Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
50.


__ADS_3

" Genta kalau mau tidur sama auntie ga pa pa loh!" rayu Manda, karena kasihan anak itu sudah kayak mau nangis.


" Engga, besok aja kita sekalian tidur di rumah besar." putus Lio tegas.


" Sekarang Genta pulang dulu ya... Mommy and Daddy love you, baby!" kata Alana menyuruh anaknya pulang. Kalau ngga disuruh pulang ntar Lio pasti ngambek lagi karena jatah berduaan bersama Manda akan terganggu dengan adanya Genta, kakek dan neneknya.


" Oke mom, say love to my lil bro too. " balas Genta dengan bahasa inggris yang sangat fasih.


" I will babyy! "


" Son, you are incredible. Sleep with you uncle... ouch, sayang its hurt!" cebik Saka karena Alana mencubitnya. Bagaimana ga dicubit, Alana susah susah membujuk Genta untuk pulang ke rumah besar agar Lio ga lagi manyun, ini daddynya malah mau ngerjain Lio lagi dengan menyuruh anaknya tetep kekeuh disitu.


" Aku putusin dulu video callnya, dasar suamimu itu gak aturan, La!! Lihat aja nanti aku akan bikin perhitungan saat ia disini besok." seru Lio kesal sambil mematikan video callnya dengan Saka tanpa menunggu jawaban dari Alana.


" Sudah, wajah kamu jangan ditekuk gitu. Nanti kamu ga dapat jatah lo." kata ayah Langit sambil tersenyum smirk.


" Kamu ini loh, Yo! Toh tadi kamu juga udah main iya iya sama Manda, kok keponakannya mau disini aja ditolak." tukas ibu yang kesal sama Lio, soalnya Lio itu ga ada bedanya sama Saka, kalau sama istri maunya dikekepin mulu, super posesif gitu.


" Nek, main iya iya itu apa? Genta juga mau dong." tanya Genta dengan polosnya.


Dueeengg!! Ibu sih, kalau marahin Lio ga lihat ada anak kecil. Jadinya nanya nanya kan? Kalau ga dijawab pasti anaknya merajuk,kalau dijawab itu konten dewasa. Gimana dong ah?


Ibu speechless, mau minta tolong ayah Langit, ayahnya cuman mengangkat tangan tanda menyerah. Terpaksa minta bantuan Lio. Lah Lio juga bingung mau ngomong apa. Tau kan kalau si Genta itu cerdas dan rasa ingin tahunya gede.


" Ehm itu... itu mainan untuk bikin dede." nah lo, jawabannya Lio ngaco banget, malah bikin ayah dan ibu tepok jidat. Sedangkan Manda menutup wajahnya karena malu dengan jawaban Lio.


" O jadi daddy ama mommy juga mainan itu pas bikin dede Alend? " tanya Genta lagi.


" Ehm lha itu..." Lio garuk garuk kepalanya yang ga gatal, ia udah tergagap mau dijawab apa coba si Genta ini?

__ADS_1


" Sudah malam Genta sayang, tuh lihat nenek udah menguap karena ngantuk. Ayo kita pulang!" ajak ayah Langit dengan segera daripada nanti Lio mengucapkan hal hal yang membuat Genta dewasa sebelum waktunya, bisa bisa Alana mencak mencak. Kalau Saka mah santuy, bukannya Saka juga sering banget melakukan hal seperti Genta?


" Hah? Tapi.. Ya udah deh! Auntie, Genta pulang ya, assalamualaikum! " kata Genta sambil mencium tangan Amanda.


" Iya sayang..wasalammuaalaikumm"


" Uncle, Genta pulang ya! " lanjut Genta sambil mencium tangan Lio. Lio dengan gemas mengangkat tubuh kecil itu dan mencium perut Genta dan membuat Genta tertawa terbahak bahak.


" Lio, jangan digodain sampe kayak gitu, nanti Genta rewel tidurnya." kata ibu yang masih percaya hal hal yang mengandung kepercayaan kuno.


" Udah, ayo Manda Lio, ayah dan ibu pulang dulu! Lanjutkan malam kalian,ingat jangan sampai kecapean si Mandanya." kata ayah berpamitan, sambil mengambil alih Genta yang ada di gendongan Lio, ganti sekarang digendong ayah.


" Eh, yah! Jangan gendong Genta, ntar encoknya kumat." peringat Lio, karena Lio tahu kalau ayah Langit sudah tua, encoknya kumat kan malah berabe.


