
" Sayang maaf aku tanpa sadar sudah menyakiti hati kamu ya?" tanya Lio sambil memandang wajah Manda yang terlihat sedih. sedangkan Manda hanya diam dan duduk di samping ranjang rawat inap Lio. Lalu Lio segera menarik Manda agar terjatuh di dalam pelukannya serta menyuruhnya untuk tidur bersama dalam satu ranjang dengannya.
" Mas, tapi kamu masih sakit, kalau kita ada di ranjang yang sama nanti kamu kesempitan." kata Manda memberi pengertian.
" Aku rela kok, Sayang ! Bersempit sempit bersama kamu. Sini aku sudah kangen banget sama kamu! Aku harap kamu jangan marah ya dengan apapun yang kamu lihat di video itu. Yang pasti itu bukan keinginan aku! Karena tidak pernah terbesit sedikitpun untuk aku berhubungan dengan wanita lain. Hanya kamu yang sudah mencuri hati dan pikiran aku, jadi tubuhku ini hanya bereaksi saat bersama kamu, gak bisa dengan wanita lain." kata Lio sambil memeluk Manda dengan posesif.
" Iya Mas. Jujur aku merasa sakit.."
" Jangan, sayang. Ini kamu pegang seluruh tubuh aku supaya jejak wanita lain yang tidak pernah singgah di pikiranku juga terhapus jejakmya di pikiran kamu. " potong Lio dengan nada sendu.
"Ishh, apaan sih kamu mas. Itu kan modus kamu supaya aku grepein kamu." kata Manda malu sambil menarik tangannya yang sudah di rabakan ke bagian sensitif suaminya itu.
" Lihat, dengan kamu dia jadi sensitif banget. Kalau nggak ada selang-selang sialan ini aku pasti akan membuat kamu teriak-teriak sekarang." kata Lio tanpa melepaskan pelukannya kepada Manda.
" Astagfirullah Mas, ingat ini masih di rumah sakit!" sanggah Manda dengan malu-malu, wajahnya sudah merona yang membuat Lio menjadi gemas.
" Hei sayang, kita kan suami istri jadi sah-sah aja kalau mau berdekatan, bercumbu seperti ini. Sayang aku kangen! Kira-kira kalau kamu sedang hamil seperti ini boleh enggak ya kita main kuda kudaan?" tanya Lio dengan wajah ngenes. Karena Lio membayangkan kalau kalau dia harus berpuasa dalam jangka waktu yang lama.
" Aku yang nggak tahu toh mas! nanti kamu nanya saja sama dokter kandungannya. Kemarin gara-gara kamu kejang kejang aku nggak jadi diperiksa sama Dokter."
" Eh by the way, dokter kandungannya perempuan kan?"
" Ck, Kenapa? Biar kamu bisa..."
" Lah, jangan suudzon dong sayang! Aku kan nggak rela kalau milik kamu dilihat oleh laki-laki lain."
" Iya, dokternya cewe, cantik lagi,katanya masih single, dan dulu dokternya Genta.."
__ADS_1
" Dokter Clara?"
" Nah kalau yang bening bening pasti tau kan?" rajuk Amanda, yang membuat Lio jadi gemas. Melihat Manda sekarang posesif dengan dirinya membuat Lio bahagia.
" Ha ha ha, aku jelas tahu semua dokter yang dipakai Alana dan Saka karena dulu kan aku asisten pribadi Saka. " kata Lio menjelaskan sambil memeluk tubuh Manda lebih erat.
" Masa?"
"Ya ampun, kok ga percaya sih? Kamu tahu ga,kalau ga ada satupun wanita yang bisa menggerakan hatiku. Dulu, aku itu hanya punya satu obsesi,hanya ingin membalas budi kepada keluarga Perdana. Dan menjalankan perusahaan ini dengan baik. Sekalipun aku merintis usaha sendiri, tapi aku selaku memprioritaskan keluarga ini sebagai yang utama. Kamu adalah wanita pertama yang berhasil mencuri hati dan pikiran aku. Hanya kamu yang bisa membuat aku yang tidak romantis ini, jadi memikirkan hal hal yang romantis hanya untuk menyenangkan hati istriku yang muda dan cantik." jelas Lio sambil menjentikan jarinya untuk menyentil hidung Manda yang mancung.
