
" Manda, kamu jangan sungkan ya sama ibu,ibu ga akan gigit kok! ha ha ha ." kata ibu sambil tertawa terbahak melihat Manda yang malu dan asing di apartemen Lio ini.
" Ah ibu .. " kata Manda tersipu malu.
" Sudahlah, ga usah malu malu kalo sama ibu. Anggap ibu sebagai teman kamu aja. Meskipun Lio itu emang anak angkat ibu, tapi kami menyayangi Lio dan Saka sama besarnya.Kami mengangkat Lio karena orang tuanya meninggal bersamaan karena kecelakaan, dan dia sebatang kara. Padahal orang tua Lio itu bekerja sebagai staf keuangan yang waktu itu baru saja berjasa menemukan penggelapan dana yang dilakukan oleh beberapa tikus perusahaan. Lio anak yang baik, Manda.. maafkan kalau ia pernah menodai kamu dan membuat kamu terpaksa menikah dengan Lio. Tapi ibu janji, kalau Lio membuat kamu susah, kamu lapor aja sama ibu. Ibu akan bertanggung jawab untuk memarahi Lio secara adil. Okey?" kata ibu Irsyana sambil tersenyum tulus.
" Baik bu." sahut Manda sopan.
" Manda,kamu tahu ga dari dulu ibu itu kepingin punya anak perempuan tapi ga bisa. Jadi anak ibu cuman Saka, smpai kemudian ibu dikasi kepercayaan sama Allah untuk merawat Lio. Eh karena dulu Alana itu tetangga kami, dan ayahnya jatuh ekonominya karena sakit, jadi Alana itu juga ibu anggap anak perempuan ibu juga. Nanti kamu bisa kenalan sama kak Alana, ia anaknya baik juga. Seperti kamu." lanjut ibu dengan tatapan sayang seperti kepada anak sendiri. Ibu membuat Manda nyaman karena ibu itu tulus menyayangi anak anaknya.
" Iya ibu. Terimakasih ibu mau menerima Manda. Sekalipun awal pertemuan Manda sama mas Lio itu ga baik. " kata Manda sendu.
" Hush jangan ngomong gitu. Takfdr kadang aneh Manda. Jadi kamu jangan terlalu gimana gimana. Syukuri aja dan jadikan ini pelajaran supaya kamu tidak lagi mudah percaya kepada orang juga. Dan aatu lagi biasakanlah untuk jujur dengab orang tua kamu. Insyaaalllaahhberkah buat kamu dunia akhirat." jelas ibu dengan sabar.
" Iya ibu, Manda emang salah waktu itu, karena percaya saja dengan Vella apalagi sampai bisa terjebak karena doaa berbohong sama ibu Ayya dan ayah Noto." sesal Manda sambil berkaca kaca.
" Haiz sudahlah! Yang berlalu biarlah berlalu, asal ini jadi pelajaran buat kamu juga Lio. Supaya berhati hati. Oh ya Man, kamu juga harus hati hati, suami istri itu dasarnya cuman percaya, saling jujur dan terbuka. Nah, seringkali banyak yang akan menganggu macam pelakor dan pebinor, kamu harus waspada. Jangan langsung percaya tapi selidiki dulu yang benar. Jangan khawatir, cetitakan aja semua masalah kamu sama ibu. Insyaalah pasti ibu akan bantu kamu. Karena bukan hanya kamu saja yang akan mengalami, bahkan Saka dan Alana juga sering begitu. Nanti kapan kapan ibu akan cerita sama kamu. Itu si Lio udah ngintipin kamu aja. Batinnya pasti ia takut kalau ibu sedang memarahi kamu. Ha ha ha ." kata ibu sambil terkekeh geli melihat anak angkatnya sekarang bisa posesif dengan wanita.
" Ih ibu sukanya menggoda saja." kata Manda yang sudah mulai dekat dengan ibu Irsyana.
" Sudah sana,kayaknya suaminu sudah ga tahan. Padahal kalau kamu mau tahu, dulu kalau ada wanita aja dingin, datar kayak jalan tol. Sekarang bisa posesif juga. ck ck ck." sindiran ibu kali ini diucapakan dengan keras, sehingga Lio juga mendengar, tapi ia hanya senyum tipis mendengar sarkas dari ibunya.
