
Cekrekk
Alana sengaja menutup pintu ruang rawat inap Manda dengan hati-hati supaya tidak mengganggu istirahat Manda. Karena tadi Lio berpesan kalau, Amanda masih tidur dengan lelap takutnya kalau Alana menutup pintu dengan keras Amanda akan terbangun. tapi ternyata usaha Alana gagal, Amanda tetap terbangun karena Alana masuk.
"Hai, Man!! Duh sorry ya,aku gangguin istirahat kamu ya." kata Alana sambil memasang wajah memelas. Manda tidak menjawab dia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, tanda kalau apa yang dilakukan oleh Alana tidak mengganggu istirahatnya. Rasanya dia sudah lelah untuk tidur jadi dia terbangun, apalagi ia merasa bahwa Lio tidak lagi ada di sampingnya.
" Kamu nyariin Lio ya?" tanya Alana to the point. Lagi-lagi Manda menjawab dengan anggukan kepalanya, membuat Alana hanya tersenyum melihat gaya imut malu malu Amanda saat ini.
" Lio lagi pergi sebentar bersama dengan Saka, biasalah mengurus masalah pekerjaan. Nanti pasti dia juga akan cepat balik kok, jangan khawatir! Tadi Lio juga menyuruh aku untuk jagain kamu di sini, Jadi kalau kamu butuh apa-apa jangan ragu untuk meminta sama aku ya. Soalnya hari ini aku jadi suster full time buat kamu sampai Lio nanti datang dan menyuruhku pulang ." kata Alana sambil menguap. Amanda jadi tidak enak hati karena melihat wajah lelah dari Alana.
" Maaf ya sudah merepotkan kamu ini, La!" Amanda memanggil Alana dengan Lala tanpa embel-embel apapun karena secara silsilah Manda lebih tua dari Alana, karena dia istrinya Lio, sedangkan Alana istri dari adiknya Lio.
Alana teringat dengan pesan Lio tadi bahwa Manda tidak boleh merasa rendah diri, jadi Alana langsung berkata bahwa dirinya tidak keberatan.
" Eh ga pa pa kali. Biasalah kalau ibu macam aku ini kecapean di pagi hari, tahu sendiri ya kalau Saka itu omesnya ga ketulungan. " Amanda hanya bisa tersenyum malu-malu saat mendengar keluhan Alana yang disampaikan dengan santai bak ngomong sama sahabat yang sudah kenal lama, membuat Amanda dari pertama kali ketemu udah nyaman dengan Alana, disamping pembawaan Alana yang cepat bergaul dengan orang lain, juga karena penerimaan Alana walaupun dirinya adalah menantu baru di keluarga Perdana.
" Eh kalau Lio juga gitu nggak? soalnya kan Bang Lio itu orangnya pendiam dan kelihatan malu-malu." goda Alana yang kemudian tertawa terbahak-bahak saat melihat Amanda merona kedua pipinya karena malu.
" Ah, Lala bisa aja." sahut Amanda dengan suara lirih. Alana masih juga tertawa karena melihat ekspresi dari Amanda yang tampak imut dan menggemaskan rasa-rasanya Lio seperti ketiban bulan bisa mendapatkan gadis secantik dan semuda Amanda. Padahal Lio kan sudah tua, pikir Alana.
" Halah gak usah malu-malu seperti itu apalagi kita ini sama-sama perempuan bisa lah kalau sharing sharing masalah beginian. Lagian kita juga keluarga, kamu nggak usah malu sama aku." desak Alana ingin membuat Amanda bisa nyaman dengan dirinya supaya Amanda bisa cerita kalau sedang galau kayak begini. Paling tidak akan ada sedikit kelegaan saat bisa berbagi dengan orang yang bisa dipercaya.
__ADS_1
" Iyalah aku juga merasa senang bisa ngomong ngomong sama kamu. Mungkin aku rasa semua laki-laki sama ya, selalu lapar sama wanita." kata Manda masih malu malu.
" Tapi tenang aja, setahuku Lio dan keluarga Perdana itu type setia kok. Maksudku bukan kepada setiap wanita mereka menunjukan rasa lapar kayak gitu. " kata Alana menenangkan.
