
" Huft, akhirnya kita bisa pulang." kata Manda sambil meregangkan badannya yang sudah kaku gara-gara dia harus jagain image dalam ruangan meeting.
" Hmm, ayo kita segera pulang..." kata Lio sambil menarik tangan Manda hendak menggenggamnya. Tapi Manda dengan segera menarik tangannya karena ia tidak mau kelihatan tidak profesional di hadapan beberapa peserta meeting yang masih ada di sana. Bahkan ia berusaha menjaga jarak dengan Lio supaya tidak terlalu dekat. Lio hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya.
Setelah sampai di dalam mobil barulah Manda bisa menarik nafas lega. Lio sampai tak habis pikir, Manda dan dirinya seperti sepasang selingkuhan yang bertemu di kantor. Mau protes juga nanti malah ribut, karena istrinya akan selalu mengedepankan yang namanya profesionalitas kerja.
Sesampainya di apartemen Lio, Manda segera masuk ke dalam kamar mandi di dan membersihkan diri, rupanya ia benar-benar merasa penat dan gerah. Lio pun hanya bisa tersenyum kecil saat melihat istrinya yang terburu-buru mengambil pakaian dan masuk ke dalam kamar mandi.
" Sayang, mandinya barengan aja dong. Kan kepingin dimandiin kayak kemarin. " pinta Lio dengan nada manja.
Yah, sekarang keseharian Manda dan Lio saat di apartemen adalah menjadi diri mereka sendiri. Lio yang berubah menjadi manja dan Manda yang menjadi keibuan, karena selalu memenuhi kebutuhan Lio dengan segala rengekannya.
" Mandinya sendiri-sendiri aja dulu Mas soalnya terus terang aku lapar dan aku ingin segera mempersiapkan makanan yang kita kita beli di jalan tadi." teriak Manda dari dalam kamar mandi.
" Ya udah, mas siapin makanannya aja dulu, jadi kamu ga akan kerepotan nanti." kata Lio dari balik pintu kamar mandi. Sebenernya pintu kamar mandi gak Manda kunci, tapi Lio ingin menghargai me timenya Manda, sehingga sekalipun dirinya sangat ingin menubruk Manda, ia berusaha tahan, karena ternyata istrinya kelaparan.
" Ya,makasih ya sayang. I love you."jawab Manda sambil meneruskan acara mandinya dengan tenang. Ia juga bukan seperti wanita lain yang sangat lama dalam melakukan kegiatan mandi. Ia bahkan cenderung cepat dalam melakukan segala sesuatu.
Lio juga segera membuka makanan yang sudah ia beli tadi bersama Manda. Dia langsung meletakkan makanan yang sudah dia tata itu di atas meja makan.
Setelah mandi Manda langsung menuju ruang makan di mana semua makanan di beli tadi sudah ditata dengan baik oleh Lio.
" Mas kamu nggak mandi dulu aja? tuh makanannya sudah siap semua, Aku tunggu kamu di sini." kata Manda sambil menyiapkan piring juga sendok garpu, untuk makan mereka berdua.
" Oke, mas akan mandi dulu, tapi kalau kamu lapar kamu boleh makan duluan aja. " kata Lio sambil berlalu.
" Ya enggak mungkin lah masa aku makan sendirian, aku pasti nungguin kamu." monolog Manda karena Lio nya udah berlalu dari tempat itu.
Lio pun ternyata tidak meninggalkan Manda lama-lama. Begitu selesai mandi ia langsung menyusul Manda yang ternyata menunggunya di ruang tv dekat tempat makan.
__ADS_1
" Loh katanya lapar kamu enggak jadi makan duluan?" tanya Lio.
" Nggak mungkin lah Mas kalau aku makan duluan. Yuk kita langsung makan Aku sudah lapar!" ajak Manda yang langsung menuju ke ruangan makan.
" Sayang, kayaknya besok kita nggak berangkat bareng-bareng deh. Soalnya aku ada ketemuan dengan klien. Sedangkan aku butuh kamu untuk ketemu dengan orang lain di LT. Gimana? nggak papa kan?" tanya Lio sambil mengunyah makanan.
" Mas kalau makan itu, ya makan dulu aja! Jangan sambil ngomong. nanti kalau tersedak baru tau rasa." kata Manda memotong ucapan Lio.
" Ihh masa suaminya didoain tersedak sih?"
" Astafirullaahh, ya ga mas. Maafin aku ya Mas. Maksudnya ga gitu." kata Manda panik.
"Ha ha ha, iya mas ngerti kok."
