
" Sayang aku sudah benar-benar sehat kok! Jadi kamu jangan khawatir lagi ya." kata Manda setelah sudah berapa kali Lio menanyakan kondisi Manda saat ini.
" Jujur aku sedikit khawatir dengan kondisi kamu, kamu kan dengar sendiri kemarin bahwa dokter Clara bilang kalau kandungan kamu ini sedikit lemah, jadi harapanku kamu tidak kemana-mana dulu dan bisa bed rest total di rumah." kata Lio sambil mengelus perut Manda yang sebenarnya juga belum terlalu kelihatan amat.
" Iya deh Mas. Aku bakal di rumah terus. Tapi berarti sebelum trisemester pertama ini lewat, kamu juga nggak boleh nengokin Dedek ya." goda Amanda sambil menaik turunkan alisnya, membuat Lio lemas karena hidupnya seakan runtuh sekarang.
" Rasanya itu yang bikin aku jadi nggak sembuh-sembuh. Bahkan kejadian aku minum obat penenang itu sudah seminggu yang lalu, tapi kenapa ya badanku masih terasa sakit semua. Mungkin itu gara-gara aku tidak mendapatkan asupan dari kamu nih." kata Lio pura-pura lemas, padahal sebetulnya dia lemas karena tidak mendapatkan jatah dari Amanda.
" Dasar modus. Makanya kalau kamu kepingin cepat sembuh, kamu kerja aja. Jadi pikiran kamu sedikit teralihkan." saran Amanda supaya Lio tidak kepikiran tentang melakukan hal yang iya iya lagi.
" Ini gara-gara kamu sih. Bagi aku, berhubungan dengan kamu itu seperti candu." cebik Lio kesal. Ia emang sangat manja dengan Amanda.
Drrrt.. drrrtt...
" Ponsel kamu bunyi tuh Mas!!" peringat Manda yang melihat Lio bahkan enggan mengambil ponselnya.
" Hmmh"
" Idihh,kok malah nngambek??" tanya Manda sambil mengambil ponsel Lio yang ditaruh begitu saja di meja nakas dekat ranjang mereka. Tapi Lio menarik lengan Manda perlahan tanda ia ga mau Mnda turun dari ranjang.
" Biar aku saja yang mengambil. Toh, itu ponsel aku." kata Lio dengan dingin. Ia masih merajuk tapi ia juga ga tega kalau Manda yang mengambilkan ponselnya.
" Bukan karena kamu takut aku lihat isi ponsel kamu kan?" goda Manda lagi.
__ADS_1
" Enggak ada lah sayang!!"
" Ya udah lekas diambil tuh ponselnya. Brisik banget getarannya"sungut Amanda kemudian.
Lio melihat ID caller, Siapa yang saat ini sedang menghubungi dirinya. ternyata itu adalah telepon dari Alex. Lio langsung mengangkat telepon dari Alex itu.
" Halo gimana Lex?" tanya Leo tanpa basa-basi.
"..."
" Apa? Tapi kamu belum menemukan jejak dari Vella sama sekali?" tanya Lio segera dengan nada geram yang tidak dia tutupi sama sekali. Amanda menatap Lio dengan rasa penasaran, apa yang membuat suaminya menjadi murka. Sekali ini Amanda menajamkan pendengarannya untuk menangkap apa yang sedang dibicarakan oleh suaminya dan juga Alex. Dia tahu persis Alex adalah asisten dari Saka dan Lio, jadi pasti berita yang dibawa oleh Alex itu adalah berita yang menyangkut Saka dan juga suaminya.
"..."
"..."
" Iya bawel!! Begitu ada pergerakan aku akan segera menghubungi kalian, tenang saja aku tidak akan menyelesaikannya sendiri. Aku pasti akan menghubungi kalian." kata Lio sambil menutup panggilan dari Alex dengan wajah yang masih kesal.
Karena hati Lio masih geram, dia pun membanting hp-nya di ranjang tempat mereka biasa tidur, untung saja ponsel itu hanya memantul dan tidak terjatuh ke bawah. Amanda cukup kaget dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu.