__ADS_1
" Jangan begitu ibu ratu.. berilah kesempatan sama yang muda buat bersenang senang."
" Ibu ratu ibu ratu, kamu itu sama Saka sama aja, sukanya ngerjain ibunya."
" Itu tanda kami menyayangi ibu ratu."
" Haduh sudah sudah, nanti pasti bakal jadi panjang kalau diterus teruskan. Sekarang ayah sama ibu pamit dulu, selain kamu yang ingin membikin adonan sama Manda, ayah juga pingin main juga sama ibu." kata ayah dengan vulgar membuat ibu sontak mencubit pinggang ayah yang masih seperti dulu, tanpa lemak, karena ayah dan ibu rajin sekali work out di gym yang ada di rumah besar Perdana.
" Ya ampun ayah ga malu sama yang muda. Kasih kesempatanlah buat kami anak muda." sindir Lio yang masih jengah mendengar ayah ibunya itu ngomong vulgar yang cenderung menjurus ke arah yang iya iya.
" Ha ha ha, ini cuman bikin adonan aja kok, Yo. Ntar kamu bikin dan harus dijadikan Lio junior ya... supaya rumah besa akan tambah rame " kata ayah menasehati.
" Astaga ayah!! " kata Lio menyudahi omongan yang ga bermutu baginya, membuat ayah dan ibu tertawa terbahak bahak, sedang Manda hanya tersenyum malu.
" Iya, ibu ratuuuu!" kata Lio sambil menggamit ayah dan ibu mengantarnya sampai ke pintu lift dan kemudian berbalik pulang setelah melihat mereka sudah masuk ke lift untuk turun ke lobby, dimana supir pribadi ayah sudah menanti dengan sigap.
Setelah sampai ke dalam unitnya, Lio langsung mengunci pintu dan menambahnya dengan pasword sehingga ga seorang pun yang biaa mengganggu waktunya bersama Manda.
" Sayang? Kamu dimana?" tanya Lio dengan suara lembut. Iyalahhh, kan ada maunya.
" Aku disini, mas. Lagi benahin baju baju aku." teriak Manda yang ternyata ada di dalam kamar tidur.
__ADS_1
Ternyata Mnda lagi mengambil bajunya yang masih ditaruh di koper yang tadi ia bawa dari rumah. Lio langsung menghampiri Manda untuk memeluknya dari belakang.
" Mas, aku belum mandi loh." kata Manda jengah karena ia ga percaya diri, takut kalau ia belum mandi kan bau.
" Wangi kok." tolak Lio sambil tetap menciumi tengkuk Manda demgan intens. Manda hanya pasrah saja, kan nolak suami hukumnya dosa. Tadi ibu Ayya sudah menasehati dirinya panjang lebar, kan surganya sekarang ada di dalam ridho suami. Jadi ia harus nurut apalagi kalau suami minta kewajibannya ya harus dipenuhi dengan ikhlas, apalagi kalau dia mau mengambil inisiatif dalam melayani kebutuhan surga suami. Pahalanya berlipat kali ganda, katanya.
" Mas, ehm aa.. aku mau mandi dulu."
" Untuk apa?" tanya Lio dengan suara serak karena hype, bahkan sekarang tangannya sudah bergerilya kemana mana.
" Arghh.. ya biar bersih, kan tadi diluar keringetan, jadi lengket gitu mas." kata Manda lagi dengan suara lirih, soalnya ia bawaannya udah mau mendesah aja saat tangan Lio menjamah bagian sensitif miliknya.
" Nanti aja sekalian, kita bermain main dulu aja soalnya pasti juga akan keringatan lagi. Ayo.." ajak Lio, tanpa menunggu jawaban dari Manda, Lio mengangkat tubuh Manda dan menjatuhkannya di kasurnya yang empuk dan mulai membuat mahakarya Lio dan Manda junior. *** skip ***
.
.
.
TBC
__ADS_1
*** up kedua untuk hari ini ya... malam nanti akan keluar up selanjutnya.. jangan lupa VOTE, LIKE dan Komen yaaa❤❤