Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
38.


__ADS_3

Lio kaget saat ia melihat ada puluhan misscall dari nomer yang ia tidak kenal. Tapi setelah ia lihat lagi, ia baru sadar bahwa itu nomer rumah pribadi Manda. Dan last calllnya baru beberapa menit yang lalu. Astaga!! Lio melirik ke jam dinding yang ada di ruangan kerjanya. Ia melihat kalau ini bahkan sudah hampir jam 02.30 WIB. Berarti Manda belum tidur? Karena last callnya baru saja. Gimana enaknya? Telpon atau tidak ya? pikir Lio bingung. Gak enak juga kalau menelepon maalam malam begini. Eh ini bahkan sudah dini hari, kalau ditelepon kemudian ayahnya kebangun gimana? Kalau tidak ditelepon pasti Mandanya malah ga bisa tidur. Dilema Lio!!


Tapi.karena Lio berat dengan Manda, maka ia mengambil resiko untuk menghubungi calon istrinya itu. Ia sedikit banyak memahami Manda, kalau Manda kepikiran, pasti ia ga akan bisa tidur. Jadi ia lebih baik memberi kabar sama Manda.


Lio langsung menghubungi balik no telpon yang tertera di ponselnya. Ajaibnya pada nada tunggu kedua telepon itupun trthubung, pertanda yang disana belum tidur dan stand by disana.


"..."


" Kenapa belum tidur?" tanyabLio dengan nada datar setelah mendengar suara Manda yang serak seperti orang baru selesai menangis.


" ..."


" Kamu mestinya mempercayakan itu semua kepadaku. Dan kamu bisa istirahat, karena ini bukan hanya sudah malam tapi ini sudah pagi. Padahal katanya kamu tadi cape, malah ga istirahat." Hal hal yang menyangkut kesehatan Manda, Lio pasti care. Ia ga mau kalau Manda kepikiran dan ga tidur dan berakibat sakit.


".."


" Hmmh, semua sudah beres, kamu jangan khawatir. Apapun yang trjadi besok, aku minta kamu bisa percaya sama aku ya. Lets get sleep, i love you."


" ... "


Lio langsung menekan tombol off untuk menyudahi pembicaraannya dengan Manda. Ia menghela nafasnya dengan kasar. Jujur apa yang dilakukannya dengan Manda tidak pernah terpikir sebelumnya oleh Lio. Bahwa ia akan terjebak dengan Vella demi melepaskan Saka dari jeratnya. Tapi ia tidak menyesal, karena akhirnya ia menemukan apa yang dia cari sampai hampir 30 th masa hidupnya. Perasaannya yang berbeda, detak jantungnya yang terpacu saat bersama dengan Manda.


Sesaat ia merenung, tapi kemudian ia tersenyum..


" Que serra serra what ever will be will be..I love you sweetie pie." desah Lio sambil memperdalam senyumnya.


Apapun yang terjadi jam 9 nanti akan ia hadapi, mumpung ini masih jam 3 ia akan mengumpulkan energinya untuk menghadapi masalahnya besok.


***

__ADS_1


Sebelum jam 9 pagi, Lio sudah ada di rumah Manda, ia langsung masuk ke dalam halaman setelah satpam dan bodyguard Manda membukakan pintu gerbang.


Sementara Manda yang sudah bersiap sejak sholat subuh karena ia tidak bisa tidur lagi, langsung menyambut Lio dengan mata pandanya, dan wajah yang sedikit pucat.


" Kamu tidak tidur, Manda sayang?" tanya Lio dengan hati tercubit. Ia tak tega melihat Manda yang terlihat sayu, walau itu tidak mengurangi kecantikannya.


" Gak bisa tidur, mas! Aku kepikiran." jawab Manda dengan polosnya.


" Manda, kamu prcaya kan sama mas?" tanya Lio sambil menatap netra Manda yang menurutnya sngat indah.


