
" Ya ampun, Manda. Jelas Mas tahu bakso lah!! Yang Mas gak habis pikir adalah kenapa bakso diisi sama mercon, bukannya mercon itu bahan yang berbahaya, dan mestinya kan nggak boleh dimakan?" tanya Lio polos. Sekarang Manda jadi bingung sebenarnya yang polos itu dia atau Lio?
" Itu kan cuman bahasanya aja, sebenarnya bakso mercon itu adalah bakso yang isinya cabe rawit. Jadi bakso mercon itu adalah bakso yang sangat pedas. Bukan berarti baksonya diisi sama mercon. Itu hanya kiasan aja Mas! Paham?" jelas Manda dengan nada ketus.
" Manda sayang, Mas nggak keberatan dengan makanan apapun yang kamu mau, tapi enggak dengan bakso yang pedes itu, lagian kasihan ama perut kamu sayang." jelas Lio dengan suara lembut.
" Mas tapi aku nggak tahu kenapa aku kepingin banget makan bakso yang pedes nya kayak bakso mercon itu." rengek Manda dengan nada manja.
" Tapi sayang, nanti kalau perut kamu sakit gimana?" tanya Leo masih ingin memberi pengertian. Karena Manda kalau udah mulai kumat manjanya, Lio sendiri pasti akan luluh.
" Icip dikit aja boleh ya? Iya Mas? Sayang?" pinta Manda dengan nada manja, memasang wajah dan mata yang penuh pengharapan. Kalau udah gitu sudah dapat dipastikan kalau Lio pasti akan memenuhi keinginan Manda.
Lio hanya menghela nafasnya dengan, lalu mendesah panjang sebelum akhirnya ia menyerah dan berkata,
" Boleh, tapi nggak boleh lebih dari satu suap." kata Lio menambahkan.
" Itu sih namanya nggak boleh!" gerutu Manda sambil memanyunkan bibirnya. Tapi apa yang dilakukan oleh Manda itu malah membuat Lio menjadi blingsatan. Lio merasa bahwa Manda sedang menggoda nya.
" Sayang, kamu kan tahu ini masih di kantor dan ini masih jam kantor. Kita itu harus profesional. Jangan menggoda Mas pada jam seperti ini. Nanti aja sekalian sama makan siang. Pasti Mas akan penuhi yang jadi keinginanmu." kata Lio dengan suaranya yang serak, karena mulai terbakar hasrat.
" Mas kamu ini apa-apaan sih? Makanya jadi orang itu pikirannya jangan m**um! "kata Manda sambil membereskan berkas-berkas yang ia pegang karena rupanya sebentar lagi sudah masuk jam makan siang. Manda sudah tidak tahan lagi menahan lapar. Ia ingin segera menyantap bakso mercon!!
" He he he, kirain kamu emang lagi mau godain Mas! Ya udah kamu beres-beres dulu, ini Mas juga tinggal sedikit. Habis ini kita bisa langsung berangkat, emang kamu tetap kepingin bakso mercon itu?" tegas Lio pada Manda.
" Yup! boleh ya?" rayu Manda lagi.
__ADS_1
" Ya, seperti yang mas bilang tadi,, jangan banyak-banyak! Kamu harus kasihan sama perut kamu, gimana nanti kalau tengah malam perut kamu malah sakit?" jelas Lio.
" Iyes Bos! Yuk kita berangkat sekarang. Aku udah laper banget Mas." tegas Manda lagi.
" Kayaknya tadi kamu udah makan roti kan? Masa sekarang udah laper?" tanya Lio heran.
" Nggak tahu ah mas! Yang penting sekarang aku laper." rajuk Manda.
" Oke, ini mas juga udah selesai kok! Ayo kita berangkat sekarang!" ajak Leo sambil merangkul bahu istrinya itu.
Sekarang tampaknya Manda sudah tidak perduli lagi dengan gunjingan orang-orang yang yang ada di kantor Lio. Dia bahkan sekarang balas memeluk pinggang suaminya itu dengan posesif juga.
Saat keluar dari ruangan Lio, mereka bertemu dengan Lita, karena posisi meja kerja Lita ada di luar ruangan Lio.
