
" Arghh, sakit." kata Amanda saat ia mencoba turun dari ranjang tempat Lio dan Manda bergulat melepas hasrat.
" Hah? Apanya yang sakit, sayang?" tanya Lio denngan cemas. Ia melihat Manda yang masih belum memakai apa apa terlihat pucat dan wajahnya mengernyit menahan sakit.
" Ehm, itu aku sakit banget." sahut Manda malu malu. Ia menunjuk ke arah tubuh bagian bawahnya masih menahan rasa sakit.
" Maaf ya sayang, tadi mas terlalu bersemangat .. ehm.. sampai kamu kesakitan ya?" tanya Lio lagi, lalu Lio berniat untuk membantu Manda untuk bangun.
" Loh eh mau apa mas?" tanya Manda sambil mengeratkan selimut yang membalutnya, karena Manda masih bener bener polos tanoa sehelai baju.
" Mau nolong kamu lah. Mungkin kamu mau ke kamar mandi?" tanya Lio lagi.
" Iya tapi ehm mas, biar aku sendiri aaja." tolak Manda malu.
" Ya ampun Manda sayang, aku kan udah lihat semua yang ada dalam dirimu. Aku bantu mandikan ya?" tanya Lio tapi tak pernah menunggu jawaban dari Manda main langsung dilakukan saja, contohnya sekarang, ia lamgsung mengangkat Manda dan membawanya ke dalam kamar mandi. Manda yang terkejut langsung mengalungkan tangannya ke leher Lio, agar tidak jatuh.
" Aku bisa mandi sendiri mas. " kata Manda sambil menepis tangan Lio yang hendak membasuh tubuh Manda. Emang masih kecil kok dimandiin, batin Manda yang masih polos itu,padahal kalau versi Lio sih ini kesempatan supaya bisa melakukan yang kesekian kalinya.
Manda sudah tidak lagi menghitung berapa kali Lio melakukannya. Rasanya ia sampai tidak ingat saking lelah dan sakitnya. Tapi ia juga tidak berani menolak keinginan suaminya. Suaminya yang dulunya dingin dan datar sekarang bersama Manda menjadi hangat dan super m***m.
Modus suaminya mengantarkannya ke kamar mandi membuat Manda harus kembali melayani niat suaminya dan membuat Manda super lelah. Padahal awalnya Manda berpikir bahwa mas Lio nya emang ingin membantunya dengan tulus.
" Mas... sudah ihh!" kata Manda menepis Lio. Karena mas Lio nya ini berujar ingin menolong Manda untuk mengeringkan tubuhnya. Tapi seperti biasa saat laki laki seperti Lio mengatakan bahwa menolong Manda, akhirnya tetep aja Manda yang dirugikan, karena Lio kembali hype.
" Sekali lagi boleh?"
" Masssss Lioo, ntar besok aku ga bisa jalan lo." tolak Manda, bayangin ya kan udah berkali kali. Buas banget sih suamiku, pikir Manda sampai ia memutar bola matanya karena jengah, sedangkan Lio yang menatap Manda hanya tersenyum kecil karena Manda tampak semakin lucu saat Manda dengan cepat memakai baju tidurnya agar Lio tidak sempat menggodanya lagi.
" Sayang kok pake baju?" tanya Lio dengan senyum smirknya.
" Mas, aku lapar! Kita belum makan malam, sejak ibu dan ayah pulang sampai sekarang kamu hanya muter muter di kasur." rajuk Manda dengan nada manja.
" Ha ha ha abisnya aku lapar sih!"
__ADS_1
" Lapar tu makan, mas. Bukannya malah nglingker di kasur aja." sanggah Manda dengan kesal.
" Iya iya deh! Kamu mau makan apa? Hmm? Kita order online ya?"
" Kamu ga ada bahan makanan ya mas?" tanya Manda lagi.
" Engga, kan aku kemari kalau tidur aja. Ga pernah masak masak juga sih." sahut Lio dengan santai sambil memencet memencet ponsel pintarnya untuk memesan makanan untuk makan malam.
" Kamu mau makan apa, sayang?" tanya Lio masih menatap ponselnya.
" Apa aja deh! Yang penting kenyang deh."
