Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
13.


__ADS_3

“Maaf ayah, Manda tadi gerah, jadi Manda mandi dulu.”


Cicitnya pasrah. Manda mengedarkan pendangannya ke sekeliling meja makan


kemudian wajahnya tampak pucat setelah melihat orang yang berada di depannya itu.


“Kamu?” kata Manda sambil menuding wajah orang itu dengan


alat makan yang sudah dipegangnya.


“Manda!! Yang sopan dengan tamu. Kamu ini loh, alat makan malah dibuat nuding nuding orang.” Tegur kak Joz , salah satu kakak kembar Manda dengan nada berat dan tegas.


“Maaf, kak Joz! Tapi…” sanggah Manda dengan cepat tapi


deheman ayahnya membuat Manda ciut hati, bahkan ibunya pun sudah melirik dengan tegas Manda, pertanda Manda bakal kena ceramah. Ia tahu ia sudah melanggar protocol ketertiban di meja makan yang biasa di lakukan oleh keluarganya.


Bukan tanpa sebab, ia hanya heran kalau laki laki yang duduk di seberangnya dan


mengulas senyum manis itu mengenal bahkan dekat dengan kakak kakak  kembarnya, kak Joz dan kak Joe.


Setelah semua selesai makan, dan makanan penutup


dihidangkan, aura santai pun bisa ditangkap dengan mulainya kak Joe memperkenalkan tamu yang ada disampingnya itu.


“Manda, ini adalah Kak Kenan Louis Avendra. Pemilik Avendra


grup yang berada di top 5 listing perusahaaan terkaya di seluruh Indonesia. Bahkan pernah mengisi majalah Forbes Asia karena perusahaan start up nya


mencapai kenaikan miliaran ruapiah dalam setahun. Nah, ia mau menanamkan saham


di usaha ayah yang sudah kakak pegang.” Jelas kak Joz, emang kak Joz lebih senang berbicara disbanding kan dengan kak Joe.


Tapi jangan salah, keduanya sama sama cerdas dan sama sama berbakat dalam mengembangkan usaha ayahnya itu.


“Hmm, Manda, ayah dengar kamu dapat panggilan kerja di


Perdana Corp. Ayah pikir daripada kamu harus jadi pegawai di tempat lain, ada baiknya kalau kamu membantu di usaha kakak kamu saja atau mungkin kamu bisa mengikuti  nak Ken agar kamu bisa banyak belajar.” Kata ayah dengan suaranya yang masih khas dengan cengkok jawanya.

__ADS_1


“Tapi, ayah?” kata Manda ingin memberi argument, tapi keburu


ibunya sudah menendang kakinya, sehingga ia tidak meneruskan argumennya, karena


signal dari ibunya itu menunjukan kalau ayahnya ga ingin dibantah.


“Sudahlah, mulai besok kamu bisa ikut kakak kamu ke kantor,


ayah dan ibu akan ke jogja untuk mengatur acara perjodohan kamu dengan  Raden Mas Haryo Dipta Kusumonegoro.” Tegas ayah dengan suara berat.


“Hah??” Manda hanya bisa memasang wajah penurutnya di


hadapan ayahnya, dia sebenernya malas banget saat ayahnya sudah menyinggung masalah perjodohannya dengan pak raden itu, tapi apa boleh buat?? Ia hanya takut kalau ia diketahui sudah gak perawan gimana dong?


“Loh? Adik ini sudah mau nikah? Padahal kelihatannya amsig muda banget ya? ” tanya Kenan dengan nada sopan, tapi wajahnya mengeras, menunjukan kalau ia sebenernya keberatan dengan


statemen itu, karena dari awal ia bertemu dengan Manda, ia merasa Manda adalah gadis yang special, dan ia ingin memilikinya dan menjadikan Manda sebagai istrinya atau minimal kekasihnya lah.


“Iya, nak Ken! Yang mau melamar Manda itu banyak banget.


Maklum, selain kami ini memiliki trah darah biru, kecantikan dan kecerdasannya


ada beberapa yang memberikan proposal untuk melamar putri saya ini.” Kata ayah


dengan nada bangga yang tidak dapat ia sembunyikan. Baginya anak perempuannya


ini bisa menjadi nilai tukar untuk lebih membuat kedudukannya sebagai  keturunan ningrat akan semakin kukuh.


