
" Hmmh, tadi aja loe sok sokan jadi pahlawan kesiangan ." decih wanita itu dengan kesal.
" Bukan begitu bos! Saya hanya mau ngingetin kalau ini apa gak terlalu cepat untuk melaksanakan plan B ini." bela preman yang tadi pertama ngomong sama wanita ini.
" Kau mau nunggu sampai kapan? Sampai kiamat? " decak wanita itu marah, melihat bawahannya yang menurutnya bodoh.
" He he he nunggunya sampai kondisinya sedikit kondusif !" kata preman itu sambil garuk garuk kepalanya.
" Bodoh!! Jangan lupa untuk memberi peringatan sedikit sebelum kamu kerjakan yang intinya." perimtah wanita itu dengan nada dingin.
" Kita kirim video ke mereka?" tanya preman itu lagi.
" Hmmh. Lakukan dengan bersih! Jangan sampai ketangkap. Ingat kalau kamu ketangkap, bilang aja ini suruhan bos Kenan!! "
" Siap bos!"
" Nnti bayaran kalian akan aku transfer secepatnya, sisanya seprti biasa kalau pekerjaan kalian berhasil. Ingat!! Jangan membuat kesalahan." kata wanita itu lagi.
" Siap Bos!!" sahut preman itu sambil segera cabut dari hadapan wanita itu untuk melakukan apa yang diperintahkan tadi.
" Lihat saja!! Kalian akan menanggung akibat karena penghianatan kalian." monolog wanita itu sambil mengkertakan gigi karena amarah yang membuncah.
***
" Bby, apa kamu sudah dapat menemukan dimana Vella sembunyi?" tanya Alana dengan nada cemas.
" Ehmm, harusnya kalau Lio sudah sembuh, dia bisa mencoba untuk mencari jejak Vellla melalui no hp dan email yang dia miliki." kata Saka sambil mengusak rambutnya. Ia cukup stress menghadapi permasalahan kantor dan bawahannya yang masih bisa menemukan dimna Vella berada.
__ADS_1
Di kantor, sejak beberapa hari yang lalu Lio masuk rumah sakit dan sekarang cuti untuk istirahat di rumah, memaksa Saka untuk bekerja lebih keras dari biasanya. Karena biasanya ia hanya menerima jadi saja dan semua yang mengerjakan adalah Lio dan bawahannya. Bahkan Lio mengatur sebuah sistem yang bisa dipantau Saka tanpa Saka harus hadir di kantor.
" Makanya kalau kerja yang serius. Sini aku bantu untuk menyelesaikan masalah di kantor. Untuk urusan Vella kamu bisa minta bantuan kepolisian atau Alex. Dia juga biasa yang memantau pengacara dan anggota keamanan kantor kan?" kata Alana mengarahkan Saka.
" Iya,bu bos!! Siap laksanakan." goda Saka dengan nada manja. Arghhh otaknya sedikit konslet karena kekurangan rekreasi di ranjang bersama Alana. Karena biasanya ia setiap hari, bahkan sehari bisa sampai 3 - 5 kali mendapatkan asupan vitamin S dari Alana.
" Jangan bercanda, Bby!" kata Alana sambil memeriksa berkas kantor yang dipegangnya. Mereka memang sedang berada di kantor nya Saka.
" Ada yang pernah bilang enggak sama kamu kalau kamu tampak lebih seksi 100 kali lipat saat kamu serius menatap berkas-berkas yang ada? Jadi pingin bikin kamu tiduran di atas meja yang penuh berkas-berkas ini deh!" bisik Saka dengan lirih tapi seperti biasanya kata kata nya mengandung kevulgaran yang hakiki. Dan seperti biasanya juga, Alana hanya menanggapi perkataan Saka dengan memutar bola matanya karena kesal.
" Bby, kita ini lagi di kantor. Kamu profesional dikit kek. Kenapa sih pikiran kamu itu selalu nyangkutnya yang kayak begituan aja." kata Alana yang masih saja berkutat dengan berkas-berkas yang ada di meja Saka. Niat Alana hanya satu ia ingin membantu suaminya supaya kerjaaan suaminya cepat selesai, kalau kerjaan kantornya selesai tentu Saka bisa segera mencari Vella yang menjadi biang kerok penyebab Lio dan Manda jadi harus banyak istirahat.
" Astaga sayang aku kan hanya ingin bersikap sedikit romantis dengan kamu. Tapi yang aku bilang tadi tentang kamu itu beneran kok. Kamu kelihatan luar biasa cantik." rayu Saka lagi.
