Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
34.


__ADS_3

" Sik sik... ayah jadi pusing ini. Siapa yang mau dilamar dan melamar siapa?" tanya ayah dengan pusing yang bertambah dikepala.


" Saya mau melamar Manda jadi istri saya, pak Noto yang terhormat." jelas Kenan lagi sambil tersenyum sopan.


" Saya tahu kalau ga sopan melamar di jam jam tidur kayak begini. Tapi saya yakinkan bapak kalau saya akan ulang lamaran saya besok pagi. Bahkan kalau bapak mau besok saya akan langsung bawa seserahan saya. Saya juga akan membawa wali saya untuk melamar anak gadis bapak ini." jelas Kenan lagi, Manda tambah bengong. Kedua kakaknya jadi bingung, mimpi apa semalam kalau adiknya hari ini dilamar oleh 2 orang yang tajir melintir macam ini?


" Sebentar jangan terburu buru anak muda. Kamu mestinya juga sudah tahu kan kalau Manda juga sudah dilamar oleh nak Lio, memang baru pembicaraan dari hati ke hati dan lamaran baru akan terjadi minggu depan." kata ayah yang langsung dipotong oleh Kenan dengan semangat 45.


" Kalau begitu Manda akan saya lamar besok aja ya, pak! Sesrahannya mau Manda minta apa aja juga saya akan kasih. Perusahaan, Emas, Club, atau apa?" kata Kenan menggebu gebu.


Ayah jadi tambah bingung. Gila aja ya? Anaknya dapat 2 perusahaan kalau Manda menerima kedua lamaran dari dua orang yang berbeda. Ish ayahnya Manda itu gimana coba? Masa ia mau kalau anaknya melakukan poliandri? Satu wanita bersuamikan 2 laki laki.


Sebenernya itu yang gila laki laki yang menyukai anak gadisnya atau anak gadisnya yang membuat gila 2 laki laki, pikir ayahnya lagi sambil kembali menggeleng gelengkan kepalanya.


" Gini loh nak Ken, ayah bukannya ga mau menerima lamaran kamu. Ayah tahu kalau mungkin kamu menyukai anak gadisnya ayah yang memang denok demplon dan .."


" Ayahhh ih!!" potong Manda malu.


" Ehm, kenapa sih Manda? Kan bener kalau kamu itu emang cantik? Soalnya ayahnya kan ganteng." snggah ayahnya yang alay serta mulai kesal karena omongannya terpotong oleh gerutuan Manda.


" Ayah lanjut ya nak Ken. Kamu harus berbincang dulu dengan Manda. Kayaknya sih Manda sudah menentukan pilihannya, dan mungkin itu bukan nak Kenan..."


" Saya tahu kenapa Manda memilih Lio, bukan karena Lio lebih kaya dari saya, atau bukan karena Lio lebih tampan dari saya, tapi karena..arhmmb" Kenan tidak bisa melanjutkan perkataannya karena mulutnya sudh dibekap oleh tangan mungil Manda yang wajahnya sudah stress karena ia tahu kira kira apa yang akan diungkapkan oleh Kenan.


" Manda!!! Apa yang kamu lakukan?" bentak ayahnya sambil melotot, gara gara melihat kelakuan Manda yang absurd. Manda lebih baik mencegah daripada harus dicaci ayahnya dan dicabut ijinnya menikah dengan Lio.

__ADS_1


" Ehm ayah kayaknya kak Kenan mau muntah... iya, mau muntah.."


Kenan hanya melotot dikatain mau muntah. Tapi pandangan Manda yang memelas memohon sama dirinya membuat ia hanya bisa mengangguk lemah.


" Lha kalau mau muntah ya biar muntah di kamar mandilah Manda jangan malah dibekap gitu." kata ayah sambil menampilkan kernyitan menahan jijik.


" Manda, kamu kok bisa tahu kalau Kenan mau muntah?" selidik Joe, karena Joe ini curiga dengan tingkah adiknya yang aneh.


" Ehm eh itu, feeling kak. Yah, Kak..Manda anter kak Kenan ke kamar mandi dulu ya." sahut Manda dengan nada gugup dan tentu saja salah tingkah. Jie dan Joz saling memandangi seolah pikiran mereka sama.