" Lit, aku aku dan Manda keluar makan siang dulu. Nanti aku bakal balik setelah jam makan siang usai. Jangan lupa semua berkas yang sudah aku tandatangani, udah ku taruh di meja. Tadi Manda juga udah beresin file yang bakal buat meeting nanti sore. Kamu kalau udah selesai beberes dan memasukkan semua file penting ke brankas, kamu boleh makan siang. Aku tinggal dulu ya!" pamit Lio kepada Lita, sekretarisnya itu.
" Lita, kamu pikir calon keponakanmu itu kue? Segala pakai dibikin adonan juga. Dasar sekretaris rese!" bantah Lio dengan suara kesal.
" Ha ha ha , maaf bos!! jangan marah Bos, kan saya masih jomblo, jadi nggak tahu cara bikin keponakan itu gimana." kata Lita sambil cekikikan.
"Wah, jangan dipercaya Boss!!! Dia emang kelihatannya jomblo, Boss tapi dia punya gebetan banyak. Bahkan dia sering one night stand. " beber Alex kepada Lio, yang membuat Lita yang tadinya cekikikan, jadi kesal.
Ia merasa Alex sudah membeberkan privasi terbesarnya yang tidak pernah tersentuh. Manda dan Lio yang tidak pernah tahu apa yang dilakukan Lita di luar jam kantor, hanya bisa melongo.
" Alex kamu jangan menyebar fitnah!!" bentak Lita dengan wajah yang sudah memerah karena kesal.
__ADS_1
" Ha ha ha tenang aja Lit, rahasia kamu masih ada banyak di aku. Yang penting uang tutup mulutnya lancar ar, rahasia pun aman." kata Alex dengan tenang. Tak tetusik dengan wajah Lita yang sudah tegang menahan amarah.
" Ck ck ck, enggak nyangka deh kamu Lit!! " kata Lio mencemooh dengan wajahnya yang datar, dab masih setia merangkul bahu Manda.
" Eh tuh mulut yang bener ya jangan julit. Fitnah aja kerjaannya. Dan kamu percaya boss sama mulutnya Alex yang menjengkelkan itu?" tanya Lita dengan emosi tingkat tinggi.
" Ha ha ha easy girl. Aku cuman becanda." Alex langsung cengengesan dan menaruh tanda peace di tangannya. Juga terlihat Manda yang ikutan tegang mulai mengelus dadanya yang besar dengan lega. Jadi tadi cuman prank to? Kiraain beneran, batin Manda. Padahal apa yang dibeberkan oleh Alex itu bener, karena Alex si playboy pernah memergoki Lita berada di klub malam bersama laki laki yang tidak ia kenal, dan Lita yang ia lihat disana sangat berbeda dengan keseharian Lita yang ada di kantor.
" Becanda kamu kelewatan deh, Lex. Lihat tuh Lita sampai emosi. Tanggung jawab!! Udah ah, aku mau nganterin Manda cari makan dulu. Soalnya dia udah laper banget." kata Lio sambil menarik Manda yang bengong melihat pertengkaran Alex dan Lita.
" Boosss ikut!!" teriak Alex yang melihat bossnya udah pergi menuju lift kantor.
" Enak aja. Aku cuman mau berduaan. Soalnya kalau bertiga biasanya yang ketiga itu adalah setan." balas Lio balik, tanpa menoleh ke arah Alex. Dan setelah punggung Lio hilang di lift, Alex menoleh ke arah Lita yang masih marah padanya.
" Bahkan aku juga tahu rahasia terbesar kamu tentang orang yang kamu suka. Aku harap kamu tahu diri. Jangan bertindak berlebihan, atau aku sendiri yang turun tangan. Karena bagiku mereka bukan sekedar menjadi teman, tapi saudara." kata Alex dingin sambil menatap mata Lita yang sekarang bahkan tidak berani balik menatap Alex.
.
.
.
TBC
***
__ADS_1
hayo looo, rahasia apa? ga akan terbongkar sampai last minute kokš¤£.. jangan lupa vote dan gift terus ya, biar tor itu semangat bisa crazy up.