
" Ngga, apa maksudmu dengan istri cantik dan anak bayi? Apa..." tanya Lio dengan suara lirih karena ia masih ragu-ragu dengan apa yang sedang ia pikirkan.
" Manda ..."
" Biar aku aja yang cerita, Masa dia mendengar kabar baik justru dari orang lain." sanggah Manda sambil mencebik kesal. Manda tidak mau kalau Lio mendengar bahwa dirinya hamil justru dari orang lain. Dia ingin membagi kabar bahagianya itu secara langsung kepada suaminya.
" Ada apa ini? Kabar baik apa sayang?" tanya Lio kepada Manda.
" Ehm gini lho sayang, ternyata aku ini sudah hamil." kata Manda bahagia.
" Sungguh? Kamu nggak bohong kan sayang? Rangga, jadi kabar baiknya adalah aku akan menjadi seorang ayah? Astaga!" kata Lio dengan suara excited.
" Benar sekali! Tepatnya Manda hamil 10 minggu. Merupakan sebuah keberuntungan bagi Manda dan kamu karena dia tidak mengalami apa yang biasa dialami oleh ibu-ibu hamil yang lainnya. Kandungannya sehat, anaknya pun tumbuh dengan luar biasa, tapi ibunya tidak mengalami morning sickness, atau gejala-gejala yang seringkali mengikuti ibu hamil di trisemester pertama." jelas Rangga dengan detil, tak terkira rasa kebahagiaan yang dirasakan dan yang ada di dalam dada Leo. Dia seperti kejatuhan bulan. Bahagia banget!!!
" Sayang kamu harus segera beristirahat, kamu jangan sampai begadang." kata Lio yang mulai overprotektif. Dia bahkan tidak memikirkan apa yang saat ini dia alami, dia hanya memikirkan Manda dan calon anaknya. Dia bahkan tidak ingat bahwa dirinya juga sedang dirawat di rumah sakit, bahkan dirinya baru saja sadar dari komanya.
" Ya ampun dah Ini anak, kamu bisa nasehatin si Manda, Emang kamu kagak ngaca sama kondisimu sendiri? Kamu baru saja bangun dari pingsan kamu, gara-gara kamu mengkonsumsi obat penenang jenis GHB, itu sejenis obat bius yang membuat kamu tidak sadarkan diri selama kira-kira 12 jam. Dan kamu tahu nggak siapa yang kasih kamu obat bius itu? Najla!! Apakah kamu tahu kalau tadi Manda juga sempat pingsan gara-gara melihat video hot kamu bersama Najla di CCTV Hotel nya Alana. Apa yang kamu lakukan bersama Najla tadi, hampir saja membuat kamu kehilangan anak kamu. Jadi sekarang kamu juga harus minta maaf sama Manda karena apa yang sudah kamu perbuat tadi bersama Najla Itu menyakiti hati istri kamu dan juga anak kamu." jelas Rangga dengan suara tegas.
__ADS_1
" Kamu nggak lagi bohong dengan aku kan Rangga?" tanya Lio dengan suara dingin, dia tidak bisa membayangkan apa yang tadi di dialami oleh Manda gara-gara Najla. Kalau memang benar apa yang dikatakan oleh Rangga bahwa Najla sudah membuat dirinya menyakiti Manda, maka Lio akan pastikan kalau Najla akan menerima akibatnya.
" Aku sama sekali tidak bohong, Kalau kamu tidak percaya kamu bisa menanyakan itu kepada istri kamu, Alana, juga kepada Saka. Mereka semua sudah memiliki bukti-bukti apa yang sudah kamu lakukan bersama Najla tadi siang di kamar hotel milik Alana..."
" Baiklah aku akan mengurusnya sekarang juga." potong Lio dengan suara dingin, kemudian dia melepaskan semua selang infus, serta mencabut selang oksigen juga. dia ingin segera mengurus bukti-bukti yang sudah dikumpulkan oleh Saka dan Alana, dia ingin sesegera mungkin cara membuat Najla menerima semua akibatnya karena dia sudah menyakiti Manda nya, istrinya, dan kesayangannya.
" Eh, apa yang akan kamu lakukan, Mas? Kamu gila ya? Aku tidak akan mengijinkan kamu kemana-mana, sekarang kamu harus istirahat." kata Manda sambil menekan bahu suaminya yang sudah Ingin turun dari ranjang rawat inap nya. Begitu pula dengan Rangga yang memcoba menahan dada Lio supaya dia tidak pergi dari rumah sakit ini dan melakukan kegilaan di luar sana.
