
Rendra mendekatkan diri ke Lio, asisten sekaligus saudara angkatnya sambil berbisik.
"Yo, awasi Vella dan mainkan apa yang ingin dia mainkan." kata Rendra sambil beranjak dari tempatnya. Ia ingin pulang karena ia sudah rindu dengan Alana yang ia tinggal selama ia menemani Yara.
Lio hanya mengangguk, ia meraih minuman yang ada di depannya dan menegaknya dalam sekali tegukan, kemudian menepuk bahu Alex untuk berpamitan untuk menyelidiki apa yang disiapkan Vella buat Rendra.
***
" Arrghh.." seorang wanita cantik terbangun karena matanya terpapar sinar matahari yang masuk melalui sela sela gordyn di kamar itu.
" Aduh .. pusing banget kepalaku." lanjut wanita itu sambil menutipi wajahnya yang cantik dengan punggung tangannya. Ia merasakan sakit kepala hebat yang menyerangnya. Tubuhnya rasanya remuk redam. Ia tidak mengerti kenapa kepalanya pusing sekali. Ia hanya ingat setelah minum minuman yang disodorkan Vella tubuhnya ringan dan ia ga ingat selanjutnya. Tau tau ia bangun dan mendapati kondisi tubuhnya yang aneh.
Wanita ini mengernyit heran,karena ia merasa bahwa ini bukan di kamarnya sendiri. Dan ia berusaha mengingat ingat apa yang sedang terjadi pada dirinya.
Ia semakin kaget karena ia menyadari tubuhnya polos. Yang semakin mengejutkan ia tidak tidur seorang diri,bahkan di perutnya melingkar tangan perkasa yang memeluknya dengan posesif.
Tubuh Manda bergetar bukan karena kedinginan, ia mulai terserang ketakutan.
Ya, wanita cantik itu adalah Manda. Dan setelah Manda memandang tubuhnya, ia menyadari bahwa keperawanan yang sudah ia jaga hilanglah sudah direnggut oleh laki laki yang kini masih tidur di sampingnya.
Manda terisak menyadari bahwa dirinya sudah jatuh terpelosok dalam lumpur dosa. Ia tidak tahu lagi bagaimana harus menghadapi keluarganya, menghadapi orang tuanya dan menghadapi kakak kakaknya yang selama ini begitu ketat menjaga pergaulannya.
Manda berusaha menutupi tubuhnya dengan selimut tipis yang ada di bawahnya. Ia memperhatikan bahwa ranjang yang ia tempati sudah porak poranda. Tubuh bawahnya nyeri dan ia melihat darah yang membuatnya menangis penuh penyesalan.
__ADS_1
Manda gak ngerti siapa laki laki yang ada di sampingnya itu.Manda berusaha menggeser lengan laki laki yang menutup aksesnya untuk menyingkir darinya.
Manda merasa tubuhnya menjijikan. Ia semakin merasa hina, ia berusaha beringsut untuk menjauhi tubuh laki laki itu. Tubuhnya serasa remuk redam. Tapi ia berusaha untuk turun dari ranjang untuk mencari bajunya. Ia harus pergi dari sini sebelum laki laki itu terbangun. Tapi naas, bajunya yang pada dasarnya sudah sangat minim, ternyata teronggok tak berdaya menjadi serpihan perca kain. Manda tak menyerah, ia tidak boleh menyerah dalam kondisi seperti ini.
Manda memandang kemeja laki laki itu dan sabuk hermes yang laki laki ini miliki. Ia tahu pasti laki laki ini bukan orang sembarangan. Dalam sekali lirik ia tahu kalau laki laki itu berwajah sangat tampan. Ia seperti pernah melihat laki laki itu,tapi entah dimana?
Manda harus bergegas. Ia turun dari ranjangnya dengan perlahan, dan dengan langkah yang tertatih ia berusaha mengambil pakaian dalamnya, dan mengenakan kemeja itu dengan terburu buru sebelum laki laki itu terbangun dan mempersulit urusannya lagi.
Tapi kayaknya dewi fortuna masih jauh dari hadapan Manda. Impiannya untuk secepatnya menjauh dari laki laki itu pupus sudah setelah laki laki itu membuka matanya, mengernyit menahan sinar matahari yang masuk ke dalam kelopak matanya. Laki laki itu terduduk memandang wanita cantik dengan rambut ikal tergerai agak acak acakan yang sedang memakai kemeja miliknya dengan terburu buru.
" Setelah mengambil keperjakaanku, kamu juga ingin mencuri bajuku?" tanya laki laki itu dengan nada datar.
Sontak membuat Manda menoleh ke arah laki laki yang tampaknya sudah terbangun. Tampan, satu kata yang bisa menggambarkan kondisi wajah laki laki yang tidak.ia kenal itu.
