Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
62.


__ADS_3

" Aku mungkin tidak suci, Vell. Tapi setidaknya aku bukan orang yang menusuk sahabatnya dari belakang. Yang menjual kesucian sahabatnya sendiri. Yang mencoba mendorong sahabatnya masuk ke dalam jurang keterpurukan. Untung orang yang sudah merenggut kesuciannya mau bertanggung jawab..." kata Kenan sambil menahan amarah yang sudah ingin keluar dari tadi.


" Stop!! Persetan dengan semua itu! Pertanyaanku sekarang adalah kamu ikut atau tidak?" potong Vella dengan wajah kesal.


" Kalau aku tidak mau gimana?" tanya Kenan dengan nada datar.


" Terserah, tapi apapun yang terjadi sama Manda jangan sampai kamu menyesal!" ancam Vella dengan nada santai.


Kenan hanya terdiam, jujur yang menjadi pertimbangannya adalah Manda. Ia harus bisa menyelamatkan Manda dari kekejaman Vella. Bisa jadi apa yang akan dilakukan Vella itu membuat Manda menjadi g*la. Dan Kenan tidak mau kalau sampai itu terjadi.


" Ayolah Ken! Kamu tidak butuh 1 hari untuk mempertimbangkan hal sepele semacam ini. Dan aku juga tidak punya waktu yang banyak untuk menunggu kamu. Jadi, putuskan sekarang atau aku menganggap kamu keluar dari perjanjian kita." kata Villa sambil memutar bola matanya karena kesal.


" Baiklah!! Aku ikut rencana kamu. Tapi ingat, Aku tidak akan segan-segan turun tangan, kalau ternyata kamu menyakiti Manda." kata Kenan dengan nada mengancam.


" Ga usah mengancam ku, kamu hanya ingin ikut menikmati tubuh Manda. Tapi sayangnga kali ini rencanaku buatmu bukan itu." kata Vella dengan senyuman jahatnya.


" Oh jadi khusus aku, skenarionya berubah?" tanya Kenan.


" Tepat sekali! Aku hanya minta bantuan kamu supaya seakan-akan Lio mengkhianati Manda. Dan aku yakin, tanpa aku mengajari caranya kamu pasti sudah tahu bagaimana seharusnya." lanjut Vella dengan nada santai.


" Ohhh, cmonn Velll. Kamu tidak berpikir seperti apa yang aku pikirkan kan? Itu terlalu menjijik kan Vella!!" bantah Kenan dengan suara tinggi."


" Kenapa? Apakah kamu takut Manda tersakiti? Memang itulah yang kuinginkan, dia tersakiti. Bahkan kalau kamu mau tahu, Aku ingin melihat nya hancur! Tapi aku yakin kamu pasti tidak mengijinkan. dan kamu pasti sudah punya rencana, mungkin dengan kamu yang jadi pahlawannya!" kekeh Vella dengan nada sedih. Ia merasa semua laki-laki siap pasang badan untuk Manda. Dan lagi lagi, kenyataan inilah yang membuat Vella sedih.

__ADS_1


" Baiklah aku akan menuruti apa yang menjadi keinginanmu! Yang penting, jangan sampai menyakiti Manda." kata Kenan dengan nada dingin. Tapi sebenarnya di kepalanya sudah banyak rencana yang akan ia lakukan untuk menyelamatkan Manda.


" Okay, aku percaya kepadamu. Ingat, kalau kamu sampai mengkhianati aku, aku bahkan bisa melakukan yang lebih dari ini kepada Manda." kata Vella menutup semua percakapannya, wanita itu langsung menyambar tasnya dan segera pergi dari ruangan kantor Kenan. Dan demi apapun juga, baru kali ini Kinan merasa lega, ada seorang wanita cantik yang meninggalkan kantornya tanpa melakukan s**s kilat.


" Boss, aku sudah merekam semua percakapan tadi." kata Rey dengan nada bangga.


" Bagus, tak kusangka kamu cerdas juga. Dengan bukti rekaman itu itu kita bisa balik memeras Vella. Tapi, bukan itu rencanaku. Kita coba Ikuti dulu apa yang diinginkan oleh Vella. Aku yakin Lio pun sudah menyiapkan perlindungan khusus buat Manda." kata Kenan dengan nada yakin.


