Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
36.


__ADS_3

Manda hanya mendengus kesal, karena ia tidak diijinkan ikut. Mana hapenya juga disita oleh kakaknya lagi. Tapi ia ga putus asa. Ia ingat dengan baik no hape Lio, ia akan menghubungi Lio menggunakan no telp rumahnya.


Manda segera masuk dan menuju ruang kerja Joe dan Joz, karena disitulah telepon rumah bersama fax ada.


Manda langsung mendial no hape Lio untuk memberitahukan maksud kedatangan kedua kakaknya.


" ... "


" Mas, ini aku Manda,aku cuman mau bilang kalau kedua kakakku mau menemui kamu karena mereka sudah tahu tentang kejadian di klub malam itu. "


" ... "


" Aku terpaksa harus cerita segalanya karena kak Ken.. eh ehm orang itu mengancam memberitahukan segalanya kalau Manda ga mau terima lamarannya juga. "


" ... "


" Aku harap kamu hati hati mas. Karena kakakku sangat marah tadi."


" ... "


" Baiklah, jangan lupa kabarin aku apa yang terjadi disana ya. Aku khawatir kak Joe bakalan brutal. Soalnya dia marah banget."


" ... "


" Janji ya, kamu tetep bakal cerita.."


" ... "


" Mas ..kamu? Haloo mas... "


" Lahhh, malah dimatikan.. apa jangan jangan kakak udah datang ya?" monolog Manda saat telepon itu diputuskan sepihak oleh Lio.


" Aduh semoga aja ga apa apa.. aku takut kalau mas Lio digebukin sama kak Joe dan kak Joz." monolog Manda lagi.


***


Drrtt... drrrttt...

__ADS_1


" Hmmh siapa yang telpon tengah malam begini?" monolog Lio. Dan setelah melihat id callernya ia langsung heran. Ngapain Manda telpon malam malam begini. Lio langsung mengecek alat yang ia tanam di ponsel Manda karena ia curiga ada sesuatu yang telah terjadi.


" Hallo.."


"..."


" Oh kak Joe? Ada apa malam malam begini?" tanya Lio, benear dugaannya.. karena Manda ga mungkin meneleponnya malam malam begini. Otak detektip Lio langsung bisa mengira kalau ini pasti ada hubungannya dengan Kenan. Karena Kenan kan baru saja ada disana, pasti Kenan bikin ulah.


"..."


" Oke, datanglah ke apartemen saya di Regatta lantai xxx, saya tunggu!"


" ... " Joe sudah menutup ponsel Manda dan Lio kembali penasaran, apa yang tadi terjadi. Ia segera memgambil laptop canggih miliknya dan berusaha mencari rekaman suara dari penyadap yang ia taruh di ponsel Manda dan memutar rekaman yang ada dengan laptop miliknya. Ia mendengarkan sambil mengeraskan rahangnya, ia mendengar betapa Kenan mencintai calon istrinya dan ingin memilikinya. Ia juga mendengar bahwa Manda menceritakan dengan detil kronologi kasus di klub malam milik Kenan. Lio tidak masalah, ia memang ingin segera menikahi Manda, kalau emang harus dalam waktu dekat, ia pun tidak keberatan.


drrrtt... drrrt .. ponselnya bergetar lagi. Lio berpikir itu mungkin kakak Manda, tapi ia juga berpikir tidak mungkin kaka Joe bisa secepat itu sampai ke apartemennya. Setelah ia melihat ke id callernya, ia bingung karena no itu tidak tersave dalam daftar kontaknya. Ia mengernyitkan keningnya, tapi untuk menghindarkan penasaran siapa yang meneleponnya tengah malam begini, ia tetap memgangkat teleponnya.


" Halloo.."


"..." ya ampun ternyata, yang menelepon dirinya adalah Mandanya yang tersayang. Pasti ia pake telepon rumahnya ini.


" Sayang, mas sudah menduga pada saat orang itu tadi datang kemari, pasti dia yang bilang ya?" tanya Lio pura pura ga tau, Manda pasti marah kaalau ia sudah tahu dari rekaman sadapan ponsel dari tempat Manda. Sekalipun mungkin bagi orang lain ini menyangkut privasi, tapi berhubung kejadian Alana membuat Lio belajar menyadap orang terkasihnya ini menyangkut keamanan dan kemudahan ia menemukan lokasi serta siapa saja yang menghubungi Manda.


"..."


