
" Pak, saya rasa kita harus menahan pak Jaya sementara. Eh? Masih adakah mata mata Vella yang lain di kantor ini?" tanya Alex kepada pak Jaya.
Pak Jaya hanya menggeleng lemah, membayangkan ia sekarang harus jauh dari anak dan istrinya karena si bos ga akan memperbolehkan ia pulang.
" Bapak itu geleng geleng itu ga tahu ada mata mata di perusahaan atau ga ada mata mata maksudnya?" tanya Alex dengan nada ketus. Lio hanya memegang bahu Alex aupya ia sedikit sabar dalam menginterogasi pak Jaya. Sedangkan Manda dan Lita hanya bisa tegang melihat kedua laki laki ini dalam tensi tinggi.
" Saya ga tau pak Alex, kemungkinan tetap ada mata mata. Apa ga ada jalan lain pak? Saya rasa Vella akan curiga kalau saya ga balik. Mungkin dia menanam mata mata juga disekitaran saya." sahut pak Jaya lemas.
" Mas, ada kemungkinan dia tanam CCTV atau perekam di sini?" tanya Manda mengutarakan pemikirannya.
" Bisa jadi tuh, Lex. Tolong kamu panggil security, Lit. Aku ada alat untuk bisa mencari alat sadap, biar security ntar yang sisir semua tempat di kantor ini." kata Lio yang langsung di lakukan oleh Lita.
" Lio, kamu ga usah sisir semua tempat. Makan waktu. Kamu cari di tempat tempat strategis saja. Btw cantik, ide kamu oke deh." kata Alex menggoda dengan genit. Alhasil kepalanya digeplak oleh Lio dengan berkas yang masih ia pegang, sampai Alex mengaduh kesakitan.
" Ya ampun Lioooo, ini aku lagi usaha. Cewe cantik jangan dianggurin. " kata Alex sambil mengusap kepalanya yang habis digeplak sama Lio.
" Usha usaha... kepalamu peang!! Kan aku dah bilang kalau Manda sudah BERSUAMI!!!" Lio ngegas karena Alex ngeyel. Manda hanya bisa mengelus dada melihat keposesifan Lio.
" Lhah kan suaminya dirumah. Gak tau juga kali!!" Alex yang emang belum tahu, eh sebenernya banyak yang ga tau, kan pas ijab yang hadir hanya keluarga inti saja.
" Kamu mau tahu nama suaminya ga?" tanya Lio dengan sinis.
" Jangan bilang ia istri kedua eh ketiga pak Rendra!" jawab Alex ngasal lagi. Membuat berkas kembali melayang ke kepala Alex, sedang Manda dan Pak Jaya hanya bisa saling memandang drama dengan pemeran Lio dan Alex itu.
" Ngasal kamu tuh!! Nama suaminya itu LIONANDO PERDANA!!"
" Ish ngaku ngaku." jawaban Alex membuat Lio hanya bisa menepuk jidatnya kesal. Sedang Manda hanya tersenyum manis, yang membuat Alex jadi yakin kalau Lio hanya membual. Dan kebetulan Lita masuk bersama dua sekuriti yang dipanggil Lio.
__ADS_1
" Lit, masa Alex ga percaya kalau Manda istriku." lapor Lio mencari pembelaan.
" Lhah, emang sudah di sahkan langsung? eh iya ding udah sah kemarin ya?" sahut Lita menepuk jidat karena ia lupa kapan tepatnya Lio mengatakan ijab kabulnya. Maklum, kan Lio juga ga ngundang undang pas ijabnya.. kalau pas malam pertamanya ya jelas itu private party lah ga mungkin Lio ngundang ngundang.
" Ya ampun." kata Lex sambil menutup mulutnya yang cengo dengan kedua belah tangannya. Bahkan ia sampai melotot kaget, walau sebenernya bukan hanya dia aja sih yang kaget, sekuriti dan juga pak Jaya turut kaget.
" Makanya JANGAN GODAIN ISTRI ORANG." kata Lio dengan tegas sambil mengeluarjan alat yang ia miliki dari tas kerjanya.
