
Di sebuah ruangan yang gelap, sunyi, dan bau anyir menyengat, bangunlah seorang gadis cantik yang saat ini hanya mengenakan sebuah mini dress berwarna merah tua tanpa lengan dan sedikit basah.
Kepala Gadis itu berdenyut nyeri, wajahnya yang cantik dan dahinya mengernyit karena menahan rasa sakit yang menusuk-nusuk di kepalanya. Dia seakan lupa kalau malam kemarin dia sedang mabuk di sebuah klub malam elite yang sering ia kunjungi bersama seorang pria paruh baya. Rupanya dia terbangun dan merasakan denyutan di kepalanya karena pengaruh alkohol yang tadi malam ia minum gila-gilaan. Alkohol yang dia minum sebenarnya adalah sebuah selebrasi karena dia berhasil mencapai keinginannya yaitu menghancurkan lawan sekaligus sahabatnya di masa lalu.
Tawa-nya yang sumbang mengisi seluruh ruangan kosong yang gelap itu. Tanpa sadar ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan itu. Rupanya dia terbangun dari lantai yang dingin dan kotor.
Dirinya bertanya-tanya, Di manakah sekarang dia berada? ingatan-ingatan mulai menyatu seperti rangkaian puzzle yang menemukan jodohnya.
" Arrghhh!!" erangnya sekarang karena dia merasakan kesakitan yang begitu hebat menerpa kepalanya.
Tiba-tiba pintu ruangan yang gelap itu terbuka sehingga ada secercah cahaya yang masuk ke dalamnya. Wanita itu hanya bisa menutup kedua belah matanya yang tiba-tiba silau karena ada cahaya yang masuk setelah hanya kegelapan yang melingkupi dirinya.
" Ternyata kamu bangun juga, ja**ng!" suara Bariton pria yang begitu merdu di telinganya tiba-tiba menyeruak masuk bersamaan dengan pintu terbuka.
Gadis itu mengenali suara Bariton yang di telinganya itu sebagai pria yang pernah dan akan selalu ada di dalam hatinya. Ya gadis itu memang Vella. Pria yang tadi menyapa dan masuk ke dalam ruangan dalam ruangan itu adalah Saka. Dia begitu bahagia dengan kunjungan Saka sekalipun ia tahu bahwa Saka bukan sedang mengunjungi dia tetapi ingin membuat dia hancur. Dan disini Saka tidak hanya sendirian dia bersama dengan Lio yang ia kenali sebagai suami Amanda saat ini. Semakin sadarlah Vella bahwa sebenarnya ini adalah titik di mana dia akan di hancurkan. Tetapi dia tidak apa-apa. Senyumnya ia sengaja buat secantik mungkin supaya bisa sedikit merayu Saka, laki-laki pujaannya. Akan tetapi manalah mungkin itu terjadi, karena di mata Saka hanya menilai bahwa Alana-lah yang paling cantik di dunia ini.
" Mas Rendra..."
" Cih!!! Jangan pernah sebut namaku dengan mulut kotor kamu. Mulut yang ternyata ular berbisa. Dasar wanita ja**ng!"
" Apakah Mas Rendra cemburu dengan laki laki yang mendekati aku mas?"
__ADS_1
Saka hanya bisa memutar bola matanya dengan kesal. Dia jengah dengan apa yang dia hadapi saat ini, seorang wanita yang tidak tahu malu, yang hanya bisa membuat dirinya kesal luar biasa. Dia terbayang dengan apa yang sudah dilakukan kepada kakak iparnya juga bagaimana dia sudah menghancurkan dan menggerogoti sedikit demi sedikit perusahaan yang dia bangun sendiri bersama Lio. Jelaslah dia tidak akan mengampuni wanita yang ada dihadapannya itu.
" Mas.."
"Diam!! Lex, kamu aturlah apa yng akan kalian lakukan pada wanita itu, sesudah itu habisi saja. Singkirkan mayatnya dengan membuat binatang piaraan aku kenyang. Mengerti kan maksudku?" kata Saka dengan pandangan penuh amarah. Sedangkan Lio hanya diam dan menatp dengn tatapan dinginn dan datar mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Saka tadi.
Alex hanya bisa menatap Lio dengan pandangan yang tidak dapat ia baca. Alex ingin bertanya kepada Lio Apa yang harus dilakukan kepada wanita yang ada di hadapannya itu, apakah seperti yang Saka katakan kepadanya? Ataukah dia menginginkan hukuman yang lain? lagi-lagi Alex tidak dapat membaca Apa yang sedang ada di dalam pikiran Lio saat ini. Kemudian Lio maju menghampiri wanita yang saat ini keadaannya terlihat menyedihkan.
