Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
14.


__ADS_3

“Permisi om! Tante dan Manda. Oh ya, kalau tidak keberatan


nanti saya ingin berbicara 4 mata juga dengan Manda untuk mengetahui keahlian


juga spesifikasi yang ingin ia kembangkan juga, supaya arahan saya bisa sesuai


dengan keahlian yang dimiliki oleh Manda.” Jelas Kenan meminta ijin dengan ayah


Manda untuk mengajak Manda berbicara 4 mata.


Sebenarnya, Kenan sudah bisa menarik kesimpulan kalau


kemarin Manda itu berada di klubnya itu bukan disengaja dan sudah pasti tanpa


ijin dari keluarganya, karena menilik dari pengajaran dan pengekangan yang


dilakukan kepada Manda membuat dirinya tahu, kalau ia bisa memanfaatkan momen


kemarin untuk membuat Manda tunduk pada dirinya, memikirkan hal itu membuat


Kenan seakin bahagia. Tak rugi juga kalau ia harus mengeluarkan uang untuk


menanamkan modal kepada usaha kakak Manda. Kalau gak begini ia kan gak bakal


bisa punya kases untuk mendekati Manda. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui


nihhh!! Pikir Kenan dengan bahagia.


" Silahkan dah nak Ken.. om sama tante juga mau keluar dulu untuk beli barang untuk keperluan ke Jogja, jadi nak Kenan bisa nanya nanya tentang keahlian si Manda nanti di taman belakang saja, jadi lebih jelas dan detil." kata ayah Manda dengan raut senang karena putrinya bisa membuat laki laki yang kaya ini tertarik dengan kecantikannya.


***


Setelah Kenan berurusan dengan kakak kakak Amanda, Ia


langsung minta ijin untuk ketemu dengan Amanda yang ia klaim sebagai pujaan hatinya.


Kenan juga ga tau kenapa ia bisa menggilai Manda, karena


banyak sekali wanita cantik yang ada di sekelilingnya yang bahkan dengan sukarela mau saja menghangatkan ranjangnya, yang jelas tanpa ia perlu susah


susah dan ga perlu ngeluarin duit dan usaha juga, walau ia juga tidak bisa  memungkiri kalau Manda emang kecantikannya luar biasa, tubuhnya seksi dan mengembang di tempat tempat yang seharusnya.


“Manda..” panggil Kenan saat ia melihat Manda sedang duduk


duduk sendirian di taman belakang rumahnya. Tampaknya gadis itu sedang melamun

__ADS_1


di taman sambil memandangi kecantikan bunga bunga yang dipelihara oleh ibunya. Sekalipun


menurut Kenan ga ada yang dapat menyaingi kecantikan Manda saat ini.


“Eh Kak Ken..?” entah kenapa Kenan suka saat Manda memanggilnya dengan sebutan itu, terasa merdu merayu.


“Ulang lagi dong, Manda!”


“Apanya?” tanya Manda ga ngerti, wajahnya yang polos dan


bola matanya yang bulat membuat Kenan ingin mencium gadis itu dan membuat gadis


itu menjadi miliknya seutuhnya. Hush!! Pikiran kok udah kotor aja. Padahal hanya mendengar Manda mengundang namanya dengan sederhana.


“Panggil namaku lagi, Manda sayang!” pinta Kenan dengan nada


lirih, sorot matanya yang penuh kasih sayang membuat Manda menangkap sinyal bahwa laki laki ini gak sesederhana itu. Pasti ia ada tujuan dan motivasi dalam


mendekati keluarganya. Bukan sebuah kebetulan saja.


“Kak Ken? Sebenarnya tujuan kakak dalam mendekati kak Joz


itu apa? Jangan bilang kalau kakak ingin menanamkan modal untuk perusahaan keluarga ku?” tanya Manda dengan tegas, ia gak mau menaruh harapan dan membuat


Manda hanya takut kalau rahasia saat ia ada di klub malam,


dan berbohong dengan keluarganya bakal terbongkar kalau Kenan dekat dengan keluarganya.


“ Gimana kalau aku bilang aku menyukai kamu? Apa kamu bakal


percaya dengan apa yang aku katakan?” tanya Kenan dengan pandangan penuh kasih


yang sama seperti tadi, jujur pandangan itu membuat Manda menjadi jengah.


“Bagaimana bisa kak? Kakak hanya ketemu aku satu kali.


