Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
48.


__ADS_3

"Ishh, auk ah gelap! Aku lapar mas.. ga usah ngomongin yang ga penting." sahut Manda dengan nada ketus. Dulu aja kelihatannya datar dan dingin, eh sekarang kayak singa kelaparan. Maunya nempel mulu kayak perangko, batin Manda.


Manda langsung mengambilkan nasi untuk Lio, nasi putih sudah ditaruh di tempat nasi dan lauk pun sudah ditata oleh Lio dibantu Manda.


" Ciee istri solehah!" goda Lio yang merasa bahagia saat Manda mengambilkan makanan untuk dirinya sebelum mengambil untuk Manda sendiri.


" Ibu sudah pesen sama aku, mas! Sebagai istri yang baik harus mau melayani seluruh kebutuhan suaminya, baik mengambilkan makan atau keperluan lainnya. Ya aku hanya menjalankan peran sebagai istri mas, karena statusku kan juga udah berubah. " jelas Manda sambil tangannya bekerja mengambilkan lauk juga menyerahkan makanan pada Lio.


" Sweet banget istriku!" puji Lio lagi. Ia bangga meski secara usia Manda itu masih sangat muda, tapi kedewasaannya tidak diragukan lagi.


" Sudah ah.. jangan lupa baca doa dulu mas sebelum makan supya berkah apa yang kita makan ini." ingat Manda sambil tangannya sibuk mengambil makanan unyuk dirinya sendiri.


" Gimana ? Enak ga? Ini adalah resto langganan aku. Biasanya aku kalau makan malam selalu pesan di resto ini."


" Enak kok! Tapi lain kali kalo sempet kita masak sendiri aja. Selain juga lebih higienis, juga lebih hemat."


" Astaga sayang, kamu itu aku nikahin bukan untuk jadi koki, tapi buat menemani aku. Buat berbagi suka denganku."


" Lhoh ga kurang tuh mas? Harusnya kan berbagi suka dan duka." kata Manda meluruskan.


" Kalau aku sih kepinginnya kamu kebagian sukanya, yang susah biar aku tanggung sendiri." kata Lio yang sontak membuat Manda meletakan sendoknya dan menatap Lio dengan tatapan sendu, membuat Lio bertanya tanya.


" Kenapa? Gak enak makanannya?"


" Mas, suami istri itu ya berbagi semuanya, ya susahnya , ya senangnya. Kalau mas cuman mau bagi senangnya trus tapi gak mau bagi susahnya mas, ya akan timpang. Coba kalau itu kubalik,aku hanya mau bagi senangku tapi aku ga mau bagi sedihku, gimana?" tanya Manda dengan lirih.


" Oke sayang, mas salah. Harusnya aku mau bagi apa saja dengan kamu. Termasuk keinginan mas untuk bermain main lagi di ranjang sama kamu. Kalau kamu ga turutin itu, aku jadi susah, Sayang. Kepala mas bisa cenat cenut." goda Lio.


" Mas itu ya,kalau istri ngomong serius malah dibecandain." rajuk Amanda.


" Iya sayangku Amanda Djoyodiningrat, iatriku yang pling cantik, .."


Ting tong..


Suara bel apartemen membuat perkataan Lio jadi terputus. Lio berdecak kesal karena ia masih ingin berduaan dan hanya berduaan dengan Manda,malah banyak banget pengganggunya.


" Mas, kamu nunggu tamu?" tanya Manda mengernyit heran, karena ini udah malam.

__ADS_1


" Enggalah, masak mas nunggu tamu. Yang bener aja. Saat ini yang mas mau cuman nungguin kamu." lebay to, suami Manda ini. Padahal pertamanya cuek, dingin kalo ngomong juga irit, sekarang bisa ngomong panjang, dah gitu suka m***m lagi.


Ting tong.


" Mas lihat ke monitor dulu ya sayang. Kalau memang ga penting,ya gausah dibukain."


" Tapi kan bunyi terus bel nya."


" Dimatiin aja belnya, gimana?"


" Paling tamunya kamu tuh, mas!" ya iyalah, kan ini apartemennya Lio. Masa ada yang mau cari Manda di apartemen Lio, kan Manda baru saja nikahnya sama Lio, orang juga belum pada tahu.


" Mungkin. Mas lihat dulu deh." Lio bergegas melihat ke monitor.


