Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
35.


__ADS_3

" Hamil? Siapa yang hamil, Ken? Manda?" suara baritone yang terdengar seperti nyanyian kematian bagi Manda, tubuhnya mengejang dan keringat dingin keluar dengan keras. Ini yang ditakutkan Manda. Ia takut kalau rahasianya terbongkar, itulah sebabnya dia masih berlaku baik dengan Kenan, karena Kenan tahu rahasianya itu.


" Kak Joe?" tatapan Joe saat utu sangat tidak bersahabat. Ia memandangi Kenan dan balik memandangi adiknya yang sudah pucat pasi.


Wajah Kenan hanya kaget sebentar tapi kemudian ia biasa lagi.


" Aku.."


" Jawab yang bener Manda! Jangan mempermalukan keluarga!!" bentak Joe dengan amarah yang sengaja ia tahan. Ia tidak menyangka kalau adiknya melakukan tindakan yang tidak benar macam itu. Tapi ia juga tidak ingin menghakimi dulu.


" Joe, biar ia menjelaskan dulu. Jangan kamu buat Manda ketakutan macam itu." potong Joz dengan nada lebih lembut. Ia melihat kalau tubuh Manda bergetar karena ketakutan.


" Ken, lebih baik kamu pulang dulu, ini juga sudah tengah malam. Biar kami mengurus masalah Manda. " kata Joe tanpa memperhatikan apa yang dikatakan oleh Joz.


" Biar aku saja yang menjelaskan Joe, ini semua salah aku! Jangan kamu marahin si Manda. Aku melakukan semuanya ini karena aku sangat mencintai dia. Dari awal ketemu dulu, aku sudah jatuh cinta dengan adik kalian..."


" Maksudnya? Jadi kamu menghamili Manda?"


" Bukan... Manda gak hamil, aku hanya memberikan perumpamaan sama dia. Betapa aku mencintainya, bahkan seandainya ia hamil dengan laki laki lain pun aku masih menyayangi dan mencintai dirinya. Itu yang kumaksudkan tadi. Kalian salah tangkap dengan apa yang kukatakan." jelas Kenan, ia kasihan melihat wajah Manda yang ketakutan, jadi ia harus mengklarifikasi semuanya.


" Jadi maksud kamu, Manda gak sedang hamil kan?" cecar Joe lagi dengan tatapan datar dan dingin, sama sekali bukan seperti Joe yang biasa.


" Enggak!" atau mungkin belum... lanjut Kenan dalam hati, kan itu masih perkiraan kasar Kenan saja.


" Syukurlah, aku pikir Manda hamil." desah Joe lega,membuat Manda juga ikutan lega, rasanya ia ingin menangis dan membenamkan dirinya kedalam tanah kalau sampai kakaknya marah dan melaporkannya kepada ayahnya.


" Ya sudah, karena kamu sudah tenang dan sudah tidak salah paham lagi, aku pamit pulang dulu untuk menyiapkan semua keeperluan seserahan untuk melamar Manda besok."


" Jangannnnn!!! Maksud Manda beri Manda waktu, nanti biar kak Joe yang akan memberi tahu kak Ken kapan waktunya!" teriak Manda histeris, lalu melanjutkan penjelasannya dengan nada lirih. Ia masih belum menemukan jalan keluar bagaimana ia harus mengatasi Kenan, jadi ia harus baik baik sama Kenan. Manda merasa ia harus mencurahkan perasaan tertekannya ini dengan seseorang, ia harus mendapatkan pencerahan, bagaimana mengatasi Kenan.

__ADS_1


Karena ia ga cinta dan ga mau menikah dengan Kenan, tapi Kenan pasti akan melakukan berbagai macam cara untuk menggagalkannya dan membuat ayahnya ga setuju dengan pernikahan Lio Manda, ia harus jujur sama kakaknya dan Lio.


" Baiklah, aku akan menunggu. Tapi, ingat Manda dengan apa yang aku katakan tadi. Joe, Joz aku pamit pulang dulu. Kutunggu kabar dari kalian." kata Kenan sambil menepuk bahu kedua kembar kakak Manda itu.


" Hmm" Joe hanya diam, ia masih merasa ada yang janggal. Tapi Joz mengikuti Kenan dan mengantarnya sampai keluar dari ruumah serta menginstrusikan satpam dan bodyguard untuk berjaga jaga sebelum ia balik bergabung lagi bersama saudara saudaranya.