" Jangan sekarang juga dong! Ibaratnya kamu itu tadi sudah diambang hidup dan mati, jadi kamu juga harus memulihkan kondisi mu terlebih dahulu. Tadi kamu sempat kejang-kejang karena saraf mu menolak racun dari obat penenang atau obat antidepresan yang kamu konsumsi ketika kamu dijebak oleh Najla beserta Omnya itu. Sampai kamu tadi sempat disuntik dengan penawar supaya racun didalam tubuh mu itu bisa dilemahkan. Kamu pulihkan dulu kondisi kamu dan juga kamu harus mendengar semua kronologi ceritanya, aku dengar tadi kamu sudah pingsan duluan sebelum kamu menikmati di grepe grepe sama Najla." goda Rangga sambil mengulum senyum, Tapi sebaliknya Leo mengernyitkan keningnya tanda dia jijik dengan apa yang tadi sudah dilakukan Najla kepada tubuhnya.
" Sampai sebatas apakah dia melakukan pada tubuhku?" tanya Lio lagi dengan nada semakin dingin mencekam. sialnya Manda kembali teringat dengan rekaman CCTV yang sempat dia lihat tadi, jujur itu membuat dirinya mual dan tiba tiba dirinya ingin muntah. Langsung saja dia lari ke kamar mandi katena ia tidak bisa menahan rasa ingin muntah.
" Sebentar, kamu tunggu saja di sini biar aku saja yang menolong Manda di kamar mandi." kata Rangga sambil menahan tubuh Lio yang hendak turun menyusul Manda ke kamar mandi.
" Tapi..."
" Situasi begini lebih baik kamu jangan ngeyel. Ada baiknya aku menceritakan kondisi kamu saat dibawa ke sini tanpa sepengetahuan Manda karena itu pasti menyakiti hatinya, ingat bahwa kamu baru saja make- out bersama Najla. Istri mana coba yang rela suaminya berhubungan dengan wanita lain? Sudah kamu tunggu disini dulu." kata-kata Rangga yang kemudian langsung menyusul Manda ke kamar mandi, tapi rupanya Manda sudah selesai beberes dan keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
" Sayang kamu nggak apa-apa?" tanya Lio dengan wajah khawatir. Dia ingin meraih Manda, memeluknya, memberikan ketenangan dan kenyamanan, tapi dirinya masih belum lepas dari selang selang yang menutupi tubuhnya. Lio menjadi sedikit frustasi dengan kondisinya.
" Tenang aja Mas aku nggak papa. kayaknya anak kamu nggak ingin mengingat kondisi kamu tadi, Maaf ya Mas!" kata Manda dengan raut sendu, membuat Lio menjadi sangat bersalah.
" Sayang, nggak ada niatan aku untuk menduakan kamu, nggak ada keinginan aku untuk bersama wanita lain selain kamu. Kalau aku dalam kondisi yang sadar pasti aku tidak akan mau. Bahkan kalau aku setengah sadar pun aku pasti menolak." yakin Lio kepada Manda. Dan Manda tersenyum sendu sambil mengangguk.
" Ahh, sudahlah sekarang Aku pastikan dulu kondisimu kalau memang sudah benar-benar hilang racun yang ada di dalam tubuhmu dan obat antidepresan itu sudah tidak ada ada efeknya, kamu besok bisa segera pulang!" kata Rangga sambil memeriksa tubuh Leo secara keseluruhan. Setelah memeriksa, dia langsung mengatakan kepada Lio.
" Sebaiknya kamu menjalani cek seluruh tubuh untuk memastikan bahwa racun di dalam tubuhmu dan efek samping dari penggunaan obat antidepresan sudah hilang. tunggulah sampai besok. Dan sekarang aku akan tinggalkan kalian dulu sehingga kalian bisa beristirahat. Ingat kalian harus istirahat!" kata Rangga sambil berjalan menuju pintu keluar. Manda dan Lio hanya diam sambil menatap kepergian saudara angkat itu.
" Sayang aku..."
.
.
.
__ADS_1
TBC
*** Maaf ya Beberapa hari ini updatenya kacau karena banyak banget tugas-tugas yang harus dilakukan di dunia nyata. Dan hari ini udah update 2 ya. Jangan lupa untuk kasih gift, vote juga like yaa... happy reading.