Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
43.


__ADS_3

Senyum lebar di wajah pengantin laki laki maupun perempuan berhasil membuat sepasang mata menjadi sakit hati. Ia hanya bisa mengepalkan tangannya dan menghela nafasnya dengan kaar supaya air mata yang sudah berjajar rapi di pelupuk mata ga akan jatuh. Ia tidak tahu apakah dirinya bisa rela melihat Manda bersanding dengan Lio?


Tapi ia harus tegar. Kakinya melangkah untuk menghampiri pengantin yang berbahagia, setelah sah menjadi suami istri. Sebenernya yang ada disana adalah pihak keluarga laki laki dan keluarga perempuan saja, entah kenapa Kenan bisa ada disana?


" Selamat Manda. Kamu sekarang sudah jadi istri orang." kata Kenan dengan raut wajah yang lusuh walau pakaiannya tampak rapi dan berkelas.


" Eh makasih kak! Maaf untuk masa lalu. Semoga kakak akan mendapatkan jodoh yang lebih baik ya." doa Manda dengan tulus. Jabatan tangan Kenan dengan Manda juga tidak ia lepaskan padahal Manda sudah sangat risih. Yang kurang ajarnya lagi Kenan hanya menatap Manda dan bak terbius kecantikan Manda, wajahnya tidak berpaling ke arah lain, sampai Lio akhirnya menghentak tangan Kenan yang menjabat tangan Manda, agar Kenan melepaskan Manda.


" Wanita ini sudah ada suaminya kalau kamu ingin tahu." kata Lio dingin. Ayah Noto dan kedua kakak kembar Manda saling brtpandangan dalam tuduhan siapa yng sudah memgundang Kenan datang ke akad Lio Manda padahal ini hanya unyuk keluarga inti saja. Tapi mereka ga bisa mengusir tamu kan?


Untung saja keluarga Lio sedang si ruang makan bersama ibu Ayya, karena ibu Ayya sedang mempersilahkan tamunya untuk menikmati syukuran akad Lio Manda.


" Aku tahu, aku mengalah untuk Manda. Tapi kalau sampai kamu menyakitinya, aku juga ga akan segan untuk merebut dia kembali bagaimana pun caranya." desis Kenan sinis.


Kenan legawa? Mungkin tidak! Ia belum bisa melepaskan sosok amanda dari pikirannya. Bahkan setelah melihat Amanda yang tampak sangat cantik, ia menuesal. Ia menyesal kenapa takdir tidak menyatukan mereka. Seandainya Amanda miliknya, ia berjanji akan membuat Amanada menjadi wanita satu satunya dan berbalik dari jalannya yang selalu memuja kenikmatan dunia.


" Tidak akan aku melepasknnya!" balas Lio sengit. Bukannya Lio tidak mau membela haknya dengan memukul wajah Kenan sampai babak belur karena tadi menyentuh tangan Manda. Tapi ia tidak mau membuat image nya menjadi jelek dimata keluarga mertua dan keluarganya. Jadi ia menahan diri. Belum lagi tangan Manda yang menekan lengannya, ia juga tahu maksudnya, Manda tidak ingin Lio gegabah dengan memukul rivalnya yang memprovokasi dirinya itu.


" Mas.." Manda menatap Lio dengan tatapan memujanya, membuat Lio meluruh, ia hanya mendesah kasar dan memalingkan wajahnya dari Kenan. Sedangkan Amanda menatap Kenan dengan penuh permohonan agar tidak membuat keributan.


" Baiklah Manda sayang, kakak akan selalu ada buat kamu. Kak Ken pulang dulu ya, semoga kamu berbahagia." Kenan berlalu sesudah memandangi Manda sesaat lamanya, dan mendatangi ayah, dan si kembar untuk pamitan.


***


Pov Kenan

__ADS_1


Selepas ke tempat Manda, Kenan langsung pulang ke apartemennya. Disitu ia merenung sambil kembali ke kebiasaan lamanya. Untung saja ia membawa supir pribadinya sehingga tidak terjadi apa apa kepadanya walau hati dan pikirannya bener bener tidak sinkron.