" Jangan menghina ayah. Tua tua gini, ayah masih bisa main 3 ronde tauk.. eh aduhhh!" giliran ayah Langit yng kena cubit ibu karena ngomongnya yang vulgar ga disaring dulu. Tau ada anak kecil yang smart,kalo udah nanya nanya, mau dijawab apa coba?


" Ayah, ayo pulang, si Genta digandeng aja, nanti kalo pinggangnya sakit ibu yang repot." sahut ibu memepercepat acara pamitan yang ga selesai selesai itu.


" Ayo bu, kuantar sampai ke lift." kata Kio sambil membuka pintu dan mempersilahkan tamunya untuk keluar.


" Halah, padahal maksudmu supaya kami cepat pulang." cebik ibu sambil menggandeng Genta dan tangn satunya dilingkarkan di lengan ayah.


" Ya allah ibu. Suudzon aja sih. Padahal nganterin tu karena Lio berbakti loh bu."


" Sekarang kamu semenjak nikah ngomong kmu panjang kali lebar ya. G kayak dulu yang banyak diem. Datar dan dingin kayak kulkas." goda ibu sambil terua berjalan keluar diikuti Manda dan Lio. Manda yang melihat kehangatan keluarga Lio menjadi senang, karena ternyata dirinya diterima di sebuah keluarga yang baik dan harmonis.


" Iya, bu. Kayaknya mas Lio udah ga sedingin waktu pertama kali Mnda ketemu dulu. " kata Manda membenarkan kata kata ibu.


" Lha iya. Tau gitu ibu udah nikahkan kamu dari dulu."

__ADS_1


" Ah, Lio kalau ga sama Manda ya ga mau to. Lha wong jodohnya sekarang kok." bantah Lio dengan segera. Enak aja mau dinikahkan, kalau ga sama Manda, Lio juga ga sreg lah.


" Oh lha iya ya.. Ibu lupa. Ha ha ha." ayah hanya memandang istri dan anaknya dengan bahagia, karena walau mereka ini hanya sebatas ibu dan anak angkat tapi kehangatan dan cinta kasihnya benar benar terasa.


" Udah sampai ke lift,wis kalian balik aja." perintah ayah.


" Ya ayah, ibu... assalamualaikum. Genta besok auntie datang ya." kata Mnda yang tangannya segera ditarik oleh Lio yang sudh ga sabar dengan acara pamit yang mbulet melulu dari tadi. Lha wong kan besok masih ada wktu ketemu to.


" Waalaikum salamm.." jawab ayah ibu dan Genta bersamaan. Genta dengan sangat antusias melambaikan tangannya kepada Manda, auntie barunya itu. Mungkin anak kecil juga tahu kalau auntienya itu selain cantik juga baik, maka first imoression Genta adalah menyukai auntie barunya itu.


Pintu lift terbuka dan mereka bertiga masuk, dan setelah pintu lift tertutup Lio yang daritadi menarik tangan Manda dengan tidak sabar langsung menggendong tubuh Manda yang ramping itu.


" Ouchhh Masss... turunin ah. Nanti kalau jatuh gimana?" jerit Manda terkejut karena ia merasakan tubuhnya seperti melayang.


" Sssttt diam aja, nanti kita didatengin tetangga apartemen ini kalau kamu teriak teriak kayak gini." kata Lio tak memperdulikan protes Manda dan langsung membawa Manda ke dalam apartemennya.


" Mas kamu belum kunci pintu." kata Manda protes karena Lio hanya menendang pintu apartemennya agar tertutup tapi ga menekn tombol kunci.


" Tenang syangku Manda. Pintuku bisa ditutup lewat remote yang ada di nakas samping ranjang kita. Yang penting sekarang adalah kamu !" kata Lio sambil menjatuhkan Manda di ranjang empuk Lio.


Lio tidak membuang waktu untuk membuka yang tidak ia butuhkan di tubuh Manda, serta melakukan yang sudah ia rindukan sedari tadi. Ibadah wajibnya bersama kekasih halalnya. Sesuatu yang menjadi candu bagi dirinya sejak ia bertemu Manda. Dan Manda pun hanya bisa menuruti kemauan suaminya itu, karena Lio selalu dapat membangkitkan hal hal yang ia tidak pernah mengerti sebelumnya.


*skippp*


.


.


.

__ADS_1


TBC


😂😂maaf ya adegan sensorrrr🤟🏻🤟🏻


__ADS_2