" Ceritakan!" perintah Joe sambil menaeik Manda ke taman belakang, supaya ayahnya ga shock kalau memdengar apa yang akan diungkapkan Manda.


Joe merasa Manda memiliki rahasia yang disembunyikan, jadi ia harus mengoreknya. Instingnya mengatakan bahwa Manda ada hubungan dengan Kenan.


Manda hanya menggulung gulung jarinya karena gugup dan salah tingkah. Dilema antara bercerita atau tidak. Manda mengambil nafas dan membuangnya dengan kasar berkali kali, saat melihat tatapan tajam Joe yang berarti Joe tidak mau dibohongi ataupun ditunda.


" Kakak, Manda mau cerita, tapi kak Joe harus janji kalau ga akan marah sama Manda atau memceritakan ini sama ayah." kata Manda memulai dengan takut takut.


" Tergantung apa dulu ceritanya!" sahut Joe dengan dingin.


" Ceritakanlah yang sejujurnya!" kata kata Joe kayak sudah ga bisa ditawar lagi.


" Jadi gini.." Manda menceritakan permasalahannya dengan detil sesuai kronologinya. Joe menatap Manda dengan dua reaksi, ia marah dengan dirinya sendiri yang ga bisa melindungi adiknya, juga kasihan karena kepolosan adiknya Manda ditipu.


Joz yang datang kemudian, mendengarkan semuanya dalam diam. Rahangnya mengeras mendengar kesucian adiknya direngut Lio, dan Kenan adalah saksi dari semuanya. Tangannya mengepal menahan amarah.


Manda masih menunduk, ia takut kalau kakaknya marah padanya. Tapi Manda juga penasaran karena ia tidak mendengar cacian apa apa dari kakak kakaknya.


" Lio harus segera menikahi kamu. Kita tidak usah mengatakan apa apa kepada ayah. Biar urusan Vella, Kenan dan Lio, aku yang akan mengurusnya." jelas Joe menahan geram. Ia marah kepada Lio yang tidak segera bertanggung jawab, ia juga marah dengan Kenan yang dianggapnya memanfaatkan situasi adiknya, dengan memeluk meluk seperti menganggap adiknya wanita jalang saja, ia terlebih murka dengan Vella yang tega menjual adiknya yang masih polos itu.


" Tapi kak, gimana dengan ayah? Mas Lio kan katanya akan menikahi aku 1 bulan lagi, dan lamarannya saja baru besok minggu depan?" tanya Manda yang wajahnya masih basah dengan air mata saat menceritakan kejadian dirinya secara gamblang kepada kakak kakaknya itu.


" Biar kakak yang pikirkan semuanya. Kamu tinggal mengikuti apa yang kak Joe pinta. Kamu jangan pernah ketemu Kenan lagi. Malam hari ini, kakak akan mendtangi Lio.."

__ADS_1


" Kak, ga bisa besok saja?" potong Manda cemas.


" Kasih kakak hape kamu, kakak akan menghubungi Lio, kamu tenang saja kak Joe dan Joz yang akan mengurus ini. Kamu tidur dan istirahatlah." perintah Joe dengan nada datar. Ia masih menahan amarah, tapi ia juga ga bisa menyalahkan adiknya yang masih polos.


" Kak.."


" Turutilah kata Kak Joe, Manda..." potong Joz dengan cepat.


Manda menyerahkan hapenya dan dengan segera Joe menghubungi Lio dan memintanya menemui dirinya.


Rupanya Lio sudah menduga ada sesuatu yang ga beres, karena itu dengan santai ia meminta Joe dan Joz bertemu di apartemen miliknya yang ada di daerah Jakarta utara.


Mereka berdua, Joe dan Joz langsung berlalu dari hadapan Manda dan membawa mobil untuk pergi menemui Lio.


Manda hanya mendengus kesal, karena ia tidak diijuankan ikut. Mana hapenya juga disita oleh kakaknya lagi. Tapi ia ga putus asa. Ia ingat dengan baik no hape Lio, ia akan menghubungi Lio menggunakan no telp rumahnya.


Manda segera masuk dan menuju ruang kerja Joe dan Joz, karena disitulah telepon rumah bersama fax ada.


.


.


.


TBC


** Gengs, jangan lupa tinggalin like dan votenya ya... thank you


spam komen juga boleh, mau komen kontra juga ga pa pa, bebas... otor gak ngaruh sama komen, karena sudut pandang orang beda beda, tapi kalau ga cocok sama ceritanya boleh aja diskip kok... makasih🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2