Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
74.


__ADS_3

" Kamu tahu nggak, Bby, yang bikin aku makin kesal? Kita hampir saja kehilangan keponakan kita loh. Karena ternyata Manda itu sedang hamil!" jelas Alana yang membuat Saka terkejut kayak kesambar petir.


" Apa?? Hamil??" teriak Saka terkejut.


" Gak usah lebay deh, Bby!! Pake teriak teriak segala. Ini rumah sakit, bukannya stadion sepak bola." cebik Alana yang tambah kesal, awalnya karena ia kesal karena Manda hampir saja keguguran. Kedua, karena kabar tentang Vella tadi. Eh sekarang suaminya tampak alay karena teriak saat mendengar Manda hamil.


" Soalnya kan Lio dan Manda baru jaln 3 minggu ini menikahnya, bahkan resepsinya baru minggu depan dihelat. Masa Lio se tokcer itu." kata Saka gak terima.


" Eh kita kan juga gitu, emang kamu pikir Alendra muncul dari mana?"


" Ya karena aku lebih tokcer." sanggah Saka dengan percaya diri. membuat Alana menjadi tambah lebih kesal.


" Terserah kamulah, Bby!! Emangnya kamu nggak ingat ya bahwa dua bulan sebelum mereka menikah, mereka bahkan udah kuda-kudaan terlebih dahulu." kata Alana sambil memutar bola matanya dengan sebal.


" Ha ha ha eh iya iya aku kok lupa." kata Saka sambil mengulum senyumnya, dia paling senang menggoda Alana karena nggak tahu kenapa saat dia bisa menggoda Alana dan Alana kesal itu menjadi hiburan tersendiri baginya.


" Tapi emangnya kamu udah tahu si Manda itu hamil berapa bulan?" lanjut Saka sambil menaikan alisnya.


"Oh iya.. aku saking tegangnya tadi lupa nanya sama Rangga. " kata Alana sambil menepuk keningnya.


" Kalau punyaku tegang, malah bisa bikin enak." kata Saka vulgar, sambil berbisik lirih di telinga Alana. Wajah Alana sontak memerah, tangannya langsung mencubit pinggang Saja yang masih saja keras dan tanpa lemak.

__ADS_1


" Adduh... sakit sayang." teriak Ska dengan cukup keras sehingga Alana menarik tangannya karena kaget dengan suara keras itu.


Tak berhenti di situ saja,Alana tambah malu karena Rangga keluar dari ruang UGD dengan raut wajah marah yang tidak ia sembunyikan.


" Aku tahu kalau kalian lah pemilik Rumah Sakit ini, apakah kalian gak bisa cari tempat kalau kalian mau melakukan hal-hal yang me**m? Kami itu lagi menyelamatkan orang. Kalian malah teriak teriak h**ny." bentak Rangga dengan ketus.


" Aduh, sorry Ngga. Nih adik kamu ini ga pernah lihat tempat kalau teriak. Dikira ini stadion olah raga?" sindir Alana yang menunjuk Saka yang sudah memasang wajah datarnya lagi.. For your info, Saka selalu pasang wajah datar kalau menghadapi orang lain, tapi bersama Alana ia bis menjadi sosok yang manis dan peuh kehangatan.


" Gimana kondisi Leo?" tanya Saka masih dengan nada datar dan dingin.


" Masih ingat kalau saudaranya sedang sakit? Kirain gak inget! Huh!! Saat ini Lio dalam kondisi yang sedikit memprihatinkan. Dia diberi obat penenang jenis GHB (gammahydroxybutrate), obat ini bisa menyebabkan lemas otot dan amnesia jangka pendek jika dicampurkan ke dalam minuman. Efek dari GHB sendiri akan mulai terasa setalah 10 menit hingga satu jam dan obat bius ini akan bertahan selama 7 jam. Efek obat ini menimbulkan euforia, peningkatan gairah **** dan ketenangan. Kemungkinan si pemberi obat ingin berbuat asusila dengan Lio. Karena obat ini emang sering digunakan untuk memper**sa sesorang. Sementara efek negatif dari GHB yaitu berkeringat, kehilangan kesadaran, mual, halusinasi, sakit kepala, kelelahan, kebingungan, canggung, amnesia hingga koma. Rupanya mereka menaruh obat ini terlalu banyak, sehingga tubuh Lio yang belum pernah mengkonsumsi barang seperti ini langsung bereaksi negatif, ia langsung pingsan. Aku hanya khawatir kalau Lio memiliki alergi dengan obat antidepresan semacam ini. Karena efeknya bisa kehilangan kesadaran untuk selamanya. " jelas Rangga kepada Saka dan Alana.