" Pakaianku sudah tak berbentuk karena kamu sudah merobeknya kemarin. Wajar kalau aku mengambil kemejamu, karena aku membutuhkan pakaian ini untuk aku pulang." sentak Manda dengan suaranya yang terdengar sinis, tapi menurut laki laki itu, suara Manda saat ini membuatnya ingin memperangkap tubuh wanita cantik itu dibawahnya dan mengulang kejadian semalam.
" Gila!!! Aku justru harusnya meminta pertanggung jawaban dari kamu karena kamu laki laki yang pertama dan membuatku begini. Aku tak sanggup untuk.mengahapi orangtuaku. " bentak Manda dengan suara keras tapi sesudahnya ia terjatuh berlutut di lantai sambil menangis tersedu sedu. Ia kembali membayangkan apa yang harus terjadi padanya saat ini. Ia tahu kalau ia sudah dijodohkan dengan laki laki pilihan orang tuanya. Walau ia belum pernah bertemu dengan laki laki yang akan dijodohkan dengannya itu, dan orang tuanya belum menceritakan yang sesungguhnya tapi ia sudah mengetahui perjodohannya itu dari sepupunya.
Orangtuanya yang selama ini menjaga dirinya bak menjaga seorang putri kerajaan akan merasa kecewa larena putrinya tidak bisa menjaga dirinya sendiri.
Manda menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, ia baru menyadari kalau laki laki itu menghampirinya, saat laki laki itu memeluknya dan mengucapkan suatu kata yang membuat Manda membuka kedua tangannya dan menatap wajah laki laki itu dengan kedua mata indahnaya yang masih basah dengan air mata.
" Maaf!" satu kata yang terlontar dari laki laki itu membuat Manda tersadar bahwa laki laki itu masih bertelanjang dada dan hanya memakai boxernya sehingga tubuhnya yang atletis itu tak terhalang sehelai kain pun. Manda merona pipinya karena sejatinya ia tidak pernah menikmati kedekatan seintim ini dengan laki laki manapun. Manda mendorong tubuh laki laki yang mendekapnya erat, sekalipun Manda merasa nyaman efek kedekatan dengan laki laki itu, ia meruntuki dirinya sendiri yang menjadi murahan di dekat laki laki dingin dan irit bicara itu.
__ADS_1
" Menyingkirlah dahulu, aku harus segera pulang, orang tuaku akan membunuhku kalau mereka tahu apa yang sudah kita lakukan. " kata Manda dengan suara lirih. Entah kenapa ia nyaman dengan laki laki yang barusaja mendekapnya dengan erat. Tanpa sadar ia memandang tubuh atletis laki laki itu dan kemudian memalingkan wajahnya. Manda ingin menyembunyikan tubuhnya di dalam karpet hotel, ketika ia memandang tubuh bagian atas laki laki itu ada banyak tanda yang ia buat, oh my God apakah se liar itukah dirinya? Manda super malu. Ia ingin sembunyi saja.
" Aku akan bertanggung jawab kepadamu!" kata laki laki itu dengan tegas, tapi masih saja dengan nada datar, seperti robot saja.
Manda hanya bisa memutar bola matanya dengan sebal, ia berpikir apakah bisa semudah itu. Orangtuanya adalah keturunan raja raja jawa. Mereka pasti memperhatikan asal usul,bibit, bebet dan bobot, serta keuntungan yang akan mereka dapatkan setelah menikahkan anaknya itu.
Orang tuanya adalah orang tua yang masih kolot, sekalipun mereka menyayangi Manda, bagi keluarga yang berketurunan ningrat, anak laki laki tetap memiliki trah tertinggi dan berkedudukan lebih tinggi daripada wanita.
" Argh!! Aku bahkan tidak mengenalmu. " kata Manda dengan lirih dan membuang wajahnya dengan pandangan pilu.
" Bukankah kamu adalah hadiah yang disediakan Vella untukku?" tanya laki laki itu dengan senyum smirk yang menghiasi wajah tampannya yang berkesan datar.
" Apa?" sahut Manda sambil menoleh ke arah laki laki itu dengan cepat. Manda sangat terkejut, ia tidak pernah menyangka kalau Vella yang ia anggap sahabatnya menghianati dirinya dan menual dirinya sebagai hadiah bagi laki laki yang ia saja tidak kenal. Manda hanya bisa mengeraskan wajahnya dan mengepalkan kedua tangannya sampai tanpa sadar kukunya menancap di telapak tangannya sendiri.
" Hadiah?" lanjut Manda lagi sambil memandangi wajah laki laki yang menatapnya tanpa ekspresi.
.
.
.
TBC
__ADS_1
***
Siapa laki laki itu? Spam komen ya... 10 jawaban yang benar langsung update hari ini juga🤭🤭🤭