Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
73.


__ADS_3

" Mandaaa!!" teriak mereka yang ada di dalam ruangan itu secara bersamaan.


" Bby, suruh anak buahmu yang terdekat untuk menghentikan apa yang Najla bakal lakukan lebih jauh bersama Lio sekarang!! Aku dan Pak Joko akan mengantar Manda ke rumah sakit. Ingat saja, aku akan menghabisi Vella tanpa ampun kalau sampai terjadi apa apa sama Manda dan Lio. Dasar wanita ja***g." ungkap Alana dengn sangat emosi. Saka hanya bisa mengangguk dan meraih ponselnya meemrintahkan ank buahnya untuk segera menangkap Najla dan omnya yang merekam semua kejadian di dalam kamar itu.


Pak Joko dan Alana segera membawa Manda yang sudah tidak sadarkan diri ke mobil yang tadi dibawa oleh Pak Joko dan membawanya langsung ke rumah sakit milik keluarga Perdana.


Di dalam mobil Alana langsung menghubungi Rangga yang sekarang dipercaya untuk mengurus rumah sakit keluarga Perdana. Agar Rangga segera menyiapkan brankar serta dokter spesialis untuk merawat Manda. Alana tahu pasti, Manda terguncang jiwanya melihat apa yang ada di layar CCTV. Apalagi Manda hanya melihatnya secara sepotong, sehingga Manda tidak melihat proses awal ketika Najla membuat Lio seakan-akan melakukan hal yang me**m kepada Najla.


Alana menarik nafasnya dengan kesal, Ia kasihan dengan kondisi Manda. wanita mana yang rela suaminya dipeluk, dipegang akan dibelai oleh wanita lain. Di dalam mobil Alana duduk sambil memangku kepala Manda yang terkulai, Alana sangat terkejut ketika merasakan bahwa Manda juga demam.


" Pak Joko bisa cepetan sedikit nggak? Argghh, Ini malah tubuh Manda panas, kayaknya ia demam juga. Mungkin ini efek dari terkejut saat melihat apa yang ada di layar CCTV tadi lho. Tadi aku padahal sudah ngingetin supaya dia nggak usah lihat CCTV, inilah akibatnya." Sesal Alana dengan nada lirih.


" Ini bapak juga udah berusaha untuk ngebut, Mbak. Banyak berdoa aja supaya tidak terjadi apa-apa, saya juga kasihan kalau lihat Mbak Manda seperti ini, tadi di mobil dia sudah punya firasat Buruk eh ternyata malah... firasatnya ternyata benar" kata Pak Joko sambil tetap memfokuskan pandangannya ke depan.


" Nah, itu kita berhenti di depan lobby langsung aja soalnya Alana udah menghubungi Rangga supaya menyiapkan brankar juga suster untuk membawa Amanda langsung ke ruang UGD." kata alamat sambil menunjuk loby dimana Rangga sudah bersiap di sana. Pak Joko menuruti keinginan Alana dan memberhentikan mobilnya persis di samping brankar yang sudah disiapkan oleh Rangga.


" Ada apa ini, La? Kenapa Manda bisa pingsan?" tanya Rangga dengan wajah khawatir.


" Ceritanya panjang. Nanti aja kalau kamu mau mendengar ceritanya, sekarang kamu urus dulu si Manda supaya bisa langsung di tangani dan kita bisa tahu apa yang menjadi penyebab dia sampai tidak sadarkan diri." perintah Allana dengan nada tegas, Rangga pun menuruti apa yang menjadi keinginan Alana dan segera membawa Manda ke dalam ruangan UGD.


" Kamu tunggu aja di sini, La. Aku dan tim akan berusaha yang terbaik untuk membuat Manda cepat sadar, yang penting kamu banyak berdoa aja." tolak Rangga dengan halus, Rangga tahu kalau saat ini dia harus bisa menyelamatkan Manda, dengan adanya Alana didalam ruangan UGD akan mengganggu usaha penyelamatan itu.

__ADS_1


Alana pun tidak menolak, dia kemudian menunggu di kursi dekat ruang UGD, tak lama kemudian Pak Joko masuk dengan tergesa-gesa menyusul Alana dan duduk di dekat Bosnya itu.


Alana segera mengambil ponselnya, dan menghubungi Saka, suaminya. Dia ingin tahu perkembangan setelah dia dan Pak Joko pergi mengantarkan Amanda ke rumah sakit. Tetapi rupanya ponsel Saka sedang sibuk, sebenarnya Saka memiliki dua ponsel tetapi Alana tidak mau mengganggunya dengan menghubungi kedua ponsel itu. Biarlah nanti dia menunggu sampai Saka menghubungi dirinya.


