
" Ada apa ini pak? Saya kan mau menhubungi keluarga saya. Katanya..."
" Ssstthh diamm!! Biar aku bekerja dulu." kata Alex dengan suara ketus.
Alex mengotak atik ponsel pak Jaya dan menemukan chip kecil di dalam tempat kartu simcard.
" Binggooo!!Akhirnya aku menemukan sesuatu!!" jerit Alex dengan nada senang.
"Hebat kamu, Lex! Bagaimana bisa kamu menebak ini?" tanya Lita dengan suara sarkas.
" Ha ha ha kepandaianku emang diatas rata-rata dan kamu jangan iri dong, Lit!!" kata Alex dengan nada bangga.
Lita tidak memperdulikan perkataan Alex, dia malah memutar bola matanya dengan kesal.
" Jadi alat penyadap nya malah ada di ponsel Pak Jaya? Wah kalau begitu tadi Vella sudah bisa mengetahui semua rencana kita dong?" tanya Lita yang berpikir seluruh rencana bosnya gagal total dong.
" Kayak nya alat ini cuman di buat menyadap telepon yang masuk dan keluar bukan untuk menyadap percakapan di luar ponsel ini. " kata Alex sambil membolak-balikkan chip yang ia temukan.
" Coba kamu sambungkan dengan laptop Pak Lio, siapa tahu kita bisa mendapatkan kan isi dari chip ini." kata Lita menyarankan.
" Kayaknya aku harus menghubungi pak Lio dulu untuk meminta pertimbangan dari dia. Karena dia kan lebih pengalaman Untuk masalah masalah seperti ini." kata Alex setelah berpikir sesaat. Lita hanya bisa diam dan mengangguk-anggukkan kepalanya tanda Ia setuju dengan pemikiran Alex.
Sedangkan Pak Jaya yang tidak mengerti tentang teknologi semacam ini hanya bisa garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
" Ya udah kamu tunggu apalagi? Segeralah kamu menelepon Pak Lio supaya kita bisa mendapatkan pencerahan dari permasalahan kita ini. Soalnya aku takut kalau kita menunda lebih lama lagi bisa bisa Vella mendapatkan cara untuk menjatuhkan kita lagi." kata Lita
" Baiklah baiklah aku akan menelepon pak Lio segera. Aku akan menelepon Lio di luar saja karena aku takut ada alat sadap lagi di ruangan ruangan kita ini. Ternyata Vella ini sangat berbahaya."
" Pak Alex, tolong saya, selamatkan keluarga saya, saya jadi sangat takut melihat kenyataan bahwa Vella ini sangat berbahaya. Saya takut kalau kalau keluarga saya dibunuh oleh Vella. " kata Pak Jaya dengan nada memohon bahkan ia sudah mengeluarkan air mata tanda ia sungguh-sungguh takut.
__ADS_1
" Iya Iya ini juga saya sedang berusaha menolong keluarga kamu." kata Alex dengan nada jengah.
" Lita jaga pak Jaya dengan benar kalau perlu kamu panggil security supaya mereka bisa membantu kamu menjaga Pak Jaya dan kita ga akan kecolongan." perintah Alex dengan cepat. Lita langsung melakukan apa yang diperintahkan Alex. Lita memanggil sekuriti untuk menjaga keamanan di sekitar Pak Jaya.
Alex segera keluar setelah sekuriti datang. Ia juga memerintahkan anak buahnya untuk menjemput keluarga pak Jaya sebelum Vella melakukan yang tidak tidak. setelah itu ia memberitahukan keadaan di kantor kepada Lio.
***
Sementara itu mobil Lio dan Manda sudah sampai di Graha Adiprana di tempat mereka akan melakukan meeting dan lunch siang itu.
" Apa kamu sudah lapar sayang?" tanya Lio kepada Manda. Posisi mereka sekarang masih ada di dalam mobil.
" Hmm belum terlalu sih! Kalau kamu gimana?" tanya Manda balik kepada Lio.
" Aku sih sudah lapar tapi lapar nya kepingin makan kamu." kata Leo sambil tersenyum smirk.
