Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
21.


__ADS_3

" Baiklah, sebentar lagi kamu akan menjadi milik aku sepenuhnya dan disaat itu kamu harus melakukan apa yang baru saja kamu janjikan sama aku." tegas Lio dengan tatapan mata yang mendamba.


" Janji apa?"


" Dimanapun dan kapanpun aku mau, kamu tidak akan menolak!" lanjut Lio sambil mengedipkan matanya. Ya Allah, kenapa dari bagian kalimat yang dikatakan Manda hanya kalimat itulah yang diingat oleh Lio? Manda jadi menyesal sudah berkata kata yang sembrono. Huffftt!


" Ah masss. Dari kalimat yang panjang yang aku katakan tadi kenapa hanya itu sih yang mas ingat?" tanya Manda dengan nada manja, dan itu membuat Lio jadi tambah greget. Perasaan Manda bercampur aduk, sebuah perasaan yabg mungkin tidak ia dapatkan saat bersama dengan laki laki lain.


Debaran aneh di jantungnya, rasa bahagia yang menyelinap, belum lagi semburat rona merah muda yang menambah kecantikan Manda, semua itu membuktikan bahwa ia mulai nyaman dan bahagia saat bersama Lio. Laki laki yang sama sekali tidak romantis, laki laki yang dingin dan datar, tak pandai mengungkapkan rasa. Tapi Manda suka. Apa ini cinta? Apa ini karena ia jatuh cinta? pikir Manda dengan senyum bahagia di wajahnya. Ia masih setia menunduk malu malu, membuat Lio tambah gemas.


Katakanlah Lio bucin. Ia juga baru ini merasakan sesuatu yang membuat dadanya ingin meledak karena panas melihat kedekatan Manda dengan Kenan. Ingin marah saat mendengar wanita cantik itu dicium oleh orang lain. Apakah aku sudah mulai jatuh ccinta? Apa ini yang dinamakan cemburu? Rasa yang bikin Lio ingin membunuh laki laki yang menyentuh Mandanya.


Suasana di mobil kembali dingin, saat mereka berdua terbang dengan pikirannya masing masing. Pandangan Manda melayang ke arah luar jendela. Sedangkan Lio memandangi tangan Manda yang ditaruh di atas paha. Ingin Lio meraih jari lentik Manda dan mengecupnya. Tapi ia belum punya alasan untuk melakukannya. Katakanlah Lio masih terlalu bodoh dan kurang pengalaman untuk bermodus ria dengan seorang wanita. Membuat Lio menghela nafasnya dengan kasar, tapi helaannya membuat Manda menoleh padanya. Dengan netra yang hitam legam. Dengan matanya yang indah, Manda memandang dengan tatapan polos, yang sanggup mengobrak abrik perasaan Lio.


" Kenapa ?" tanya Manda masih dengan tatapan yang polos.


" Apanya?" tanya Lio balik dengan nada datar, membuat Manda berdecak kesal mendengar nada datar dari pertanyaan Lio.


" Ihh, ditanya malah balik nanya. " gerutu Manda dengan sebal. Dasar ga punya perasaan. Kayak ngomong ama kulkas. Datar dan dingin.


" Maaf! " sahut Lio sambil mengaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.


" Isshh!! Kenapa minta maaf?" Manda masih saja berdecak kesal dengan ketidakpekaan Lio.


" Karena aku mungkin bukan orang yang hangat. Bukan orang yang romantis. Bukan orang yang bisa mengungkapkan perasaan dengan baik. Bukan orang yang peka, mungkin. Tidak sesuai dengan ekspektasi kamu. Tapi percayalah aku jujur sama kamu!" jelas Lio sambil kini menggenggam tangan Manda dan mempermainkan jari jari lentik Manda dengan jarinya yang besar dan hangat. Seketika kehangatan turut menyelimuti perasaan Manda yang berbunga bunga.


" Hmmh." Manda hanya berdehem, malu. Tiba tiba tangannya yang ada di dalam gengaman Lio terasa ada yang berbeda. Saat ia memandangi tangannya, ternyata Lio menyelipkan sebuah kotak beludru kecil warna biru. Membuat Manda semakin bingung dan sedikit terkejut.

__ADS_1


" Aku membeli itu di Singapura, dan itu buat kamu. Bukalah!" perintah Lio sambil menatap netra indah Manda yang kian membulat. Ada secercah bahagia di binar mata Manda melihat kotak yang sekarang ada dalam gengaman tangannya.


