Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
60.


__ADS_3

Manda senang berada di keluarga yang hangat dan harmonis seperti keluarga Lio, meskipun Rangga juga Lio bukan anak kandung dari ayah dan ibu, tapi kasih sayang ayah dan ibu benar-benar nyata. Tidak ada pembedaan sama sekali terhadap Saka, Lio, maupun Rangga.


Manda pun juga senang mendapatkan ipar seperti Alana selain orangnya baik Alana juga tulus dalam menyayangi dan menerima Manda apa adanya.


" Bby, sehabis ini aku sama Manda mau keluar ke supermarket dekat sini sebentar aja. Kalian para laki-laki di rumah aja sambil jagain anak-anak. Boleh ya?" tanya Alana memohon.


" Nggak boleh! Ini sudah malam, sayang. Kalau kamu pergi harus sama aku." kata Saka dengan nada tegas.


" Ya ampun, Bby. Supermarket nya hanya beberapa ratus meter dari tempat ini. Paling 5 menit jalan juga nyampe." bantah Alana lagi sambil manyun.


" Kalau kamu emang mau pergi dan butuh banget untuk beli sesuatu di sana, Aku akan nganterin kamu, kalau Manda mau ikut juga silakan aja bahkan kalau semua mau ikut, it's oke. Yang pasti aku tidak akan membiarkan kalian pergi sendirian." kata Saka memberi penjelasan.


" Baiklah, Jadi siapa aja yang mau ikutan?" tanya Alana dengan nada kesal.


" Oke aku juga ikut jadi palingan aku, Manda, kamu dan Saka." kata Lio memutuskan.


" La, kamu ini mau beli apa sih. Bukannya Ibu mau ngelarang, tapi ini udah malam. Sebentar lagi waktunya anak-anak tidur, kasihan kalau mereka harus nungguin kamu terutama si Alendra. Kalau nggak butuh butuh banget mbok ya ditunda besok aja." kata ibu menasehati Alana supaya menangguhkan keinginannya untuk pergi ke supermarket malam-malam.


" Iya deh bu. Alana enggak jadi pergi." kata Alana dengan suara lirih, ia nggak mau dianggap durhaka karena membantah keinginan Ibu mertuanya. Karena sejatinya apa yang dinasehatkan Ibu mertuanya itu benar. Tadinya Ia hanya ingin mengajak Manda untuk membeli keperluan camilan dan lain sebagainya untuk teman mereka bercakap-cakap tengah malam nanti. Tapi karena nggak diijinkan ya sudah Alana nggak mau maksa.


" Sudahlah, lebih baik sekarang kita semua balik ke kamar masing-masing dan tidur karena sudah malam." kata ayah sambil mengerlingkan matanya kepada ibu sebagai kode.


" Aduh Ayahhhh! Ayah malah bikin Rangga jadi kepingin kan. Kasihan tuh yah, enggak ada partnernya. Kalau Lio kan sekarang ada Manda, Saka seperti biasa ada Alana, lah Rangga mau sama siapa?" goda ibu.

__ADS_1


" Rangga mau balik ke apartemen saja sama Kalandra, soalnya di sini Rangga dibully melulu." rajuk Rangga pura pura.


" Ha ha ha ha sudah sana semuanya pada balik ke kamar masing-masing, biar bisa menunaikan hak dan kewajibannya masing-masing!" perintah ayah lagi.


Lalu mereka semua bersiap-siap untuk masuk ke kamarnya masing-masing.


Manda yang belum pernah masuk ke dalam kamar Lio yang ada di rumah besar, jadi terkagum saat melihat kamar Lio yang besar dan penuh dengan fasilitas modern.


Kamar yang khas untuk laki-laki, dengan dominasi warna hitam dan biru muda, sprei kombinasi warna hitam dan putih dan juga furniture yang kebanyakan bercorak gelap. Jangan lupa karpet yang berwarna senada membuat kamar itu terkesan misterius.


" Mas kenapa ya kamar kamu ini kesannya misterius banget. Aku juga tahu kalau kamar ini ada pendingin ruangan nya, tapi warna ini membuat ruangan ini jadi lebih dingin dari seharusnya." kata Manda sambil bergidik karena kedinginan.


