Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
41.


__ADS_3

" Masih belum beres, yah! Kita masih ada satu permasalahan lagi,bagaimana dengan lamaran Kenan yang kemarin? Kita kan ga mungkin main gantung permintaan orang. Apalagi ayah juga tahu kalau Kenan juga memjadi investor di perusahaan kita. Joe tahu kalau Manda kan ga mungkin menikahi 2 orang, tapi kita juga ga boleh gegabah dalam menolaknya bukan begitu, Yo?" tanya Joe kepada Lio.


" Benar, tapi seperti kataku kemarin, kalau sampai Kenan menarik investasinya, aku akan menggantikannya dan mengatas namakan saham yang aku beli itu dengan nama Manda. Cukup adilkan?" tanya Lio lagi.


" Yah gini aja to. Biar Kenan akan ayah ajak bicara. Bukankah kita bisa menjalin silahturahmi dengan dia. Kan kita ga bisa memaksa hati Manda berlabuh pada siapa. Lagian kejadian ini sudah dimenangkan Lio, ga adil rasanya kalau Kenan menjadi yang kedua. Ayah rasa kalau Kenan tahu, ia juga ga akan mau." ucapan ayah membuat Manda menatap Lio dengan pandangan memelas.


" Ehm, kebetulan Kenan sudah tau kondisi Manda, yah!" sahut Manda lirih sambil menunduk.


" Oh ya baguslah. Kita emang harus jujur sama dia. Jadi sudah beres kan?" lanjut ayah merasa lega. Tapi Manda menoleh ke arah Lio lagi dan setelah Lio mengangguk ia melanjutkan perkataannya.


" Eh gini Yah! Kenan juga ga akan mundur setelah tahu kalau Manda sudah melakukan itu dengan Lio. Bahkan kalau Manda hamil sekalipun, Kenan mau tetap menikahi Manda dan menyayangi anak di dlam kandungan Manda.Gitu katanya." sahut Manda lagi masih dengn lirih. Ayah melotot mendengar apa yang dikatakan Manda. Lha kok banyk yang tergila gila sama anaknya gitu.


" Astafirullaah, ehm tapi kamu belum hamil kan?" tanya ayah dengan cepat, karena ia juga akhirnya shock memikirkan kemungkinan itu juga.


" Manda belum tahu, yah!"


" Emang kamu sudah datang bulan, nduk?" tanya ibu dengan lembut.


" Belum." sahut Manda sambil menggeleng.


Duengggg!!! Ayah bak kejatuhan besi satu ton. Lha kalau hamil gimana? Kan belum nikahan. Padahal kejadian Manda sama Lio itu kan sudah satu setengah bulan yang lalu, kalau jadi anaknya bahkan sudah brusia 6 sampe 8 mingguan. Kacau nih kacau.


" Bentar yah, kita ga usah khawatir masalah itu dulu, bukannya besok mereka juga akan menikah, gimana kalau kita urus masalah Kenan saja duku. Karena itu yang urgent, Yah!" lanjut Joe yang melihat ayahnya tampak stress dengan berita kalau Manda belum datang bulan.

__ADS_1


" Iya iya, ayah lupa kalau besok Manda dan Lio kan sudah menikah." kata ayah lagi dengan nada lebih lirih.


" Untuk urusan Kenan biarlah ayah yang akan mengurusnya sekarang, kalian Lio sama Manda langsung saja berangkat fitting sama ibu. Biar ayah sama kami aja nanti nyusul kalian di butk yang sudah disiapakan sama Lio, gimana? Kami akan menemani ayah untuk menemui Kenan!" perintah Joz dengan cepat. Waktu yang semakin berjalan membuat kita harua bergerak cepat.


" Oke, biar Manda sama ibu akan bersiap dulu. Nak Lio tunggu sebentar ya!" kata ibu sambil menarik Manda ke kamar, supaya segera bersiap.


" Baik bu!" Lio langsung berbincang dengan ayah dn kedua kakak kembar Manda membahas pertemuan dengan Kenana juga untuk strategi acara besok.


***


Sesampainya Kenan di cafe Scandinaffian tempat pertemuan yang ditentukan oleh ayah dan kedua kembar, laki laki itu langsung bergegas. Ia sudah ga sabar mendengar keputusan ayah. Selain penasaran,ia juga rindu sama Manda.


" Assalamualaikum ayah!" sapa Kenan dengan hormat.


