
" Masih sakit?" tanya Lio. Tapi pipi Manda malah memerah karena malu dengan tindakan Lio yang menurutnya sangatlah romantis.
" Ya masihlah! Emang aku anak kecil yang kalau sakit ditiup dan dicium trus ilang sakitnya? " meledaklah tawa Lio karenan ucapan sarkas Manda. Menurutnya Manda ini type cewe apa adanya. Dan Lio harus jujur mengakui kalau dirinya semakin suka dengan Manda yang polos, cantik dan apa adanya.
Ada perasaan nyaman dan bahagia saat bersana Manda. Dan gak sulit untuk jatuh cinta dengan wanita semacam ini. Mungkin itulah yang dirasakan oleh Kenan? Selintas pikiran itu kembali membawa Lio kembali posesif, dan memikirkan cara untuk menjauhkan miliknya dengan Kenan Louis Avendra.
Rasanya, ingin segera menghalalkan si Manda, tapi apa daya, mungkin Lio harus melewati beberapa tanjakan dulu sebelum sukses meminang pujaan hatinya. Salah satu penghalang ya calon suami Manda yang sebentar lagi tidak akan jadi calon suami lagi, memikirkan hal itu membuat Lio tersenyum dingin.
" Malah seneng ya saat tahu kalau aku kesakitan?" tuduh Manda sambil mencebik kesal saat melihat senyuman dingin di wajah tampan Lio yang datar.
" Engga, sayang! Aku hanya lagi mikir kalau kejutan yang akan kuberikan padamu bakal bikin kamu terkejut apa tidak." sahut Lio dengan tampang datar andalannya.
Bayangkan ya.. nyebut sayang tapi dengan nada suara yang datar, seperti robot yang sudah diprogram untuk berkata kata tanpa rasa. Manda mengeluh dalam hati.
" Kejutan apa?" Netra Manda yang indah itu berbinar tapi ia sengaja membuat wajahnya sama datarnya dengan Lio. Tapi binar itu bisa ditangkap oleh Lio membuat hasrat kepada wanitanya itu memuncak, tapi Lio menahan hatinya untuk mencium dan memeluk Manda yang menggemaskan itu.
" Mungkin hari ini kamu akan terima kejutan dariku, jangan khawatir.. kamu akan senang sesudahnya." jelas Lio dengan sejuuta misteri. Manda semakin tak mengerti tapi enggan berdebat untuk masalah itu. Ia yakin Lio gak bakalan cerita. Bukankah ia juga udah bilang kalau itu adalah kejutan. Jadi mustahilkan kalau Lio bakalan cerita?
" Hmm. By the way.. sbenernya aku bakalan kerja di bagian apa ya? Di surat panggilan belum ada spesifikasi job description pekerjaan aku soalnya." tanya Mnda dengan hati hati.
" Awalnya aku ingin kamu masuk seperti trainee lainnya di perusahan Perdana Corp. Tapi kayaknya itu bakalan buat ayah kamu akan lebih condong memaksa kamu untuk menerima peekrjaan di Avendra, jadi aku memutuskan untuk menyerahkan salah satu perusahaan aku yang brhubungan di dalam masalah telekomunikasi dan teknologi, agar kamu kelola selama aku mengurus urusan di kantor Ayah Langit Perdana dan juga urusan di kantor Saka." jelas Lio dengan sntai.
" Maksud kamu?"
__ADS_1
" Aku punya perusahaan kecil sendiri yang bergerak di bidang IT namanya PT. Lion Telsigma.."
" Sebentar Telsigma yang katanya menguasai informasi dan telekomunikasi dalam dan luar negri?" potong Manda dengan cepat, matanya membulat tak percaya karena Lio menyebutnya sebagai perusahaan kecil bahkan akan menyerahkan perusahaan skala internasional ke dalam tangannya.
" Iya, emang itu masih kecil, tapi semuanya berjalan sesuai sistem, jadi kupikir itu akan mudah bagi kamu yang juga menguasai teknik manajemen. " jelas Lio lagi.
" Bagaimana bisa kamu bilang itu kecil? Itu gede ya.. aku takut kalau gak bisa mengaturnya. Kupikir aku akan kerja di Perdana Corp. Mas, aku takut kalau harus menangani sebuah perusahaan. Ingat mas, aku ini fresh graduate, dan aku belum pengalaman ya. " cicit Manda dengan raut wajah cemas.
