
" Kita.. kita dijebak oleh Vella teman tersayangmu itu." kata Lio sambil menyodorkan kamera itu untuk dilihat oleh Manda.
" Dijebak? Kau dan aku? Untuk apa?" tanya Manda bertubi tubi. Ia semakin tidak mengerti kalau ada penghargaan sebagai teman terjahat, maka mungkin Vella yang akan menerima pernghargaan itu. Betapa menjijikkannya seorang Vella, tidak puas merusak dirinya sendiri dengan ONS nya sekarang bahkan sekarang ia mau merusak Manda.
" Ya, sepertinya kamu dijebak untuk diumpankan pada adik angkatku, tapi sayang karena adikku harus mengurus istrinya, dia pulang duluan,sehingga .. yah.. kamu tahulah kelanjutannya. Dan aku rasa kamu juga diberi minuman yang berisi obat obatan yang membuat kita bertingkah ehm panas semalam, jujur tadi malam kamu sungguh liar dan menakjubkan. " lanjut Lio dengan suara berat, tanda ia mengingat setiap desahan dan tanda tanda yang kini menandai tubuhnya yang tentu saja dilakukan oleh Manda.
Mendengar ucapan Lio,wajah Manda merona, ia malu, walau sejujurnya ia gak begitu ingat detil apa saja yang ia lakukan tadi malam. Yang pasti itu sangat hot, karena tubuh atas Lio yang masih tanpa kaus atau kemeja, memperlihatkan bekas bekas cakaran dan tanda cinta yang sangat banyak.
" Maaf." cicit Manda lirih. Rasanya, Ia ingin menenggelamkan dirinya ke kolam ikan.
" Ehm, kita emang baru saja mengenal dengan kondisi yang sangat awkward. But believe me, aku orang yang bertanggung jawab. Aku akan menikahi kamu secepatnya. Mungkin kita belum punya cinta diantara kita, tapi kita akan belajar bersama. Aku tahu kamu orang baik baik, yang buat kamu seperti ini adalah karena kamu terlalu polos dan tertipu oleh teman baji**an kamu yang kamu anggap sahabat tadi." jelas Lio dengan panjang lebar. Ini merupakan kalimat Lio yang terpanjang di sepanjang percakapannya dengan Manda tadi. Mata indah Manda membulat tak percaya,semudah itu laki laki ini mengajak dirinya menikah.
" Arghhhh, andai ini semudah yang kamu bicarakan aku ga akan khawatir. Aku sudah dijodohkan semenjak aku kecil. Dan keluarga aku itu keluarga ningrat, keluarga bangsawan jawa, dan yang akan dinikahkan dengan aku masih memiliki keturunan bangsawan Jawa. Kalau aku bukan perawan yang terjaga, maka aku akan mencoreng nama keluargaku." desah Manda lirih. Sumpah demi apapun, memandang wajah Manda yang sedang sayu itu membuat sesuatu di dalam tubuh Lio bergejolak, ingin melakukan seperti yang tadi malam. Lio menggelengkan kepalanya, ingin mengenyahkan bayangan kejadian indah semalam.
" Ehmm, tapi kita harus berusaha, setidaknya kalau kita menikah, mereka tidak akan tahu kalau kamu sudah engga perawan." Lio harus dengan susah payah menahan rasa yang membuatnya ingin mengungkung tubuh kecil itu. Entah mungkin karena pengaruh obat atau ia memang mulai ketagihan dengan perbuatan yang ia lakukan tadi malam. Harus segera disahkan nih supaya ia bisa menyalurkan iya iya, seperti Saka dan Alana.
" Kenapa kamu mau berusaha untuk menikahi aku? Bukankah kamu tadi juga bilang kalau kita ini dijebak. Maksudnya kamu juga dijebak? " tanya Manda dengan nada menyelidik. Manda memandang wajah laki laki tampan dihadapannya itu. Meski wajahnya datar dan dingin serta irit bicara, tapi laki laki itu memberikan rasa nyaman dan aman saat Manda bersamanya.
