Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
23.


__ADS_3

" Perhatian nih ceritanya? " nada datar Lio masih terdengar sekalipun wajahnya melembut dan ada sedikit senyum di sudut bibirnya.


" Ya, pastilah! Aku gak mau ya, gara gara kamu ingin nunjukin sama ayah aku tentang kemampuan kamu trus kamu jadi sakit dan kelelahan. Dan pada akhirnya waktu kamu bakal habis untuk hal hal lain selain kita." sergah Manda. Ia ga butuh pahlawan kesiangan yang nantinya malah membuat dirinya tidak memiliki waktu bersama Lio.


" Iya calon istri yang cantik dan perhatian. Sekarang udah sayang dan cinta?" tanya Lio dambil memberikan tatapan menyelidik. Ia ingin tahu apakah sayangnya bertepuk sebelah tangan? Atau Manda juga sudah membuka dirinya untuk Lio.


" Aku.. ehm .. ya enggak gitu. Aku cuman ga mau kalau ada orang sakit. Yah... perhatian nya bukan cuman sama kamu doang sih mas. Lebih kearah yang umum." sahut Manda diplomatis. Ia malu lah kalau ketahuan perhatian.Walau entah kenapa, ia lebih perhatian kepada Lio walau Kenan juga sangat memperhatikan dirinya.


" Ha ha ha iya, aku tahu kalau calon mamanya anakku itu malu malu maj." seloroh Lio dengan nada datar.


" Apaan sih mas! Engga ada ya!" Cebik Manda sambil menundukan kepalanya. Ia malu parah sumpah! Tiba tiba mobil yang dikendarai mereka sudah berhenti di lobby sebuah gedung megah, yang Manda ketahui sebagai Perdana Corp.


" Turun." perintah Lio dengan nadanya yang penuh wibawa.


" Oh ehm okey." sahut Manda lalu beranjak turun mengikuti rombongan Lio dan beberapa orang laki laki yang ternyata turun dari mobil yang lain.


Manda hanya bisa terkagum melihat design gedung Perdana Corp. Tampak begitu megah dan tertata apik. Sangat memeperhatikan detail dan arsitektur modern yang mengedepankan kenyamanan dan keindahan.


" Pak Lio sudah ditunggu oleh pihak Telco yang ingin bertemu langsung dengan bapak." kata Asya, seorang wanita cantik dengan outfit bisnis sexy yang mengagumkan. Yang membalut tubuh indahnya dengan sempurna. Terkesan elegan, modis tapi tidak murahan. Mata Manda menangkap fitur wajah cantik orang yang baru saja menyapa Lio dan menunjukan beberapa grafik di tablet yang di dekap di lengannya.


Entah kenapa ia tidak suka ada wanita yang memiliki gesture yang berdekatan dengan Lio. Ada gelenyar rasa aneh yang terbersit di dadanya. Seperti sesak dan sesuatu yang menghimpit dadanya. Manda tidak dapat mendeskripsikan apa yang ia alami. Ia secara reflek memanglingkan pandangan matanya ke arah lain.

__ADS_1


" Asya, tolong kamu suruh Alex mempersiapkan rapat bersama Telco di ruangan meeting besar. Biar saya keruangan Narendra menemui Lita, untuk menandatangani beberapa berkas yang tadi sudah diemail Lita ke tempat saya." perintah Lio dengan nada datar dan dingin. Ia langsung menarik Manda untuk segera mengikutinya ke ruangan CEO dimana Lita sudah menunggu dengan berkas berkas yang harus ia tanda tangani.


Sedangkan Asya sekilas memandangi reaksi Lio yang berbeda dengan wanita cantik yang dibawa oleh bosnya, tapi sejurus kemudian ia berjalan tanpa memperdulikan lagi apa yang baru saja ia lihat.


" Pak, ini berkas yang harus bapak tanda tangani." sambut Lita di ruangan CEO. Bahkan Lio belum sampai ke tempat duduknya, Lita sudah memberondongnya dengan berkas yang dibawa di tangannya.


Manda yang sedari tadi hanya mengekor dibelakang Lio pun hanya bisa mengikuti Lio dengan pasrah.


