
" Aku bisa mengerti! Sekarang apakah Vella nya udah ketangkep?"
" Belum! Tapi sama kaki tangannya termasuk Najla, Om nya Najla dan juga si perekam video sudah kami amankan dan sudah ada di penjara. Semua bukti-bukti juga sudah dibawa oleh kepolisian, tapi kita juga masih menyimpan master dari rekaman CCTV di hotel tentunya yang kita serahkan kepada kepolisian adalah copy an nya saja." lanjut Alana.
" Besok setelah aku keluar dari rumah sakit Aku akan mengurus sisanya. Terima kasih! Jangan khawatir, pilihan seperti yang kalian pilih juga akan aku ambil di saat aku diperhadapkan pada peristiwa seperti ini. Jadi kalian gak usah merasa nggak enak." lanjut Lio melihat Saka masih dalam perasaan bersalahnya.
Saka dan Alana hanya berpandangan sesaat, saat Lio mengutarakan isi hatinya, sedangkan Manda hanya bisa diam, dia merasa bahwa dirinya lah yang membuat Lio dan keluarga Perdana menjadi sial.
" Maaf ya, karena aku keluarga kalian menjadi seperti ini. Aku tahu kalau Vella melakukannya karena dia gak suka sama aku." kata Manda dengan raut wajah menyesal.
" Bukan salah kamu sepenuhnya kok karena sebenarnya Vella juga memiliki dendam pribadi kepada keluarga Perdana. Seperti yang kamu tahu, sebenarnya dia menyukai Saka dan ingin menjadi istrinya..."
" Menyukai harta aku saja, sayang!" ralat Saka dengan nada datar, dia mengkoreksi penjelasan dari Alana yang menurutnya tidak benar. Sangat jelas dan dapat dilihat bahwa sebenarnya Vella bukan menyukai dirinya semata mata tetapi menyukai harta keluarga Perdana yang tidak akan habis dimakan oleh tujuh turunan. Kalau menurutnya Vella menyukai dirinya karena dia tampan dan kaya itu lumrah. Kalau ketampanannya sih relatif tapi yang pasti dikejar Vella, adalah karena hartanya.
" Iyuhh!!" kata Alana dengan raut jijik.
" Akuilah kalau suami kamu itu tampan.." goda Saka pada Alana.
" Bisa gak kalian pulang aja? Dan melakukan aksi me**m kalian di rumah atau di kamar kalian aja? Jangan numpang di kamar orang lain."kata Lio dengan nada datar, diaspal dengan apa yang dilakukan oleh Saka dan Alana, masa mereka malah mau romantis-romantisan di depan mereka.
" Iya Iya ini juga mau pulang, g**a ya, kita ini padahal menjenguk dia karena kita ini perhatian, eh malah diusir usir aja dari tadi!" protes Alana kesal.
" Makasih!" kata Lio kepada Saka dengan Alana.
" Tentu!! Santai aja. Kita kan keluarga! Wajar kalau kita membantu kamu. Ga usah berterimakasih begitu." lanjut Alana ga enak hati. Tapi Saka hanya menarik lengan Alana agar keluar dari situ serta meninggalkan Lio dan Manda, supaya dirinya bisa bermesraan dengan Alana.
Lio yang sudah terbiasa dengan tingkah laku dingin Saka hanya memandang punggung mereka yang menjauh, sedangkan seperti biasa Alana hanya tersenyum kecil se akan meminta maaf dengan kelakuan suaminya yang datar dan dingin serta cuek itu.
Manda juga hanya diam membisu karen kenyataan yang diperhadapkan sangat menyakitkan bagi dirinya. Bayangkan sahabatnya sensiri melakukan hal yang kejam.
" Mas, kira-kira apa sih yang akan Vella lakukan kalau aku yang menjadi sasaran dia?" tanya Amanda sambil menerawang jauh.
__ADS_1
" Kemarilah!" perintah Lio kepada Manda.
" Nggak mau ah! Nanti nggak enak kalau ibu balik kesini lagi dan melihat aku ada di samping kamu. Bukannya malah istirahat di tempatku sendiri. Nanti dikiranya aku mau godain kamu lagi."
