Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
95.


__ADS_3

Pagi pagi sekali, Saka dan Alana sudah sampai di ruangan VVIP lio dan Manda, mereka belum berani masuk terlebih dahulu. Takut ada hal hal horor yang terjadi disitu.


" Sayang, aku ga enak mau masuk sekarang. Soalnya ini kan maaih pagi."


"Ck, udah tahu begitu ngapain ngajak aku kesini pagi pagi." kata Alana yang masih bermuka bantal. Bayangin aja, giman ga bermuka bantal. Lah wong aubuh itu baru kegiatan Saka berhenti. Habis sholat subuh, Alana langsung menyiapkan Genta dan Alendra, wajar kalau Alana sekarang ngantuk.


" He he he maaf sayang. Aku soalnya mau segera menginterogasi si Vella itu. Dan aku mau ngajak Lio yang katanya kepingin bertemu dwngan Vella." sahut Saka sambil garuk garuk kepalanya yang ga gatal.


" Kamu sudah menghubungi Kakak kembar Amanda kan? Kamu juga sudah memberitahukan kondisi Amanda saat ini?" tanya Alana sambil memperhatikan gerak-gerik suaminya itu.


" Sudah, aku juga sudah memberitahukan tentang kondisi Amanda pun tidak secara detil. Aku hanya bilang kalau Amanda masuk rumah sakit karena keguguran dan aku bilang agar mereka tidak dengan segera menjenguknya soalnya Amanda masih dalam posisi stres. Jadi Amanda butuh seorang diri terlebih dahulu nanti aku akan memberitahukan kapan mereka bisa menjenguk Amanda." jelas Saka sambil masih salah tingkah.


" Ck, gimana kamu bisa ngomong seperti itu sih, Bby? Emang mereka tidak curiga kalau kamu ngomongnya seperti itu? Soalnya kamu kesannya seperti tidak mengizinkan mereka datang untuk menjenguk Amanda." jelas Alana dengan nada sedikit kesal, karena ia tahu persis tapi hati suaminya itu, pasti akan menceritakannya dengan nada yang datar dan dingin. Al anaknya tidak mau kalau keluarga manja akan memiliki persepsi buruk tentang keluarga Perdana.


" Enggak kok Sayang, Itu semua tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku menjelaskannya dengan nada yang baik-baik bukan dengan nada ketus atau datar seperti biasanya. Kamu jangan berpikiran buruk dulu, mereka niatnya hanya ingin membuat Amanda tidak tertekan karena kehilangan bayinya. Jadi mereka menuruti apa yang menjadi omonganku tadi. Percayalah pasti dia bisa membuat Amanda pulih seperti sediakala, maka pagi-pagi aku membawa kamu ke sini untuk bergantian menjaga Amanda dengan Lio, biar Lio nanti ikut aku ke markas." jelas Saka.


Alana hanya bisa mengangguk-anggukan kepalanya tanda dia juga setuju dengan rencana dari Saka.

__ADS_1


" Ya sudah kalau gitu kamu pilih mau mengetuk pintu atau kamu telepon si Lio dulu, Bby?"


" Apa aku telepon si Lio dulu kali ya? he he he aku cuman takutnya kalau aku ketuk pintu atau langsung masuk ke dalam ternyata mereka lagi melakukan kegiatan yang biasa kita lakukan juga itu loh, kan nggak enak kalau bikin orang nanggung." Alana hanya bisa memutar bola matanya dengan kesal, bisa-bisanya suaminya ini memikirkan hal-hal yang tidak-tidak. Padahal Amanda dengan Lio Itu kan masih dalam posisi bersedih. Dasar suami dengan pikiran omes itu emang susah dilawan.


" Ya udah kalau emang kamu mau nelpon lewat dulu, segeralah kamu lakukan! nanti sementara aku bertugas menjaga si Manda, aku juga mau istirahat ah!! Capek aku dari mulai makan malam sampai subuh begituan melulu." kata Alana sambil mengeluarkan wajah jutek nya dan muka bantalnya, membuat wajahnya yang cantik semakin menggemaskan menurut Saka. Saka hanya bisa mencolek hidung mancung Alana untuk menggodanya sambil tangan satunya memegang ponselnya untuk menghubungi Lio.


