Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
76.


__ADS_3

Tapi dengan terlihatnya Saka dan Alana, memori Manda kembali ke rekaman CCTV yang ia lihat sebelum ia jatuh pingsan. Manda kembali berteriak histeris dan menangis. Hatinya kembali sakit saat ia mengingat peristiwa itu. Rangga hanya bisa menghela nafasnya karena ia tahu kalau Amanda masih tertekan saat mengingat peristiwa yang membuatnya pingsan.


Alana berusaha maju menepis kehadiran Rangga yang ada di samping Manda kemudian memeluk tubuh Manda dan berkata..


" Hei kak, jangan menangis kamu tahu sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu, seorang ibu harus kuat. Kalau kamu sedih bayi yang ada di dalam kandungan kami akan ikut sedih, jangan kuatir aku dan Saka sudah menyelesaikan permasalahan itu. Kak Manda enggak usah kuatir lagi dan jangan kepikiran, semuanya itu hanya bohong!!! Mereka ingin kamu tersakiti, kamu harus tunjukkan kepada mereka, Kak! Kalau Amanda adalah wanita yang tegar dan kuat. Dan kamu pasti bisa!!" efek motivasi dari perkataan Alana, membuat tangisan Manda berhenti.


Sebenarnya bukan karena kata-kata motivasi dari Alana tetapi lebih tepatnya karena ia mendengar kata-kata menjadi seorang ibu.


" Maksud kamu?" tanya Manda dengan netral yang menatap tepat di bola mata Alana. Rupanya Manda ingin mencari kebohongan di bola mata Alana, tetapi tatapan mata Alana begitu tulus, Manda tahu Alana tidak berbohong.


" Kamu hamil, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu. kamu tahu, menjadi seorang ibu artinya kamu harus lebih kuat, dan buktikan kepada mereka bawa kamu seorang Manda yang kuat." saran Alana lagi sambil masih memeluk Manda dengan erat. Manda merasa pelukan Alana memberinya ketenangan. Ia berjanji demi anak yang ada si kandungannya, ia harus kuat. Perse**n dengan Vella dan orang orang yang mau menghancurkannya. Ia pasti bisa melawan.


" Lana.. Bagaimana dengan mas Lio? Apakah..." tanya Manda dengan suara lirih. Ia tidak bisa tidak cemas dengan kondisi Lio, sekalipun apa yang tadi ia lihat menyakiti hatinya.


" Kak Manda jangan kuatir, tadi itu yang pas kakak lihat itu adalah sesi dimana Najla berusaha untuk kelihatan sedang make out, tapi sebenernya Lio sudah tidak sadarkan diri dari awal, karena pengaruh obat penenang jenis GHB, kata Rangga tadi, obat ini bisa menyebabkan lemas otot dan amnesia jangka pendek jika dicampurkan ke dalam minuman. Dan tadi Lio bahkan mengkonsumsi lewat makanan dan minuman yang dicampur dengan obat ini. Kata Rangga tadi obat bius ini akan bertahan selama 7 jam tapi sampai saat ini Lio bahkan belum sadarkan diri. Awalnya mungkin si pemberi obat ingin menunjukan dia dengan ihik ihik sama Lio. Karena obat ini emang sering digunakan untuk memper**sa sesorang. Tapi karena mungkin mereka menaruh obat ini terlalu banyak, sehingga tubuh Lio yang belum pernah mengkonsumsi barang seperti ini langsung bereaksi negatif, ia langsung tidak sadarkan diri setelah obat bius ini bekerja. Tadi kami, Rangga juga Saka hanya khawatir kalau Lio memiliki alergi dengan obat antidepresan semacam ini. Karena efeknya bisa kehilangan kesadaran untuk selamanya. Makanya sebenernya Lio butuh kamu juga untuk membuat dia mau sadar. Jangan sampai ia kehilngan kesdaran untuk selamanya..."


" Lalu dimana mas Lio?" potong Manda dengan panik. Cintanya kepada Lio membuat ia khawatir dengan kondisi suaminya,bahkan sudah mengalahkan rasa sakit hati karena apa yang ia lihat tadi.


" Tenang, Manda!! Lio kami taruh di ruangan yang sama dengan kamu. Eiiitss, jangan sampai kamu berani turun dari ranjang ini dulu. Kamu juga ingat kalau kamu baru saja hampir kehilangan anak kamu dan Lio karena tekanan berat yang kamu terima tadi. Lebih baik kamu segera diperiksa oleh spesialis obgyn supaya kita bisa mengetahui kondisi bayi kamu sekarang." larang Rangga yang sudah mengantisipasi Manda yang bakal melompat keluar dari ranjang karena ingin menemui Lio yang masih terbaring tak sadarkan diri.