"..."


" Pastilah kalau kakak kamu marah, aku bisa mengerti. Apa yang kulakukan sama kamu itu bukan hal yang baik, maafkan aku. Aku akan segera bertanggung jawab untuk menikahi kamu. Sekarang kamu istirahat dulu, aku menunggu kakak kamu datang."


"..."


" Iya iya, sekarang kamu segera beristirahat, bukannya kamu tadi bilang capek?"


"..."


Teeett.. teeet, bel di apartemennya berbunyi, Lio langsung menegcek cctv di luar pintu apartemennya agar ia tahu siapa yang membunyikan bel. Ternyata kakak Manda sudah datang, Lio langsung bergegas mematikan ponselnya,ia tidak mau Manda memdengar percakapannya bersama kedua kakaknya.


Lio membuka pintu dan langsung terkejut karena bogem mentah mampir di wajahnya yang tampan.

__ADS_1


Bughh!!


Tubuh Lio sampai oleng karena pukulan yang keras itu, tapi ia tidak melawan, ia tahu dirinya juga salah. Padahal sebenarnya Lio memiliki keahlian bela diri dan kepemilikan serta penggunaan senjata api, jelas ia bisa melakukan pembalasan dengan mudah.


Pelaku pemukulan.itu tentu saja kakak Manda, si Joz.. tapi Joe melarang Joz melakukannya lagi. Ia tahu ini bukan sepenuhnya kesalahan Lio. Meminta ia bertanggung jawab penuh dan segera menikahi Manda, ia kira akan menjadi solusi yang terbaik.


" Kamu tahu kenapa kami melakukan ini?" tanya Joe dengan sinis.


" Tentang Manda?"


" Jadi kamu sudah tahu?"


Lio hanya mendesah kasar. Ia tahu jalannya sehabis ini tidaklah mudah.


" Aku tahu kalau aku salah, sebenernya di pagi hari itu aku sudah hendak melamar Manda, tapi Manda bersikeras mencegahnya. Ia takut kalau ayahnya marah. Aku yakin saat itu ia sangat menyesal telah membohongi kedua orang tuanya dan memilih menuruti Vella. Tapi aku gak bisa menekan dia. Aku juga tahu dia butuh sendiri, apa yang dia alami tidaklah mudah. Tapi percayalah melalui kejadian itu, kami, khususnya aku jadi memiliki perasaan yang berbeda. Aku sudah jatuh cinta denga Manda, adik kalian. Oleh karena itu aku memaksanya untuk menikah dengan ku sebagai bentuk tanggung jawabku kepadanya. Bahkan aku bilang kalau seandainya ia hamil, aku akan langsung menikahinya dengan atau tanpa restu kalian." jelas Lio dengan tegas sambil mengusap sudut bibirnya yang terasa sakit ketika berbicara dan berdarah pula. Sudah tidak ada lagi kata saya dan anda, yang tadinya Lio pakai, sekarang ia pakai panggilan aku kamu, karena dengan kejadian ini ia justru merasa lebih dekat dengan Joe dan Joz.


" Mestinya kamu jujur sama kita." kata Joe masih dengan nada datar.


" Lalu bagaimana selanjutnya?" tanya Joz yg masih mengepalkan tangannya.


" Aku tetap akan menikahi Manda kok. Ada atau tidaknya kejadian ini aku akan tetap menikahinya. Jadu tanpa kamu suruhpun aku tetap menikahinya kan?"


" Percepat pernikahan itu!" tuntut Joe lagi.


" Baiklah pagi ini aku akan memanggil penghulu, unyuk menikahkan aku dan Manda dulu, bagaimana?" tanya Lio lagi.


" Lalu siapa walinya, Joe? Gak mungkin kita jugakan? Ayah bisa marah besar kalau itu terjadi." lanjut Joz dengan nada cemas. Gak ada alasan yang baik tanpa berbohong dengan ayahnya. Dan kembar ga mau membohongi ayah ibunya.


.


.


.


TBC


** readers, aku ni otor gadungan, wk wk wk jadi ceritanya asal tapi boleh ya otor minta like dan dukungan votenyaaa?🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


Oh ya cerita ini di up 2x sehari jam 00.00 sama jam 12.00, so pantengin terus ya, supaya kalian ga penasaran, bakal end cepet nih... ha ha ha... jangan lupa follow aku ya, kalau mau di folback bs chat ya.. thank youuu


__ADS_2