Wanita itu hanya memandang Lio dengan pandangan meremehkan.
" Aku tahu siapa kamu, Aku juga tahu apa hubungan kamu dengan Amanda, sahabatku itu. Kalau kamu ingin bertanya apakah aku menyesal melakukan segala yang kemarin terjadi? Maka jawabanku adalah tidak! Aku tidak menyesal memperlakukan Amanda seperti itu! Karena kamu tidak tahu apa yang saat itu dia lakukan kepadaku. Dia selalu mengambil setiap laki-laki yang aku inginkan untuk menjadi kekasih bahkan yang kuinginkan jadi suamiku. Dia selalu mendapatkan keberuntungan yang lebih baik dari aku. Dan semenjak itu aku membencinya. Bahkan aku menginginkan takdir yang lebih buruk dari yang kemarin dia rasakan. Ha ha ha ha." wanita itu bahkan tertawa terbahak-bahak seperti orang gila. Lio tahu, kalau saat ini dia menghadapi seorang wanita yang mentalnya terganggu. Mentalnya terganggu karena cemburu, iri, dengki, mendapati Amanda jauh lebih baik daripada dirinya.
" Apakah kamu masih layak untuk mengatakan dia sebagai sahabat kamu?" sergah Lio dengan nada yang sangat dingin.
Lio hanya memandang kejadian itu dengan dingin, dia juga tidak merasa kasihan kepada wanita yang memang pemikirannya dan mentalnya sudah bobrok. Lio membiarkan Alex berkali-kali menampar wajah wanita itu dengan sangat keras.
" Mas Rendra.." cicit Vela dengan lemah karena selain wajahnya yang panas terkena tamparan, sekarang bahkan kepalanya sangat pusing. Wajahnya pun berdarah dari hidung dan bibirnya, karena tamparan Alex yang sangat kuat.
" Yo, orang kayak begini Ini sudah tidak dapat lagi dikasih ampun." sanggah Alex dengan kesal karena Lio menahan tangannya untuk tidak lagi menampar Vella.
" Aku tidak mau ngelarang kamu untuk mengeksekusi wanita ini tetapi aku belum selesai melakukan interogasi apa yang sebenarnya membuat dia melakukan hal ini kepada Manda." kata Lio menahan amarah.
__ADS_1
" Jelas-jelas dia sudah mengatakan bahwa Ia melakukan itu karena dia tidak menyukai istri kamu, Yo! Dia cemburu karena kalah cantik, dan ga ada yang suka sama dia. Cihh!! Aku pun juga ogah lihat wajah kayak dia. " geram Alex karena dia menganggap Lio terlalu lunak.
" Heh!! Jaga omongan kamu!! Jelas aku lebih segalanya dari Manda si Pela**r itu."bantah Vella dengn wajah kesal. Ia paling tidak suka dibanding bandingkan dengan Manda.
" Ngimpi kamu ketinggian. Inget!! Kalo ketinggian, ntar kamu ketabrak pesawat." ejek Alex dengan wajah menghina karena melihat Vella yang sudah babak belur ditampar olehnya.
" Kayaknya,aku ga bakalan bisa ngomong dengan orang gila. Sesuai cara Saka aja. Aku mau pulang mengurus istriku yang cantik. Biar saja dia membusuk di penjara." Lio menanggapi perseteruan Alex Vella dengan dingin. Karena Vela ini sudah terganggu secara mental dan apapun yang akan dia omongkan pasti akhir-akhirnya malah dirinya sendiri yang akan terpancing emosi, jadi Dia memutuskan untuk menyerahkan wanita gila ini kepada Alex dan teman-teman yang lain.
" Ha ha ha bahkan tidak ada seorang pengawal pun yang mau menyentuh tubuh wanita gila ini. Itulah beda kamu dengan Amanda. Kamu gak laku." ejek Alex lagi membuat Vella naik pitam dan ingin menghajar Alex tapi sayangnya 2 pengawal bawahan Alex dengan sigap langsung menahan tubuhnya dan membantingnya ke tanah.
Lio yang melihat itu segera keluar menyusul Saka yang menantinya di ruangan atas tempat mereka biasa berkumpul.
.
.
.
TBC
***
__ADS_1
mudah-mudahan hari ini bisa crazy update. Jangan lupa untuk gift, like dan votenya ya... Eh komen juga yang banyakkkk.Happy reading.