Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
7.


__ADS_3

" Bukankah kamu adalah hadiah yang disediakan Vella untukku?" tanya laki laki itu dengan senyum smirk yang menghiasi wajah tampannya yang berkesan datar.


" Apa?" sahut Manda sambil menoleh ke arah laki laki itu dengan cepat. Manda sangat terkejut, ia tidak pernah menyangka kalau Vella yang ia anggap sahabatnya menjual keperawanannya hanya sebagai hadiah bagi laki laki yang ia saja tidak kenal. Manda hanya bisa mengeraskan wajahnya dan mengepalkan kedua tangannya sampai tanpa sadar kukunya menancap di telapak tangannya sendiri.


" Hadiah?" lanjut Manda lagi sambil memandangi wajah laki laki yang menatapnya tanpa ekspresi.


" Hu um. " jawab laki laki itu drngan singkat tanpa mengurangi ekspresi wajahnya yang masih tampak datar dan dingin,seakan laki laki ini tak punya ekspresi lain selain itu.


" Dasar kalian semua... arrrghhh!! Kalian pikir aku barang? Kalian pikir tubuhku milik siapa? Apakah untuk konsumsi publik? Sialan semuaaa!!! " jerit Manda histeris. Ia tidak habis pikir dengan Vela, yang ia pikir temannya tapi malah menjerumuskannya ke lembah kenistaan. Membuatnya harus merelakan tubuhnya untuk seorang laki laki yang ia tidak kenal. Manda menjerit memaki semuuanya, sehabis itu ia kembali menangis.


" Aku tidak tahu, ehmm.. siapa namamu? " tanya Laki laki itu dengan nada lembut,meski belum bisa membuat wajahnya yang seperti robot itu memiliki ekspresi lainnya.


" Manda.. Amanda." jawab Manda singkat. Ia tidak mau mengotori nama Djoyodiningrat. Mungkin langkah Manda pikirnya sudah tepat, karena ia mengira nantinya ketika ia nanti melarikan diri dari laki laki itu, ia akan mengalami kesulitan untuk sekedar bisa mencari keberadaannya, tapi Manda sedikit salah perkiraan karena ia tidak tahu dengan siapa ia sedang berhadapan. Ia tidak tahu kalau Lio ini seorang CEO dan peretas IT ternama. Memang ia bekerja membantu adik angkatnya tapi ia juga memiliki perusahaannya sendiri yang ia bangun dengan kerja kerasnya sendiri.


" Lio, Lionando Perdana." Jawab laki laki itu dengan singkat. Yah, nama laki laki itu emang Lionando, ia anak angkat dari Langit Perdana dan Irsyana. Ayahnya Kuncoro dan istrinya sudah meninggal semenjak Lio berusia 14 th sehingga Lio diangkat anak secara sah oleh keluarga Perdana. Ia pun memiliki saham yang sama besar dengan Narendra Sakabumi, CEO Perdana.corp. Tapi emang Lio selalu menempatkan diri sebagai asisten sekaligus tangan kanan dari adik angkatnya yaitu Narendra Sakabumi, sebagai balas budinya kepada keluarga ini yang sudah mengangkatnya dan memberi ia hidup berdampingan sebagai keluarga,yang sudah tidak ia miliki, sejak orangtuanya meninggal.


" Jadi, tuan Lio. Saya rasa urusan kita selesai sampai disini. Saya sudah muak dengan kalian. Yang bisa bisanya mengorbankan saya yang notabene bukan orang yang berhutang dengan kamu. Saya pergi!" kata Manda dengan nada sinis. Ia begitu kesal dengan tingkah baj**gan seorang Vella, yang sudah ia anggap sebagai sahabat, tapi malah rela menipunya sehingga ia harus mengorbankan tubuh dan harga dirinya sebagai wanita yang selama ini ia jaga. Oh my God! Manda ingat sesuatu... kemarin mereka melakukannya tanpa pengaman. Bagaimana ini? Gak akan mungkin langsung jadi kan? Gak akan hamil dengan sekali percobaan kan? Amanda menggigil kaku. Ia tahu ia sudah salah. Ia masih bisa menanggung kalau ia gak hamil. Ia bisa bilang kalau ia gak mau dijodohin dan keluar dari keluarga Djoyodiningrat. Tapi kalau ia hamil, maka ia akan mencoreng nama Djoyodiningrat dengan arang legam. Ia bisa dibunuh oleh ayahnya dan kakak kakaknya yang super posesif. Tidakkkkk!!!

