Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
92.


__ADS_3

" Bagaimana? Apakah tugas kalian sudah selesai? Wanita ja**ng itu udah ketangkap." tanya Saka dengan nada dingin kepada bawahannya dan para pengawal pribadinya. Kali ini Alana tidak diijinkan Saka untuk ikut ke markas utama, itu adalah tempat dimana kekerasan dan pembunuhan terjadi tanpa ada ampun kepada orang orang yang jahat pada keluarga Perdana. Jadi Alana ditinggalkannya dirumah.


Bagi Narendra Sakabumi, disinilah tempat ia melampiaskan sisi liar dirinya kepada orang orang yang berani mengusik keluarganya.


Lionando juga mengenal tempat ini. Karena hal yang sama juga dilakukan oleh Saka, Lio juga menginterogasi musuh, rival dan orang yang sudah menyakiti keluarga Perdana disini. Tapi kali ini Saka tidak mengundang Lio disini, ia tidak mau menganggu Lio yang perasaannya masih kalut. Walau sebenernya, saat meluapkan emosi yang paling menyenangkan bagi Saka adalah memukuli orang yang bersangkutan sampai setengah hidup dan mati. Seringai Saka saat ini sangat menakutkan, bahkan hawa dingin di area markas itu terasa semakin dingin dan mencekam saat wajah Saka yang begitu keras seakan ingin memakan orang.


" Pak Alex dan tim 2 sedang melakukan pengejaran sesuai instruksi dari tuan Lio, tuan muda." kata Excel dengan nada hormat karena yang lainnya sama sekali tidak berani membuka mulut.


" Sudah dapat? Daerah mana?" tanya Saka lagi.


" Sudah, sesuai GPS last location menunjukan daerah Bogor." sahut Excel lagi.


" Tertangkap? " Excel hanya mengangguk. Sedangkan Saka hanya menggosok gosokan tangan.


" Orang yang menodai nyonya?"


" Masih pingsan, tuan muda!"


" Bawa kemari!"


" Semuanya, tuan?"


" Siapa pemimpinnya?" tanya Saka dengn mata menyorot sangat tajam.


" Sepertinya yng bercodet itu, tuan muda."


" Oke, bawa yang itu dulu! Biar aku bersenang senang melampiaskan emosiku."


"Baik tuan muda, tapi tuan Lio berpesan kalau ia juga ..."


" Tuan Lio? Kapan kalian bertemu dengannya?" tanya Saka dengn heran. Ia pikir Lio langsung kerumah sakit saat itu, ternyata Lio sempat mengurus para cecunguk ini.


" Dia ingin dirinyalah yang menghabisi 5 orang preman yang menyentuh istrinya." jelas Excel dengan menundukkan kepalanya. Ia pun gak berani menatap Saka yang masih dalam amarahnya yang tinggi.


Takut kalau Saka kemudian salah sasaran. Karena bukan berita bohong belaka kalau Saka menguasai hampir semua ilmu beladiri. Bahkan ketika semua pengawalnya dijadikan satu untuk melawannya, Saka tidak akan mungkin kalah.


Mereka tahu karena Saka emang sering berlatih dengan menjadikan para pengawalnya sebagai samsak hidup saaat ia kesal dan butuh menyalurkan amarahnya. Dan Saka gak mau kalau pengawal itu sampai mengalah padanya, ia ingin mereka justru melawan dirinya untuk bisa membuat dirinya berlatih juga.


" Owhhh, okey! Jadi berapa orang yang kalian tangkap? "


" 10 orang tuan! 5 orang yang ada di dalam dan 5 lainnya berjaga di lorong depan."

__ADS_1


" Semuanya masih hidup.?"


" Enggak tuan. 1 orang meninggal dunia. Dan sudah kami urus pemakamannya, seperti biasa!"


" Hmmh!!"


" Gimana tuan? Si codet mau dibawa kemari?"


" Tadi kamu sudah menginterogasi mereka?"


" Ya tuan!! Mereka adalah orang suruan Vella untuk membunuh nyonya Manda."


" Apa?? Kurang ajar sekali si pel** ur itu. "


" Ya tuan. Modus operandinya adalah menyiksa sebelum membunuh nyonya."


" Siapa yang mengatakan itu?"


" Si codet itu, tuan. Maka mereka berusaha menodai nyonya sesuai video tutorial yang mereka terima dan diberikan juga kepada nyonya sebelum akhirnya membiarkan nyonya mati bunuh diri."


