Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
47.


__ADS_3

" Ini beda sayang, lihat ya.." Lio memperagakan sesuatu. Ternyata Lio juga memiliki jam yang sama dengan Manda cuman modelnya adalah jam untuk laki laki.


" Wahhh, masss.. kok bisa?" teriak Manda excited, kayak anak kecil yang dikasih mainan baru.


" Hu um.. jadi jam ini sepasang sayang, kayak kita. Ini salah satu produk terbaru dari Lion Telsigma. Jam ini bisa mengabarkan lokasi pasangannya, dengan cara menyala berkedip kedip seperti itu. Sekilas ini seperti gelang jam penunjuk waktu biasa, tapi ini multifungsi. " jelas Lio secara detil sambil menunjukan caranya.


" Jadi misal kalau kita tanpa sadar ada di ruangan yang sama dengan pasangannya, jam ini bisa berkedip kedip gitu?" tanya Manda antusias.


" Hu um kalau mau dimatikan kedipnya biar ga ada orang yang tau juga bisa lo sayang, gantinya ia bisa mengirim sign seperti orang kesetrum, kayak gini.." jelas Kio sambil mempraktekan.


" Aduh!! Ihhh mas, Manda kaget tau." jerit Manda kaget, karena jam ditangannya bergetar sesaat membuat tangannya serasa tercubit, kaget. Sekalipun ga sakit sih.


" Ha ha ha, kamu lucu deh pas kaget gitu."


" Enak aja! Kamu ngerjain aku ya, mas? Eh tapi jam ini unik deh. Lalu apa lagi kelebihannya?"


" Dia bisa dilacak keberadaannya, jadi kemanapun kamu pergi aku bis tahu. Dan kemana pun aku pergi, kamu bisa tahu."


" Wow canggih sekali! Gimana caranya? " tanya Manda.


" Gampang, tinggal dihubungkan pake kabel data yang ini,dan di colokkan ke ponsel pintar kita, unduh di play store atau app store untuk aplikasinya dan taraaa.. bisa kan ? Gampang lagi caranya. Lokasinya bisa dituju dan dicari melalui GPS. Bahkan ini juga bisa digunakan untuk meminta pertolongan sama pasangannya kalau ada tindakan darurat." kata Lio lagi menjelaskan fungsi canggih barang yang diberikan sama Manda.


" Ck ck ck, ini keren banget tau mas? Pasti harganya mahal."


" Lha ini kan produk yang aku ciptakan untuk kemudahan di jama sekarang, sayang. Jadi kamu jangan mikir berapa harganya. Tapi jangan lupa, kamu harus selalu pakai barang ini, jangan dilepas walau untuk mandi, karena barang ini water proof. Semuanya kulakukan untuk kepentingan keamanan kamu. Karena banyak sekali orang yang mungkin ga suka sama kita, nah, ini digunakan untuk berjaga jaga. " lanjut Lio sambil mengunci gelang yang ada di tangan Manda, supaya ga bisa lepas.


" Jadi aku bisa tahu kamu dimana dan ngapain dengan gelang ini? " tanya Manda lagi


" Kira kira begitu! Adilkan? Oh ya kamu bisa tekan icon jamnya ini dan gelang ini bisa mengirim sinyal bahaya dan minta tolong sama pasangannya."

__ADS_1


" Jadi kalau aku ada masalah dan ingin minta tolong aku bisa tekan gambar jamnya yang ini?"


" Betul, dengan begini paling tidak kamu akan aman!" kata Lio lagi, padahal semua barang Manda yang diberi oleh Lio ditanam dengan chip pelacak supaya ia bisa memantau dan menjaga keselamatan Manda dan mencarinya saat Manda menghilang.


" Keren mas!! Kamu bener bener jenius. Pantes saja Lion Telsigma menjadi perusahaan start up yang cepat terkenal. Inovatif dan one step ahead! Wah aku harus banyak belajar sama kamu nih mas!" kata Manda dengan tatapan kagum yang tidak dapat ditutupi.


" Belajar sama aku ga gratis ya!" katanya dengan smirk di wajah Lio.


