nada sinis, matanya yang masih sembab melirik ke arah Lio, ingin memastikan apa sebenarnya reaksi dari Lio.


" Kenapa harus dikejar? Emangnya kamu boleh, kalau sampai Mas ngejar wanita tadi? Enggak marah?" goda Leo sambil mencubit pipi Manda.


" Kalau emang Mas mau ngejar wanita tadi boleh aja, tapi jangan harap ya kalau mas bisa ngadain resepsi sama Manda." rajuk Manda sambil memutar tubuhnya membelakangi Lio. Lio hanya tersenyum melihat dirinya di punggung in oleh Manda.


" Dia bukan siapa-siapanya mas, jadi untuk apa dikejar? Beda dengan wanita yang bernama Amanda Djoyodiningrat, wanita cantik, seksi, dan menggairahkan yang ada dihadapan Mas yang sudah memiliki status istri sah dari Lionando Perdana. Wanita yang berstatus istri sah itulah yang yang layak untuk dikejar, digoda, dan diajak tidur bareng. Gimana kamu tertarik nggak dengan tawaran Mas untuk tidur bareng siang ini? Kalau mau kita bisa tidur bareng di penthouse Perdana, soalnya mas punya tempat di sana, gimana mau nggak?" tanya Lio sekali lagi dengan suara berhasrat, tepat di telinga Manda, hembusan nafas Lio yang beraroma mint membuat Manda mengalami sensasi gelenyar aneh di sekujur tubuhnya, rupanya telinga juga menjadi tempat sensitif bagi Manda.


" Manda masih marah sama mas." kata Manda dengan kekeuh. Emang wanita itu susah ya, karena sekarang Lio tambah bingung, ia nggak ngerti di mana letak kesalahannya, bukannya ia tadi juga tidak menanggapi Najla?


" Memang salah mas ini apa?" tanya Lio dengan lembut. Ia tahu sebuah filosofi, bahwa wanita itu selalu benar, dan kalau wanita itu salah, ingatlah satu hal kalau wanita itu selalu benar!! Lagi-lagi filosofi ini Lio dapatkan saat berhubungan dengan Saka dan Alana, dulunya ia sempat mengejek Saka karena terlalu bucin dengan Alana, dan kayaknya sekarang Lio termakan dengan omongannya sendiri. Dia sekarang bahkan terlalu bucin dengan wanita yang bernama Amanda.


" Salah mas adalah memiliki teman wanita secantik Najla!" kata Manda sambil melipat tangannya di dada, bukannya Lio menjadi marah karena ucapan Manda yang ga masuk akal itu, melainkan sekarang ia malah jadi gagal fokus karena melihat bagian favoritnya menjadi lebih besar ketika Manda melipat tangannya di dada.

__ADS_1


" Iya udah, biar itu menjadi salah Mas. Asal kamu jangan marah lagi sama mas, Oke?" rayu Lio lagi. Menurut Lio Manda sudah mau menghadap kepadanya aja Lio udah seneng, berarti kadar marah Manda sudah tinggal 50 persen.


" Oke, tapi Manda harap, Mas nggak ketemu sendirian dengan mbak Najla, soalnya Manda juga tahu kalau mbak Najla itu suka sama mas Lio." kata Manda dengan nada datar, nggak tahu kenapa mood-nya hari ini terjun bebas ke bawah, apalagi ditambah dengan pertemuannya yang tidak direncanakan dengan mantan teman SMA Lio.


Seorang wanita dengan instingnya, kadang bisa jadi benar. Bukankah dari awal Manda mendengar nama Najla pemilik butik eks teman SMA Lio, ia sudah memiliki perasaan yang tidak enak, seakan akan ada sesuatu yang bakal terjadi.


" Sekarang kan Mas selalu perginya sama kamu, apa lagi kamu asisten pribadi Mas, jadi kayaknya mustahil kalau mas akan ketemu dia sendirian. Kamu nggak usah khawatir! Mas hanya sayang sama kamu." kata Lio sambil memeluk bahu Manda dan mendekatkan wajahnya ke kening Manda kemudian menciumnya dengan lembut, Lio juga tahu bahwa saat ini mereka sedang ada di tempat yang ramai, tapi ia tidak peduli, demi membuat senyum di wajah Manda ia tidak segan-segan untuk melakukan apa saja.


Dan benar saja, wajah Manda terlihat merah merona karena perlakuan romantis Lio. Padahal sebelumnya Lio tidak pernah bisa bertindak manis kepada wanita manapun, lagi-lagi Manda menjadi pengecualiannya.


" Ayo kita segera pergi ke mall, Mas ingin beliin kamu baju dan pakaian dalam yang baru. Ingat agenda hari ini cukup padat sehabis dari mall kita langsung meeting lagi, tapi kamu enggak pa pa kan?" tanya Lio sambil menarik bahu Manda keluar dari foodcort itu menuju ke mobilnya setelah meninggalkan sejumlah uang di meja tempat mereka makan tadi.


" Siap boss!!" canda Manda sambil tertawa dan mengeratkan pelukannya di perut datar Lio. Sehingga membuat Lio juga tersenyum melihat Manda yang terlihat bahagia.

__ADS_1


Lio dan Manda masuk ke dalam mobil dengan wajah penuh senyum. Bahkan Lio melakukan hal romantis yang tidak pernah ia lakukan bersama wanita manapun. Ia dengan santainya mengecup bibir Manda saat ia memasangkan seat belt Manda, dan mengusap bibir seksi Manda dengan tendensi. Mnda pun menatap wajah suaminya dengan binar bahagia.


Mereka tidak menyadari bahwa saat ini ada seseorang yang sedang mengeratkan pegangan tangannya kepada kemudi mobil karena ia merasa sedih dan kecewa, pelupuk matanya masih saja basah karena air mata itu bak hujan yang deras. Iyaa, orang itu adalah Najla Swastika, wanita yang pernah menyukai dan bahkan sampai sekarang ia masih belum bisa move on dari Lio. Ia kecewa karena ia tidak pernah melihat Lio tertawa bahagia seperti itu ketika bersamanya, apa istimewa dari wanita yang saat ini ada di pelukan Lio? Najla merasa bahwa dirinya juga tidak kalah cantik, dia bahkan satu-satunya wanita yang cukup dekat dengan Lio, Walau waktu SMA dulu banyak wanita yang tergila-gila dengan Lio si kulkas, datar dan dingin. Mungkin secara pesona Lio kalah dengan Narendra Saka bumi, tapi tanpa disadari ternyata banyak juga wanita yang menyukai Lio.


Najla bahkan tidak bisa pergi dari parkiran foodcourt itu sebelum ia memandang wajah Lio sekali lagi, tapi ternyata kenyataan menamparnya. Ia malah semakin sakit dan kecewa, melihat kebahagiaan sejoli yang sedang dimabuk cinta. Ia bahkan melihat dengan jelas Lio yang mengecup bibir Manda dengan lembut.


Gelak tawa, canda, dan senyum Lio terekam baik di ingatan Najla saat ini, ekspresi yang tidak pernah dikeluarkan Lio saat bersama-sama dengan dirinya. Jujur saja, Najla merasa iri dengan Amanda. Dia ingin sekali menggantikan posisi Amanda, tapi apa daya Lio sama sekali tidak pernah meliriknya.


.


.


.

__ADS_1


TBC


*** jangan lupa untuk tetep dukung tor dengan gift, like dan vote yaaa💋💋


__ADS_2