Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
42.


__ADS_3

Keesokan harinya, Manda sudah dirias oleh MUA terkenal yang sudah di rancang oleh WO profesional yang Lio sewa.


Manda yang pada dasarnya sudah cantik, tambah istimewa saat menggunakan kebaya dan make up dahsyat ala artis.


" Wuih, ye emang top deh cyn. Tambah kelihatan glowing dan cakep cetar membahana mengalahkan artis artis terkenal sekelas Syahrani.Belum lagi body ye yang semlohay. Pantes aja bos gede sekelas Lionando Perdana yang dingin dan datar bisa nyantol sama kamyu." ujar seorang MUA yang sejatinya adalah laki laki tapi saking menghayati perannya sebagai make up artis, jadi kayak perempuan yang asli. Manda sampai bingung bagaimana ia harus memanggilnya. Kalau mas tapi bentukannya kayak cewe, kalau cewe kok suaranya kayak laki. Bingungg, akhirnya Manda memanggilnya dengan sis aja deh.


" Sis, kenal sama mas Lio?" tanya Manda sambil menaikan alisnya. Manda ga percaya masa mas Lionya punya kenalan kayak gini.


" Ha ha ha.. jangan cemburu gitu deh cyn. Mana mau bos Lio sama eike yang jadi jadian gini. Meski eike sering luluran dan perawatan,make upnya juga ga kalah sama ye. Tapi wajah eike kalah jauh lah kalau sama yeee. Eike jelasin yaaa, bos Lio itu langganan eike. Keluarganya itu selalu mintanya make up sama eike. Eh kamu tahu kan kalau adiknya itu juga cakepnya uhhh nauzubillaminzalikk, kebangetyyyaaaaannn!! Makanya adiknya juga pas nyari istri juga cantik kayak yeee. Luar biasa deee pokoknya keluarga Perdana itu." jelas MUA ganjen itu dengan melambai.Mengibas ngibaskan tangannya sampai manda bingung, sebenarnya orang itu lagi cerita apa lagi menari. Manda tepok jidat dalam hati.


Tapi saaat Manda mematut dirinya di kaca, ia mengakui kalau MUA itu sungguh sangat berbakat. Ia bahkan tidak mengenali dirinya sendiri. Ia tampak cantik dan mempesona.


" Nah, kamu juga speechless kan


lihat wajah kamu sendiri? Sampai kayak lihat orang lain ya?? " tanyanya dengan nada bangga. Dan senyumnya tambah mengembang saat melihat Manda mengangguk angguk menatap dirinya sendiri ta percaya.


Tok tok tok...


" Aih ibu,ini pengantinnya sudah siap,apa mau disuruh turun ?" tanya si MUA dengan lemah gemulai.


" Iya, makasih ya... ehm mbak." ibu Manda merasa bingung bagaimana ia memanggil MUA itu tapi MuA iti hanya tersenyim mamis dn meninggalkan ibu dan Manda sendirian di dalam kamar Manda yang dipakai untuk rias.


" Manda, nduk anakku cah ayu!" panggil ibu dengan mata yang sudah berkaca kaca. Ia kagum melihat kecantikan paripurna anak gadisnya. Di lain pihak ia juga sedih karena kalau anak gadisnya menikah ia harus ikut sama suaminya.

__ADS_1


" Ibu.. maafin kesalahan Manda ya, bu!" kata Manda sambil memeluk ibunha.


" Eh wes wes ojo nangis mengko mundhak babar maskarane, aduh!!" (\= eh sudah sudah jangan nangis nanti malahan maskaranya luntur ) kata ibu sambil memeluk anak gadisnya supaya Manda ga nangis lagi. Dan Manda pun brrusaha menahan perasaan hatinya yang juga sedih harus menikah dalam umur yang begitu muda.


" Sudah,ibu cuman mau ngomong kalau calon mertua dan keluarga calon suamimu sudah datang jntuk memberikan seserahan, dan lamaran resmi sebelum nanti dilanjut dengan acara ijab kabul. Kamu bebenahlah dulu, jangan malah nangis. Lalu segera temui mereka. Gak baik kalau kamu berlama lama dikamar." kata Ibu sambil membantu Manda membereskan make upnya.