" Kamu di situ saja sudah buat aku ter goda kok!" kata Lio sambil melambaikan tangannya supaya Manda bisa mendekat. Tapi Manda tetap tidak mau, dia hanya menggelengkan kepalanya tanda dia gak mau mendekat. Kemudian Lio ingin melakukan hal yang ekstrem, Lio mencoba mencabut semua selang-selang yang ada di tubuhnya, melihat itu Manda langsung berteriak dan langsung turun dari ranjangnya.
" Iya iya, aku kesitu!! Kamu jangan melakukan tindakan bodoh!" teriak Manda kesal saat Lio hendak mencabut selang infus.
" Makanya,nurut dong! Aku gak keberatan kalau selang infus ini kjcabut. Toh aku sudh ga sakit!" kata Lio enteng.
" Iya, tapi itu baru saja diganti tadi saat kamu belum sadar. Setidaknya tunggulah sampai itu habis dulu. Soalnya kamu kan seharian ini belum makan." cebik Manda kesal karena ngeyelnya Lio.
" Aku hanya ingin mencium aroma tubuh kamu yang sudah jadi candu aku.Masa gitu aja salah? Aku ga bisa tidur kalau ga sama kamu." rengek Lio manja.
" Lebay, iya ini kan aku dah disini. Padahal kan cuman beda ranjang doang mas!!"
" Naik kesini lo, bobok berdua disini aja." kata Lio sambil menepuk sisi ranjangnya yang sengaja ia dikosongkan agar Manda bisa tidur berseblahan dengan dirinya.
" Ibu nggak mungkin balik deh. Ayo kamu ke sini soalnya aku nggak bisa tidur kalau kamu nggak ada di sini. Kamu mau kalau aku tidak istirahat?"
" Iya iya.. bawel banget. " kata Manda sambil naik ke ranjang Lio dan memeluk suaminya yang dalam mode manja. Sedang Lio balas memeluk Manda dan menaruh kepala Manda di dalam lengannya.
" Aku ngantuk!" kata Manda yang gantian bermanja dengan Lio, sesaat setelah Manda mencium aroma tubuh suaminya yang membuat dirinya tenang dan mengantuk.
" Tidurlah!! " kata Lio sambil menciumi rambut Manda yang wangi, dan mengusap punggung Manda membuat Manda segera berlayar di lautan mimpi indah.
Lio yang memandangi wajah istrinya lalu berkata dengan lirih.
" Maafkan aku!! Aku berjanji akan selalu menjaga kalian.Kuharap kalian akan baik baik saja." monolog Lio dengan lirih karena ia tahu bahwa istrinya sudah masuk ke dalam alam mimpi.
***
__ADS_1
Sementara itu di tempat lain,
" Jalankan rencana kedua!"
" Tapi bos? Ini terlalu ..."
" Apakah kamu sekarang ingin melawan aku? Aku yang bayar kamu, jadi kamu cukup melakukan apa yang aku ingin kamu lakukan, nggak usah membantah dan gak usah memberikan aku saran apa-apa!" jawab wanita itu dengan kesal.
"Baik Bos! Saya akan segera melaksanakan perintah dari bos!" kata preman itu dengan suara tegas dan raut wajah bahagia.
" Bagus!! Toh kamu juga akan senang kan? Dapat barang bagus yang bisa kalian nikmati dengn gratis?" kata wanita itu dengan senyum menakutkan.
" He he he iya bos!! Kita emang ga pernah menikmati wanita secantik itu bos!! Wuih apalagi bodynya seksi banget. " kata preman lainnya dengan sudut bibir yang sudah ngiler membayangkan sesuatu yang me**m di otak kotornya.
" Hmmh, tadi aja loe sok sokan jadi pahlawan kesiangan ." decih wanita itu dengan kesal.
" Bukan begitu bos! Saya hanya mau ngingetin kalau ini apa gak terlalu cepat untuk melaksanakan plan B ini." bela preman yang tadi pertama ngomong sama wanita ini.
" Kau mau nunggu sampai kapan? Sampai kiamat? " decak wanita itu marah, melihat bawahannya yang menurutnya bodoh.
.
.
.
TBC
*** eits.. siapa wanita ini? Apa rencananya?
Jangan hujat akoh yaaa, wkwkw toling tor di gift, tetep like dan vote yang banyak ya.
__ADS_1
thank youuu