" Beli makanan yang dideket apartemen ini aja ya. Biar cepet, katanya kamu dah lapar. Ga apa apa kan? Kmu juga ga ada alergi makanan laut kan?" tanya Lio yang teringat kalau deket apartemennya ada seafood lovers, jadi Lio memutuskan order itu saja. Supaya lebih cepet aja.
" Terserah kamu aja mas, aku ga ada alergi apa apa kok. " sahut Manda sambil mencepol rambut panjangnya, sehingga lehernya yang jenjang terlihat jelas. Sontak Lio memalingkan wajahnya, ia ga mau tergoda lagi untuk melakukan yang iya iya, kasihan dengan istrinya. Tapi karena kepolosan Manda, ia ga tau kalau apa yang ia lakukan itu berpotensi untuk membuat suaminya blingsatan karena hype.
Lio meletakan ponselnya setelah ia memesan makanan yang ia dan Manda inginkan. Lalu menarik tubuh Manda dan memeluknya dengan poseaif, memcium aroma tubuh dan rambut Manda dan menaruh wajahnya di ceruk leher jenjang Manda.
" Terima kasih karena memilihku." bisik Lio lirih persis di telinga Manda, membuat Manda menoleh kebelakang dengan heran, menatap wajah tampan suaminya yang sangat dekat dengan wajahnya, bahkan nafas berbau mint milik Lio pun dapat ia rasakan.
" Siapa bilang? Bukannya kamu banyak banget penggemarnya sampai aku jadi kesel karena sering harus melihat kamu dipeluk laki laki lain." jawab Lio menahan kesal.
" Maksudnya kak K.."
" Ya ga usah di sebut namanya."
" Oo.. ya aku juga sebenernya ga mau tapi waktu itu kan aku belum jujir sama keluarga aku, sedang ia mengancam mau membeberkan rahasia aku. Aku takut, jadi aku mau ga mau menurutinya."
" Iya aku juga tahu. Tapi aku kesel."
" Ga usah kesel. Kan yang Manda suka cuman mas Lio." sahutnya jujur.
" Kamu bener kan sudah suka sama aku?" tanya Lio dengan nada senang. Berarti cintanya terbalas.
__ADS_1
" Iya!"
" Sejak kapan?"
" Ga tau ah.. laper."
" Gimana sih? Ga nyambung banget !"
" Ga usah bahas itu ya mas! Pokoknya Manda ga suka sama kak Ken.. eh orang itu."
" Eh, sayang, aku punya sesuatu buat kamu." kata Lio sambil bersiri dan kemudian mengambil seauatu yang ia letakan di laci nakas dekat tempat tidurnya, dan membawa ke dekat Manda untuk diberikan kepada wanita yang ia cintai itu.
" Apa ini mas?" tanya Manda sambil duduk di pinggir kasur.
" Buka aja, itu hadiah buat kamu. Sebenernya mau kukasi sama kamu sama seserahan yang dikasih oleh ibu ratu, tapi kupikir nanti ajalah kalau pas berduaan ini aku mau kasih kamu sendiri." kata Lio dengan raut bahagia ketika melihat suka cita di wajah Manda.
" Ya ampun mas. Perhiasan lagi? Tadi ibu sudah kasih banyak banget perhiasan lo. Ada kalung, cincin dan anting anting. "
" Ini kan beda sayang, ini gelang jam couple. Sebenernya ini ada keunikannya. Gelang jam ini selain fungsinya untuk perhiasan, ia juga bisa buat lihat waktu..."
" Ish.. mas Lio, namanya jam ya pasti bisa buat lihat waktu lah!" potong Manda sedikit kesal.
" Ini beda sayang, lihat ya.." Lio memperagakan sesuatu. Ternyata Lio juga memiliki jam yang sama dengan Manda cuman model laki laki.
" Wahhh, masss.. kok bisa?"
.
.
.
TBC
__ADS_1
*** Ha ha ha readerssss, plis dong ah kalau baca langsung pencet like dan vote seikhlasnyaaaa. Spam komen juga ditungguuu, tapi setelah klik LIKE yaaa gratis. Hari ini akan ada up lagi ya.... jangan bosennnš¤£