
Hari ini berlalu dengan sangat hectic. Sehabis meeting pagi di kantor Perdana corp, lalu meeting siang di tempat lain sama makan siang dengan klien di Graha Adiprana. Sebelum pulang ke rumah besar, seperti janji Lio dengan ayah, ia menyempatkan ke LT, untuk mengantar Manda untuk mempelajari berkas bersama anak buahnya yang emang harus segera dipelajari agar ia bisa lebih cepat mengambil alih LT.
Banyak pegawai Perdana corp.yang bertanya tanya perihal Lio yang biasanya datar dan dingin serta sangat cuek dengan wanita kini ia kedapatan menggandeng seorang wanita cantik yang tampak seksi walau dengan pakaian yang tertutup.
" Eh siapa itu yang digandeng sama bos Lio?" tanya seorang pegawai perempuan yang tampak patah hati melihat idolanya telah menggandeng seorang wanita, yang mana ga ada seorang pun yang bisa menandingi kecantikan dan keanggunannya.
" Ahh the most wanted man udah taken dong. Hari patah hati sedunia dong."
" Halah, kamu juga ga mungkin bisa nandingin cewe yang digandeng si bos."
"Mana mungkin bos lirik kanan kiri. Lha wong cewenya aja kwalitas super."
" Setelah bos Rendra, sekarang bos Lio udah ga available. Sedih sedih.."
Itu versi pegaawai wanita, gimana dengan versi pegawai pria. Mata mereka bahkan bisa lepas saat melotot melihat Manda.
Sejujurnya Manda risih dengan ungkapan yang dikatakan pegawai wanita kepadanya. Ia juga berusaha melepaskan gandengan tangan Lio, tapi Lio mempererat genggamannya, bahkan sekarang sudah memeluk pinggang ramping Manda dengan mata yang seakan ingin berkata ini milikku, stay away from her!
"Ck Mas, ini kan dikantor. "
" Yang bilang ini di pasar siapa?" tanya Lio mode datar, mode yang ia pakai kalau di kantor.
" Maksudnya kita bisa jalan sendiri sendiri daripada jadi bahan gunjingan pegawai kamu." kata Manda mengingatkan. Tapi yang ia dapatkan adalah pandangan datar dari suaminya saat Manda membahas gunjingan orang.
" Saayang, sekarang mas mau nanya, kamu itu siapanya aku?"
" Istri mas."
" Nikahnya sah kan?"
__ADS_1
" Ya iyalah."
" Kalau gitu kamu ga boleh protes kalau aku mau menunjukan identitas kamu di hadapan mereka. Jadi mereka juga ga akan lagi kegatelan untik goda godain aku, katena aku sudh beristri. Paham kan maksud aku?" peringatnya dengan kata kata yang lembut. Manda jadi sadar kalau ia sudah sedikit menyinggung Lio.
" Maaf mas, aku.."
" Sudahlah, hari ini kita bakal sibuk banget, ada baiknya kita ga usah memikirkan sesuatu yang bikin kita ga fokus dengan kerjaan hari ini. Jangan dengerin gunjingan. Ngabisin energi aja." lanjut Lio langsung memulai memegang berkas berkasnya untuk meeting hari ini.
" Sayang, bantu aku untuk merapikan berkas ini." pinta Lio dengan cepat, jadinya Manda duduk di depan kursi kebesaran Lio dan segera membantu suaminya agar Lio cepat selesai. Tak berapa lama, mereka berdua sudah tenggelam dalam keseriusan bekerja.
Tok tok tok...
" Masuk!" perintah Lio menyuruh orang di depan pintu untuk masuk. Ia dan Manda bahkan tidak menoleh ke arah pintu, saking seriusnya mereka bekerja.
" Pak Lio, Ashilla dari bagian keuangan mau memberikan laporan keuangan yang bapak minta." kata Lita yang sudah maklum dengan kegiatan Lio selama di kantor. Lita tidak sakit hati walau sahabat merangkap bosnya itu bertingkah acuh, dingin dan datar.