__ADS_1
Lio hanya menghela nafasnya dengan berat, ia memandangi wajah gadis dihadapannya itu. Ia tahu gadis itu sebenarnya gadis baik baik. Dan wajahnya juga sangat cantik dan menarik. Tingkahnya juga halus tapi liar di ranjang, membuat tubuh Lio seketika memanas lagi. Salah satu alasan kenapa ia ingin bertanggung jawab pada gadis itu karena ternyata mereka sama sama dijebak. Tentunya ia tidak mau membuat gadis itu susah setelah ia menikmati apa yang seharusnya suaminya kelak nikmati kan? Lio bukan laki laki yang sebaji**an itu. Lagian Lio merasa nyaman dengan gadis itu, biarlah mereka belajar mencinta setelah menikah.
" Kalau aku bilang aku merasa nyaman saat bersama kamu, apakah kamu percaya?" tanya Lio dengan nada datarnya.
Manda hanya bisa menatap mata Lio dan mencoba mencari kebohongan disana. Tapi sayangnya ia tidak menemukannya. Ia yakin laki laki ini sangat jujur.
" Ahh, ehhm, baiklah, aku akan berusaha untuk mencoba berbicara dengan orang tuaku." kata Manda dengan lirih. Ia masih belum menemukan cara bagaimana ia bisa memgatakan hal ini kepada orang tuanya. Andai ia bisa memilih untuk hari ini. Ia tidak akan mau melewatinya dengan seperti ini. Hubungan mereka berawal dengan sesuatu yang salah. Tapi yah.. bukan salah mereka sepenuhnya juga sih.
" Aku akan mengantarmu pulang sekarang." kata Lio sambil bergegas menelepon seseorang dan memberi beberapa perintah.
" Masa kamu mau pakai kemeja aku tanpa dalaman? Atau kamu emang nyaman dengan itu? Kalau kamu emang nyaman kamu boleh memiliki kemeja .."goda Lio dengan nada yang masih sama. Datarr!!
" Baiklah tuan, carikan aku baju dan dalaman sekarang. Kamu emang juga harus bertanggung jawab karena kan kamu yang sudah merusakan bajuku." potong Manda cepat sebelum Lio meracau kehal hal yang sudah terjadi dintara mereka.
Lio tidak.menjawab, ia hanya mengulas senyum di bibirnya yang tipis dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak selang berapa lama, Lio sudah keluar dengan menggunakan bathrobe, masih dengan rambut yang basah, Lio tidak mengucapkan apa apa, ia hanya memandangi tubuh Manda yang masih memakai kemejanya dan tanpa dalaman. Catat.. Tanpa dalaman!
" Kamu ga ingin membersihkan tubuh kamu sehabis melakukan kegiatan panas kita tadi malam. Gak rela ya kalau sisa sisa yang semalam hilang?" tanya Lio menggoda, tapi wajahnya tuh loh, masih tetep tanpa ekspresi, bikin Amanda kesel.
__ADS_1
" Enak aja!!! Kan ga ada gantinya? Emang aku disuruh pulang ga pake apa apa?" tanya Manda dengan sewot. Baru kali ini Manda mengucapkan kata kata sevulgar itu terhadap laki laki, karena biasanya ia sangat halus perilakunya.
" Bebersihlah dulu, sebentar lagi pesanan baju dan dalaman kamu akan datang. Setelah itu kita akan mencari sarapan dan aku akan mengantar kamu pulang." kata Lio dengan santai.
" Baiklah!" Manda langsung masuk ke kamar mandi dan melakukan ritual membersihkan tubuhnya dan juga tubuh bagian bawahnya yang masih terasa nyeri dan ngilu.
Kebayang apa yang sudah Lio lakukan sama Manda. Maklum sama sama nubie, jadi melakukannya berdasar insting dan dorongan dari obat perangsang yang dimasukan ke dalam minuman mereka.
Tentu saja karena berdasar insting Lio melakukannya agak kasar dan membuat Manda yang baru sekali itu melakukan hal ini menjadi kesakitan di awal. Tapi karena dalam pengaruh obat juga, membuat percintaan tersebut bukan hanya terjadi satu kali bahkan berkali kali untuk memadamkan gairah akibat dipantik oleh obat perangsang. Dan hebatnya lagi mereka melakukannya tanpa pengaman. Manda hanya bisa berdoa kalau ia bukan di dalam masa suburnya. Kalau tidak, maka tamatlah riwayatnya!!
.
.
.
TBC
__ADS_1