Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
39.


__ADS_3

"Siapa yang boong, Joe.. Joz?" ada suara berat yang menginterupsi tawa membahana raung makan itu.


Siapa lagi kalau bukan si raja dan ratu pemilik rumah, sontak tawa itu berhenti segera, diganti keheningan. Manda bener bener kepingin ketawa terbahak melihat ekspresi kedua kakaknya yang terdiam gara gara ayah dan ibunya datang.


" Eh ada nak Lio. Kenapa sepagi ini udah datang? Merasa insecure dengan Kenan ya? " goda ayah yang pagi itu terlihat dalam mood yang baik, mungkin habis saling menggoda dengan ibu tadi di kamar.


" Iya ayah, selamat pagi. Lio mau ada yang diomongin soalnya, yah!" kata Lio dengan sopan. Sedang kedua kakak Manda hanya diam, karena mreka tahu habis ini bakalan ada pertumpahan darah.


" Mau ngomong sekarang apa nanti setelah ayah sarapan? Apa penting banget ga bisa ditunda?" tanya ayah dengan khawatir, sebenernya di dalam hati ayah, ia khawatir kalau Lio membatalkan pernikahan dengan anaknya. Tapi melihat wajah Manda yang masih terlihat bahagia, diam diam di dalam.hati ayah agak lega.


" Setelah ayah sarapan saja."


" Baik, nanti kita berbicara di ruang kerja aja. Supaya enak ngobrolnya." lanjut ayah sudah ga setegang pertama kali mereka ketemu.


Mereka kemudian berbincang santai sambil menikmati sarapan. Sedangkan Joe dan Joz berbisik sambil saling menendang kaki, karena mereka berdua berpikir bahwa kedamaian ini hanya sementara, sebelum hujan badai datang.


" Ayo nak Lio, ayah sudah selesai sarapan. Kita akan berbicara pribadi di ruang kerja." kata ayah mengajak Lio untuk ke kamar kerja yang emang biasa dibuat tempat ayah, Joe dan Joz berbincang masalah pekerjaan.


" Ehm ayah, mohon maaf, untuk pembicaraan ini saya butuh bersama Manda. Karena ini berhubungan juga dengan Manda." kata Lio dengan sangat sopan. Keringat dingin sebenernya sudah keluar tapi Lio menjaga supaya ia tidak kelihatan gugup. Padahal Manda sudah sangat stress mendekati waktu waktu untuk berbincang dengan ayah.


Ayah sangat curiga dengan gelagat sepasang muda mudi ini, ia menoleh dan menatap ke Manda trus balik ke Lio lagi. Tapi keinginan tahunya akan tuntas saat mereka bercerita bukan? Tanpa membuang waktu ayah langsung mengajak mereka ke ruang kerja. Tak disangka si kembar pun meminta ikut.


" Ayah,ehm Joe kira kita mesti ikut juga, takutnya ayah bingung nanti kita bisa menolong ayah." padahal maksud Joe ikut karena tidak ingin ayah bertindak anarkis sama Manda.

__ADS_1


" Lha ngapain kamu juga ngikut? Ini kan urusan Lio aama ayah?" ayahnya semakin heran dan curiga.


" Iya kita kan keluarga kan ayah,jadi urusan ayah juga urusan kita." jeals Joz lagi.


" Haiz, okelah.. ayah semakin penasaran dengan apa yang akan dikatakan kalian ini. Mudah mudahan jantung ayah kuat dengan apa yang nanti kalian katakan." kata ayah sambil berjalan menuju tuang kerja.


Mereka seperti anak bebek yang yang mengikuti induknya berjalan beriring iringan menuju ruang kerja ayah Noto, bahkan ibu pun akhirnya ayah ajak ke ruang kerja.


" Nh sekarang kita sudah disini. Apa yang kami mau ceritakan, nak Lio?" tanya ayah dengn suara trgas.


" Ayah, Lio dan Manda mau mengakui sesuatu, tapi percayalah ayah, ini semua emang slah Lio, makanya Lio mau bertanggung jawab sama Manda."


