Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
15.


__ADS_3

“Kamu mau gak kalau kakak bantu untuk menyingkirkan calon


suami kamu yang ga jelas itu, asal kamu mau nikahnya sama aku?” tanya Kenan


dengan senyum smirk yang menghiasi wajahnya yang tampan itu.


“Gak!! Sama saja dong!! Keluar mulut singa eh dapet mulut


buaya.” Keluh Manda dengan terang terangan, membuat Kenan tidak bisa tidak


menjadi kesal dengan kelakuan Manda, tapi mau marah ia tidak bisa, ia sudah


terlanjur suka dengan Manda. Terpaksa Kenan  menghukum Manda dengan cara yang lain, ia kembali mencium bibir gadis


yang sudah kurang ajar mengatakan dia seperti buaya.


Dan kali ini Kenan bukan hanya sekedar mengecup, bahkan ia


dengan berani memeluk tubuh Manda dan membuat ciuman yang dalam sehingga Manda


yang terkejut semakin terkejut dengan tindakan Kenan yang benar benar di luar


dugaan, Dan karena pengalamannya bersama wanita wanita, Kenan terkenal such a


good kisser, membuat Manda yang masih amatir kehabisan nafas saat dicium dan


dipeluk dengan erat oleh Kenan. Manda semakin khawatir kalau tindakannya itu diketahui


oleh kakak atau orang tuanya.


“Kak Kennnn!!!” jerit Manda dengan suara tertahan dan tentu


saja dengan kemarahan  yang hampir


meledak di dadanya, ia tidak mau membuat orang rumahnya tahu tentang kejadian


yang baru saja terjadi, ia ingin menampar laki laki brengsek yang sudah


menciumnya dengan kurang  ajar, tapi


Manda ingat kalau laki laki itu masih memegang rahasianya dan juga keluarganya


tahunya Kenan itu adalah orang kaya yang bakalan menanamkan modal ke perusahaan


ayahnya yang sekarang dikelola oleh kakak kembarnya itu. Manda jelas tidak bisa


melakukan hal hal yang akan membuat keluarganya jadi susah.


“Mandaaa!!” balas Kenan dengan nada yang sama dengan Manda,


ia ingin menggoda Manda yang sudah memerah wajahnya karena malu dan marah.


Wajah tampan Kenan hanya tersenyum jahat karena ia akan menggunakan kartu


trufnya untuk membuat Manda mau mengikuti kehendak Kenan dan bersedia bekerja


di perusahaannya seperti perintah ayah Manda tadi.


“Kak, bisa gak kalau kakak ga main cium cium aku seenaknya?


Kita baru saja kenal dan kita juga tidak dalam kedekatan hubungan  apapun!” jelas Manda dengan nada marah yang


ditekan sedemikian rupa.


“Baiklah Manda sayang, aku janji gak akan cium sembarangan

__ADS_1


lagi. Tapi kamu harus mau jadi kekasihku, gimana? Oh ya juga kita harus menuruti kehendak ayah kamu yang mau kamu kerja sama aku.“ jelas


Ken dengan nada penuh kemenangan.


“Hah? In your dream!! Aku gak mau ya jadi kekasih kamu!! Seperti yang kamu kan juga tahu aku sudah dijodohin!" elak Manda


" Emang job description aku sebagai asisten itu apa sih?”


lanjut Manda dengan pandangan penuh kecurigaan, Manda emang polos, tapi pelajaran dimana ia ditipu oleh Vella kemarin membuat ia semakin berhati hati


dengan orang, apalagi ia juga tahu kalau Kenan ini adalah type orang yang agak


licik dan mungkin juga menyiapkan jebakan yang sama yang pernah dilakukan oleh Vella.


“Bikinin aku kopi di pagi hari, trus siapin dokumen yang aku


minta, trus siapin baju aku juga, ikut aku kemana aku pergi dan mungkin juga pijitin aku kalau aku capek.” jelas Kenan dengan nada penuh kegembiraan, ia sedang bayangin Manda melayani dirinya sebagai orang terdekatnya bahkan mungkin


juga melayani dia sebagai seorang istri yang shalihah. Bayangan itu merupakan keinginan terbesarnya.


“Kak, kamu mau cari office girl, asisten atau istri? “ decak Manda kesal, ia merasa Kenan mempermainkan dirinya.


