
" Sayang apa sih yang sedang kamu pikirkan?" kata-kata laki-laki paruh baya kepada seorang gadis muda di dalam pelukannya yang tidak mengenakan sehelai benang pun.
" Aku hanya sedang berpikir, om. Mengapa nasibku tidak pernah sebaik Manda padahal aku juga sama cantiknya seperti dia tetapi kenapa para laki-laki itu menyukai dia dan tidak menyukaiku." kata gadis itu dengan lirih.
" Siapa bilang? Nyatanya aku menyukai kamu. Eh, sebentar sebentar, apa maksud kamu si Manda yang akan kamu kenal kan sama Om itu ? Yang katamu seksi dan cantik itu?" tanya laki laki paruhbaya itu sambil masih saja membelai tubuh gadis yang ada di dalam pelukannya itu.
" Iya, aku sangat membenci Manda. Dia selalu mendapatkan perhatian yang terbaik dari teman-teman lelakiku. Dulu aku pernah menyukai seorang pria tapi ternyata pria itu juga naksir sama Manda. Dan kejadian itu bukan hanya terjadi sekali itu saja, dia selalu dapat merebut perhatian laki-laki yang aku sukai. Om tahu? Dia itu sudah seperti seorang wanita ja***g yang pandai meraih perhatian dari pelanggan pelanggannya. Padahal kalau dilihat, masih cantikan aku kemana-mana, bodynya pun masih bagus aku kemana-mana, tapi kenapa? Kenapa? Argggh." suara putus asa dari gadis itu menggema di seluruh penjuru kamar pribadi pria paruh baya itu.
Tapi pria itu meresponnya dengan santai, ia masih saja membelai punggung polos gadis itu, seakan ingin menenangkannya. Mungkin inilah yang gadis ini sukai dari pria paruh baya itu, ketenangannya, juga perhatiannya yang tidak pernah ia dapatkan dari siapapun. Bahkan tidak pernah ia dapatkan dari keluarganya sekalipun.
Jadi sekalipun pria itu sudah berumur, mungkin bentuk perutnya juga sudah buncit, tapi Gadis itu tetap berhubungan dengannya, karena ia merasakan kenyamanan, walau pria itu juga sama dengan laki laki lain yang menginginkan timbal balik hubungan s*x dengan gadis muda itu.
" Lalu apa yang ingin kamu lakukan kepada Manda? Om akan berusaha untuk membantu kamu, jadi apapun yang kamu inginkan selama om masih bisa untuk mengabulkannya, Kenapa tidak?" kata pria itu dengan yakin. Padahal ia juga ingin tahu seperti apakah Manda itu, ia juga ingin mencicipi tubuh Manda yang katanya aduhai itu.
" Aku ingin menghancurkan kebahagiaan Manda! Om tahu? tadinya aku ingin menghancurkan Manda dengan membiarkan laki laki merengut kesuciannya tapi nasib baik dan keberuntungan selalu mengikutinya, sekarang ia malah dinikahi oleh putra angkat Langit Perdana." rupanya Vella sudah tahu kalau Lio menikahi Manda. Ya gadis yang sedang berintim ria dengan pria tua itu adalah Vella, itulah yang selaluu dilakukan oleh Vella untuk hidup, dari belaian dan pelukan satu sugar daddy ke sugar daddy lainnya. Pokoknya pria pria tua yang bisa memberikan kepuasan batin dan kenyamanan serta kekayaan dengan cepat.
" Lalu sekarang, apa rencanamu?" tanya pria itu sambil masih setia membelai dan memeluk tubuh Vella.
" Menghancurkan kebahagiaan Manda dengan Lio. " bisiknya dengan suara menakutkan.
" Caranya?"
__ADS_1
" Om mau menikmati tubuh Manda atau tidak ? Kalau mau, tinggal ikuti instruksi dari saya. Gimana?" tanya Vella kepada pria tua itu. Siapa yang akan menolak untuk menikmati tubuh wanita cantik? Tentu saja pria tua itu menerima dengan senang hati, kemudian Vella berbisik di telinga pria tua itu tentang rencana apa yang akan dia lakukan kepada Manda. Pria itu hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanda ia menyetujui semua rencana Vella untuk menghancurkan kebahagiaan Manda dan Lio.