" Arggggggggghhhh brengsek!! Dasar wanita pang***an, ja**ng, an**ng." tak terhitung kata kata makian yang terlontar dari bibir Saka saat ini.


Drrrrtt...drrtt


" Hallo!!"


"..."


" Eh sayang.. engga aku ga lagi marah sama kamu." kata Saka membetulkan nada suaranya yang tdinya kasar dan ketus menjadi lembut. Membuat semua pengawalnya mengulum senyum karena mereka tahu siapa yng menelepon tuan mudanya itu. Pasti Alana sang istri singa jantan. Lalu Saka mengusir para pengawalnya dengan tanda di tangannya untuk meninggalkan Saka seorang diri di ruangan kantor itu.


"..."


" Ehm, aku di markas lagi marah sama anak buah aku, dan pengawal kita ini loh sayang yang belum bisa nemukan Vella."


"..."


"Iya iya sayang, nanti kamulah yang pertama kali memukuli Vella kalau ia ketangkap."


"..."


" Kenan? Kenapa Ke... eh bagaimana dia bisa tahu?"

__ADS_1


"..."


" Jangan sayang!! Jangn biarkan Kenan ke rumah sakit. Biar aku telepon dia, agar ketemu aku dulu saja. Lio lagi dalam kondisi yang ga bisa diajak ngomong sama sekali!"


"..."


" Apa.? Kenapa Lio ga mengijinkan Clara menyentuh Manda?"


"..."


" Ehm, ya sudah biarkan saja dulu. Kmu kan tahu Lio itu pendiam dan emang introvert. Aku rasa ia lagi dalam posisi menyesal banget karena meninggalkan Manda demi bisa menangkap Vella lebih cepat. Aku tahu banget apa yang dia rasakan. Aku juga ga bisa maksain keinginan kita, walau itu baik menurut kita tapi belum tentu baik menurut mereka. Besok kamu ajaklah Lio ngomong. Jangan kamu biarkan ayah dan ibu datang dulu. Dia masih sangat sensitif. Besok aja tengok mereka bersama dengan ayah dan ibu."


"..."


" Aduhh, aku lupa dengan mertua Lio. Gimana kalau besok aja beritahunya. Aku takut kalau Lio nanti ga bisa menahan emosinya. Juga kamu kan tahu kalau Manda sendiri masih sering histeris."


"..."


" Baiklah, nanti malam kita yang akan beritahukan hal ini kepada kakak kembar Manda. Mungkin mereka kan lebih bisa diajak kerjasama mengenai hal ini. Aku takut kalau ayahnya yang diberitahu malah akan menarik Manda dan memisahkan Manda dan Lio."


" ... "


" Oke, sebentar lagi, aku akan pulang. Baiklah nanti kamu yang menghubungi Kenan." ya Kenan hanya bisa menghubungi Saka melalui no ponsel kantor yang emang saat ini Saka tinggal dirumah. Karena ia tidak mau diganggu saat menginterograsi cecunguk cecunguk yang menyakiti keluarganya itu.


Saka selalu membawa ponsel pribadinya yang selalu aktif, agar Alana bisa menghubungi dia dimana pun dan kapan pun.


"..."


" Oke sayang. Aku tutup dulu ponselnya. I love you!" kata Saka menutup perbincangannya dengan Alana. Ia harus segera pulang. Jadi ia urung melakukan interogasi kepada preman preman itu. Tapi ia tahu intinya kalau yang menyuruh mereka emang bener si Vella gila itu.


Saka langsung mengambil kunci mobil, dompet dan mengantongi ponselnya agar ia bisa segera pulang.


"Ex, aku pulang dulu. Kamu harus menjaga mereka dengan benar. Jangan sampai mereka lolos, atau nyawa kalian yang bakal jadi gantinya. Kabari aku secepatnya saat Alex datang membawa pesananku. Aku ingin membuat wanita itu merasakan apa yang Manda rasakan. " kata Saka sambil mengkertakan giginya.


.


.


.


TBC

__ADS_1


*** Gengs, diusahkan hari ini up 2 ya. Jangan lupa kasi vote kalian buat thor karena itu berarti dukungan kalian buat thor... like, dan gift juga yaa.. makasiii salam kecup basah💋


__ADS_2