“Aku mencari asisten pribadi, Manda! Tapi kalau kamu mau


naik tingkat menjadi istri aku, aku jelas tidak akan menolak kamu.” Katanya sambil


mencolek dagu Manda dengan seduktif.


“Oh my God! Aku gak mau ah. Aku kan punya ijazah Sarjana


Teknik Manajemen Industri. Masa jadi asisten?” bantah Manda dengan nada ketus.


“Kamu mungkin belum tahu ya? OB ditempat aku itu ijazahnya


sarjana ekonomi.” Jelas Kenan dengan nada sombong.


“Yup, gaji mereka pun setara dengan pendidikannya, jadi


meskipun hanya sebagai OB tapi gajinya setara strata 1. Lagian kamu jangan


lupa, kalau kamu menolak, aku masih punya rahasia kamu loh, emang kamu mau


kalau ayah atau kakak kamu tahu kalau kamu pernah ada di..” Jawab Kenan lagi


sambil menaik turunkan alisnya.


“  Baiklah, akan kupikirkan. “


potong Manda dengan cepat. Ia tahu cepat atau lambat Kenan pasti akan menggunakan ini sebagai cara memaksakan kehendaknya kepada Amanda.


“Nah gitu kan cantik!” kata Kenan dengan senang, sambil


menagacak acak rambut Manda yang panjang dan halus, Kenan sangat berharap untuk


bisa menaklukan hati Manda dan bisa menjadikan Manda sebagai istrinya, apalagi kelihatannya


keluarga baik kakak dan orang tua Amanda sudah bisa ia taklukan dengan investasi di perusahaan keluarga Amanda.


“Hmm.” Jawab Manda dengan singkat.


“Calon suami kamu pulang dulu ya.” Kata Kenan dengan nada


sayang.


“Kak, plis jangan menaruh harapan yang besar kepada aku kak!”

__ADS_1


kata Manda sambil mendesah sedih, Mnada tahu ia tidak punya pilihan lain, gak


mungkin juga kalau ia yang sudah melakukan hubungan seperti suami istri dengan


Lio kemudian menerima sinyalmen dari Kenan. Sekalipun Kenan juga bukan orang


suci tapi Manda gak pernah berpikir untuk ber pacaran bahkan menikah.


“Harapan apa?” tanya Kenan dengan bodoh.


“Aku gak bisa menikah dan menjadi istri kakak. Harapan kakak


kepada ku tterlalu tinggi. Aku bukan gadis yang seperti kakak pikirkan.” Kata Manda


dengan ketus, ia mengacu pada keperawanannya yang sudah terengut oleh orang


lain, dan ia gak mau kalau Kenan berpikir kalau ia gadis yang suci.


“Emang apa yang aku pikirkan?” tanya Kenan dengan raut


heran.


“Aku sudah bukan gadis baik baik. “ keluh Manda dengan


sedih, rasanya ia ingin menangis, menangisi kebodohannya karena tertipu oleh Vella


yang ia pernah anggap sebagai sahabatnya. Sehingga ia jatuh ke lembah dimana


sekarang ia sudah tidak bisa memilih.


“Kamu gadis baik, Manda.” Kata Kenan dengan raut keras, ia  marah dengan Manda yang merasa minder.


“Kamu gak tahu kak!! Kamu gak akan pernah tahu.” Sanggah Manda


dengan nada marah.


“Aku emang ga tau apa yang kamu rasakan, tapi aku tahu apa


yang terjadi pada malam itu.” Kata Kenan dengan nada lembut sambil memegang


bahu Manda dan merengkuhnya dalam pelukannya.


Manda berusaha menjauhkan badannya dan memandang Kenan


dengan mata bulatnya yang indah. Ia bingung lagi. Apa lagi yang diketahui oleh


laki laki ini? Apa dia tahu kalau ternyata ia sudah tidak perawan lagi? Pikir Manda


dengan cemas. Bagaimana dia tahu? Gawat!! Keluarganya bakalan tahu dan ia akan


semakin terjerat oleh laki laki ini.


“A aapa yang kamu tahu? Apa yang kamu tahu di malam itu?”


tanya  Manda dengan panik.


Kenan hanya memandang Manda dengan pandangan teduh, Manda


tercekat saat melihat ke dalam mata Kenan yang menghanyutkan. Laki laki ini benar benar…


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2