Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
9.


__ADS_3

Kebayang apa yang sudah Lio lakukan sama Manda. Maklum sama sama nubie, jadi melakukannya berdasar insting dan dorongan dari obat perangsang yang dimasukan ke dalam minuman mereka.


Tentu saja karena berdasar insting Lio melakukannya agak kasar dan membuat Manda yang baru sekali itu melakukan hal ini menjadi kesakitan di awal. Tapi karena dalam pengaruh obat juga, membuat percintaan tersebut bukan hanya terjadi satu kali bahkan berkali kali untuk memadamkan gairah akibat dipantik oleh obat perangsang. Dan hebatnya lagi mereka melakukannya tanpa pengaman. Manda hanya bisa berdoa kalau ia bukan di dalam masa suburnya. Kalau tidak, maka tamatlah riwayatnya!!!


Manda keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang tersedia di dlam kamar mandi. Gak ada baju yang bisa ia pakai, ia sebenernya juga jengah karena tubuhnya yang bongsor membuat ia kesulitan untuk menutupi dadanya yang agak lebih besar diatas rata rata wanita seusianya pada umumnya.


Saat memandang tubuh Manda yang hanya ditutupi oleh selembar handuk tipis, membuat Lio hanya bisa mengalihkan pandangannya. Ia tidak mungkin kembali menyerang Manda karena tindakan Mnada yang kesannya memprovokasi Lio.


" Pakaianku sudah datang, tuan?" tanya Manda yang sukses membuat Lio tersadar karena terus menerus memandangi tubuh mulus Manda yang jujur saja membuat tubuhnya sedikit memanas. Ia sampai harus berkali kali menikmati air mineral yang tersedia di kulkas di dalam kamar itu.


" Ehm... belum, kamu tunggulah dulu! Dan jangan panggil aku tuan. Kesannya aku seperti pria tua yang sudah membooking kamu."jelas Lio sambil menepuk nepuk sofa di sampingnya agar Manda bisa duduk santai di sampingnya sambil membicarakan langkah selanjutnya.


Manda mencebik mendengar perkataan Lio yang menjurus tapi ia tetap menuruti keinginan Lio dengan duduk di sampingnya. Sayangnya Lio salah perkiraan, saat Manda duduk di sampingnya, membuat dirinya justru semakin tidak fokus. Tubuh harum Manda dan bentuk tubuh Manda membuat Lio makin tidak nyaman.


Sebenernya tak beda jauh dengan Manda, kegiatan panas yang dilakukan tadi malam bener bener membuat dirinya cepat memanas hanya dengan berdekatan dengan laki laki asing di sampingnya ini. Manda sampai meruntuki pikiran yang ngeres dan tubuhnya yang benar benar jujur ingin menikmati laki laki disampinya itu. Apakah efek dari obat ini begitu luar biasa dan masih tersisa di tubuhnya sehingga ia tidak bisa melepaskan diri dari laki laki yang sudah mengambil masa depannya itu?


" Lalu aku manggil kamu dengan apa?" tanya Manda sambil memilin milin jari tangannya,tak mampu menatap wajah tampan yang ada di sampingnya.


" Berapa umur kamu?" tanya Lio lagi, ia menaksir mungkin gadis ini baru lulus SMA mungkin? Woah kalau benar, Lio menjadi semakin merasa bak pedofil yang merenggut masa depan anak usia remaja.


" Tahun ini aku akan berusia 21 tahun." jawab Manda dengan lirih.


" Kuliah?" tanya Lio lagi, sambil mengembuskan nafas lega, karena usia segitu sudah cukup utuk menikah. Walau ia juga sadar Manda itu masih terlihat imut dan kayak anak SMA.

__ADS_1


" Udah lulus dan sekarang lagi mencari pekerjaan." jawab Manda lagi. Manda merasa Lio menanyainya kayak orang yang sedang interview masuk kerja.