Lita dan Alex sebenarnya adalah sekretaris Saka, tapi karena Saka tidak ditempat maka second linernya adalah Lio. Maka kalau Lio sedang bertugas, Lita dan Alex ganti menjadi sekretaris. Tapi karena pertemanan mereka yang erat, sebenernya ga ada batasan dalam berhubungan. Cuman mereka selaku profesional dalam bekerja.
" Tinggalkan dulu saja, Lita. Aku akan mengeceknya. Aku harus menyelesaikan berkas ini sebentar." sahut Lio tanpa menoleh, matanya bener bener fokus mempelajari materi meeting serta meneliti dengan detil laporan laporan yang masuk.
" Pak jangan lupa meeting semua divisi jam 10." lanjut Lita mengingatkan. Ia pun cuek kalau Luo bahkan tidak melirik kehadirannya.
"Hmm."
" Pak ada meeting di Graha Adiprana jam 1 sekalian lunch." lanjut Lita lagi.
" Hmm." Tuh kan berdehem lagi, batin Lita dengan kesal. Untung atasan,kalau ga udah kubully deh.
" Ashilla saya suruh balik dulu,pak? Atau dia nunggu bapak di ruangan saya?" tanya Lita memastikan.
__ADS_1
" Tunggu saja. Setelah selesai ini, aku panggil." jawab Lio lagi. Lita hanya mendesah berat. Gak Saka, gak Lio kalau sedang kerja bisa serius banget kayak gitu. Eh ini gadis yang dibawa Lio juga serius amat. Bahkan lebih serius dari Alana. Kalau Alana, masih nonformil kalau bekerja, karena dengan otaknya yang cerdas membuat Alana dapat menemukan kesalahan pelaporan dengan cepat tanpa harus melakukannya dengan serius.
" Bu Manda, mau saya buatkan kopi?" tanya Lita lagi, karena job disk nya emang harus melayani bos yang duduk di area meja besar itu.
" Gak usah, mbak! Lagian panggil saya Manda saja!! Disini kapasitasku hanya bantu bantu mas Lio saja. By the way, thank you for offering the coffee." sahut Manda ramah sambil melemparkan senyum manis pada Lita. Dan Lita hanya balas senyum dan mengangguk, setelah itu ia pun keluar untuk kembali melanjutkan pekerjaannya.
Lio langsung mengambil berkas keuangan yang diserahkan oleh Ashilla melalui Lita tadi. Lio kemudian mencocokan dengan laporan per divisi yang sudah ia rangkum di laptopnya, guna pelaporan kepada Saka. Sekalipun Saka di luar negri, ia juga tetap bekerja lewat ponsel pintar dan juga laptopnya.
Lio berdecak jengkel, yang membuat Manda mengalihkan perhatiannya kepada Lio, ingin tahu apa yang membuat suaminya kesal.
" Kenapa?" tanya Manda sambil menaikan alisnya.
" Kamu tahu gak kalau Vella pernah kerja disini?" tanya Lio balik. Manda hanya menggelengkan kepalanya.
" Kamu tahu kalau Ia pernah jadi sekretaris Saka di Penang?" lanjut Lio lagi.
" Aku cuman tahu kalau ia pernah bekerja di hotel dan resort di Penang, tapi ga tau siapa bosnya dan apa jabatannya disana."
" Jadi ia pernah menggoda Saka disana. Trus dimutasi di Jakarta dibawah Lita dan Alex, Saka ga bisa memecatnya dengan pertimbangan karena pekerjaannya masih bisa dipertanggung jawabkan. Tapi ternyata ia memang pula misi untuk mengambil harta Perdana corp. Maka ia mendekati para penanam saham dan menghasut mereka. Ia juga melakukan korupsi di beberapa area." lanjut Lio dengan muka geram.
" Lalu sekarang Vella dipecat?" tanya Manda dengan sinis, ia masih belum bisa memaafkan Vella atas apa yang ia lakukan kepadanya, walau pada akhirnya Lio bertanggung jawab dengan menikahinya.
" Tidak semudah itu." ..
.
.
.
__ADS_1
TBC
lanjut up sebentar lagi ya. Pokoknya double up buat pembaca setia yang selalu kasih like dan vote.💋