" Ada apa sih Mas kok malah marah-marah?" tanya Amanda dengan lembut, dia juga menarik lengan Lio untuk duduk di sampingnya.
Tapi Lio tidak menjawab, matanya hanya menatap kearah istrinya dengan tatapan yang tidak bisa digambarkan dengan Amanda apa sebenarnya maksud dari Lio. Dan terus terang aja Amanda merasa jengah ditatap seperti itu dengan suaminya.
__ADS_1
" Ada apa sih Mas kamu kok ngeliatin aku sampai seperti itu? Sebenarnya apa yang buat kamu marah tadi sama Alex. Dan juga bilang kalau kamu mau melindungi aku. Ini pasti ada kaitanya dengan Vela ya?" tanya Manda dengan bertubi-tubi, sedangkan Lio yang ditanya oleh Manda hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar. Dia bingung bagaimana harus menjelaskan kepada Manda tentang apa yang baru saja ia dengar dari Alex. Tapi dia harus memperingatkan Manda kalau tidak mau kecolongan seperti kemarin.
" Betul ini ada kaitanya dengan Vella. Rasanya dia akan melakukan sesuatu yang cukup ekstrem buat kamu. Ini mungkin karena mereka kemarin gagal untuk membuat kita berpisah, malah dia jadi target pencarian polisi. Jadi dia melakukan opsi lain yaitu dia ingin mencelakai kamu. Ehm, aku ga akan pergi kerja karena aku bakal menjaga kamu selama 24 jam." jelas Lio dengan nada tegas. Tentunya dia tidak ingin bahwa kejadian kemarin bisa terulang kembali, karena mungkin memang itulah yang dikehendaki oleh Vella, dia ingin menghancurkan hubungan Lio dan Manda dan membuat Manda terpuruk.
" Maksudnya apa sih? Aku masih belum mengerti. Apa yang akan dilakukan oleh Vella untuk mengganggu ketentraman kita?" tanya Amanda bertubi-tubi, dia harus tahu apa yang bakal dilakukan oleh musuhnya bukan?
" Kemarin anak buahnya mengirim sebuah video yang isinya kira-kira menggambarkan apa yang bakal dilakukan untuk mengganggu ketentraman kita..." Lio ragu-ragu dia masih bimbang antara mengatakan sejujurnya kepada Manda atau menyimpannya untuk dirinya sendiri. Tapi ketika tangan Manda menggoyang lengannya agar ia melanjutkan apa yang sedang ia ceritakan, mau tidak mau dia harus menceritakan kemungkinan terburuk apabila video itu terjadi. Lio mengeraskan hatinya untuk bisa menceritakan apa yang tadi diceritakan Alex kepadanya. Dan seperti yang ia sudah duga Manda menutup bibirnya dengan kedua belah tangannya karena dia sangat terkejut dengan fakta bahwa Vella sangat membencinya.
" Astagfirullah Mas! Apakah benar yang kamu katakan itu?" Manda sangat ketakutan dengan apa yang akan dia hadapi di depan. Segera Lio menarik Manda ke dalam pelukannya dan memberikan ketenangan serta kenyamanan, Lio pun sudah bisa menebak bahwa saat ini Manda terpukul dengan kenyataan yang ada, sehingga Manda menangis karena dia memikirkan ketakutannya.
" Jangan cemas, aku akan selalu menjaga kamu dan anak kita. Kalau ada apa-apa yang terjadi sampai aku dan kamu terpisah, ingat lah dengan gelang yang kamu miliki ini, karena gelang itu bisa menghubungkan anatara kamu dan aku, sehingga aku bisa menemukanmu kamu dimanapun kamu berada! Oh ya, jangan pernah kamu lepaskan anting-anting dan kalung yang ada di tubuhmu ini..."
" Astaga, Mas! Ternyata kamu...?"
.
.
.
TBC
*** hai readers.. maap krn lagi ga enak body, hari ini cuman up 1. Doakan cepat sembuh yaaa🙏🏻🙏🏻
__ADS_1