“Wah, sayang sekali. Kecerdasannya dan kecantikannya


sebenarnya bisa membuatnya memiliki peluang untuk menjadi istri seorang


pengusaha yang kaya raya, bahkan  kalau ia mau, dengan bimbingan saya, ia bisa menjadi pengusaha wanita yang sukses di usianya yang masih sangat muda.” Kata Kenan dengan suara menyayangkan, membuat ayah Manda sedikit goyah.


Karena kalau menilik dengan kekayaan keluarga Raden


Mas Haryo Dipto Kusumonegoro dengan laki laki yang sedang duduk di meja makannya jelas  bagaikan langit dan bumi, apalagi ayah Manda juga sangat sadar kalau dari tadi tamu anak laki lakinya ini tidak pernah lepas untuk mencuri curi pandang ke aarah putrinya yang cantik ini.

__ADS_1


“Masa iya? Kalau begitu, biar Manda besok bekerja di Avendra


Grup saja, supaya Manda ada yang membimbing. Gitu maksudnya nak Ken?” tanya Ayah Manda mencoba menegaskan ketertarikan Ken kepada Manda.


“Ya, kalau om percayakan Manda, putri om kepada saya, untuk belajar bekerja tentu saja saya tidak akan menolak.” Kata Ken dengan nada tegas dan tentu saja ia senang dengan perubahan acara itu, jadi ia kan memiliki kesempatan yang sama besarnya untuk memiliki Manda, bahkan mungkin bisa merebut Manda dari calon suaminya yang katanya ningrat tadi itu.


Manda semakin ciut, tadinya ia diam saja karena ia tidak mau kalau sampai Ken mengobral cerita kepada orang tua atau kakak kakaknya kala ia pernah ke club yang katanya juga miliki laki laki ini. Tapi mulut laki laki brengsek macam Ken begini malah dipercaya oleh  ayahnya, membuat Manda menepuk jidatnya tanpa diketahui oleh kedua orang tuanya.


“Dengar Manda, kamu harus mengikuti pengaturan yang sudah di bikin oleh nak Ken nantinya. “ kata ayah lagi membuat Manda tidak lagi bisa berkutik. Ia hanya bisa merajuk tapi ya manggut manggut saja daripada dimarahin sama ayahnya lagi.


“Kalau gak ada yang lain, kita mau membahas kerjaan dengan


Ken di ruang kerja dulu ya, Yah! “ kata Kak Joz sambil menarik kursinya dan keluar dari meja makan diikuti oleh kak Joe dan juga Kenan, tapi sebelumnya Kenan sudah melemparkan senyum indahnya pada Manda.


Tak sia sia ia menyelidiki Amanda, sampai menemukan kalau kakak kembarnya itu sedang mencari penanam modal di perusahaan ayah Manda. Karena kakak kembarnya ini memiliki visi yang modern untuk mengembangkan usaha keluarga yang dirintis oleh ayahnya itu.


“Permisi om! Tante dan Manda. Oh ya, kalau tidak keberatan nanti saya ingin berbicara 4 mata juga dengan Manda untuk mengetahui keahlian juga spesifikasi yang ingin ia kembangkan juga, supaya arahan saya bisa sesuai dengan keahlian yang dimiliki oleh Manda.” Jelas Kenan meminta ijin dengan ayah Manda untuk mengajak Manda berbicara 4 mata.


Sebenarnya, Kenan sudah bisa menarik kesimpulan kalau kemarin Manda itu berada di klubnya itu bukan disengaja dan sudah pasti tanpa ijin dari keluarganya, karena menilik dari pengajaran dan pengekangan yang


dilakukan kepada Manda membuat dirinya tahu, kalau ia bisa memanfaatkan momen


kemarin untuk membuat Manda tunduk pada dirinya, memikirkan hal itu membuat


Kenan seakin bahagia. Tak rugi juga kalau ia harus mengeluarkan uang untuk


menanamkan modal kepada usaha kakak Manda. Kalau gak begini ia kan gak bakal


bisa punya akses untuk mendekati Manda. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui


nihhh!! Pikir Kenan dengan bahagia.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2