
" Lalu sekarang Vella dipecat?" tanya Manda dengan sinis, ia masih belum bisa memaafkan Vella atas apa yang ia lakukan kepadanya, walau pada akhirnya Lio bertanggung jawab dengan menikahinya.
" Tidak semudah itu ternyata menangkap kebusukan Vella."
" Hah?"
" Dia melarikan diri setelah kasus kamu terkuak."
" Apa? " Manda terkejut dengan kenyataan ini.
" Dia ingin memeras Saka, dengan dalih bahwa dirinyalah yang ternoda pada malam di klub itu. Dan ia mengklaim dirinya lah yang terengut kesuciannya dan ia minta Saka bertanggung jawab. Tapi kenyataan berkata lain. Bukan Saka yang ada di kamar itu pada malam itu, dan itu bisa dibuktikan dengan rekaman CCTV yang ada di luar kamar yang dimaksud. Juga dengan siapa gadis yang masuk bersamaku di kamar itu, dan itu adalah kamu." jelas Lio dengan lembut, penjelasannya membuat Manda terdiam. Jadi ia terseret dalam sebuah konspirasi agar Vella bisa mendapatkan harta dan cinta Saka, tapi mirisnya dirinyalah yang jadi korban.
" Seandainya bukan kamu yang disana, lalu bagaimana nasib ku sekarang?" tanya Manda lirih.
" Manda sayang, jangan sedih. Dan jangan berandai andai. Kamu mesti ingat ini, walau kita memulainya dengan sesuatu yang salah, tapi aku dan kamu akan mengakhirinya dengan baik. Kita akan menjadi keluarga yang bahagia, dan kamu akan jadi ibu dari anak anak aku. Aku juga janji akan menyeret Vella dan kroni kroninya ke penjara. Dan aku akan melindungi kamu dengan seluruh hidupku." kata Lio dengan tegas dan penuh keyakinan. Tangan Lio yang besar mengenggam tangan Manda yang ditaruh di meja oenuh berkas.
" Lalu apa hubungannya dengan kekesalan kamu pagi ini, mas?" tanya Manda.
" Ternyata banyak sekali lubang lubang yang sudah Vella dan kroni kroninya buat. "
" Apa itu akan membuat kita collaps?" tanya Manda khawatir.
" Ha ha ha ya engga juga sih. Masih jauh untuk sampai kesitu. Tapi yang buat aku geram, ia melakukannya sambil menggerogoti para investor juga." Jelas Lio sambil mengepalkan tangannya dengan amarah yang memuncak. Memang hati Vella terbuat dari apa, bisa seperti itu. Menjual kesucian temannya dan juga melemparkannya ke dalam kesulitan.
" Maksudnya?"
" Ia sepertinya berniat mengumpankan kamu ke para investor hidung belang. Karena begitulah caranya menggerogoti investor nakal."
" Bagaimana kamu tahu, mas?" tanya Manda bergidik ngeri.
" Kami sudah melaporkannya ke kepolisian. Tuduhan serta bukti buktinya kurang kuat, sehingga ia dapat dibebaskan dengan jaminan sugar daddynya. Sedang pak Burhan, pamannya dijerat dengan pasal berlapis karena ada bukti yang kuat. Kita membiarkan ini terjadi karena kurang bukti yang bisa menjerat Vella, eh malah di kembali berulah dengan kasus di klub, namun seperti kau tau, buktinya kurang kuat juga. Cuman penyelewengan dana di perusahaan bisa menjerat dia, tapi yah ga akan lama sehingga mungkin ia ga akan jera." Lio menghela nafasnya. Ia tahu seberapa berbahayanya Vella, tapi Manda yang masih polos ga tau. Jadi Lio wajib mengingatkan Manda.
" Jadi?"
__ADS_1
" Jadi kalau kamu ketemu Vella dimana pun. Tolong jangan percaya padanya. Dia berpotensi untuk melakukan sesuatu gang buruk denganmu."
" Kenapa? Apa salahku?"
" Salah kamu adalah kamu terlalu cantik dan terlalu menggoda, bahkan milikku aja sudah tergoda sekarang." Manda mencebik kesal mendengar jawaban Lio yang menjurus.