" Bu, apa semua sudh datang?" tanya Manda dengan gugup.


" Hanya mertua kamu.saja, katanya adik dan ipar Lio akan nyusul. Maklum mereka punya anak bayi." kata ibu tergesa gesa.


Tok tok tok ... pintu diketuk dari luar, ibu dan Manda saling berpandangan, mungkin petugas WO yang datang unyuk memgatur jalannya acara lamaran yang akan dilanjutkan dengan ijab.


" Permisi, ibu dan calon pengantin diharap bersiap karena acara lamaran dan dilanjutkan akad nikah akan segera dimulai." kata petugas WO yang berpakaian seba hitam dan memakai ear piece agar biaa memantau keadaan di ruangan utama, tempat dimana acara akad akan dihelat.


" Astafirullah,cantiknya calon mantuku." kata ibu Irsyana sambil menutup mulutnya karena kaget. Bahkan Lio yang sudah berulang kali memandangi wajah Manda dibuat terkejut karena hari ini Manda tampak luar biasa.


" Nah, pak, bu.. ini anak saya. Amanda Djoyodiningrat." kata ayah sambil membantu Manda untuk duduk di karpet berdampingan dengan Lio yang tampak gagah dengan jas warna putih, kopiah putih dan kemeja silk warna senada.


" Oalah, pantesan Lio ingin segera menikahi Manda, rupanya Lio sudah pengin kayak Saka dan Alana ini yah!" goda ibu sambil terkekeh ringan.


" Sshh, ibu! Habis ini sudah langsung akad loh. " kata ayah Langit sambil menggamit lengan ibu yang duduk di sebelahnya agar bergeser, karena penghulu dan ayah Noto sudah duduk berdampingan, tanda acara ijab kabul akan segera dimulai.


Jantung Lio dan Manda seperti sedang lari marathon. Saking gugupnya, Manda tangannya sampai brrkeringat bahkan telinganya berdengung, tiba tiba sudah terdengar di seluruh ruangan yang gema kata kata SAHHHHH dan ALHAMDULLILAHHH.

__ADS_1


Manda melirik ke sampingnya dimana Lio sudah menyodorkan tangannya untuk mengambil tangan Manda dan memasangkan cincin berlian yang sudah Lio siapkan. Begitupula sebaliknya.


Manda bagaikan bermimpi saat punggung yangan Lio ia cium dan sebaliknya Lio juga mengecup kening Manda tanda mereka sudah sah sebagai suami dan istri.


" Kamu sangat cantik." bisik Lio di sela sela tanda tangan surat surat dan bukti pengesahan pernikahan mereka berdua.


" Mas juga tampak beda." puji Manda malu malu.


" Bedanya apa?"


" Hmmm biasanya kan pake jas hitam dan kemeja warna gelap, sekarang pake wrna putih, kemeja putih celananya pun putih. " kata Manda sambil terkekeh, geli dengan apa yang ia maksudkan.


" Oh sekarang sudah berani menggoda suaminya ya, ck ck ck!" bisik Lio sambil mengambil tangan Manda dan melingkarkannya di lengannya, karena mereka akan di foto. Bahkan acara akad tadi sudah terdokumentasi dengan baik menggunakan kamera video. Karena itu akan dipakai untuk perhelatan acara resepsi yang diadakan 1 bulan lagi.


Senyum lebar di wajah pengantin laki laki maupun perempuan berhasil membuat sepasang mata menjadi sakit hati. Ia hanya bisa mengepalkan tangannya dan menghela nafasnya dengan kaar supaya air mata yang sudah berjajar rapi di pelupuk mata ga akan jatuh. Ia tidak tahu apakah dirinya bia rela melihat Manda bersanding dengan Lio?


.


.


.


TBC

__ADS_1


*** Ahh... readers.. pllis jangan lupa like dan vote nya dong... 😭😭 biar up double terus nihhhhh... eh nanti siang mungkin agak telat up soalnya ada kerjaan. Happy readingg.


__ADS_2