Perasaan sakit ditinggal menikah oleh Manda, dan perasaan kalah karena Manda memilih Lio membuatnya down dan frustasi. Ia tidak lagi ingin melakukan apa apa selain minum dan minum, agar ia melupakan wajah Manda yang polos, melupakan sakitnya ditinggalkan.


Tapi sayangnya, wajah Manda selalu menempel kuat di pikirannya.


" Arggghhh!!" kepala Kenan serasa mau pecah, ia sudah tidak bisa lagi berpikir secara rasional. Kenan membanting apapun yang ada di sekitarnya bahkan memukul kaca yang jadi pembatas antara meja bar dan dapur kering miliknya, sehingga tangannya berdarah. Tapi ia tidak lagi peduli. Bahkan ia tidak merasakan rasa sakit di tangannya karena baginya hatinya lebih berdarah. Ia terus menenggak minuman keras itu langsung dari botolnya.


" Bagaimana bisa kamu ada disini, sayang?" tanya Kenan saat netranya menangkap bayangan halusinasi Manda, karena terlalu banyak minum.


" Syukurlah kamu mau bersamaku. Jangan .. jangan tinggalkan aku!" teriaknya kencang saat bayangan Manda itu hilang ketika ia dekati.


Ting Tong..


Drrrtt..drrrrtt..


Ternyata asistennya si Rey yang datang karena supir pribadinya melapor kepadanya kalau si bos dalam kondisi galau parah. Untung si Rey tahu no kode password apartemen Kenan sehingga ia bisa masuk dengan mudah. Walau tadi ia juga berusah untuk menelepon dan membunyikan bel dulu.


Rey bukannya tidak tahu menahu masalah bosnya yang mencintai Manda dan bahkan rela melakukan apa saja. Bahkan Kenan bisa tahu kalau hari ini Manda menikah karena ia mendapatkan info dari anak buahnya yang disebar oleh Rey. Tapi Rey kecolongan karena ia tidak tahu kalau bosnya tadi datang menghadiri acara akad si Manda dan pulang dalam keadaan yang galau parah.


Rey hanya bia menghela nafasnya dengan kasar saat melihat kondisi apartemen bosnya yang tampak berantakan dalam sekejap. Kaca pembatas meja bar pecah, ada darah juga disana yang Rey yakini itu adalah darah si bos. Belum lagi botol botol minuman keras yang berserakan di meja bar, bantal sofa apartemen yang dilempar dan jatuh di lantai. Sedangkan si pembuat onar, si bosnya duduk dan menelungkup di sofa dengan wajahnya yang menhadap ke bawah.


Rey segera menghampiri sang bos dan mendapati luka di tangan si bos yang cukup parah terkena pecahan kaca. Sedangkan si bos rupanya sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Rey hanya bisa menggelengkan kepalanya mendapati betapa dahsyatnya efek orang kaya yang putus cinta.


Rey lalu menghubungi dokter pribadi Kenan dan menghubungi ART yang biasa ia sewa untuk membersihkan after partynya si bos. Tapi ini bukan untuk membereskan after party, hanya kekacauan akibat bos yang marah ditinggal nikah oleh incaran hatinya.

__ADS_1


" Bos? Are you okey?" tanya Rey sambil mengguncang tubuh si bos. Darah yang ditangannya masih basah, pperttanda iituu luka baru. Reyy menghela nafasnya, bosnya ini gemar membuat susah anak buahnya.


Dia mengangkat tubuh bosnya yang masih ttidak sadarkan diri dan menelentangkan tubuhnya di sofa, membersihkan lukanya serta menunggu dokter Hans juga ART yang akan memebersihkan apartemen ini.


" Man.. Manda...aarggh!"


" Bos? Bos sudah sadar?"


" Mana Manda?" tanya Kenan masih menutup matanya.


" Ini saya bos! Rey, asisten anda bos." sahut Rey lagi.


" Mana Manda?"


Ish si bos ya!! Manda ya sama suaminya lah.. masa disini? pikir Rey kesal, karena daritadi bosnya nyebutnya Manda aja.


Ting tong..


Rey saved by the bell, tapi siapa yng datang? Mandakah?


.


.


.

__ADS_1


TBC


*** sorry ya gengs.. bakal telat up terus nih😭 tapi tenang tetep double up kok!! Biar thor semangat jangan lupa klik like dan vote yaa, thank you.


__ADS_2