" Sik sik sebentar to, ini naksudnya apa? Ayah ga ngerti. Ngomongnya jangan cepet cepet jadi ayah bisa paham." potong ayah dengan nada heran.


" Ehm jadi gini yah.." Lio menceritakan apa yang sudah terjadi sama dirinya di klub malam itu, ga secara rinci dan terlalu detil. Intinya dirinya sudh mengambil kesucian Manda karena dirinya dijebak.


" A a - yah?" panggil Joe dengan tergagap karena mngkin juga gugup atau takut?


" Kamu sudah tahu?" tanya ayah sambil menoleh ke arah Joe dan kembali menghela nafasnya dengan kasr saat melihat anggukan dari Joe dan Joz. Ternyata ia otang tua yang bodoh yang terakhir tau? Ayah hanya tersenyum miris. Setelah ia menghela nafas, ayah langsung mengundang Manda yang duduk agak tersembunyi di belakang Lio.


" Manda!"


" Ayah, jangan marah sama Manda. Ini juga salah Lio." Lio langsung pasang badan. Ia ga rela kalau Manda di marahi atau bahkan nanti ditampar oleh ayahnya.

__ADS_1


" Minggir!! Saya hanya mau bicara dengan anak saya." kata ayah dingin. Joe dan Joz saling menatap, ia tahu inilah yang mereka takuti. Manda bakal dihjar oleh ayahnya karena tidak biaa menjaga kesuciannya.


" Ayah!! Jangan ayah,kasihan Manda." bela Joz karena melihat Manda yang ketakutan dan sudah mulai menangis karena ayahnya yang kekeh memanggilnya mendekat. Manda yakut kalau ia ditampar oleh ayahnya, karena ia sudah berbohong.


" Manda.." panggil ibunya dengan lembut. Posisi ibunya adalah duduk bersebelahan dengan ayah Manda. Ayah Manda memang masih memasang wajah datarnya, sedang ibunya sudh turut menangis mendengar cerita Lio.


Manda menarik nafasnya dan menguatkan hatinya, pikirnya ia harus menghadapi segalanya. Untuk meredakan kemarahan ayah hanya inilah caranya. Manda berdiri hendak mendekati ayah ibunya, tangan Lio memcekal lengannya dan menatapnya dengan pandangan khawatir, tapi Manda melepaskan cekalannya dan memberika tatapan meneduhkan, seakan ga akan terjadi apa apa dengan dirinya kalau ia menuruti perintah ayah ibunga itu.


" Maafkan abdi ibu. Manda salah, Manda bersedia dihukum. Tapi jangan pisahkan Manda dengan mas Lio, ayah!" bisik Manda lirih sambil menunduk, ia sudh tidak sanggup berkata kata sambil menatap ayah ibunya, sedikit saja ia berkata sambil menatap ayah ibunya, pasti air matanya ga akan bisa berhenti. Ia merasa bersalah.


Ayah hanya menghela nafasnya kasar, ia lalu berkata dengan suaranya yang tegas dan dingin.


" Ayah kecewa sama kamu, nduk! Kesucian itu ibarat pintu yang harus kamu jaga. Taj ada seorang pun laki laki yang boleh masuk ke dalamnya tanpa ada ketuk palu sah saat ijab kabul. "


" Ayah.." ibu hanya memegang lengan ayah saat Manda yang bersimpuh sambil menunduk di kaki ayahnya.


Perbuatan Manda yang berlutut di kaki ayah ibunya untuk memohon ampunan di ikuti juga oleh Lio, bahkan Joe dan Joz pun melakukan hal yang sama. Mereka hanya berharap,kalau ayah dan ibunya akan mengampuni kesalahan mereka. Kali ini rasanya kesalahan mereka membuat ayah ibunya terluka.


.


.


.

__ADS_1


TBC


*** readersss, jangan lupa tekan like, dan vote ya ... semoga yang puasa lancar, aminnnnn🤟🏻


__ADS_2