Manda menatap Lio sekali lagi dengan ragu, namun Lio menganggukkan kepala dan membuat gesture perintah untuk membuka kotak itu. Jari jari Manda membuka kotak beludru, dan netranya kian membulat saat ia melihat isinya


" Cantik!" desis Manda dengan pandangan yang tidak teralih dari isi yang ada di dalam kotak beludru itu.


" Kamu suka?" tanya Lio dengan tatapan melembut saat melihat reaksi bahagia yang tidak bisa Manda tutupi saat melihat isi dari kotak beludru itu.


" Buat aku?" tanya Manda sambil kembali mengalihkan pandangannya kepada Lio yang masih setia menatapnya dengan pandangan yang membuat wanita klepek klepek.


" Buat calon istriku! Aku mau mengikat wanita yang akan aku nikahi dengan cincin. Supaya dia tidak melirik kesana kesini." balas Lio lagi dengan nada yang balik lagi seperti biasa.


" Siapa yang lirik lirik?" Manda kembali kesal dengan perkataan Lio yang berkesan sarkas, tapi netranya tidak bisa pergi dari cincin yang menurutnya sangat cantik. Sederhana elegan tapi menarik. Manda tidak menyangka kalau Laki laki yang duduk di sampingnya memiliki selera yang luar biasa. Cincin berrmata merah muda yang berkilau elegan masih ia tatap dengan penuh kekaguman.


" Kamu suka?" ulang Lio lagi.


"Pakailah! Mungkin aku akan sangat sibuk dan banyak berpergian untuk mengurus hal hal yang berhubungan dengan masa depan kita, cincin itu kutinggalkan agar kamu selalu mengingat akan aku." kata Lio lagi.


Manda mendongak menatap Lio yang menatapnya dengan pandangan yang sulit dijabarkan dengan kata kata. Yang pasti hati Manda berdebar mendengar kata masa depan kita, disebut Lio dengan sangat gamblang.


" Kalau mau berterima kasih, aku ga menerima dalam bentuk kata kata. Hanya menerima dalam bentuk tindakan nyata." sambung Lio lagi.


" Maksudnya?" tanya Manda sambil mengerutkan dahinya. Manda ini juga masih polos dalam hal kode perkodean.


" Hanya menerima ucapan terimakasih dalam bentuk tindakan nyata." ulang Lio lagi.


" Apa aja misalnya?" tanya Manda dengan polos,membuat Lio gemas langsung mencubit pipi Manda dengan pelan.

__ADS_1


" Ciuman, ya kalau dikasi lebih kayak pas di private room klub malam, juga ga nolak." jelas Lio, membuat Manda jadi malu sekaligus kesal karena kembali diingatkan kejadian di malam itu.


Manda langsung memukul lengan Lio dengan segera, tapi kemudian menyesalinya. Karena bukannya Lio yang kesakitan tapi malah ia kesakitan karena ia bak memukul besi baja.


" Aduh!"


" Kenapa?"


" Itu lengan apa tembok sih? Sakit tauk!" cebik Manda manja, tangannya bener bener kesakitan. Lio langsung meraih tangan Manda dengan lembut, mengusapnya sebentar dan menciumnya dengan lembut.


" Masih sakit?" tanya Lio. Tapi pipi Manda malah memerah karena malu dengan tindakan Lio yang menurutnya sangatlah romantis.


" Ya masihlah! Emang aku anak kecil yang kalau sakit ditiup dan dicium trus ilang sakitnya? " meledaklah tawa Lio karenan ucapan sarkas Manda. Menurutnya Manda ini type cewe apa adanya. Dan Lio harus jujur mengakui kalau dirinya semakin suka dengan Manda yang polos, cantik dan apa adanya.


Ada perasaan nyaman dan bahagia saat bersana Manda. Dan gak sulit untuk jatuh cinta dengan wanita semacam ini. Mungkin itulah yang dirasakan oleh Kenan? Selintas pikiran itu kembali membawa Lio kembali posesif, dan memikirkan cara untuk menjauhkan miliknya dengan Kenan Louis Avendra.


.


.


.


TBC


***


Hai gaes...pinginnya up kalau likenya udah 50 .. ha ha ha ...

__ADS_1


jangan lupa like dan vote dong kakak!! Yang baca banyak tapi.yang like sedikit. Sedih aku tuh... apa ga suka ceritanya? Spam komen yaaaa


__ADS_2