" Aduh,sakit ihh Mas!!" protes Manda dengan manja, tapi wajahnya tidak mau bergeser dari dada Lio dan menciumi aroma tubuh suaminya itu dengan seduktif.
" Arghh, Sayang! Jangan gitu. Nanti kamu gak akan bisa bertanggung jawab saat yang bawah menegang meminta pertanggung jawaban." desah Lio saat tangan Manda turut meraba raba tubuh suaminya yang atletis.
" Emang aku kenapa sih Mas?" goda Manda sambil masih saja tangannya nakal menjurus kemana mana, membuat Lio mengerang dengan frustasi.
" Aku kan hanya mau menghilangkan jejak wanita lain di tubuh kamu kok mas. Aku ga mau milik aku dipegang pegang wanita lain." bela Manda dengan sendu. Dia ingin tubuh suaminya, entah kenapa malam ini Manda jadi agresif. Mungkin karena bayinya yang ingin selalu berdekatan dengan ayahnya, atau emang karena Manda ingin menghapus jejak Najla yang masih menghantui otaknya.
Lio semakin mengeratkan pelukannya membuat Manda jadi susah bernafas.
" Maaf,maaf. Lain kali aku akan menghindari bertemu dengan klien sendirian. Kamu mau kan memafkan aku." tubuh Lio meluruh seketika mendengar alasan Manda. Ia geram dengan Najla yang bisa bisanya melakukan hal itu kepadanya. Ia merasa jijik dengan wanita yang secara tidak lansung sudah dengan lancang menyakiti hati istrinya.
" Ehrgg, mash.. aku engap ga bisa nafas!" protes Manda karena eratnya pelukan suaminya membuat dirinya tak bisa dengan lancar bernafas.
" Ya ampun he he he saking enaknya meluk kamu jadi begini." kata Lio sambil cengengesan. Sebenernya bukan pribadi Lio sama sekali sih. Lio yang sebiasanya dingin, datar dan cuek, menjadi hangat dan penuh perhatian kalau sama istrinya. Rasanya ini karena Lio sudah bucin parah dengan istrimya yang masih muda dan cantik ini.
" Kasihan dedek di perut aku dong, Mas!! "
__ADS_1
" Sayang, kok kamu ga grepein aku lagi." rajuk Lio,karena jujur ia menikmati ke agresifan istrinya.
" Lhah tadi katanya jangan! Katanya mas takut kalau kelepasan. Kan kita belum nanya, boleh apa gak kalau kita begituan di usia kandungan aku yang masih muda gini." bantah Manda dengan heran. Suaminya ini galau banget sih. Tadi gak boleh, sekarang malah nyuruh.
" Ehm, apa enaknya aku langsung hubungin dokter Clara aja ya? Biar aku bisa langsung nanya boleh apa gak gituan sekarang?" tanya Lio dengan polosnya,membuat Manda geram bukan main. Seenaknya aja mau telepon wanita lain. Rupanya virus posesif itu menular?
" Jadi kamu punya nomer telepon dokter Clara?" tanya Manda dengan nada sinis.
" Punya." jawab Lio dengan singkat, ia masih belum sadar kalau nada bicara istrinya itu sudah ketus dan sarkas.
" Ishhh, dasar om om ga peka!!"
" Loh loh... kenapa? Aku pingin langsung gituan, soalnya kamu ngegemesinn. Bikin gak tahan." jelas Lio dengan heran. Ia ga tau kenapa Manda marah marah. Ia pikir ini hanya karena hormon kehamilannya.
Tiba tiba..
Brakkkkk!! Pintu ruang rawat inap Manda dan Lio terbuka.
.
.
.
TBC
*** Ha ha ha .. maaf ya Lio dan Manda, ini di rumah sakit jadi puasa dulu deh. Jangan lupa gift, vote dan like yang banyak ya. Plissss!!!
__ADS_1