
Di ruang rawat inap VVIP itu Manda masih diam dalam pelukan Lio.
" Mas, kamu gak jijik sama aku?" tanya Manda lirih masih dalam pelukan Lio yang terasa hangat dan nyaman. Nada suaranya lirih dan datar. Seakan masih ada beban berat yang membayangi Mnda. Peristiwa yang baru saja siang itu terjadi masih membayangi. Wajar, karena tak seorang pun yang bisa melupakan peristiwa yang menakutkan itu dengan segera, jelas apa yang baru saja terjadi dengan Manda menggoreskan trauma yang dalam bagi Amanda.
" Kamu itu sangat berharga buat Mas. Tidak ada dalam kamus mas kalau kamu itu membuat Mas jadi jijik. Jadi jangan pernah kamu berpikir seperti itu. Perkataanmu tadi itu menyakitkan bagi Mas. Karena di sini Mas lah yang paling bersalah. Mas yang sudah membuat kamu seperti ini, justru mas takut kalau kamu membenci Mas. Tapi mas tidak akan menyerah untuk terus membuat kamu kembali seperti dulu." jelas Lio tanpa melepaskan pelukannya.
" Anak kita, Mas?"
" Itu hanya karena kita memang belum dipercaya untuk merawat seorang anak. Mas terlampau yakin, kalau kita nanti kan dipercaya olehNya. Jadi kamu jangan takut kalau diperiksa oleh dokter Clara ya?"
" Padahal kita baru saja menikah apa cobaannya begitu berat ya awalnya kamu yang ingin di sakiti oleh teman SMA kamu, sekarang aku yang dibuat seperti ini. Kenapa sepertinya Allah tidak mengizinkan kita bahagia ya?" protes Manda dengan nada datar, tidak ada seorang pun yang bisa menerima kenyataan dimana dirinya hampir saja dinodai oleh orang beramai-ramai.
Lio hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar dia juga tidak melepaskan pelukannya kepada Manda sehingga Manda bisa mendengar detak jantung yang berdebar sangat kencang saat bersama-sama dengan dirinya, dan detak jantung Lio itulah yang sepertinya menghipnotis Manda sehingga dia bisa tenang.
" Sayang, Itu adalah sebuah ujian, biasanya ujian itu itu akan membuat kita lebih baik lagi untuk kedepannya. Jadi kamu tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri dalam hal ini memang akulah yang ceroboh, akulah yang sudah meninggalkan kamu sendirian di apartemen itu, sehingga memungkinkan mereka datang saat aku tidak ada di sana. Maafkan aku juga karena aku terlambat datang." kata Lio sambil masih menaruh kepala Manda di dadanya.
" Mas, aku takut..."
" Aku akan selalu disini. Aku akan selalu bersama sama kamu. Aku ga akan tinggalin kamu. Jangan pergi dariku. Kau bisa hancur tanpa kamu."
" Mas, kamu ga akan pergi karena jijik sama aku kan?"
" Mau seperti apapun kamu. Cinta aku hanya buat kamu. Jangn buat semakin merasa bersalah karena perasaan rendah dirimu itu akulah yang menorehkannya. " kata Lio sambil mengecup punca kepala Manda dengan lembut, sedang Manda hanya memejamkan mata meresapi apa yang Lio baru saja katakan.
" Mas, maafkan aku yang ga bisa jagain anak kita ya!" isak tangis Manda terdengar pilu di telinga Lio sehingga dirinya pun tak snggup menahan air mata yang turut keluar karena merasakan apa yang dirasakan oleh istrinya itu.
__ADS_1
" Ssshhh, itu sudah takdir. Kita mesti bersabar lagi. Jangan nangis lagi ya, bunda. Nanti anak kita akan sedih."
" Tapi Mas..."
" Kaku harus banyak istirahat. Lebih baik kamu sekarang tidur. Mas akan selalu disini. " kata Lio sambil membaringkan Manda dengan posisi masih dalam pelukannya.
" Mas, disini saja."
" Ini mas berjaga disamping kamu."
" Tidur disini.Jangan tinggalin aku."