" Ya udah, jadi besok Mas berangkat jam berapa? Emang ketemuannya sama orang di LT itu jam berapa? terus berkas apa yang mesti aku siapin dan aku pelajarin?" tanya Manda yang sebisa mungkin prepare buat meeting besok.
" Kayaknya semua udah disiapin sama pegawai aku yang di LT, kamu hanya sebagai representative, sebagai pengganti aku di sana. Berkas-berkas bisa kamu pelajarin saat kamu sampai di sana esok pagi, jangan lupa kamu tetap harus membaca semua berkas yang di sampaikan oleh pegawai sebelum kamu menandatanganinya. Tetap waspada dan jangan gegabah. meskipun Agni adalah salah satu orang yang bisa dipercaya, tapi ada baiknya kita harus tetap berjaga-jaga, kamu harus ingat akan kasus Vella." nasehat Lio kepada Manda.
" Besok kayaknya aku bakal dibantu oleh Saka. Mungkin Alana juga akan datang. Malah kamu yang bakal sendirian besok. Tapi kamu jangan kuatir.Ingat bahwa gelang yang kamu pakai itu ada fungsinya. Kamu bisa mengaktifkannya, tapi kamu jangan lupa untuk membawa bluetooth handsfree. Karena kamu bahkan bisa langsung terhubung sama aku tanpa kamu susah-susah menelepon mas." jelas Lio mengingatkan masalah gelang yang dipakai.
" Emang besok ketemuannya di mana sih? Di kantor?" tanya Manda lagi.
" Di kafe yang kemarin kita ketemuan sama investor itu loh. Mereka sudah menyewa private room untuk meeting besok. Apa kamu mau bawa Bodyguard buat besok? Sementara, Agni bakal jadi asisten kamu. Aku cuman kadang-kadang masih merasa was-was kalau kamu sendirian, jadi aku hanya ingin kamu membawa Bodyguard demi keamanan kamu." kata Lio dengan wajah sendu.
" Ga usah Mas. Kayaknya mbak Agni dan supir kantor aja cukup kok. Apalagi pertemuannya kan di kafe.Tempat umum kan itu mas." kata Manda menenangkan.
" Baiklah kalau begitu menurutmu. Besok aja kita bahas lagi tentang pekerjaan, sekarang Mas hanya mau nagih janji kamu yang kamu bilang tadi siang."
" Yeee, Emangnya aku janji apaan sih , Mas?" goda Manda sambil memeletkan lidahnya.
__ADS_1
" Sayang, kalau kamu lupa biar Mas aja yang ngingetin kamu." kata Lio yang langsung menggendong Manda, untung Manda sudah selesai membereskan perangkat makan mereka.
" Eh Mas kamu mau bawa aku ke mana?"
" Ke ranjang kita lah, biar kamu bisa menunaikan kewajiban kamu."
" Ya ampun kan kita habis makan, masa enggak ada jedanya? Istirahat dulu gitu?"
" Oh nooo, kmu janjinya akan buat mas enak, dan jangan lupa kamu mesti pakai lingerie yang mas kemarin udah belikan buat kamu."
" Haduhhh, yang mana sih? Kan kemarin kamu beliin aku bnyak bnget, eh tapi janji ya, kli ini ga ada model disobek yaaa! Sayang itu mahal harganyaa." rajuk Manda.
" Udah ah, cepet kmu cobain lingerie yang merah itu." kata Lio sambil mendorong tubuh Manda, sedangkan Manda nurut nurut aja saat Lio menyuruhnya berganti dengan lingerie.
" Kamu berbalik dulu dong!"
" Ck apaan? Kan aku dah lihat semua."
" Ya tapi kan ini aku mau pakai lingerie. Biar surprize gitu."
" Alasan. Ya udah mas bakal balik badan dulu." lalu Lio lngsung balik badan, tapi Manda lupa kalau didepan Lio ada lemari yang ada kacanya yang cukuo gede, ketika Manda melepas bajunya serta menggantinya dengn lingerie merah, Lio pun bisa melihatnya dengan jelas.
Sebagai laki laki sejati, ia jelas terusik melihat tubuh polos Manda. Bahkan ketika lingerie merah terpasang, tubuh Lio sudah tidak tahan. Ia langsung berbalik badan dan menyerang Manda, sehingga suara robekan kain dan desahan kecil mengisi kamar yang dulunya sepi dan dingin.
.
.
.
__ADS_1
TBC
*** maaf yaaaa,adegannya diskipppš¤£š¤£. Jngan lupa untuk mengevote, like dan gift yaaa.. makasih.