
" Tidak ada niatan sedikitpun untuk aku membuat kamu terkekang. Ini adalah caraku untuk tetap terhubung dengan kamu, dimanapun kamu berada, karena kita tidak pernah tahu musuh yang akan menyerang kita sewaktu-waktu dan membuat kamu serta aku terpisah ini adalah jalan satu-satunya supaya kamu tetap ada didalam jangkauanku." jelas Leo dengan lembut. Dia tidak ingin kalau Manda sampai salah paham dengan banyaknya alat sadap yang ada ditubuh Manda, bahkan Manda juga belum tahu kalau sebenarnya ponselnya pun sudah disadap oleh Lio.
" Arggh, baiklah Mas!!"
" Sekarang kamu istirahat dulu, Mas mau ngecek beberapa file kerjaan di kantor sama Mas juga pingin ngelacak keberadaan Vella supaya kamu tidak terus-menerus dihantui ketakutan." kata Lio dengan nada lembut. Kalau ditanya apakah Lio cemas dengan kondisi yang saat ini ada? Tentu saja jawabannya adalah IYA! Tapi dia harus bergerak untuk bisa menyelamatkan istri dan anaknya.
" Huum." sahut Manda sambil kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang King size yang nyaman. Sementara Lio beranjak dari ruangan itu dan segera masuk ke ruangan kerjanya untuk dapat melacak keberadaan Vella melalui gadget canggihnya.
Sesampainya di dalam ruangan kerjanya, Lio langsung mengoperasikan gadget juga laptop untuk melacak keberadaan Vela. Dan seperti yang diperkirakan oleh Saka, dalam waktu sekejap Lio sudah dapat mendeteksi kira-kira di mana Vella berada. Sekalipun memang perkiraan kasar itu bisa saja meleset, tetapi akan lebih baik untuk mereka bisa mengecek keberadaan Vela sekarang melalui perkiraan yang diberikan oleh alat pelacak yang dimiliki Lio.
Tanpa berpikir panjang Lio langsung bergegas mengambil kunci mobil dan juga ponselnya agar dia dapat segera menyelesaikan permasalahan Vela. Tapi sebelum dia pergi Lio menengok ke kamar tempat Manda beristirahat dan dia melihat bahwa istrinya sedang tertidur pulas. Lio pun tidak berani mengganggu istirahat istrinya dan memutuskan untuk pergi setelah meninggalkan Sticky Note di samping tempat tidur mereka, dengan harapan setelah Manda nanti bangun dia akan segera menghubungi Lio karena Lio sudah memberitahukan keberadaan dirinya melalui notes yang ditinggalkan di samping tempat tidur mereka.
" Tidur yang nyenyak ya sayang, Mas akan berusaha mencari siapapun yang hendak menyakiti kamu. Jangan khawatir Mas akan segera kembali!" bisik Lio dengan suara yang lirih supaya dia tidak mengganggu tidur istrinya. Kemudian Lio juga mengecup kening istrinya itu dengan hati-hati supaya tidak membangunkan Manda.
Manda hanya bergerak sedikit namun kemudian dia membenamkan wajahnya ke guling Lio untuk menghidu aroma tubuh Lio yang tertinggal disana, dan kemudian dia tidur kembali.
__ADS_1
Lio hanya terkekeh kecil melihat tingkah laku Manda. Lalu segera bergegas dia pergi untuk mencari keberadaan Vella. Tapi sebelumnya dia juga menghubungi Saka juga Alex untuk bersama-sama mencari keberadaan wanita yang telah mengganggu kehidupan rumah tangga mereka.
***
Ting tong.. Ting tong..
Bunyi bel apartemen Lio, mengusik tidur Amanda. Masih dalam keadaan antara sadar atau tidak, Manda bangkit dari ranjangnya dan menuju ke pintu apartemen Lio untuk bisa segera membuka pintu. Karena Manda masih belum sadar sepenuhnya, dia lupa untuk mengecek kamera yang biasa digunakan Lio untuk melihat siapakah yang datang, Manda langsung saja membuka pintu tanpa mengecek lagi siapa yang datang saat ini. Pikirannya mungkin Lio tadi keluar, dan sekarang ada keluarga mereka yang berkunjung jadi dia membukakan pintu untuk mereka.
Tapi sialnya Amanda, ternyata orang yang ada di luar pintu apartemen Leo Itu bukan keluarga mereka yang berkunjung, akan tetapi beberapa orang yang bertubuh kekar, berwajah seram, dan berpakaian hitam-hitam.