" Fokus ke meeting saja bapak Lionando terhormat." jawaban Manda membuat Lio tertawa, dimana tertawa adalah barang langka yang dilakukan Lio, tapi bersama Manda ia mudah melakukannya.
Tok tok tok..
" Masuk!" kata Lio dengan suara berat.
" Pak, sudah hampir waktunya meeting, bagaimana dengan Ashilla?"
"Suruh masuk!"
" Baik pak." Lita keluar untuk memanggil Ashilla menghadap Lio. Ada pertanggung jawaban yang diminta Lio, karena keuangan di bagian dipegang oleh Ashilla.
" Permisi pak." ijin Ashilla saat menghadap Lio.
Sejurus kemudian Lio bangkit dan duduk di sofa bersama Manda, dan dengan dagunya Lio menyuruh Ashila juga duduk di tempat yang sama.
" Duduk! Shil, tadi saya sudah baca laporan keuangan yang kamu buat. Bagaimana itu bisa geser banyak dengan laporan per divisi. Terutama di bagian pembelian bahan dan alat alat perhotelan?" tanya Lio tanpa basa basi.
" Maaf pak, itu laporan yang disampaikan dari Pak Sanjaya divisi pembelian bahan dan alat perhotelan kepada saya pak." jawab Ashila dengan wajah pucat.
" Saya minta file asli yang diberikan pak Sanjaya sama kamu, sehabis meeting saya mau kamu bereskan divisi mana saja yang melakukan kecurangan." kata Lio dengan datar, Manda hanya memandang kasian kepada Ashilla yang tampak pucat dan gemetar, tapi ia tahu bukan kapasitasnya untuk memcampuri urusan ini.
" Ba baiik pak!" sahut Ashilla tergagap.
" Good, saya tunggu di ruangan meeting,jangan lupa bawa file asli dan berikan ke saya sebelum meeting dimulai. Sekarang kamu boleh balik ke kubikel kamu untuk mengambil file yang saya minta." kata Lio lagi.
" I i iya pak.. saya permisi pak, bu!" pamit Ashilla kepada Lio dan Manda. Mereka berdua hanya mengangguk saja.
__ADS_1
Setelah Ashilla keluar, Manda hanya menghela nafasnya dengan kasar.
" Apa ini berkaitan dengan korupsi Vella?"
" Hu um"
" Sudah jam 09.55, sebaiknya kamu bersiap untuk meeting." peringat Manda.
" Okey, ayo!"
" Aku ikut juga?"
" Iya, kamu kan asisten pribadi aku, sayang!" Manda hanya memutar bola matanya malas, tetapi ia tetap bangkit dan mengikuti Lo keluar menuju ruangan meeting. Diluar Lita pun sudah siap dan segera mengikuti Lio tanpa banyak bicara.
" Mana Alex?" tanya Lio pada Lita yang sudah mengekori Manda.
" Alex sudah ready di ruang meeting, pak!" sahut Lita.
Mereka bertiga bergegas memasuki ruangan meeting, dimana semua kepala divisi juga Alex menyambut ketiga orang yang baru datang itu.
Semua kepala divisi mengangkat kepalanya dan saling senggol ketika melihat Manda yang ngikut dan duduk di samping kanan bos Lio, sedangkan Lita duduk di samping kiri Lio, sedangkan Alex duduk di samping Manda.
Lio memandangi Alex dan dengan kode matanya, memintanya untuk bertukar posisi dengan Lita. Lio aman rela kalau Manda duduk berdampingan dengan laki laki lain.
Sedangkan peserta meeting yang lain masih tidak mengerti siapa Manda dan apakah statusnya disini sehingga dia ngikut di meeting penting semua divisi begini. Dan mereka banyak yang berbisik bisik dengan peserta meeting yang duduknya bersebelahan, karena asing dengan wanita cantik yang duduk di samping Lio.
Mereka yang rata rata itu laki laki,memuji penampilan Manda yang tampak menarik. Ini sedikit membuat Lio kesal.
" Ehem.." Lio menarik perhatian seluruh peserta meeting dengan dehemannya yang berat.
.
.
__ADS_1
.
TBC