__ADS_1


Perubahan wajah Manda yang jadi pucat pias di sadari penuh oleh Lio. Ia tahu, wanita dihadapannya belum pernah berhubungan dengan laki laki lain. Dirinyalah yang menjadi orang yang pertama kali menikmati tubuhnya.


" Kenapa? Ada yang sakit? Apa itu kamu sakit?" tanya Lio dengan nada cemas.


" Sembarangan!! Kamu emang sengaja ya manfaatin aku. Kamu tahu gak kalau kamu itu kemarin berbuat tanpa pengaman! Gimana nih? Orang tuaku pasti akan membunuh aku!" kata Manda sambil bergidik ngeri.


" Ck, sudah kubilang kan tadi kalau aku akan bertanggung jawab sama kamu. Aku akan menemui orang tua kamu dan akan menikahi kamu." jawab Lio lagi. Tidak tahu kenapa ia merasa ingin meringankan beban Manda, padahal ia baru bertemu dan melakukan onenight stand.


Mestinya ia gak usah peduli dengan wanita itu karena ia diberikan Vella sebagai hadiah untuk Rendra mestinya tapi karena Rendra kemarin pulang dan minuman yang mengandung obat perangsang itu dirinya yang menenggaknya maka secara otomatis ia melakukannya dengan Manda karena ia tidak lagi sanggup menahan libidonya yang sudah membuncah. Ditambah lagi Manda juga membalas bahkan meluapkan gairahnya yang sama seperti Lio. Lio curiga mungkin Manda juga diberikan obat perangsang yang sama. Jangan jangan...


" Sebentar" kata Lio sambil matanya jelalatan memandangi setiap sudut kamar VVIP yang mereka pakai untuk tempat mereka semalam.


" Apa sih yang kamu cari?" tanya gadis itu dengan wajah heran yang tidak dapat ia tutupi.


" Hmm.. " Lio menemukan apa yang ia cari. Sebuah kamera wireless yang tugasnya menyimpan gambar yang sudah terjadi di kamar itu sejak kamera itu dipasang. Untung saja bukan kamera pengintai, yang terhubung dengan ruang controller. Kamera ini fungsinya hanya untuk mengambil dan menyimpan gambar di dalamnya. Mungkin kamera ini akan diambil setelah Lio dan Manda cek out.


Lio semakin mengerti apa yang Vella inginkan. Ia ingin menjebak Saka dan membuatnya menuruti setiap keinginan gadis itu. Sialan !!! Untung saja rekaman ini belum jatuh kepada tangan gadis yang tidak bertanggung jawab itu. Dan untungnya lagi yang terjebak adalah dirinya dan bukan Saka yang sudah memiliki 2 istri,bahkan istrinya yang pertama sedang hilang. Bisa dibayangkan betapa kalutnya Saka kalau ini terjadi pada adik angkatnya itu.

__ADS_1


" Ternyata begitu..." kata Lio sambil mengangguk anggukkan kepalanya tanda ia mengerti skema yang akan dilakukan oleh Vella.


Padahal Pak Burhan yang notabene adalah pamannya sudah tertangkap saat hendak membunuh Saka , tapi emang belum menangkap Vella karena belum ada bukti bukti yang konkret.


Hanya sikap ja**ng seorang Vella menghasut beberapa pemilik saham di Perdana.corp lainnya membuat dirinya kemarin agak kelimpungan dalam mengatasi semuanya. Untunglah masalah itu juga sudah bisa atasi dengan baik, eh kok malah sekarang Vella melancarkan serangan lainnya. Ambisinya untuk bisa memliki Saka sebagai suaminya menjadi pemikiran Lio saat ini. Ia tahu kalau Vella menyukai dan terobsesi berat dengan adik angkatnya itu, selain juga niatannya untuk memiliki perusahaan juga.


" Apanya sih? Benda apa itu?" tanya Manda lagi, ia tidak mengerti bagaimana laki laki ini tahu ada benda itu di dalam lamar VVIP ini.


" Kita.. kita dijebak oleh Vella teman tersayangmu itu." kata Lio sambil menyodorkan kamera itu untuk dilihat oleh Manda.


" Dijebak? Kau dan aku? Untuk apa?" tanya Manda bertubi tubi. Ia semakin tidak mengerti kalau ada penghargaan sebagai teman terjahat, maka mungkin Vella yang akan menerima pernghargaan itu. Betapa menjijikkannya seorang Vella, tidak puas merusak dirinya sendiri dengan ONS nya sekarang bahkan sekarang ia mau merusak Manda.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2