" Iya, mas tungguin kamu terus. Ga akan kemana mana. Tapi janji ya, kamu juga ga akan tinggalin Mas. Karena mas ga kan bisa kalau kamu pergi. " kata Lio sambil menjauhkan tubuhnya dari Manda untuk melihat Manda. Sedangkan Manda hanya tersenyum sedikit kemudian mengernyitkan wajahnya karena lebam dan sudut bibirnya yang terluka membuat ia kesakitan.
" Huum, sakit .." rengek Manda.
" Aku panggilin Rangga ya? "
" Gak ... aku gak mau!! "
"Kalau dokter Clara aja mau?" tanya Lio yang bisa mengerti kalau Mnda maaih trauma dengn keberadaan laki laki lain selain Lio disampingnya.
Ternyata benar karena kemudian Manda mengangguk pelan. Lio berpikir juga, mungkin ia juga harus mendatangkan ahli hypno therapy supaya bisa menghilangkan trauma pada Manda.
Lio tidak menekan tombol help. Dia malah menelepon Rangga agar dokter Clara yang masuk untuk memeriksa Manda. Dia hanya instruksikan agar dokter Clara masuk setelahnya dia langsung menutup sambungan ponsel itu bahkan sebelum Rangga mengucapkan apa-apa.
__ADS_1
Tapi perintah dari ruang VVIP itu emang harus langsung dilaksanakan, padahal hari itu sudah menjelang malam, tidak menghalangi mereka untuk melaksanakan perintah, buktinya dokter Clara tak lama kemudian datang mengetuk pintu ruangan itu, lalu segera masuk sebelum Lio menyuruh dia masuk.
" Hai, Manda. Gimana? Ada yang kmu keluhkan?" tanya Clara dengan nada ramah. Ia tahu pasti apa yang dirasakan Manda, karena dialah yang tadinya menangani Manda saat belum sadar.
Clara juga merasakan amarah saat melihat kondisi pertama kali Amanda saat dibawa ke rumah sakit. Apalagi Alana berkata kalau Amanda baru saja mengalami kasus penodaan yang dilakukan oleh beberapa orang laki-laki, untungnya memang secara pemeriksaan menyeluruh Clara tidak menemukan bahwa Amanda sempat melakukan hubungan dengan mereka. Cuman Manda mengalami kekerasan secara fisik karena melawan tindak pemer**saan itu.
" Dia merasa kesakitan di wajh dan tubuhnya. Apakah..." Lio sja sebagai suaminya tak sanggup melanjutkan pertanyaannya.
" Benar dia memang mengalami kekerasan secara fisik di seluruh tubuhnya karena dia melakukan perlawanan. Tapi setelah aku melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, kami memang tidak menemukan bahwa Manda menjadi korban pemer**saan, tapi kondisinya memang adalah pelecehan secara seksual. Kami tidak menemukan pentrasi spe**a di bagian intim. Karena sudah terjadi pendarahan sebab Amanda mengalami keguguran." jelas Clara dengan detil tapi dengan nada lirih, ia tidak ingin membuat Manda semakin shock. Tapi itu jelaas mustahil, wajah Manda menunjukan kalau ia saat ini sangat stress, tapi pelukan Lio lah yang membuatnya sedikit bisaa tenang. Karenaa Lio berbisik terus kalau ia akan selalu disampingnya.
Lio berusaha membenamkan wajah Manda ke dadanya, sehingga Manda bisa merasakan ketenangan dan biar Manda bisa merasakan bahwa Lio akan terus melindunginya apapun yang terjadi.
" Apakah ada obat yang harus ia konsumsi saat ini?"tanya Lio lagi.
" Aku rasa kalian berdua butuh makan dulu. Apalagi Manda, dia sama sekali belum mengkonsumsi apa apa. Kamu juga, Yo! Kalau kamu mau jagain istri kamu, kamu juga harus makan. Aku akan menyuruh perawat untuk membawa makanan buat kalian. Dan obat juga akan kuberikan disana, selain itu aku juga menambahkn vitamin buat kamu ya, Yo. Tapi ingat makanlah dulu." kata Clara kali ini dengan nada tegas. Setelahnya Clara beranjak keluar meninggalkan mereka berdua yang masih dalam posisi berpelukan dan ada di dalam ranjang yang sama.
.
.
.
TBC
Gengs, jangan lupa untuk membagikan vote buat tor yaaa, Like dann gift juga selalu dinantikan. Makasih sebelumnyaaa.
__ADS_1