__ADS_1


" Tapi, mas Lio gimana?" tanya Manda sedikit mendesak karena khawatir, takut kalau mas Lionya ga sadar sadar.


"Tenang saja, aku sudah memanggil dokter ahli neurology, untuk mengecek kondisi Lio. Tapi permasalahannya, yang datang duluan adalah dokter obgynnya, jadi aku minta kamu dicek duluan. Disini kamu akan ditemani oleh Alana. Tenang aja, alat USG juga sudah kusiapkan. Aku dan Saka akan menunggu kamu diluar. " jelas Rangga, dan ia juga langsung menarik Saka untuk ikut keluar bersamanya.


" Ngga, kamu pakai dokter Clara kan?" tanya Alana dengan pandangan menyelidik.


" Ya iyalah, aku kan tahu siapa suami suami kalian itu. Laki laki bucin yang posesif. Jadi aku sudah pasti mencarikan dokter wanita untuk menjadi dokter obgyn kalian." jelas Rangga sambil mengedikkan bahunya dengan cuek. Sambil memanggil masuk dokter Clara yang sekarang juga sudah ada di depan pintu ruangan VVIP1,ia sengaja menunggu di luar karena ia tidak mau turut campur urusan keluarga mereka.


" Ha ha ha , kamu sangat cerdas Ngga!!" kata Alana sambil terkekeh geli.


" Oh ya jelassss!!"


" Syiaalan loee, Sak!!" protes Rangga sambil memukul lengan Saka. Bagi yang ingin tahu hubungan Saka dan Rangga bisa cek di TERJERAT CINTA ALANA yaaaa. Sedangkan dokter Clara maauk ke dalam ruangan Manda dengan senyum yang tampak sangat menarik. Manda pun yang melihatnya pun jadi merasa nyaman.


" Halooo ibu mudaaa!! Apa kabar?" tanya dokter Clara kepada Manda.


" Ehm baik dok." masa mau jawab ga baik ya ga mungkin kan.


" Hai Alana apa kabar? Sudah lama ya kita nggak pernah ketemu? Kayaknya semenjak Alendra lahir ya? Kamu tuh mesti gitu kok kalau udah habis lahiran pasti menghilang, sibuk pacaran saja sama Saka! Nanti kamu balik lagi ketemu sama aku kalau kamu sudah hamil anak ketiga kali ya?" sindir dokter Clara kepada Alana yang menatapnya dengan malu malu. Dia sadar kalau seringkali dia lupa untuk menghubungi teman yang bernama dokter Clara ini padahal dokter Clara sering sekali membantu dia, apalagi pas persalinan Genta, dimana dia ditinggalkan oleh suami pertamanya.( cerita lengkapnya di Menjadi istri kedua sahabatku )

__ADS_1


" He he he jangn menyindir gitu ah.. Aku sudah tahu kalau salah.Hiks, jadi merasa bersalah nih." kata Alana malu-malu.


" Ya pastilah merasa bersalah, emang salah kali!!" kata dokter Clara sambil tersenyum, sebenarnya dia hanya bercanda saja, tapi karena alanna emang salah jadi merasa tersindir dong.


" Sudahlah sekarang kamu periksa aja ini kakak ipar aku namanya Amanda, kenalin tuh dokter cantik spesialis obgyn itu adalah teman aku yang bernama dokter Clara statusnya masih jomblo sejati. aku juga heran padahal orang secantik dokter Clara itu mestinya udah punya gebetan, apa jangan-jangan kamu naksir sama dokter Rangga ya?" goda Alana kepada dokter Clara.


" La, kalau kamu terus menerus Godain aku lama-lama aku nggak jadi periksa kakak ipar kamu nih?" ancam dokter Clara sambil tertawa.


" Udah langsung aja kamu periksa gimana kondisi keponakan aku dan berapa usia kandungannya Manda." desak Alana kepada dokter Clara yang asik saling berbalas dengannya.


.


.


.


TBC


** tebak tebak tidak berhadiah😂. Kira kira berapa usia kandungan Manda??? Jangan lupa beri gift otor yaaaa, komen juga vote tetep ditunggu lohhh....

__ADS_1


__ADS_2