" Manda, kamu bisa duduk dulu di sofa, sementara aku akan menyelesaikan berkas berkas ini dulu. Oh ya mungkin kamu juga harus menunggu aku disini dulu sebelum kita berangkat ke Kantor Telsigma ya, kamu bisa cek email yang ada di tablet aku yang ini, dan bisa kamu pelajari dulu, sehingga nanti kamu sudah tahu bayangannya mengenai product knowledge dan apa yang harus kamu kerjakan." kata Lio dengan santai, menyodorkan tabletnya untuk dicek oleh Manda, sementara tangannya yang lain menandatangani berkas dan matanya masih menatap berkas yang disodorkan oleh Lita. Manda hanya menerima tablet yang disodorkan dan mengangguk saja, lalu membawanya ke sofa yang ada di samping kanan meja kebesaran CEO.


Mata Lita melirik wanita cantik yang tampak lembut dan anggun ini. Ia mereka reka siapakah wanita ini. Karena Lio tidak kunjung memperkenalkan wanita itu. Sedang ia juga tahu kalau Lio tidak punya pacar, dan kebanyakan wanita yang ada bersama Lio adalah asisten dan pegawainya saja. Sebenernya Lio, Lita dan Alex sangat dekat dalam pertemanan, tapi disuasana kerja seperti ini, baik Lita maupun Alex tetap akan menjaga profesionalitasnya dan mengedepankan pekerjaannya dibanding dengan mengghibah urusan person per person.


" Lita, aku titip Manda disini. Aku akan meeting sama Alex dan yang lainnya. Paling sebelum makan siang aku sudah harus ke Telsigma. Oh ya, Manda ini calon istriku, dia yang akan mengurus di Telsigma supaya sementara ini aku biaa memegang di Perdana Corp sebelum Rendra dan Alana balik kesini. "


" Hah?"


" Kamu kan tahu selain disini aku juga harus mengurus perusahaan ayah Langit? " sahut Lio enteng saat Lita hanya membuat ekspresi terkejut saat memperkenalkan Manda, sedangkan Manda hanya mengangguk dan tersenyum kecil saat diperkenalkan oleh Lio. Manda pun mendekati Lita dan mengulurkan tangannya dengan ramah.


" Amanda Djoyodiningrat, biasa dipanggil Manda." ungkapnya dengan nada ramah dan anggun.


" Oh eh saya Lita Wardhana. Panggil saya Lita saja. Sekretaris bapak Narendra Sakabumi Perdana." kata Lita dengan sedikit tergagap karena gugup.

__ADS_1


" Iya, mbak!" sahut Manda lagi.


" Calon istri pak Lio?" tanya Lita dengan ragu ragu. Bukan meragukan sih, tapi Lio belum pernah berdekatan dengan gadis manapun sebelumnya sampai diusianya yang ehm sangat matang seperti ini. Itu sangat disadari oleh Lita sebagai teman kerjanya.


Manda hanya tersenyum kecil tanpa menjawab pertanyaan Lita, hanya gesture mengambang dan malu malu yang bisa ditangkap oleh Lita. Lita pun tidak memaksa Manda untuk menceritakannya secara gamblang, apalagi Lio masih disitu dengan posisi siap menerkam kalau kalau Lita melakukan pemaksaan penyelidikan informasi terkait dengan status calon istri yang disandang oleh Manda.


" Lit, saya rasa kamu sudah menyelesaikan semua berkas yang harus saya periksa bukan? Kenapa kamu gak kembali ke meja kamu malah bengong disini?" tanya Lio dengan nada sarkas. Ia tahu kalau Lita ingin mengorek info dri Manda tentang status calon istri yang disebutkan oleh Lio tadi.


" Biasa pak, sedikit kepo nih. Bapak gak segera rapat dengan pihak Telco? Biar nanti saya akan menemani ibu Manda disini." sahut Lita dengan cengiran yang menghiasi wajahnya. Dalam hati ia bersorak gembira karena ia bakal mengorek habis habisan si Manda yang tampak polos ini mengenai hubingannya dwngan Lio dan Lita sudah tidak sabar untuk bisa ngeghibah bersama Alex yang ia yakini tidak tahu menahu mengenai berita ini.


.


.


.


TBC


Hai readerssssss


Sudah up yaaa... Jangan lupa untuk mengevote dan mengelike cerita ini yesssss, ditungggguuuuu💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2