Saka menunggu cukup lama untuk Lio mengangkat ponselnya, kira-kira ada kalau 5 menit. lalu Lio mengangkat ponselnya suaranya yang serak khas kalau Lio bangun tidur.


"..."


" Yo, aku jemput kamu sekarang bisa? Aku sudah di selasar depan pintu kamar rawat inap rumah sakit. Soalnya Alex sudah melakukan tugas yang kamu berikan dengan baik. Sekarang target ada di markas. Aku mau melakukan tugas seperti biasa. Kamu mau ikut? Biar Alana yang menjaga Amanda bersama bodyguard seperti biasanya."


" Hmmh, oke kutunggu diluar saja. Nanti biar Alana masuk setelah kamu keluar. " kata Saka singkat sebelum ia menutup panggiln teleponnya bersama Lio. Alana yang masih memandangi Saka seakan bertanya gimana hasil pembicaraan singkat kamu dengan Lio? Jadi tanpa Alana harus bertanya sekarang Saka sudah langsung mengatakan apa yang tadi ia diskusikan dengan Lio.


" Aku hanya berkata kalau Alex sudah menemukan apa yang diinginkan oleh Lio. Jadi Aku bertanya kepadanya apakah dia ingin ikut ke markas dan kalau dia ikut ke markas, kamu yang akan bergantian menjaga Amanda di sini. Dan tentu kamu sudah tahu jawabannya kalau pasti Lio akan setuju mengikuti aku ke markas sehingga kamu bisa jaga di sini sambil beristirahat." kata Saka sambil menarik Alana untuk duduk di kursi yang ada di ruang tunggu selasar depan pintu kamar Lio.


tak selang Berapa lama mungkin sekitar 10 menitan Lio sudah keluar dari ruangan nya yang segera menemui Saka dan Alana yang ada di depan pintu kamarnya itu, dan Alana langsung membombardir Lio dengan pertanyaan seputar Amanda.

__ADS_1


" Gimana Yo, dengan kondisi Amanda sekarang? Apakah ada kemajuan?" tanya Alana dengan harap-harap cemas.


" Pokoknya kamu tidak usah menyinggung masalah yang kemarin, dan juga jangan biarkan dia berpikiran yang tidak-tidak, apalagi kalau dia sudah menyalahkan diri sendiri, atau merasa rendah diri, kamu harus membuat dia bisa semangat kembali. Pada dasarnya dia udah mulai bisa menerima, walaupun aku yakin itu pasti akan sangat sulit. Karena aku merasakan hal yang sama, menyesali apa yang sudah aku lakukan kemarin." jelas Lio dengan singkat. Akan tetapi Alana menyadari bahwa memang semua yang terjadi kemarin itu tidak mudah untuk diterima, apalagi sebagai Lio dan Manda yang menjadi tokoh utama dari cerita kemarin.


Alana dan Saka hanya bisa menepuk-nepuk bahu Lio, tanda mereka mengerti apa yang Lio rasakan saat ini, tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan tentang perasaan mereka saat ini, jadi mereka hanya bisa diam dan memegang bahu Lio tanda mereka sungguh mengerti dan turut swpwnanggungan dengan apa yang saat ini Lio rasakan.


" Ayo sekarang kita langsung ke markas aja Bos. Rasanya aku juga tidak sabar menantikan apa yang akan aku lakukan dengan wanita ja**ng seperti Vella itu." kata Lio sambil berusaha menahan geram dan amarah yang ada di dalam dirinya.


" Hmmh, perasaan yang sama saat ini juga ada di dalam dadaku makanya aku pagi-pagi udah datang untuk menjemput kamu langsung ke markas. Sebenarnya dari semalam Alex sudah menemukan wanita yang kamu cari tapi aku memang mencegahnya untuk memberitahukan kepadamu karena aku tahu kamu masih menjaga Amanda. " jelas Saka sambil merangkul bahu Lio agar segera berangkat ke Markas, menyelesaikan masalah ini secepatnya.


.


.


.


TBC

__ADS_1


***


gengs, diusahakan hari ini up 2 ya, karena aku juga lagi up terjebak dalam tubuh Keyra di aplikasi Dre**e. kalau bisa mampir, boleh mampir kesana. Maaf kalau yang disana bahasanya lebih vulgar dari yang disini ya. Jangan lupa untuk like vote dan gift ya readersku sayang. Makasih!!💋


__ADS_2