" Waalaikumsalamm.. gimana kabarnya nak Kenan?"


" Kami juga baik, Ken!! Silahkan duduk!"


Ayah dan kembar memilih cafe itu sebagai tempat pertemuan karena posisi cafe itu dekat dengan butik yang dipilih WO Lio. Setelah Kenan duduk, ayah langsung membuka pembicaraan dengan Kenan karena ia ingin masalah dwngan Kenan cepat selesai.


" Jadi gini nak Kenan, ayah berharap kamu akan bisa menerima segala keputusan yang sudah kami pikirkan dan kami rembugkan bersama. Karena pernikahan itu kan menyangkut kedua belah pihak, jadi keputusan Manda dalam hal ini juga penting. Dan ternyata anak gadis ayah memilih untuk bersama Lio..."


" Ayah, mungkin Manda memilih bersama Lio karena Manda merasa Lio sudah mengambil kesuciannya, dan ia merasa kalau..."

__ADS_1


" Ayah sudh tahu masalah itu. Makanya ayah minta maaf, dan terus terang aja ayah merasa malu karena masalah itu. Bagi ayah sngat tidak adil kalau Manda sama kamu padahal kamu orang yang baik. Lio lah yang sudah merusak Manda jadi dialah yang harus bertanggung jawab buat apa yang ia sudh lakukan. " tegas ayah lagi sambil memandang Kenan dengan tatapan penuh perhatian, Kenan meremas tangannya sendiri, ia merasa kalah set dengan Lio.


" Tapi ayah, Kenan bersedia bertnggung jawab atas Manda! Kenan ga peduli walau apapun kondisi Manda..."


"Ayah yang ga rela kalau orang sebaik kau harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah dilakukan orang lain. Kamu berhak mendapat yang lebih baik. Jujur ayah tadi marah sama Manda, juga dengan Lio, karena bagi ayah, kesucian Manda itu penting dan bukan hal yang main main. Tapi nasi sudah menjadi bubur, ayah yang lalai menjaga Manda, sampai ia kena tipu seseorang yang ia anggap sahabat, juga sampai ia dimanfaatkan. Hah!! Sudahlah, kalau memikirkan nasib anak itu membuat ayah sedih." jelas ayah dengan suara leau, sedangkan Joe dan Joz hanya bisa menepuk bahu ayah untuk menguatkannya.


Kenan hanya diam, ia merasa sedih karena langkahnya untuk mendapatkan Manda sudah final. Ia ditolak!! Ia kalah cepat dengan Lio. IA SUDAH KALAH!!


" Nak Ken, ayah tahu kalau nak Ken pasti kecewa dengan keputusan ayah. Ayah mohon nak Ken bisa menerima dengan besar hati. Mudah mudahan, nak Ken bisa mendapatkan jodoh yang lebih baik dari Manda. Dan kalau nantinya nak Ken mau menarik kembali investasi yang sudah nak Ken masukkan di tempat ayah, nak Ken bisa langsung datang ke kantor besok untuk mengurusnya." lanjut ayah dengan wajah yang terlihat tambah loyo.


" Jangan, ayah! Saya selalu profesional dalam melakukan segala sesuatu. Urusan pekerjaan, biarlah urusan pekerjaan. Saya tidak mencampur adukkan itu dengan urusan pribadi saya. Saya mencoba ikhlas untuk kebahagiaan Manda." kata Kenan dengan cepat.


Ayah memandang Kenan dengan tulus.


" Ayah sudah kira kalau kamu orang yang baik. Tidak salah kalau ayah menyukai kamu. Terimakasih." kata ayah dengan mata yang berkaca kaca.


" Terimakasih juga ayah mau menerima dan menganggap saya menjadi bagian dari keluarga ayah. Kalau begitu saya permisi dulu. Assalamualaikum." kata Kenan sambil berlaku dari tempat itu. Hati Kenan terasa sesak. Ia harus segera pergi dri tempat itu. Ia menyesal.. sangat menyesal. Mengapa ia harus jatuh cinta sama Manda, ditengah yang lain berlomba lomba ingin menjadi istrinya malah ia jatuh cinta dengan gadis yang bahkan tidak pernah mau melihat kearahnya.


.


.


.

__ADS_1


TBC


*** Readers jangan lupa like dan votenya ya!! Maaf hari ini upnya telat karena ada krjaan. Hari ini up lagi malam hari... tetep double upppp🤟🏻🤟🏻🤟🏻


__ADS_2