" Ibu Ratu yang datang nih sayang..." lanjut Lio.


" Ya dibukain dong, Mas! Manda mau ganti baju dulu mas, ga enak masa terima tamu pakaiannya kayak gini." kata Manda sembari lari ke kamar mencari cardigan dan menganti celananya.


Cekrek..


" Ibu kok datang lagi?" tanya Lio menyambut ibu Irsyana yang datang dengan ayah dan seorang anak kecil yang digandeng oleh ibu.


" Waalaikums aalam... Ya ampun ibu, kenapa sih hari ini kayaknya ibu sensitif?" tanya Lio sambil garuk garuk kepalanya yang tidak gatal.


" Istri kamu kemana?" tanya ibu mengedarkan pandangannya ke seluruh apartemen. Sedang ayah langsung duduk di sofa ruang tamu.


" Itu di kamar, sebentar lagi juga keluar. "


" Dia baik baik saja kan?" tanya ibu penuh curiga sedang ayah masih bermain dengan cucunya yang penasaran dengan apartemen Lio.


" Baik bu,gak lecet, ga kenapa kenapa." jelas Lio jengah.


" Syukurlah. Ibumu pikir kamu bakalan buas, secara kamu kan baru aja menikah, mana kata ibu Manda itu terlalu polos. Bisa bisa ditipu sama kamu." celetuk ayah Langit.


" Nek, auntie nya Genta mana?" tanya Genta, keponakan Lio dengan polos.


" Eh Genta, ini kan udah malam. Ngapain nyariin auntie Manda? Kamu masih kecil seharusnya kamu itu sudah tidur." kata Lio sambil menjentikan jarinya di dahi Genta dengan sayang.

__ADS_1


" Kata nenek, auntie cantik dan baik kayak mommy. Genta penasaran,kenapa auntie cantik dan baik mau sama uncle Lio yang kata daddy dingin kayak kulkas."


" Heiii, anak kecil udah bisa godain orang tua ya? " sergah Lio pura oura marah.


" Ibu, ayah! Eh siapa ini anak ganteng?" tanya Mnda yang sudah keluar memakai cardigan dan piyama panjang.


" Auntie?? Uncle Lio nakal, masa Genta diusir?" adu Genta yang udah mode manja sama Manda, membuat Manda senang karena ada anak kecil tampan yang langsung dekat sama dirinya.


" Oh ya? Nanti biar auntie marahin ya! Nah, anak ganteng namanya siapa? "


" Genta Putra Perdana!"


" Uh cakepnyaaa!!! Kayak siapa sih?"


" Kata daddy, cakepnya Genta kayak daddy, kalau pinternya kayak mommy!"


Lio langsung pasang wajah ingin muntah mendengar kenarsisan Saka yang diajarkan sama Genta. Sedangkan Kakek neneknya hanya tertawa terbahak mendengar jawaba polos dari Genta. Emang sih Genta menuruni 100 persen kecerdasan Alana,karena Alana lah yang mengajari Genta, kalau tampannya ya jelas perpaduan keduanyalah.


" Ha ha ha keponakanmu pinter banget deh mas!" puji Manda sambil memeluk tubuh Genta yang menggemaskan.


" Auntie, Genta boleh tidur sini?" tanya Genta dengan muka polos, sedangkan kakek neneknya hanya menyembunyikan tawa di belakang tubuh Lio, karena Lio sudah berdiri mendekati Manda dan langsung menolak.


" Enggak boleh!! Genta pulang ke rumah kakek dan nenek. Ke rumah besar, soalnya kasihan kalau kakek sama nenek sendirian di rumah besar." tolak Lio yang membuat Mnda mengerutkan alis tanda tidak suka.


" Lha biasanya kakek dan nenek kan emang sendirian di rumah besar?"


" Makanya sekarang kamu harus temani,apalagi beaok daddy dan mommy kamu pulang, emang kamu ga kangen sama adik kamu?" tanya Lio mengalihkan perhatian. Pokoknya dia kukuh menolak Genta tidur bersama dirinya dan Manda.


" Tapi.." Genta sudah ingin menolak lagi.


.


.


.


TBC

__ADS_1


*** Genta merusak suasana ihh😂.


Jangan lupa ya gengsss, tekan like yaaa, send gift dan voteeee .. bakalan double uppp, happy readingg!


__ADS_2