Manda yang terkejut refleks menutup pintu apartemen Leo dengan cepat, sehingga mereka yang tadinya hendak masuk ke dalam pintu apartement jadi mengalami kesulitan. Manda langsung mengunci pintu apartemen itu dengan password yang tidak dapat dibobol oleh keamanan manapun, kecuali dibuka langsung oleh Lio atau pun Manda yang sudah tahu betul kode kunci pintu itu.
Manda dengan segera berbalik dan berlari masuk ke dalam kamar Lio, dia berusaha mencari ponsel miliknya supaya dia bisa menghubungi Lio dengan segera. Tubuh Amanda gemetar, dia sangat ketakutan. Dia berusaha menelepon Lio walaupun dengan tubuh yang bergetar hebat. Bahkan Manda mulai mendengar suara-suara pintu yang hendak dihancurkan. Tapi Manda masih bisa berpikir dengan jernih, dia langsung masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamar dengan kunci serta berusaha menarik lemari nakas yang sekiranya bisa menahan pintu kamar supaya tidak dibobol.
Setelah dia bisa menarik lemari untuk menahan pintu kamar Lio, Manda segera mencari ponselnya. Tapi naasnya dia lupa kalau ponselnya tadi ada di ruangan tempat ia biasa menonton TV bersama-sama dengan Lio, Manda semakin kebingungan apa yang di harus lakukan. Dia memegang kepalanya dan berusaha mengajak otaknya itu berpikir apa yang harus dia lakukan sekarang. Kemudian tiba-tiba dia teringat bahwa gelang yang dia pakai itu bisa mengirimkan sinyal tanda bahaya kepada Lio. Manda segera menekan tombol bahaya yang ada di gelangnya itu sehingga gelangnya itu seperti keluar sinar yang berkedip-kedip.
__ADS_1
Dia hanya berharap kalau Lio benar-benar bisa mencapai apartemen itu dan menyelamatkan dia. Karena dia tahu kalau sampai dia tertangkap oleh preman preman itu berarti nyawanya terancam. Manda tidak hanya memikirkan nyawanya sendiri tetapi dia teringat bahwa ada nyawa lain yang harus diselamatkan yang saat ini masih ada di dalam perutnya.
Manda berharap dengan cemas, karena dia mendengar bahwa para preman itu sudah berhasil membobol pintu depan. Manda jadi berpikir ulang, mengapa tidak ada satupun satpam yang datang ke sana dan membantunya, karena dengan kegaduhan yang saat ini terjadi pasti tetangga apartemennya akan melapor ke satpam di riangan keamanan bawah. Lagian bukankah di areal lantai tempat apartemen Lio berada, banyak sekali CCTV yang ditaruh di sana agar keamanan apartemennya terjaga dengan baik. Bahkan kamera CCTV apartment Lio itu terhubung dengan ruang pantau CCTV seluruh tower lantai dimana apartemen Lio ada.
Kecurigaan Amanda mengarah kepada disabotase nya CCTV pantauan di depan pintu ruangan apartemen Lio. Manda semakin khawatir, karena dia mendengar bahwa preman preman itu sudah masuk ke dalam ruangan dan berusaha mencari dirinya di setiap ruangan yang ada di situ. Dan sebentar lagi mereka akan mencapai dirinya. Manda semakin ketakutan dan dia berusaha menguatkan dirinya dengan berdoa.
Doanya semakin kencang ketika dia mendengar preman preman itu sudah mencapai ruangan tempatnya berada.
" Ya Allah tolonglah hambamu ini, hamba tidak mau tertangkap oleh mereka. Akan lebih baik daripada mereka merusak kehormatan hambaMu, biarlah hambaMu mengakhiri hidup saja!" doa Amanda dengan suara lirih. Dia masih saja terus berusaha berdoa supaya dirinya dilalukan dari peristiwa yang akan membuat dirinya terpuruk. Dia juga masih terus berharap kalau Lio akan datang dan menyelamatkannya, bukankah gelang yang saat ini dia pakai sudah berkedip-kedip, kenapa Lio belum datang menolongnya?
.
.
.
__ADS_1
TBC
*** maaf ya readerss, mungkin hari ini hanya bisa up 1 aja. Kondisi aku msh blm fit. Mungkin karen sering begadang nih... doain ya gengs supya cepat fit. Supya bisa up terus. Jangan lupa gift, like dan vote nya ya.... ditunggu!!