" Tapi, La .. Aku ini udah di jamah oleh..hiks hiks." Alana langsung memeluk tubuh Amanda yang sudah kembali menangis terisak-isak, dan seperti saran Lio ia tidak mau membuat Amanda merasa rendah diri. Dia tahu untuk kasus-kasus pelecehan seperti ini reaksi yang timbul dari wanita yang diperlakukan secara tidak senonoh seperti itu akan timbul rasa rendah diri.
" Amanda kamu tidak boleh kalah dengan intimidasi Vella. Kamu tahu gak, kalau kamu itu sangat berharga bahkan mungkin Lio akan hancur kalau kamu terpuruk seperti ini. Jadi kamu harus melawan perasaan rendah diri kamu. Karena itulah yang mereka inginkan, kamu terjatuh, kamu terpuruk, dan akhirnya kamu akan menghabisi dirimu sendiri. Jangan sampai niat Vella untuk menghancurkan Lio dan kamu akan berhasil. Semangatlah !! Kamu masih muda dan cantik, akan tetapi banyak halangan dan rintangan kalau kamu menikahi keluarga Perdana. Sama juga seperti aku berapa banyak orang yang mengincar nyawa ku juga nyawa Saka, apalagi yang menginginkan menjadi istri Saka dan mewarisi semua kekayaan dari keluarga Perdana. Tapi kita harus kuat, kita pasti bisa!" kata Alana menguatkan, sembari mengelus punggung Amanda untuk menenangkannya.
" Jadi kamu juga...?" tanya Amanda masih ga ngerti maksud Alana.
" Iya dengan cara lain sih. Aku pernah ditembak, Saka juga pernah dijebak, Aku pernah juga koma. Kamu ga akan percaya cerita aku lah. Yah bisa dibilang sangat menegangkan. Kapan kapan kalau kamu sudah pulih, kita akan cerita cerita banyak." kata Alana penuh semangat.
" Hah? Saka dijebak?"
Amanda hanya bisa membekap mulutnya sendiri. Takjub dengan ketegaran Alana.
" Ah sudahlah gausah bahas tentang aku. Sekarang kita bahas tentang kamu saja. Gimana perasaan kamu pagi ini?"
" Lumayan sih, La.. Paling tidak aku merasa lebih baik."
" Bagus!! Eh aku juga udah kasih tahu keluarga kamu lewat kakak kembar kamu. Saka ga kasi kejelasan. Intinya kamu sedang ingin menyendiri karena kehilangan bayi kamu. Kamu jangan sedih lagi ya. Kamu masih muda, pasti akan dianugrahi ganti banyak anak." kata Alana sambil merangkul bahu Manda supaya Manda bisa tenang walau tidak mudah mengatasi perasaan kehilangan buah hati. Apalgi karena kasus kekerasan semacam yang dialami Manda.
__ADS_1
" Oh kalian sudah kasi tahu keluarga aku?" mata Manda membulat. Ia takut dengan reaksi keluarganya.
" Iya tapi kejadian memalukan itu ga kami ceritakan. Biar ini antar kita saja. Ga ada orang lain yang tahu kok."Alana meyakinkan Manda dengan kata katanya yang penuh semangat.
" Makasih ya, La... Aku emang ga ingin mereka tahu." kata Manda dengan suara lirih.
" Kami mengerti kok. Mungkin kalau kamu sudah nyaman dijenguk, ijinkanlah orang orang yng menyayangi kamu, keluarga, orang tua untuk bisa datang menjenguk kamu. Mereka juga rindu. Kamu gak pa pa kan?" tanya Alana yang kemudian di balas Manda dengan gelengan tanda ia tidak lagi keberatan bertemu orang lain, disertai pelukan sayang Manda kepada Alana meunujukan betapa ia berterimakasih pada Alana. Manda merasa mendapatkan saudara perempuan, tempat dimana ia bisa curhat tanpa ragu.
Tok tok tok.. Alana menoleh ke arah pintu, ingin tahu siapakah yang datang.
" Oh, masuklah!"
.
.
.
TBC
***
__ADS_1
jawaban yang tepat tentang siapa yang datang akan mendapatkan crazy up.. ha ha ha.
Jangan lupa gift, vote dan likenya yang banyak yaaaaaaaa!! Arigatooo