Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
52.


__ADS_3

" Sudah kamu selesaikan apa yang ku mau?" tanya Kenan kepada Rey.


" Sudah bos!"


" Jadi siapa yang gangguin kontrak kerjasama kita dengan Telco?" tanya Kenan sambil memijit pelipisnya yang sakit.


Iya, selain bermabuk mabukan ia juga sudah sejak malam tadi memulai kebiasaan lamanya, yaitu melakukan One Night Stand bersama gadis random yang bahkan tidak ia kenal namanya, sehingga pada akhirnya Kenan menyerukan nama Manda dan menganggap bahwa ia sedang Make Love dengan Manda.


Sudah barang tentu kalau saat pagi hari seperti ini, di tempat kerja, yang ada hanyalah pusing dan lesu karena setelah ia bangun, hanya ada kecewa dan merana.


" LT, Lion Telsigma!"


" Bukannya LT itu bergerak di bidang Teknologi dan Komunikasi?" tanya Kenan heran


" Pemilik LT adalah Lionando Perdana. Dan yang mendapatkan keuntungan adalah Perdana Corp,karena Telco kemudian diumpan ke Perdana corp. Ehm tujuan Telco diambil emang untuk mengacaukan bos,sehingga ia bisa lebih mendekati Manda."


" Sh*ttt!!! I should now about that!!" Sial sial sial." runtuk Kenan dengan keras sambil menyerakan barang barang dan berkas berkas yang ada di meja kerjanya.


Sudah 2 hari sejak kejadian akad nikah Manda yang ia hadiri. Tapi jangankan ia bisa move on, ia malah semakin menggila untuk mencari gadis yang bisa menggantikan Manda. Dan ia akan melakukan itu saat ia bener bener seperti orang tak sadar.


" Bos, lalu apa yang harus kita lakukan?"


" Cari kelemahan Lio, dan Perdana corp. Dan habisi dia." seru Kenan kejam. Inilah Kenan sebenarnya. Ia kejam terhadap lawan lawan bisnis nya. Apalagi terhadap Lio yang telah merebut Manda. Bahkan ia menganggap Manda direbut oleh Lio.


" Kelemahan Lio adalah Manda, Bos! Kami sudah mencari semua track record Lio, bos! Ia belum pernah pacaran, dan ia juga ga punya file melakukan kejahatan dalam bentuk apapun. Dalam artian Lio itu bersih catatan kepolisiannya." kata Rey lesu.


" Bagaimana dengan wanita? Apa ia punya kelemahan itu?" tanya Kenan dingin, ia tahu kalau Lio sampai kedapatan selingkuh, Manda akan kecewa, tapi disinilah perannya bermain. Ia bisa berperan laksana hero buat Manda dan menyelamatkan Manda dari kesedihan.


" Ia ga punya mantan pacar, ia juga ga pernah berhubungan dengan wanita bahkan untuk ONS sekalipun. Ia hanya ada rekaman pernah masuk di kamar bersama dengan wanita, di club kita bos." kata Rey dengan muka lesu.


Lio pebisnis yang lurus, hidupnya terlalu straight, ia ga pernah melakukan hal yang aneh aneh. Ini membuat Kenan memijit keningnya yang semakin berputar.


" Pakai file itu aja. Aku tahu wanita itu adalah Amanda. Ia lah yang membuat Manda kehilangan kesuciannya malam itu."


" Tapi bos, bagaimana dengan Manda, bos rela Manda di hujat?" kata Rey yang tahu ga mungkin Kenan rela Manda dihina publik.


" Samarkan wajah gadisnya, bodoh!! Masa begitu saja harus aku yang ajari." bentak Kenan yang merasa kalo asistennya kurang cerdas.


" Baik bos!! Akan saya suruh orang untuk melaksanakannya sekarang." kata Rey sambil meraih ponselnya dan menyuruh anak buahnya untuk melakukan pekerjaan yang di suruhkan oleh si bosnya itu.


" Pergilah sekarang! Habis ini aku akan keluar untuk melakukan sesuatu."

__ADS_1


"Bos, kalau bos mau ke mana mana biar saya yang antar. Kondisi bos tidak..."


" Aku mau ke suatu tempat. Tenang, aku ga ke club atau mabuk. Aku juga ga lagi pingin mencari pasangan one night stand, aku hanya ingin sendiri."


" Tapi.."


" Kalau ada apa apa, aku akan menghubungi kamu with speed dial. Aku hanya ingin sendiri."


" Baik bos. Hati hati." Kenan langsung meraih kunci mobilnya dan berlalu dari kantor Avendra grup jakarta.