Manda hanya mengangguk saja, tidak membalas perkataan Lio. Kemudian Lio menggenggam tangan Manda dan menarik tubuhnya ke dalam pelukannya. Manda merasa nyaman ada di dalam pelukan Lio. Rasanya ia tidak ingin lepas dari kungkungan Lio.


" Mas mau bilang sejujurnya sama ayah kamu tentang kita." bisik Lio lirih.


" Mas..?"


Mungkin bener apa yang dikatakan pepatah, sekali kamu berbohong maka kamu akan berbohong lagi untuk menutupi kebohongan pertama, begitu terus untuk selanjutnya. Sehingga bukannya semakin kecil bohongnya eh malah tambah besar kan bohongnya? Dosanya pun berlipat.


" Sudah, ajak mas ke dalam untuk bertemu dengan ayah kamu." kata Lio sambil melepaskan pelukannya tapi ia kemudian menggandeng Manda. Manda hanya menurut dan menarik Lio masuk ke dalam rimah. Ia tidak ragu lagi walau nanti kalau gandengan, pasti ayahnya akan ngomel sepanjang jalan kenangan.


" Sudah sarapan mas?" tanya Manda dengan nada manja.


" Belum, tadi mas bangun tidur langsung kemari, kamu sudah sarapan?" tanya Lio balik.


" Kamu bangun tidur belum mandi langsung kesini?" goda Manda, soalnya wajah Lio flat sih. Mungkin masih ngantuk.


" Hmm, mulai menggoda ya?"


" Ha ha ha habis wajah mas Lio itu datar,emang tadi malam ga tidur ya?"

__ADS_1


" Emang kamu tidur?"


" Ya udah sarapan dulu? Kayaknya Kak Joe dan kak Joz juga lagi sarapan." kata Manda lagi dan benar saja, sesampainya Lio di ruang makan ternyata kedua kakak Manda lagi sarapan, sedangkan ayah dan ibu Manda malah belum keluar dari kamar.


" Eh bro.. udah nyampe aja. Kayaknya belum jam 9 deh! " celetuk Joe dengan nada mengejek.


" Kayak truk aja ya kalian ini, masak tiba tiba udah gandengan aja." kata Joz sambil masih mengunyah sarapannya.


Manda dan Lio masih saja bergandengan tanpa peduli dengan sindiran si kakak. Ini membuat kakak kakak Manda jadi kesel. Bahkan Manda sebgaja mengambil duduk berdampingan dengan Lio dan mengambilkan nasi goreng yang menjadi menu sarapan pagi itu, seprti udah kayak suami istri aja.


" Heleh, tu anak kalau udah ada bakal suaminya gayanya kayak yang lain kontrak, dirinya sendiri yang punya dunia ini." cebik Joz tambah semakin kesal.


" Ishh, orang kalau iri bilang dong, bos. Truk aja ada gandengannya .. lhah kalian?" sindir Manda balik.


" Lha kita kan emang udah sepasang. Ga lihat kalau kami dari bayi udah berdua?" tanya Joe sambil menggoda adiknya. Dasar kalau udah kasmaran, bawaannya nempel mulu.


" Eh ada ayah dan ibu datang. Kalian ga usah nempel nempel. Cepetan. " info Joz dengan nada tergopoh gopoh. Membuat Manda langsung mengambil jarak dari Lio, padahal Lionya sendiri hanya santai, ga peduli dengan apa yang dikatakan oleh Joe. Bener aja, sesaat kemudiaann di Joz langsung nyahut dan bilang..


" Tapi boonggggg!!! Ha ha ha ha." kata Joz sambil tertawa terbahak bahak yang ditimpali dengan tawa membahana miliki Joe, sehingga suasana ruang makan menjadi ramai. Sedangkan Lio hanya tersenyum simpul melihat calon istrinya manyun dan kesal, karena digoda oleh kedua kakaknya.


.


.


.


TBC


***Gengs, jangan lupa untuk tekan tombol like disetiap kali baca yes. Favoritkan dan juga kasi vote yang banyak. Niscaya ide ide unyuk nge up jadi banyak. wkwkwk... happy reading

__ADS_1


__ADS_2