
Subuh itu, Lio bangun lebih pagi dari Manda. Saat adzan berkumandang, Lio segera bangun untuk menunaikan kewajibannya. Mungkin Lio lupa, saat ia bangun ia sedang memeluk guling hidup yang hangat.
Iya, Manda masih tidur dalam pelukan Lio, tubuhnya yang hanya berbalut selimut seketika membuat Lio on. Lio tersenyum dan berusaha mengalihkan perhatiannya ke arah yang lain. Ia ga mau membuat Manda kembali lelah, karena ia yakin sisa semalam saja sudah membuat Manda ga bisa bangun pagi.
Lio masih ga bosan bosan nya memandangi wajah cantik nan polos yang ada dalam pelukannya. Jarinya menelusuri wajah cantik Manda dan hidungnya yang mancung. Perlakunya yang membelai wajah dan dagu Manda membuat tidur Mnda terganggu. Manda berusaha menepis tangan Lio yang bahkan sekarang sudah membelai sampai ke lehernya dan bermain dengan rambut Manda yang halus dan panjang.
" Ehrgh.. ibu, Manda cape, Manda masih ngantuk!" kata Manda sambil menepis tangan jahil yang tak bosan bosannya membelai wajah bahkan bukan hanya wajah tapi juga membelai tubuh Manda yang elok.
" Sayang.."
" Erghh." Manda membalik tubuhnya berlawanan arah dengan Lio membuat selimut yang tadinya membalut tubuh Manda jadi tersingkap. Lio yang melihat itu langsung memalingkan wajah. Bukannya Lio ga mau, tapi sudah saatnya sholat, kalau ia terpancing sekarang, bisa bisa mereka ga jadi sholat.
" Sayang.." panggil Lio sambil mengecupi wajah Manda yang halus.
" Engghh"
" Ish, Manda sayangg ini sudah saatnya sholat. Kamu ga mau sholat? Kalau kamu ga mau, aku sholat sendiri nih!" ancam Lio. Tapi masih menaruh wajahnya di ceruk leher Manda, yang membuat Manda kegelian. Dan kemudian menoleh, sebentar kemudian wajah Manda yang baru bangun tidur itu tampak kaget.
" Hah? Kok kamu disini sih mas?" yanya Manda dengan suara serak khas bangun tidur.
" Loh, lha harusnya aku dimana?" Lio balik nanya karena kebingungan.
" Ehmm.. bentar deh. Aku mau kumpulin nyawa dulu." kata nya sambil memejamkan mata.
" Ha ha ha , apaan sih kamu. Kayak Genta aja, kalau dibangunin alasannya mau kumpulin nyawa dulu." kata Lio sambil mencium bibir Manda.
" Itu yang biasa orang dewasa lakukan. Morning kiss!!" kata Lio setelah menyerang bibir Manda.
" Issh Mas!! Iya iya.. aku bangun nih!!" kata Manda kesal karena Lio bawaannya nyosor mulu. Manda mencoba bangun. Tapi dengan mata yang setengah terpejam. Dan ia juga lupa kalau sebenernya ia ga pake apa apa. Karena ia turun dari ranjang, sontak selimutnya melorot. Mata Lio langsung saja menikmati keindahan Tuhan yang disodorkan Manda secara gratis, sampai akhirnya Manda sadar kalau ia melakukan kesalahan dan berteriak.
__ADS_1
" Argghhhhh,tutup mata kamu mas!!" perintah Manda segera, membuat Lio terkekeh geli dengan keajaiban istri kecilnya ini.
" Lhah kemarin aja aku bisa menikmati sejengkal demi sejengkal dengan bebas, kenapa sekarang aku harus tutup mata? Sayang dong kalau ciptaan Tuhan secantik dan semulus ini harus disia siakan." tanya Lio sambil menaik turunkan alisnya.
Manda berdecak sebal melihat Lio malah dengan sengaja memelototi tubuhnya. Manda tidak kurang akal,ia menarik selimut yang ada di ranjang untuk membalut tubuhnya. Sedangkan Lio yang kondisinya ta jauh beda dengan Manda harus rela kalau sekarang dirinyalah yang polos. Tapi bukan Lio namanya kalau harus malu dengan kondisi itu.