***


Lio dan Manda, pagi hari kedua menjadi pasangan suami istri pulang ke rumah besar tempat ayah Langit dan ibu Irsyana tinggal. Rencananya hari ini mereka tinggal di rumah besar, karena Alana dan Saka akan datang brsama Alendra, anak kedua mereka yang masih bayi.


" Mas, kita berangkat sekarang? Nanti kamu telat ngantor loh!" ujar Manda sambil menyiapkan barang barang yang akan dibawa mereka. Rencananya Manda akan berangkat bersama Lio. Manda menemani Lio ke kantor Perdana, mengambil berkas dulu untuk meeting bersama di kantor, lalu makan siang ini ia ada meeting di Kantor Graha Adiprana, baru setelahnya merek pulang ke rumah baru, krena kn ada syukuran di rumah baru.


" Iya, kita nyari sarapan pagi di luar saja ya." kata Lio yang tangan satunya sambil menggandeng Manda dan satunya membantu Manda membawa koper kecil.untuk baju dan peralatan Manda.


" Ya terserah kami aja mas!"


" Sayang, nanti mampir ke butik dan beauty shop ya."


" Mau apa kesana, mas?"


" Kamu masa mau pake baju cewe sih mas?"


" Ya enggaklahh, tentunya buat kesayangan aku lah."


" Hah? " blushing, wajah Manda merona karena tindakan manis Lio kepadanya.


" Belinya di tempat teman aku aja. "


" Cewe?"


" Lha jual baju dan make up cewe, ya jelas pasti orangnya juga cewe lah."


" Siapa? Kenapa harus disana." ada nada masam disana.


" Najla, ia eks teman SMA aku. Ya ga pa pa sih, langganan aja." jelas Lio tanpa berbelit.


" Eks pacar juga?"

__ADS_1


" Ha ha ha ya engga lah, itu kan teman SMA ku dulu. Aku ga punya mantan pacar, sayang. Kamu jangan cemburu. "


" Hmm.."


" Jangan cemburu, sayang. Karena dari dulu aku ga ada rasa dengan cewe manapun."


" Hmm.."


" Ish, kamu malah kayak Nissa Sabyan Ham Hem ham hem."


" Lha aku harus gimana? Kamu kan orangnya juga ga peka."


" Heyyy, jangan marah! Oke kamu maunya gimana? Gak usah beli di tempat teman aku?" tanya Lio dengan lembut dan sabar.


" Hmmm kita lihat aja nanti."


" Oke aku ikut aja apa yang kamu mau, tapi jangan marah okey?" kata Lio lagi. Ya ampun Lio! Ternyata ia sudah bucin.


" Ga usah bahas itu deh." Manda juga ga ngerti, rasanya ada perasaan ga enak aja ketika tahu Lio menyebut nama wanita. Apa perasaan wanita miliknya yang tajam atau ia sekedar posesif?


" Oke, kita makan dulu ya. Kamu mau sarapan apa? "


" I am okey with everything." sahut Manda pendek, ia sekarang merasa sedikit bersalah karena menurutnya tindakannya barusan itu kekanak kanakan dan terlalu impulsive.


" Ke Perdana corp ya? Kita makan di hotel aja, mau?"


" Hotel? Owh iya aku lupa kalau Perdana corp kantornya berseblahan dengn hotel dan apartemennya ya." kat Manda sambil terkikik geli.


" Emang kamu mikir apa saat aku bilang hotel? Mikir yng nggak enggak nih?" tanya Lio yang merasa lega karena Manda sudah balik ke habitat semula. Lio pikir Manda bakalan manyun lama nih.


" Ih, sok Pe De. Enggak mikirin yang engga engga lah. Aku cuman ga habis pikir kalian orang kaya itu kalau makan mesti di buffet hotel ya? Kenapa ga di pinggir jalan macam masi uduk, nasi kuning,bubur ayam." kata Manda menjelaskan.


" Sebenernya kalau aku sih masalah efisiensi. Kalau di hotel, letaknya deket sama kantor jadi kita ga perlu macet macetan dan lebih hemat waktu aja. Kalau kamu mau, next kita biaa sarapan di tempat yang kamu mau." kata Lio menjelaskan. Dan Manda pun cuman manggut manggut, tanda ia bisa menerima penjelasan Lio.


.


.


.


TBC

__ADS_1


***


hay Readers, jangn lupa ya, tor minta waktunya buat kalian pencet like dan klik vote.. yang mau komen juga boleh... ❤❤


__ADS_2