" Pak Amin dan pak Dirga, tolong sisir tempat strategis, misal kantor CEO, tempat meeting dan kantor kantor kepala divisi, termasuk kantor pak Jaya. Kalau alat ini nanti nyala dan bunyi kayak sirene, tolong secepatnya bapak laporan aama saya. Dan ini adalah alat pengacak sadapan, jadi orang yang mau menyadap di daerah ini ga akan mendpatkan suara dan gambar apapun karena sudah teracak acak sinyalnya. " kata Lio sambil menyerahkan alat kecil berwarna hitam dengan ada lampu kelip kelip diatasnya dan sebuah alat seperti garputala.
Dua sekuriti tanpa banyak bicara langsung melakukan tugasnya, dimulai dari ruang rapat ini, lalu keluar. Lio dan the genk hanya menanti laporan dri kedua sekuriti yang diutus oleh Lio.
"Unbelieveable!!" kata Alex sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
" Ada apa lagi? Ga usah kaget sama alat penemuan ku itu. Bukannya kamu juga sudah tau kan?" Lio gemes dengn Alex yang kesannya alay
" Sialan!!! Sekarang urus ini dulu. Jangn godain istri orang mulu. Cari istri sendiri sana." kata Lio sambil memukul lengan Alex dengan main main. Ia tahu kalau Alex cuman bercanda. Memang tadinya pas Alex belum tahu kalau Manda adalah istrinya, mungkin ada sedikit rasa buat Manda.
" Heiii!!! Boss easyyy... okey sekarang kita harus atur strategi yang matang kalau sampai emang ada alat sadap di kantor ini." kata Alex yang mulai lempeng bicarain masalh kerjaan.
" Pak, ada rapat... " peringat Lita
" Aku tahu, ini juga aku mau pamit. Kalian handle pak Jaya disini dan juga masalah alat sadap. Aku meeting dulu. Ayo sayang kita berangkat." kata Lio sambil memeluk pinggang ramping Manda dengan posesif. Manda pun hanya bisa menurut tanpa membantah.
Setelah merek berdua keluar, Alex hanya bisa bergunam lirih.
" Yah, kalau semua wanita cantik diambil sama keluarga Perdana, lalu kita dapat apa dong.?" selirih apapun perkataan Alex, Lita yang ada di sebelahnya tetep bisa dengar.
__ADS_1
" Serius kerja!! Jangan cuman main main. Insyaaalahh, rejeki jodoh pun datang." nasihat Lita menampar Alex dengan segera karena ia emang terkenal sebagai laki laki playboy yang suka tebar pesona kesana kesini.
Sedang pak Jaya masih kebingungan bagaimana nasibnya, ia ga akan bisa ketemu dengan istri dan anaknya.
" Tolong pak Alex, kalau saya ga boleh pulang, pak Alex harus lindungi keluarga saya." pinta pakbJaya dengan lirih. Ia tahu, ia harus mencoba peruntungan ini. Agar anak istrinya juga selamat dari Vella.
" Anak dan istri kamu akan dijemput. Ditempat ini ada kamar rahasia yang ga biaa dilack. Sementara kalian akan ditaruh disini. Cepat telpon istri dan anak kamu, supaya segera bersiap. Kami akan menjemput secepatnya sebelum kedahuluan Vella."
" Baik baik pak. Terimakasih sekali lagi untuk kebaikan bapak dan ibu." kata si pak Jaya dengan segera.
" Sebentar, sebentar!!! Jangan telpon dulu." kata Alex sambil membentak lak Jaya dan mengambil ponsel pak Jaya dengan cepat.
" Ada apa ini pak? Saya kan mau menhubungi keluarga saya. Katanya..."
" Ssstthh diamm!! Biar aku bekerja dulu." kata Alex dengan suara ketus.
Akex mengotak atik ponsel pak Jaya dan menemukan chip kecil di dalam tempat kartu simcard.
" Binggooo!!"
.
.
.
TBC
__ADS_1
Haiii, jangan lupa kasih dukungan lewat vote dan gift ya.. agar otor semangat updatenya. Hbs ini otor, up lagiiii... Makasihâ¤