Penjelasan Rangga membuat Alana menjadi cemas, mereka memang harus memikirkan dampak negatif yang ditimbulkan dari efek obat itu. Rangga juga bilang kan, kalau efeknya bisa membuat orang itu insomnia dan tidak sadarkan diri dalam jangka waktu tertentu.


" Sak, kini situasi nya cukup darurat Manda dan Lio sama-sama belum sadar. Apakah kamu sudah menghubungi orang tua Manda, ayah serta ibu?" tanya Rangga dengan suara khawatir.


" Kami memang belum menghubungi siapa-siapa, Ngga! Karena aku dan Saka berpikir Lio bakal sadar dalam waktu dekat, sehingga paling tidak dia bisa mengurus masalah Manda. Oh iya aku mau nanya, tadi kamu kan menginformasikan bahwa Manda sedang hamil tapi kamu nggak nyebutin dia sudah hamil berapa minggu?" tanya Alana.


" Emang aku sendiri belum tahu, itu bagiannya spesialis obgyn, permasalahannya selama Manda belum sadar, aku harus berusaha untuk membuat dia sadar dulu. Tapi jangan khawatir menurut pemeriksaan aku, kondisi bayi yang ada di dalam kandungan Manda saat ini baik-baik aja. Memang aku tidak memungkiri bahwa tadinya keterkejutan Manda membuat dia rentan akan kasus keguguran. Kalian mesti ingat bahwa orang hamil tidak boleh terlalu stres, dan tadi Manda itu ada di dalam puncak stresnya. Aku harap kalian bisa mengerti tentang kekhawatiran ku tadi." jelas Rangga dengan detil.


" Kalau begitu ada baiknya kita sekarang menghubungi ayah, ibu , dan juga orang tua Manda. Gimana menurut kamu, Bby?" tanya Alana sambil menyenggol lengan Saka yang dari tadi hanya diam saja.

__ADS_1


" Hmmh, kamu langsung aja menelepon ibu, Tapi kamu jangan bilang dulu tentang kasus penjebakan tadi."


" Bagaimana dengan ayah?"


" Jangan kuatir Ibu pasti punya cara untuk memberitahu kepada ayah dan biarlah kita menyerahkan cara memberitahu orang tua Manda kepada Ibu saja, karena kupikir ibu akan lebih berpengalaman untuk menyampaikan hal-hal seperti itu." kata Saka kepada Alana, Rangga juga hanya mengangguk tanda setuju.


" Lalu bagimana janji kalian yang katanya akan menceritakan tentang Lio dan Manda, serta masalah apa yng membuat mereka berdua seperti ini?" tandas Rangga yang mulai kesal katena Saka dan Alana hnya mutar mutar hanya untuk memberi penjelasan kepadanya. Gesture Alana menyerahkan semua penjelasan kepada Saka aja.


Sedang Alana langsung ke selasar ruang UGD untuk menelepon ibu. Kalau pak Joko yang tadinya berada di seputaran mereka, balik ke lobby bawah karena Saka menyuruhnya untuk membeli makanan untuk mereka. Soalnya Saka dan Alana belum mau kemana mana sebelum ada kejelasan mengenai kondisi Lio dan Manda.


Rangga pun pamit untuk pergi setelah mendengar rangkuman cerita Saka. Ia juga tidak bisa menyalahkan Saka. Tapi kemungkinan ibu dan ayah bakal marah, Rangga tahu itu. Rangga bergegas pergi untuk mengurus Manda yang ternyata sudah dipindah ke ruang VVIP 1, tempat eksklusif milik keluarga Perdana saja. Saka tadi juga mengusulkan kepada Rangga, kalau Lio dan Manda biar ada di satu ruangan saja. Jadi Rangga juga mengurus Lio yang masih ada di ruangan UGD.


.


.


.


TBC


*** masih berlnjut ya konfliknya karena Vella belum ditangkappp.

__ADS_1


Jangan lupa like, favorit, dan juga voteeeeeeπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ» Gift yang bnyak yaaaa


__ADS_2