Bagaimana bisa kakak suka sama aku?” tanya Manda dengan raut heran. Wajah Manda


saat ini membuat Kenan berhasrat besar ingin menciumnya. Bibirnya yang berwarna


merah ceri melambai lambai ingin dicium. Pikiran dan mata Kenan benar benar ga focus


dengan yang dikatakan oleh Manda melainkan lebih focus memandang ke bibirnya yang tampak penuh dan menggoda. Sehingga tindakan impulsive itu terjadi. Kenan mencium bibir Manda dengan cepat, sebenarnya tidak dapat dikatakan sebuah ciuman, sekalipun perlakuan itu cukup impulsive, tapi nalar Kenan masih bekerja dengan baik karena itu ia hanya mengecupnya dan ingin mencicip rasa merah ceri yang melambai tadi.


“Manis!!” sahut Kenan sambil membelai bibir Manda dengan ibu

__ADS_1


jarinya dan mengembalikan ke bibirnya sendiri. Kejadian yang sangat cepat itu membuat Manda tertegun, shock dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Jujur


selain dengan Lio kemarin itu, baru kali ini juga Manda melakukan interaksi dengan laki laki atau lawan jenis secara intim, dan Manda kaget.


“Kak Ken!!” jeritnya dengan suara tertahan.


“Aku suka kamu karena aku menyukai kamu, se simple itu cinta


itu datang. Mungkin kamu bisa katakan kalau aku menyukai kamu dari pandangan pertama, saat kamu masuk ke ruangan  itu bersama Vella, entah kenapa kamu menarik hatiku. Jangan jangan kamu pake guna guna?” tanya Kenan sambil menaikan salah satu alisnya membuat wajahnya yang tampan itu tampak menggoda. Tapi Manda hanya bisa mendesah kesal dan mulai menjelaskan, ia gak mau Kenan salah sangka.


“Kak Ken, aku tahu kalau kakak pasti banyak teman cewenya,


mungkin bahkan sudah melakukan hubungan yang lebih dengan wanita wanita lain


yang ada di klub itu. Tapi perlu kakak tahu kalau aku bukan orang yang kayak gitu. Aku akui kalau waktu itu aku sudah ditipu oleh Vella untuk datang ke klub, dan berbohong dengan keluarga aku. Tapi dunia aku dan kakak itu beda. Itu adalah saat aku pertama dan terakhir kalinya berada di tempat seperti itu. Kakak mengerti kan?” jelas Manda dengan nada tegas. Ia ga mau dianggap sebagai wanita yang dengan mudah berciuman bahkan berhubungan badan dengan lawan jenis tanpa adanya ikatan pernikahan. Kecuali yah pada saat ia ditipu Vella itu.Dan ia ga mungkin bersama dengan Kenan karena Ia sudah melakukan itu dengan Lio.


“Manda tapi aku menyukai kamu. Kenapa kamu ga bisa


memberikan kepadaku sebuah kesempatan yang sama dengan calon suami kamu yang katanya


keturunan bangsawan itu?”  tanya Kenan sambil berdecak kesal dengan Manda yang tetap memberinya tatapan dingin dan


seakan tidak ingin memberinya kesempatan.


“ Kak Ken, aku juga tidak menyukai  orang yang disebut ayah aku tadi sebagai calon suami aku. Bagaimana bisa suka sih? Kan aku ini dijodohkan? Bahkan kalau


kakak mau tahu, aku itu saja gak pernah lihat orangnya kayak apa! Tapi kakak kan tahu kalau ayah aku itu segitu mengagung agungkan orang itu.” Keluh Manda


dengan nada lirih. Ia sendiri kalau disuruh milih, ia milih untuk menikmati masa mudanya dulu dan gak mau direpotkan dengan urusan pernikahan, apalagi dengan orang yang tidak ia sukai.


“Kamu mau gak kalau kakak bantu untuk menyingkirkan calon suami kamu yang ga jelas itu, asal kamu mau nikahnya sama aku?” tanya Kenan dengan senyum smirk yang menghiasi wajahnya yang tampan itu.


“Gak!! Sama saja dong!! Keluar mulut singa eh dapet mulut buaya.”


Keluh Manda dengan terang terangan, membuat Kenan tidak bisa tidak menjadi kesal dengan kelakuan Manda, tapi mau marah ia tidak bisa, ia sudah terlanjur


suka dengan Manda. Terpaksa Kenan  menghukum Manda dengan cara yang lain, ia kembali mencium bibir gadis yang sudah kurang ajar mengatakan dia seperti buaya.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2