" Bos, aku ini sudah cerdas dari dulu. Kalau aku ini nggak cerdas, apa kamu mau menjadikan aku sebagai asisten pribadimu?" lanjut Rei dengan nada sombong.


" Huh!! Baru dipuji begitu saja sudah sombong. Kalau wanita ular itu datang, usir saja!" kata Kinan sambil menyambar kunci mobilnya.


" Emang kamu mau ke mana Bos? Kita masih ada satu kali meeting dengan perusahaan asing, dan itu sangat penting!!" peringat Rey.


" satu jam lagi bos!" jawab Rey setelah dia melihat ke jam tangannya.


" Aku lelah, bernegosiasi dengan Vella membuatku lapar, aku hanya ingin pergi ke cafe depan kantor, dan menikmati cheese cake dan Ice coffee latte. Masih sempet kan?" tanya Kenan sambil mengerang, tenaganya benar-benar habis karena meladeni Vela.


" Baiklah, aku ikut aja deh Bos. Rasanya aku juga jadi lapar ketika mendengar kata-kata cheese cake dan coffee latte, mungkin kalau ada pizza boleh juga tuh bos." lanjut Rey dengan wajah yang sudah menerawang. Ia benar-benar sudah membayangkan kalau makanan yang ia sebut kan itu sudah ada di hadapannya.


" Dasar rakus!! Ayo, cepatlah supaya kita nggak kehilangan waktu." kata Keenan sambil bergegas keluar dari pintu kantor menuju lift. Sedangkan Rey segera mengikuti langkah Kenan.


***

__ADS_1


" Siang ini kamu ingin makan apa Mas?" tanya Manda yang masih sibuk untuk membantu Lio menyelesaikan berkas-berkasnya, tapi entah kenapa apa Manda merasa perutnya sangat lapar.


" Aku ikut kamu aja deh sayang. Aku bukan tipe pemilih dalam makanan. Aku baik-baik saja dengan apapun yang akan kamu pilih nanti." sahut Lio tanpa mengalihkan perhatiannya dari berkas-berkas yang ia hadapi sekarang.


" Siang hari ini rasanya aku malas keluar dari kantor sih, Mas. Mungkin aku hanya akan delivery makanan. Gimana menurut kamu? Kamu tahu nggak Mas saat ini aku malah kepingin makan bakso mercon yang super gede itu lho Mas!" jelas Manda dengan wajah ngiler. dia bahkan sudah membayangkan makanan itu ada dihadapannya sekarang.


" Makanan apaan itu? Bukannya mercon di bahan peledak ya? Enggak boleh!! Makanan berbahaya macam seperti itu harus dihindari. Apa kamu nggak kasihan sama calon anak kelak, kalau kamu makan makanan seperti itu?" peringat Lio dengan nada tinggi. Manda hanya memandangi Lio dengan tatapan heran, dia sampai memutar bola matanya dengan kesal. Bagaimana bisa ada orang kurang update banget macam Lio.? Masa Lio tidak tahu tentang bakso mercon, sesuatu yang kekinian macam itu. Katanya dia itu sangat dekat dengan teknologi. Apa mungkin bakso mercon tidak pernah dijelaskan di dalam teknologi dan komunikasi? Aduh, bingung deh!


" Mas, kamu masih tinggal di bumi kan? Masa dengan bakso mercon aja nggak ngerti. Tapi kamu tahu kan dengan makanan yang namanya bakso?" tanya Manda dengan nada tidak yakin.


" Ya ampun, Manda. Jelas Mas tahu bakso lah!! Yang Mas gak habis pikir adalah kenapa bakso diisi sama mercon, bukannya mercon itu bahan yang berbahaya, dan mestinya kan nggak boleh dimakan?" tanya Lio polos. Sekarang Manda jadi bingung sebenarnya yang polos itu dia atau Lio?


" Itu kan cuman bahasanya aja, sebenarnya bakso mercon itu adalah bakso yang isinya cabe rawit. Jadi bakso mercon itu adalah bakso yang sangat pedas. Bukan berarti baksonya diisi sama mercon. Itu hanya kiasan aja Mas! Paham?" jelas Manda dengan nada ketus.


.


.


.


TBC


***

__ADS_1


Up kedua yaaa... jangn lupa gift, vote, komen dan share yaaa... makasihhh raeders kuu... happy day!!


__ADS_2