Mungkin setelah 1 jam menunggu, Rangga pun keluar dari ruangan UGD dengan wajah lusuh. Alana semakin khawatir jadinya.


" Ngga!! Kenapa?" tanya Alana dengan raut wajah yang cemas juga.


" Emang suaminya ke mana, La? Katanya cinta tapi istrinya sakit malah nggak diperhatikan. Kamu tahu enggak kalau Manda itu sebenarnya sedang hamil? Hampir saja dia keguguran. Untung kamu tadi segera membawa Manda ke sini. Kalau tadi dia nggak langsung kamu bawa ke sini Lio pasti akan sangat menyesal." kata Rangga dengan nada marah. Dia memang belum tahu apa yang sedang terjadi, Lana juga sedang mengumpulkan nafasnya untuk bercerita kepada Rangga karena ia tahu pasti ceritanya bakal panjang dan lama.


Tetapi sebelum Alana bercerita panjang dan lebar kepada Rangga tiba-tiba Saka datang membawa Lio yang masih belum sadar kan diri dan menghantar tubuh Lio yang sudah ditaruh di brankar kepada Rangga.


Rangga hanya bisa bengong. Tadinya ia marah marah karena ia menganggap Lio menelantarkan Manda, lah kok ternyata Lio nya juga sedang tidak sadarkan diri.


" Ceritanya panjang, sekarang Kamu urus dulu si Lio dan cari tahu kenapa dia tidak sadarkan diri. Karena ini sudah cukup lama dia pingsan. Nanti saja kalau kamu mau kepo setelah selesai Lio sadar." jawab Saka yang kurang lebih hampir sama dengan jawaban Alana tadi. Rangga hanya berdecak kesal karena jawaban Saka yang berputar-putar. tapi Rangga juga sadar bahwa mengurus Lio adalah prioritas utama saat ini biarlah nanti saja dia mendengarkan cerita versi lengkap dari Saka dan Alana.


Setelah Rangga dan suster membawa brankar Lio masuk ke dalam ruang UGD, Alana langsung menginterogasi Saka, suaminya.


" Gimana, Bby?"


" Aman!! Tenang aja, semua udah kuurus. ternyata yang menjadi dalang Semua ini memang benar Vella. dan kalau kamu mau tahu siapakah yang yang menjadi kaki tangan Vella?"

__ADS_1


" Najla?"


" Bukan! Tapi paman Najla, dia tahu pasti perasaan Najla kepada Lio, dia memanfaatkan itu untuk membuat rekayasa video tadi. dan kamu tahu nggak kenapa Paman Najla membantu Vella?" melihat Alana hanya menggelengkan kepalanya Saka langsung menjelaskan.


" Jadi om-nya Najla itu adalah sugar daddy nya si Vella." jelas Saka yang jujur membuat Alana menjadi terkejut, karena dia kan melihat secara pasti kayak apa bentukkan Om nya si Najla. Omnya si Najla itu udah tua, perutnya buncit, kulit nya pun udah keriput, Alana tidak bisa membayangkan mengapa Vella mau aja menjadi sugar baby nya om om tua bangkotan macam om nya si Vella itu. Alana bergidik ngeri.


" Karena uanglah mestinya!" sahut Saka datar.


" Argghh aku y sudah tahu klau itu, Bby!! Lalu kenapa om nya itu mau bantu Vella? Sudah tua ga ingat umur, malah bikin dosa. apa nggak ingat ya kalau dirinya itu udah dekat sama akhirat." cerca Alana yang kesal.


" Sudahlah kamu enggak usah marah-marah melulu." kata Saka sambil memeluk Alana dan mengusap-usap punggungnya.


" Kamu tahu nggak, Bby, yang bikin aku kesal? Kita hampir saja kehilangan keponakan kita loh. Karena ternyata Manda itu sedang hamil!" jelas Alana yang membuat Saka terkejut kayak kesambar petir.


" Apa?? Hamil??"


.


.


.

__ADS_1


TBC


*** Jngn lupa ya guyss untuk selalu like, voteee dan gift yang banyakkk... Komen.juga ya, aku selalu baca komen walau kadng g sempet balas, karena mengejar cerita ini supaya cepet end. Happy readinggg


__ADS_2