Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
78.


__ADS_3

Lio terbangun di sebuah tempat yang indah,menurutnya. Sebuah tempat yang sepertinya hamparan padang rumput yang sangat luas, banyak sekali bunga-bunga yang bermekaran di kanan-kiri tubuhnya.


Tidak tahu kenapa, Leo merasa bahagia tengah-tengah hamparan padang rumput hijau itu. dia merasa ketenangan batin dan juga kenyamanan.


Tiba-tiba dia melihat seorang gadis kecil yang raut wajahnya mirip dengan dirinya, gadis cilik itu berpakaian seperti seorang peri. Cantik! itulah impresi yang Leo tangkap dari gadis cilik itu.


" Kakak..."


" Hah? Siapa kamu? Mengapa kamu memanggil aku kakak?" tanya Lio yang heran dengan gadis cilik itu.


Gadis cilik itu hanya tersenyum, kemudian dia menoleh ke belakang tiba-tiba Lio melihat sepasang suami istri yang sedang bergandengan tangan, suaminya sangat tampan dan istrinya sangat cantik, Lio merasa Dejavu, dia merasa pernah melihat pasangan suami istri ini, tapi ia lupa di mana ya?


" Nak, kamu lupa dengan kami?" tanya wanita cantik itu dengan raut wajah sedih. Lio berusaha mengingat-ingat, siapakah sebenarnya wanita cantik dan pria tampan di depan nya itu.


" Kamu lupa dengan papa? Maafkan papa dan mama yang sudah meninggalkan kamu saat kamu masih kecil."


" Tapi kenapa wajah Papa dan Mama berubah?" tanya Lio tidak percaya.


" Ha ha ha, coba kamu ingat-ingat lagi dong, ini memang wajah kami, mungkin kelihtan lebih bersinar yaa? Tapi kamu pun sedikit berubah, kamu berubah menjadi semakin tampan nak!" kata mamanya sambil tersenyum.


" Kakak?" gadis kecil itu mengusik Lio yang sedang bercakap cakap dengan orang tuanya.


" Kenapa dia memanggilku kakak? Siapa dia?" tanya Lio dengan heran.


" Dia memanggil kamu kakak karena memang kamu adalah kakaknya." jelas Papanya dengan senyum yang tampak begitu tulus.


" Jadi kalian? aku aku.."


" Iya betul!!"


" Kalian curang, kenapa kalian pergi tanpa membawa aku. Tapi kalian malah membawa adikku." Lio sadar bahwa Papa Mamanya sudah meninggal tapi dia masih belum sadar kenapa mereka bisa bertemu senyata ini ya?

__ADS_1


" Karena kamu memiliki misi yang harus kamu selesaikan." jelas papa nya dengan ambigu.


" Tapi..."


" Pulanglah!! Anak istrimu menunggu kamu." suruh papanya yang langsung menggandeng adik serta mamanya lalu pergi begitu saja. Lio berusaha mengejar mereka, akan tetapi mereka menghilang tanpa jejak. Lio berlarian di padang rumput hijau itu, dia masih berusaha mencari kemana kah keluarganya pergi. Tapi sampai Lio lelah, dia tidak menemukan mereka.


" Aku ditinggalkan lagi. Aku sendirian. Aku sebatang kara." keluh Lio dengan suara keras. Dia mencoba memukul dirinya dengan keras tapi ia tidak merasakan apa apa.


" Massss... jangan tinggalkan aku !!"


Dia mendengar suara wanita yang berteriak memanggil-manggil namanya, dan menyuruhnya jangan pergi. Lio memang mendengar suara itu. Tapi ketika dia mencari di mana wanita itu ada, dia tidak menemukannya..


"Massss... jangan tinggalkan aku !!"


Lio mendengar suara itu lagi, dia berlari mencari dimana suara itu ada. Dia mengenali suara itu. Itu suara Manda, istrinya. Tapi lagi lagi, hanya padang rumput yang kosong yang Lio temukan.


Kepalanya berputar dengan hebat. Rasanya ia berdiri di tengah pusaran angin. Kemudian dia seperti tersedot dalam pusaran angin yang kencang, Lio berusaha bertahan, tapi ia tidak bisa. Ia jatuh dan masuk ke dalam lorong gelap tanpa ujung dimana tak ada secercah cahaya pun disana.


Lio seperti ditarik ke dalam sebuah pusaran angin yang gelap, pekat dan yang membelenggu seluruh tubuhnya sehingga dia tidak bisa bergerak, tapi lagi-lagi dia mendengar suara yang memanggilnya dengan sedih.