***
Sementara di tempat lain, Manda dan Lio baru saja sampai di rumah besar. Mereka langsung saja disambut oleh Genta, keponakan Lio yang sangat lucu dan menggemaskan bagi Manda.
" Aunty Manda I miss you!" teriak Genta dengan wajah berseri-seri. Ia langsung menghampiri Manda dan minta digendong oleh Manda. Tapi Lio dengan cepat mengambil alih Genta dan menggendongnya supaya Manda tidak bisa menggendong Genta.
" Hey, I am your uncle, boy! " kata Lio saat Genta meronta karena tidak mau digendong oleh Lio.
" Tidak mau !! Genta hanya mau digendong oleh aunty Manda!!" teriak Genta tetap ingin melepaskan diri dari Lio.
" Ya udah sini Genta biar digendong sama Aunty Manda!! Cup cup cup udah nggak usah nangis." kata Manda menghibur Genta yang sudah mulai berkaca-kaca karena digoda oleh Lio.
" Ada apa sih ini kok ribut ribut?" tanya ibu dengan nada heran.
" Nenek, uncle Lio nakal, sukanya godain Genta aja! Padahal kan Genta cuman mau digendong sama aunty Manda tapi uncle Lio gangguin Genta terus." lapor Genta kepada neneknya.
" Lio .. kamu itu sudah tua, sudah sepantasnya memiliki anak, eh malah masih godain anak kecil. Gimana sih kamu?" ibu Irsyana menasihati Lio, yang kemudian melepaskan Genta dan menyerahkannya sama Manda.
Lio menyalimi ibu dan mencium pipinya kanan dan kiri. Begitu pula dengan Manda.
__ADS_1
" Bu, apa Saka udah datang? Lio kepengen gendong Allend." tanya Lio sambil celingak-celinguk. Lalu ibu menyuruh mereka masuk tanpa menjawab pertanyaan Lio. Dan Lio - Manda pun langsung masuk ke dalam. Dari dalam rumah tiba-tiba ada seseorang yang dengan santainya memukul bahu Lio dengan keras.
" Oh rupanya kamu masih ingat kalau punya saudara? Kirain nggak ngerti dan ga inget kalau punya saudara. Mau nikah kok ga ngenal ngenalin calonnya." kata Saka dengan wajah tampannya yang memikat, sekalipun Saka berkata kata dengan nada sarkas, tapi ia sangat perhatian dengan Lio.
Ia hanya masih belum terima kalau Lio menikah tanpa mengenal kan calon istrinya kepada dirinya dan Alana.
" Halah, itu lagi yang kamu bahas Emangnya nggak ada topik lainnya? Kan kamu tahu sendiri bahwa pernikahan itu terjadinya sangat cepat, jadi ya harap maklum!" jelas Lio sedikit ga enak. Sementara Manda masih sibuk dengan Genta. Begitu ia mendongak, ia melihat sosok laki laki asing yang sedang bersama suaminya. Demi kesopanan ia pun mendekat dan memberi salam.
" Assalamualaikum!"
" Waalaikumsalam.." jawab mereka berdua bersamaan.
" Nah, kenalin ini Amanda Djoyodiningrat, biasa dipanggil Manda saja, ini kakak ipar kamu. Ini adalah Narendra Sakabumi, adik ipar kamu, ia biasa dipanggil Saka. Ia orang yang membuat Vella tergila gila. Dan orang inilah yang dari kemarin marah marah terus, minta dikenalin sama kamu! Mana Alana? Nanti ribut lagi minta dikenalin sama kakak ipar aja." kata Lio sambil mengenalkan Manda, Manda hanya tersenyum manis tanpa kata. Sejatinya Manda juga bingung mau ngomong apa dengan adik angkatnya Lio. Kayaknya orangnya serem dan irit kata. Mungkin hanya Manda yang berpendapat seperti itu, karena kalau gadis gadis lain, bakal silau melihat wajah tampan Saka.
" Hey, broo..." sapa seseorang dari dalam.
.
.
.
__ADS_1
TBC
*** Readersss jangan lupa vote dan gift serta komen ya. Di share juga di medsos kalian. Hari ini crazy update langsung. Thank youuu💋💋