" Hmm, aku usianya sudah 29 th dan cukup mapan. " jawab Lio dengan percaya diri. Padahal sebentar lagi Lio itu sudah mencapai usia 30th, tapi demi tidak terlihat terlalu tua maka Lio menjawab begitu. Jawaban Lio yang penuh percaya diri itu membuat Manda memutar bola matanya dengan kesal. Sekalipun saat Manda menatap wajah Lio, wajah Lio belum kelihatan kayak laki laki yang akan menyentuh usia 30 tahun, tapi kekesalan di hatinya yang memuncak membuatnya ingin membully Lio.


" Owh sudah tua juga ya." sahut Manda sinis.


" Eh, gaklah.. kamu tadi pasti mengira aku seumuran dengan kamu kan?" kata Lio dengan percaya diri.


" Idih, percaya diri sekali kamu, paman?" ejek Manda dengan raut wajah merendahkan, tapi itu membuat Lio menjadi gemas.


" Panggil aku kangmas!" pinta Lio dengan raut wajah yang tetep cool.


" Gak mau! Kamu cocoknya dipanggil om atau paman!" sahut Manda sarkas.


" Nah emang udah tua kan?" lanjut Manda sambil menatap kearah lain.. kedekatan ini membuat jantungnya berdetak tidak karuan. Tidak baik dekat dekat dengan laki laki macam ini, bisa membuat kesehatan jantungnya terganggu.


" Eh hanya selisih 8 pol cuman 9 tahunan aja. Lagian wajahku lumayan baby face kan?" sanggah Lio membela diri.


" Tapi aku gak mau manggil kamu kangmas, kesannya alay banget tau gak?" kata Manda mencebik manja. Membuat Lio ingin mencium bibir yang sedang manyun itu. Sumpah demi apapun, Lio tidak pernah merasakan debaran seperti ini. Ia juga ga pernah merasakan jatuh cinta. Ini merupakan perasaan yang asing baginya.


" Yaudah, panggil aku mas? " tanya Lio lagi. Ia tidak mau menggoda Manda lagi. Menggoda Manda sama dengan membuat dirinya berdebar debar.


Berdekatan dengan gadis cantik itu membuatnya kehilangan pengendalian diri. Hanya tindakan panas saja yang ingin ia lakukan saat ini, Ya Tuhan, pikiran Lio hanya berputar di areal begituan saja saat berduaan bersama Manda.

__ADS_1


" Baiklah, Mas!" sahut Manda menuruti kehendak Lio.


Tok tok tok


Lio bergegas membuka pintu dan mengambil paper bag yang berisi pesanannya yang dikirim oleh anak buahnya.


Lio langsung memberikan paper bag yang berisi dress dan pakaian dalam milik Manda dan menyuruh gadis itu untuk segera mengganti bajunya di dalam kamar mandi, sedangkan Lio membuka paper bag yang berisi kemejanya dan memakainya langsung di dalam kamar. Sedangkan paperbag yang berisi makan siap saji ditaruhnya ke meja, niatannya ia akan memakannya bersama Manda sebelum mengantar Manda ke rumahnya.


Manda yang sudah selesai memakai dressnya langsung keluar dari kamar mandi, ternyata Lio masih sedang memakai kemejanya. Dadanya yang masih telanjang karena kemeja yang belum dikancingkan Lio masih sempat Manda lihat. Manda langsung membalikkan badannya dengan segera.


" Maaf, aku ga tau kalau kamu belum selesai berganti baju. " kata Manda gugup sambil memilin milin jarinya tanda ia sangat malu. Tindakan malu malu Manda membuat Lio menjadi senang dan ingin semakin menggoda Manda.


" Apa kamu malu? Kamu kan sudah melihatnya dengan jelas kemarin? Bahkan kamu juga sudah menandainya menjadi milikmu?" goda Lio dengan suara lembut.


" Ih dasar om om mesum. Aku ga ingat apa yang aku lakukan tadi malam. Aku gak ingat sama sekali tuh." sanggah Manda dengan nada ketus. Ia kesal si Lio ini berkali kali menceritakan hal yang sudah terjadi tadi malam dimana dirinya menandai Lio di beberapa tempat. Manda sebenarnya bukannya tidak ingat sama sekali apa yang sudah terjadi tapi ia ingin melupakan betapa liarnya dirinya tadi malam. Bahkan Manda ingin menutupi dirinya dengan selimut, saking malunya.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2