" Hmm, ayah bakalan tidur lagi. Kamu jaga adik kamu jangan sampai hanya berduaan sama laki laki. Jangan lupa untuk menggiring si Kenan pulang selepas muntah di kamar mandi. Orang kok nyusahin orang lain tengah malam gini. Mana muntah segala, dasar !!!" dumel ayah sambil menguap. Tadi ayah Manda kan baru saja pulang dari luar kota, badannya masih cape berat eh kebangun karena haus, belum minum,masih dehidrasi malah disuguhi drama Manda dan Kenan yang bikin ayah harus ekstra berpikir keras. Sehingga ya jelas, ia tidak bener bener konsen dengan alasan alasan yang diungkap Manda dan Kenan. Sebenernya kalau ditelisik, alasan dan tingkah mereka itu sangat aneh dan gak masuk akal kan?


" Siap bos!!! Jangan lupa ambil minum dulu, bos!! Ntar masuk kamar lupa lagi kalau belum minum." goda Joe yang membuat ayahnya menggerutu pelan. Entah apa yang ada digerutukan.


Setelah ayah berlalu dari dapur kembali ke kamar, Joz langsung menyenggol Joe unyuk menarik perhatiannya karena Joe hanya bengong setelahnya kayak orang kesambet.


" Ada yang aneh Joz! Kayaknya Kenn seneng sama Manda."


" Kalau itu aku juga tahu, bahkan anak kecil juga tahu, kan tadi Ken juga udah bilang, bahkan udah mau ngelamar kan? Gimana sih kamu Joz, setiap hal yang berhubungan dengan kepekaan perasaan, kamu selalu lemah. Hrrrgh!" sergah Joe kesal, ia berjalan mencari Manda dan Ken di samping rumah dimana disana ada kamar mandi yang menuju taman belakang dan kolam renang, karena kesanalah tadi Manda dan Ken pergi. Bukannya Joe harus mengawasi Manda dan Ken untuk menjalankan amanat dari ayahnya. Joz yang masih belum ngerti apa yang dimaksudkan oleh Joe langsung mengikuti kembarannya.


***


" Aduh Manda, kakak kan ga betulan mau muntah, kenapa kamu seret kakak ke kamar mandi sih?" gerutu Kenan saat Manda malah betulan menariknya ke kamar mandi yang ada di samping rumah, letaknya tepat menuju ke arah taman belakang dan kolam renang.


" Eh iya, Manda lupa kalau kakak gak betulan mau muntah, he he he" ujar Manda tersipu malu, karena ia lupa sebenernya ia menarik Kenan keluar karena ia ga mau kalau sampai Kenan berbicara macam macam dan akan membuatnya rugi dengan dicabutnya ijin menikah dengan mas Lio nya.

__ADS_1


" Cantik!"


" Hah? Apa?" Manda ga ngeh saat Kenan memamdanginya dengan tatapan sayang. Manda agak jengah dengan tatapan Kenan yang membuatnya salah tingkah.


" Kak, sebenernya apa mau kamu? Kamu ingin kalau aku dimarahin sama ayah?" tanya Manda kesal.


" Maksud kamu apa?"


" Tadi, kakak mau bilang apa ke ayah? Kakak mau critain ke ayah tentang kejadian di klub malam milik kakak itu kan? Malam dimana aku dijual oleh Vella?" tanya Manda lagi dengan penuh selidik. Ia kesal dengan Kenan yang selalu bisa membuatnya terpojok.


" Iya, kakak emang mau bilang itu. Kakak ingin kamu berpikir dua kali, Lionando Perdana bukan orang yang baik. "


" Tapi dialah yang pertama buat Manda, tenti Manda ga mau kalau sampai orang lain menerima imbas dari apa yang pernah Manda lakukan."


" Harus berapa kali kakak bilang? Kakak bersedia menerima kamu apa adanya!! Kakak bersedia bertanggung jawab sekalipun nantinya kamu hamil." sergah Kenan sambil menyugar rambutnya. Berapa kali ia harus bilang agar Manda percaya akan cintanya.


" Hamil? Siapa yang hamil, Ken? Manda?"


.


.


.


TBC

__ADS_1


*** jeng jeng jeng... hai hai siapa dia yang ngomong??? wk wkw tunggu update selanjutnyaaa ya.


Klik tombol vote yang gratis itu dong. Jangan lupa yang baca sempetin klik likenya ya. Spam like, vote dan komen yaaaaa.. makasih kalian menghargai author yang bikin cerita dengan susah payah🙏🏻🙏🏻


__ADS_2