" Yang, kamu mau lihat tubuhku to?"
" Eh engga lah!! "
" Sayang, lihat ini hasil karyamu?" kata Lio yang sedang mengamati tubuhnya yang penuh dengan tanda merah kebiruan yang lumayan banyak dan ada juga bekas luka cakaran di punggung dan dada Lio. Manda terkejut, dan kemudian dengan polosnya bertanya.
" Mas, tubuh kamu itu kenapa?"
" Lhah kok malah kamu yang nanya?"
" Emang kenapa? Siapa yang mencakar kamu mas."
" Kucing? Hah Maksud mas, aku yang begituin mas?" tanya Manda kayak orang ga sadar aja. Manda kembali kaget, ternyata dia liar juga. Gak sadar.. gak sadar... bikin malu aja... pingin ngumpet di dalam selimut bisa gak ya?
" Lha emang yang kuajak kencan halal tadi malam siapa?" tanya Lio lagi. Manda ga bisa jawab saking malu dan memilih untuk segera berlalu untuk mandi wajib agar bisa segera sholat.
" Eh, sayang.. kok mas kamu tinggalin sih." goda Lio.
Manda sudah berlari ke kamar mandi smbil membawa selimut yang membungkus dirinya bak lemper ayam. Sedangkan Lio hanya melihatnya dengan tawa yang terbahak bahak.
Seperempat jam kemudian Manda keluar dengan handuk yang melilit di kepala dan mengenakan bathrobe untuk tubuhnya.
" Mas aku udah selesai,kamu segera mandi gih! Supaya ga terlambat untuk sholatnya." perintah Manda sedang dirinya mengambil pakaian untuk ganti dan juga mukena. Lio pun tanpa malu langsung ke kamar mandi dan melakukan kewajibannya.
__ADS_1
Setelah selesai mandi dan kemudian mengimami Manda sholat untuk yang pertama kali, Lio pun segera membereskan sajadahnya dan menyimpan dengan rapi di lemari.
" Sayang, kita nanti malam tidur di rumah besar. Kamu siapkan pakaian kamu ya, kalau pakaian mas ga usah kamu bawain. Mas punya pakaian disana." kata Lio dengan segera.
" Mas, kamu ga ada bahan makanan, apa kita mau belanja dulu di bawah?" tanya Manda. Lio sudah bercerita kalau ia memiliki orang suruhan di apartemennya itu. Orang itu biasanya yang akan bersihkan dan membereskan apartemen. Bahkan terkadang Lio sering menyuruhnya untuk membeli kebutuhan sehari hari. Maklum Lio bukan orang yang rajin melakukan itu semua sendiri. Waktunya sudah habis untuk bekerja mengurus pekerjaan ayah Langit, Saka dan usahanya sendiri.Kalau balik apartemen dan masih harus mengurus yang remeh temeh, ia bisa ga punya waktu untuk sekedar tidur atau istirahat.
" Kita makan diluar aja yuk. Ngapain susah susah masak. Kasian.kamu pasti kecapean." kata Lio sambil memeluk tubuh Manda dan kembali menjatuhkannya di ranjang. Lio melihat bahwa Manda sudah selesai bersiap siap untuk keperluan yang harus ia bawa ke rumah besar.
" Halah mas, kalau kamu emang kasian dan takut aku kecapean, kami ga mungkin ngajak sampai berkali kali."balas Manda dengan nada sinis.
" Ngajak apa sih sayang?" goda Lio, membuat Manda kesal.
" Itu lo yang kamu sering lakukan di ranjang." Manda malu kalau ngomong blak blakan, jadi ia sengaja pakai kode.
" Tidur?" goda Lio.
" Masssss.. kalau kamu ga mau ngaku, aku ga bakalan mau kalau kamu ngajakin aku begitu lagi." ancam Manda dengan nada ketus.
" Kalau kamu ga mau, kan berarti kamu dosa lo sayang. "
" Nahhh, kamu padahal tahu kan apa maksudku!!" sergah Manda yang membuat Lio terbahak bahak.
.
.
.
TBC
__ADS_1
*** bahagia dulu yaaaa.. nanti ada konflik boleh yaaa?🤟🏻😂