" Tanpa kamu bilang aku juga sudah tahu kok kalau aku cantik." sahut Lana dengan nada datar, karena ia sudah tahu kira-kira ke mana larinya rayuan Saka itu.
" Bby, aku kok punya perasaan yang nggak enak ya, entah kenapa aku merasa bahwa akan ada kejadian yang besar." kata Alana dengan raut wajah cemas.
" Emang apa yang kamu rasakan sekarang?" kali ini Saka tampak serius, dia tahu pasti kalau kadang-kadang feeling Alana sangat tajam. Dan seringkali pula ia mengandalkan feeling Alana untuk menentukan sebuah keputusan. Apalagi kalau kalau raut wajah Alana tampak cemas dan serius kayak sekarang ini.
" Nggak tahu aku, Bby! Feeling aku kagak enak aja. "
" Aku rasa ini ada sangkut-pautnya dengan ancaman yang sedang diselidiki oleh Keenan."
" Tentang Manda?"
" Kamu kan tahu bahwa ponsel milik Manda sudah disadap oleh Lio, kemarin Alex menemukan adanya video yang dikirimkan ke ponsel Amanda dan untungnya belum sempat dibuka oleh Amanda serta langsung dihapus sepihak oleh Alex, walau sebelumnya ia sudah bikin copyannya untuk di kirim ke emailku kemarin."
__ADS_1
" Video tentang apa??"
" Jadi itu adalah video tentang seorang wanita yang yang dig**uin oleh beberapa orang laki-laki..."
" Astagfirullah, yang benar?" potong Alana dengan cepat sambil menangkupkan kedua belah tangannya untuk menutup bibirnya. Dengan raut pucat Alana memandang wajah suaminya seakan ia ingin memastikan apa yang ia pikirkan adalah hal yang sama seperti yang akan dikatakan oleh suaminya itu. Jangan lupa bahwa Alana itu sangat cerdas, sebelum suaminya menceritakan secara detil apa yang dimaksudkan, Alana sudah bisa menebak ke arah mana suaminya akan berkata. Dan bahkan sebelum Saka mengangguk anggukkan kepalanya Alana sudah bisa menebak apa yang dimaksudkan oleh suaminya itu. Tubuh Alana bergetar, dia membayangkan apa yang akan terjadi. Dan dia tahu tujuan dari pengiriman video itu untuk siapa.
" Amanda?" tanya Alana lagi untuk memastikan.
" Mungkin! Untuk itulah kemarin Alex berusaha menghubungi Kenan, dia ingin memastikan apakah ilustrasi video yang dikirimkan itu adalah rencana Vela selanjutnya. Kenan juga tidak menyangka bahwa Vella akan melakukan tindakan sekeji itu kepada Amanda, tapi kemungkinan itu tetap harus dipertimbangkan. Karena kita tidak bisa mengambil resiko. Aku sudah melakukan segala sesuatu yang terbaik untuk melindungi mereka bahkan Kenan pun tidak segan-segan untuk menurunkan para pengawalnya demi menjaga keselamatan Amanda. Aku salut dengan perasaan cinta yang dimiliki Kenan untuk Amanda, dia ingin melindungi seseorang yang dia cintai yang bahkan tidak bisa ia miliki."
" Sebenarnya kelakuan Kenan membuat aku merasakan Dejavu..." kata Alana sambil memikirkan sesuatu, yang tentunya membuat Saka cemburu.
" Jelas tidak sama.. karena kalau Indra tetap ingin memiliki kamu sedangkan Keenan sudah merelakan Manda untuk Lio." bantah Saka dengan penuh emosi.
" Ha ha ha aku cuman bilang kalau ku mengalami de ja vu! Kayak kepikiran sesuatu aja, gak spesifik menyebut apa apa. Kenapa tiba tiba ngomongin kak Indra? " goda Alana dengan menaik turunkan alisnya membuat Saka jadi kesal.
" Ya karena aku tahu apa yang sedang kamu pikirkan. " rajuk Saka.
" Ehm yang kupikirkan hanya kamu kok.." kata Alana sambil meraba dada Saka dengan seduktif supaya suaminya tidak cemburu lagi, tapi perilaku itu membuat Saka menggeram sambil mendesah. Dan akhirnya menarik tangan Alana yang menjalar di dadanya dengan nakal.
.
.
.
TBC
__ADS_1
*** Alana harus menghilangkan cemburu di dada Saka, so ku skippp, wkw kw .. jangan lupa buat terus kasi gift , vote dan juga like nya. Apapun yang terjadi, jangan hujat otor yaaa🙏🏻🙏🏻🙏🏻