" Jangan takut, seperti yang aku bilang. Perusahaan itu bergerak dalam sistem. Jadi ada programmer dan kontrollernya. Jadi kamu ibaratnya hanya menangani masalah di dunia nyata seperti bertemu dengan klien dan meeting bersama anak buah, jangan takut aku juga akan mendampingi kamu dalam meeting dan oertemuan bersama klien, walau tidak akan se intens itu, tapi kalau operasionalnya juga sudah ditangani oleh anak buah aku yang lain." lanjut Lio menenangkan.
" Hah?"
" Aku akan bawa kamu.kesana, sebelum nanti kamu ikut aku ke kantor Perdana Corp karena aku akan menyelesaikan beberapa hal yang saat ini belum bisa diatur oleh ayah dan Saka." kata Lio lagi sambil kemudian mengenggam tangan Manda yang berkeringat dingin.
" Tapi mas.? Apa aku bisa?" bisik Manda langsung tanpa ada rasa percaya diri.
Karena Lio sudah mempelajari tipikal ayah Manda. Kalau ia memberi posisi yang biasa biasa saja di Perdana Corp. Ayah Manda bakalan menyuruh Manda ke perusahaan Avendra dan akan jadi asisten pribadi Kenan. Itu yang dihindari oleh Lio.
" Hum baiklah. Tapi kalau ada apa apa gimana?" lagi lagi Manda ketakutan sebelum melangkah. Dasar gila!! Belum berpengalaman apa apa tapi udah di suruh pegang perusahaan gede. Bagaimana bisa coba? keluh Manda dalam hati.
" Percaya deh sama aku. Selain itu kamu juga harus percaya sama diri kamu sendiri kalau kamu.pasti bisa. Bukannya kamu cerdas ? Bahkan kamu juga mendapatkan IPK yang cukup tinggi kan waktu kamu kuliah?" tanya Lio sambil menaik turunkan alisnya.
"Eh tapi jangan bilang kalau nilai IPK kamu itu didapatkan karena mencontek?" desak Lio lagi. Ia ingin menggoda Manda dengan caranya, supaya Manda melupakan kegelisahan dan rasa khawatirnya.
__ADS_1
" Enak aja!! Aku lulus itu dengan jerih lelahku sendiri ya. Cihh! Masa Amanda Djoyodiningrat nyontek di kampus? Gak mungkinlah!!" sergah Manda dengan nada tinggi. Manda merasa terpancing dengan perkataan Lio yg merendahkannya.
" Ha ha ha iya iya. Aku percaya sama calon istriku yang cantik ini." kata Lio sambil mengusak usak rambut Manda yang jatuh di kening Manda. Ada kesan hangat saat Lio melakukan itu, membuat Manda menatap Lio yang biasanya datar ternyata bisa bertingkah hangat.
" Ya sudahlah, aku mencoba menerima tantangan ini. Tapi, bukannya kamu bilang bakalan repot mengurus banyak urusan yang berkaitan dengan Perdana Corp karena ayah dan adik angkat kamu lagi tidak bisa diganggu gugat?" tanya Manda lagi. Ia juga khawatir kalau sampai Lio jadi kerepotan dan kelelahan gara gara banyak hal yang harus ia urus tapi juga masih mengurus mengajari dirinya.
" Perhatian nih ceritanya? " nada datar Lio masih terdengar sekalipun wajahnya melembut dan ada sedikit senyum di sudut bibirnya.
" Ya, pastilah! Aku gak mau ya, gara gara kamu ingin nunjukin sama ayah aku tentang kemampuan kamu trus kamu jadi sakit dan kelelahan. Dan pada akhirnya waktu kamu bakal habis untuk hal hal lain selain kita." sergah Manda. Ia ga butuh pahlawan kesiangan yang nantinya malah membuat dirinya tidak memiliki waktu bersama Lio.
" Iya calon istri yang cantik dan perhatian. Sekarang udah sayang dan cinta?" tanya Lio dambil memberikan tatapan menyelidik. Ia ingin tahu apakah sayangnya bertepuk sebelah tangan? Atau Manda juga sudah membuka dirinya untuk Lio.
.
.
.
TBC
***
Cieeh? Manda sudah cinta belum ya sama Lio? Tulis komen ya enaknya gimana niiiii.. ha ha ah
__ADS_1
Jangan lupa vote dan likenya...
Update nunggu spam komen 10 orangš¤£