" Sayang, kamu nggak usah lagi takut kedinginan ya, soalnya ada Mas yang akan selalu menghangatkan tubuh kamu." kata Lio dengan suara sensual. Sepertinya ini sebuah kode buat Manda kalau bakal ada pertempuran di kamar ini. Alhasil, Manda malah semakin kedinginan karena gugup bakal diserang oleh Lio. Ia takut kalau ia membuat suara suara yang membuat tetangga kamar Lio itu bakal terganggu.


" Jangan khawatir, Sayang ! Suara kamu itu nggak bakalan kedengeran sampai ke kamar sebelah karena kamar Mas ini ini dilengkapi dengan peredam suara, jadi sekalipun kamu berteriak-teriak seperti apapun mereka nggak akan dengar." kata Lio yang seakan bisa menebak pikiran pikiran liar Manda saat ini.


" Ya iyalah pikiranmu itu itu seperti buku yang terbuka bagiku. Aku bisa menebak apapun yang sedang kamu pikirkan saat ini." lanjut Lio sambil tersenyum.


" Oh yah, kalau begitu coba sekarang Mas tebak apa yang yang sedang aku pikirkan?" tanya Manda menguji Lio.


"Kamu sekarang lagi mikirin apa yang bakal kamu teriakan saat aku menindih tubuh kamu yang... ehrmmmhh.." suara Lio tidak lagi kedengaran karena tangan Manda udah membekap mulut Lio yang m**um.


" Dasar om om kalau ngomong nggak pernah di filter." kata Manda kesal dengan ucapan Lio yang vulgar.

__ADS_1


" Haduh Manda, kan kamu tadi nanya sama mas. Apa yang sedang kamu pikirkan ? Nah, Mas kan hanya menyuarakan apa yang sedang kamu pikirkan. Kok malah kamu jadi marah? Berarti pikiran kamu itu yang plus-plus." kata Lio sambil tertawa terbahak-bahak.


" Sudah ah, Mas ! Aku capek ngomong sama kamu, sekarang aku mau mandi dulu, setelah itu aku mau bobok cantik dan kamu nggak boleh gangguin aku. Ngerti mas?" kata Manda sambil melotot. Dia masih kesal karena Lio selalu menang saat berdebat dengan Manda.


" Mandinya barengan aja Manda sayang, biar irit air sama sabun." sambung Leo masih usaha aja. Ya iyalah dirinya dan Manda kan masih pengantin baru wajib hukumnya untuk terus berusaha untuk melakukan yang iya-iya.


" Mas, kamu itu selalu modus!! Yang ada kalau kita mandi bareng adalah aku yang rugi karena kamu pasti ngabisin sabun dan air!!" bantah Manda.


" Sayang Mas kan juga kepingin dimandiin sama istri tercinta. By the way kalau istri menolak mandi bareng dosa nggak ya?." tanya Lio sambil melirik ke Manda ingin melihat reaksi istrinya.


" Arrrgghh, ya udah ! Ayo mandi bareng." kata Manda sambil menghela nafasnya dengan kasar. Lagi-lagi ia kalah berdebat dengan Lio. Lio hanya tersenyum penuh kemenangan dan segera membuka satu persatu pakaiannya.


" Sayang, kamu butuh bantuan mas nggak buat bukain baju kamu ?" tanya Lio penuh tendensi.


" Nggak usah, Mas !! Manda bisa sendiri, kalau Mas udah selesai buka-buka bajunya langsung aja masuk ke kamar mandi, nanti Manda nyusul deh." tapi Lio bukan orang yang bisa begitu saja dikibulin, Ia tetap menanti Manda selesai membuka bajunya dan masuk kamar mandi bersama-sama. Tentunya kalian tahu kan apa yang bakalan Lio lakukan di dalam kamar mandi saat diaa dan Manda bersama-sama? Yap benar sekali!!! Ibadah!!! He he he.


** skipp**


.


.


.

__ADS_1


TBC


Otor panas dingin, jadi detilnya di skip yaaaa😂😂 Jangan lupa untuk memberikan like, vote dan gift yaa. Makasih!!!


__ADS_2