" Ya ampun, masa harus bayar sih blajar doang sama kamu? " cebik Manda kesal, perhitungan banget ini suaminya.


" Ha ha ha murah kok bayarnya. Cukup nglayani aku aja! Gampang kan?" tanya Lio sambil menaik turunkan alisnya. Membuat Manda memutar bola matanya dan memajukan bibirnya tanda ia kesal.


" Ha ha ha jangan menggodaku seperti itu, Kamu membuatku jadi pingin tau gak? Nanti kalau aku minta lagi gimana?" tanya Lio sambil menyentil dahi istrinya dengan sayang.


" Ya ampun mas!! Kamu bukan hanya pinter berargumentasi, tapi kamu juga modus serta super m***m. Cape aku nglayani kamu." kata Manda sambil memutar bola matanya lagi dengan jengah dan segera turun dari ranjang untuk menjauh dari Lio.


" Mau keluar nyari minum! Haus berdebat sama kamu, Mas." sahut Manda masih kesal dengan suaminya yang punya kebiasaan baru menggoda istrinya yang polos.


" Hei jangan marah dong. Iya iya, mas minta maaf udah godain kamu. Nanti mas ajarin sampai kamu pintar dan semuanya gratissss tiss tiss. Gimana?" tanya Lio masih memeluk tubuh istrinya, sambil menghirup aroma istrinya yang mulai dari ia berhubungan dengan Manda, sudah menjadi candu bagi dirinya. Entah kenapa saat menghirup aroma Manda, ada ketenangan dan kenyamanan.


" Mas, jangan gitu.. ahh! desah Mnda saat Lio membelai bagian bagian privasi Manda dengan seduktif.


Ting tong..


" Aaarrgggh!! Siapa sih malam malam menganggu? " bentak Lio kesal, karena waktu di menikmati Manda terjeda karena ada orang di luar pintu apartemennya.


" Mas, kayaknya itu yang kirim makan malam kita deh! Biar aku bukain deh, kalau kamu cape." sahut Manda lembut saat melihat Lio tampak marah dan frustasi karena kesenangannya terganggu.


" Eh engga sayang, aku ga cape. Aku cuman kesel karena saat aku berduaan sama kamu jadi terjeda. He he he." lanjut Lio terkekeh geli. Lio langsung beranjak untuk membukakan pintu setelah sebelumnya ia melihat dari monitor siapa yang datang, ternyata emang benar kurir makanan yang ia pesan sebelumnya.

__ADS_1


Setelah menutup pintu, ia langsung membawa makanan yang ia pesan ke ruang makan sembari memanggil istrinya untuk makan bersama. Manda pun menghampiri suaminya yang sedang menata makanan, masih menggunakan piyama tidur satin tanpa lengan dan celana pendek.


" Kamu beli apa mas?" tanya Manda yang terlihat sangat lapar saat mencium aroma harum dari makanan yang sedang ditata Lio.


" Udang tepung, gulai kakap, sayurnya cap jae seafood, dan mie siram sapi dan nasi putih sebakul. Cukup kan? "


"Ya ampun, banyak amat? Emang buat siapa saja?"


" Ya buat kitalah. Emang ada orang lain lagi?"


" Sebanyak ini?" tanya Manda dengan mata melotot.


" Sudah ga usah kaget gitu! Ini penting buat asupan energi kamu. Supaya kamu tetap kuat di ranjang!" lanjut Lio dengan senyum yang bagi Manda itu adalah senyum m***m ala suaminya.


" Mas, bisa gak kalau ngomongnya ga vulgar kayak gitu? Kalau di dengar orang malu ya!"


" Kan ga ada orang selain kita disini?"


"Ishh, auk ah gelap! Aku lapar mas.. ga usah ngomongin yang ga penting." sahut Manda dengan nada ketus. Dulu aja kelihatannya datar dan dingin, eh sekarang kayak singa kelaparan. Maunya nempel mulu kayak perangko, batin Manda.


.


.


.


TBC


*** Lio ga pernah begituan sih, sekalinya gitu ketagihan🤟🏻😂.. Readersku sayang, jangan lupa vote, gift yang banyak, like setiap baca, otor akan terus double up tiap hari. Happy dayy🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2