" Kita ini kan suami-istri Manda sayangku, jadi ya sah-sah saja kalau aku menggoda istriku sendiri. Malahan aku akan mendapatkan pahala kalau godain istri sendiri. Nah, kalau godain istri orang baru nggak boleh!!" jelas Lio sambil mencubit hidung mancung Manda.
" Kamu ini lho mas, ada aja jawabannya. Sudah, ayo kita segera turun dari mobil. Jangan lupa kita sudah ditungguin meeting loh Mas!" kata Manda sambil membuka seat belt miliknya.
" Siap bos laksanakan !" seumur-umur baru kali ini Lio melakukan tindakan-tindakan konyol hanya untuk menyenangkan orang lain dan orang lain itu adalah Manda.
" Dasar om om alay!"
Mereka berdua turun dari mobil dan segera masuk ke dalam Gedung Graha Adiprana di mana meeting dan makan siang akan dilaksanakan. Di depan lobby, mereka berdua dijemput oleh perwakilan dari Graha Adiprana, yaitu Sinta sekertaris dari tuan Gerald Adiprana, CEO dari Adiprana corp.
Sebelum mereka sampai di ruangan yang dituju, tiba-tiba telepon dari Lio berbunyi, dan ternyata itu adalah telepon dari Alex. Lio sangat kaget karena baru saja mereka kan bertemu. Pasti ada hal-hal yang penting yang akan disampaikan oleh Alex, batin Lio.
Lio langsung mengangkat telepon dari Alex, dan menanyakan maksud dan tujuannya menelepon dirinya. Alex langsung menjelaskan apa yang sudah terjadi di kantor tadi. Lio bertambah geram dengan apa yang sudah disampaikan oleh Alex. Manda yang memandangi Lio menjadi ingin tahu mengapa wajah Leo berubah menjadi merah, dan gelap.
__ADS_1
Tapi Manda menahan rasa ingin tahunya sampai Lio selesai mendengarkan apa yang disampaikan oleh Alex. Dan setelah Alex menutup sambungan teleponnya, Lio langsung menceritakan secara singkat kepada Manda apa yang sudah terjadi di kantor tadi, tentunya dengan nada lirih karena Sinta masih ada di depan mereka.
Mereka memutuskan untuk fokus dulu dengan rapat yang akan digelar di Graha Adiprana, karena ini juga penting bagi kelangsungan Perdana corp. Urusan Vella dan alat sadap bisa diatur kemudian.
***
" Gimana? Kita balik ke kantor? atau langsung ke rumah besar? " tanya Manda setelah rapat di Graha Adiprana selesai dan mereka sekarang sudah ada di dalam mobil kembali.
" Langsung ke rumah besar aja Urusan di kantor sudah ditangani dengan baik oleh Lita dan Alex bahkan keluarga pak Jaya pun sudah diamankan oleh mereka. Aku yakin Vella tidak akan melakukan apa-apa lagi. Lagian chip yang ditemukan oleh Alex, sudah diselidiki, itu hanya alat penyadap ponsel keluar dan masuk. Jadi pembicaraan diluar hubungan ponsel tidak akan terekam oleh mereka." jelas Lio dengan detil, Karena Lio tidak mau membuat Manda khawatir lagi.
" Baiklah Mas! Aku sih nurut aja sama kamu. Ayo kita segera ke rumah besar. Kamu tahu mas, aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Genta, soalnya dia itu lucu dan menggemaskan." kata Manda dengan raut bahagia karena ia sudah membayangkan bertemu dengan Genta keponakan Lio itu.
" Aku nggak suka ya kalau kamu membicarakan laki-laki lain di depan aku." kata Lio dengan nada ketus.
" Ya ampun Mas! Genta itu kan keponakan kamu. Masak kamu cemburu sama keponakanmu sendiri. Lagian Genta itu masih kecil loh masss!!" bantah Manda dengan nada kesal.
Ha ha ha , dasar suami posesif!!
.
.
.
TBC
***
Vote dan gift yang banyak. Spam komen juga ya. Aku mau crazy up, setuju gaaaaa????🤟🏻🤟🏻🤭🤭
__ADS_1