Lio hampir saja frustasi, ia memejamkan mata, karena sekelilingnya hanya gelap, sampai tiba-tiba sebuah tangan mungil menggenggam erat tangannya, sehingga dia seperti ditarik keluar dari kegelapan dengan kekuatan tangan mungil yang menggenggamnya itu.


Ketika Lio membuka matanya, ternyata dirinya sedang ada di sebuah tempat tidur yang terletak di ruangan berwarna serba putih. Tangannya digenggam erat oleh sebuah tangan mungil, ternyata tangan seorang wanita yang tertidur di samping tempat tidurnya.


" Amanda sayang." panggilnya lirih.


gerakan tangannya serta panggilan itu membuat Amanda serta merta bangun dari tidurnya.


" Mas, kamu sudah sadar? Ya Allah Alhamdulillah!" katanya sambil mengecup tangan Lio. Sedangkan tangan yang lain menekan tombol help di nakas samping ranjang Lio. Manda memanggil dokter jaga.


" Aku dimana sayang?" tanya Lio kepayahan. Seakan pikiran dan tubuhnya tidaklah sinkron. Manda yang khawatir dengan kondisi Lio kembali menekan tombol helpberkali kali dengan tidak sabar, untuk memanggil suster atau dokter jaga

__ADS_1


" Sabar ya, mas!!"


" Ini rumah sakit?" tanya Lio lagi.


" Iya, mas. Kamu ga inget apa apa?" tanya Amanda dengan nada was was. Amanda khawatir kalau-kalau Lio Amnesia, tapi ia juga tidak yakin karena Lio bisa memanggil nama Amanda dengan benar.


" Aku ingat terakhir kali aku ada meeting bersama dengan Najla dan Pamannya, setelah itu...arggh kenapa kepalaku sakit ya, sayang?" tanya Lio sambil memegangi kepalanya, Tak lama kemudian dokter juga suster beserta Rangga masuk ke dalam ruang rawat inap Lio dan Manda. Manda teringat dengan apa yang ia lihat di layar CCTV, saat Lio mengatakan tentang pertemuannya dengan Najla. Berarti Lio ini jujur karena dia tidak menutupi pertemuannya dengan Najla, kemungkinan yang dikatakan oleh Alana dan Saka ada benarnya, posisi Lio saat itu sudah tidak sadarkan diri. Manda menghela nafasnya dengan lega, artinya suami tersayangnya tidak melakukan kecurangan atau perselingkuhan.


" Sudahlah kamu jangan banyak berpikir dulu yang penting sekarang kamu menurut sama dokter ini dulu ya, aku akan balik ke ranjangku di situ supaya dokter bisa memeriksa kamu dengan benar."


" hei Yo! Kamu sudah sadar? Kamu ingat nggak aku ini siapa?" tanya Rangga dengan senyum smirk yang menghiasi wajahnya yang tampan. Liu hanya memutar bola matanya dengan tatapan kesal.


" Siapa ya Anda? Aku nggak kenal tuh!" kata Lio dengan cuek. Rangga kebingungan kemungkinan analisanya tentang Lio amnesia bisa jadi benar.


" Wah Manda ternyata dia lupa ingatan, Nanti bilang saja kalau kamu istriku." kata Rangga mencoba menguji apakah benar Lio hilang Ingatan atau tidak.


" Enak saja kamu! Kalau kepingin punya istri itu cari sendiri jangan ngembat istri orang lain. Dosa tau nggak!" kata Lio dengan ketus.


" Lah aku pikir dia hilang ingatan, ternyata dia hanya pura-pura lupa! padahal aku sudah senang tuh jadi aku bisa dapat istri cantik yang masih muda ditambah langsung punya anak bayi." kata Rangga sambil manyun.


" Jangan kurang ajar!!!" bentak Lio, keposesifannya keluar meski dengan tubuh yang ga sanggup melawan, karena masih lemas.


" Ehhh, sudahlah mas. Aku sudah ketakutan tadi saat kamu kejang kejang tadi, mas!" kata Manda sambil menenangkan Lio yang tampak marah dengan Rangga.


.


.


.


TBC

__ADS_1


*** Hai guys, otor ucapin Minal aidin buat kalian semua yang membaca cerita ini, maafkan kalau kemarin hanya up 1x, soalnya sistemnya eror, jadi ucapan selamat idul fitri yang harusnya tayang kemarin jadi baru tayang hari ini, tapi readers jangan lupa kasi vote, gift dan likenya ya, anggap aja buat THR an nya otor🤣. Tulis komen kalian setelah kasi vote, gift dan pencet Likenya. Happy reading.


__ADS_2